ME And GHOST

ME And GHOST
Kenyataan Yang Terungkap 15



 


 


Sore harinya Erica bersiap siap untuk pergi ke tempat Rey latihan, saat berjalan keluar dari kamarnya dan menuju ke mobil, Erica bertemu ibunya yang baru saja pulang kerumah.


 


 


"Erica kau ingin pergi kemana sore sore begini?" tanya Ibunya Erica.


 


"Aku akan keluar sebentar bu! untuk menemui temanku yang sedang latihan bela diri di sebuah club, dia mengajakku kesana hari ini," jawab Erica.


 


"Apa kau juga akan latihan bela diri sepertinya Erica?"


 


 


"Tidak bu, Erica tidak berminat."


 


"Kenapa kau tidak berminat bukankah itu sangat bagus kau akan pintar bela diri danbisa menjaga dirimu dari orang orang yang jahat," ucap Ibunya Erica.


 


"Baiklah Erica akan memikirkannya nanti."


 


"Jangan pulang terlalu malam Erica."


 


"Baik bu, Erica pergi dulu."


 


Erica pergi menuju tempat yang telah Rey beritahu, setelah sampai di tempat latihan Rey, Erica langsung turun dari mobilnya, Maya merasa sangat tidak asing dengan tempat itu.


 


"Pak Darmin nanti jemput saya sekitar 2 jam lagi kemari," ucap Erica.


 


 


"Baik non," jawab Pak Darmin.


 


Pak Darmin lalu pergi dari sana, melihat Maya yang tak berhenti menatap tempat itu membuat Erica menjadi penasaran.


 


 


"Maya ada apa?"


 


"Apa kau yakin jika ini adalah tempat Rey latihan bela diri?" tanya Maya.


 


 


"Tentu Maya alamatnya sangat sesuai dan juga nama tempatnya juga sama! tentu pasti benar, memangnya ada apa Maya?"


 


 


"Aku merasa jika pernah kemari karena aku sepertinya sangat mengenal tempat ini," jawab Maya.


 


 


"Benarkah Maya? apa mungkin semasa kau hidup dulu pernah kemari," ucap Erica.


 


"Entahlah Erica, aku belum tahu pasti," ucap Maya.


 


"Ayo kita masuk saja ke dalam siapa tahu kau akan mengingat sesuatu nanti," ucap Erica.


 


 


"Baik Erica," ucap Maya.


 


Lalu Maya dan Erica masuk ke dalam tempat latihan Rey, Maya melihat sekeliling tempat itu dan dia sangat merasa nyaman disana. 


 


"Rey berada di ruangan yang mana?" ucap Erica bingung.


 


"Sepertinya diruangan sana Rey berada untuk orang latihan bersama," ucap Maya.


 


 


"Benarkah Maya disana tempatnya sepertinya kau sangat mengenal tempat ini dengan sangat baik," ucap Erica sambil berjalan menuju arah yang di tunjukkan oleh Maya.


 


 


"Aku hanya merasa jika kita harus kesana saja," jawab Maya sambil mengikuti Erica.


 


 


Setelah tiba di depan ruangan Erica melihat Rey yang sedang latihan dengan teman temannya.


 


"Maya ternyata kau benar jka ini adalah tempat latihannya," ucap Erica terkejut.


 


 


"Benarkah aku benar?" 


Maya langsung melihatnya sendiri, dia sangat terkejut jika yang dia katakan benar. 


 


"Kurasa kau memang pernah kemari Maya," ucap Erica.


 


"Akupun merasa begitu Erica! tempat ini pun aku merasa sangat tidak asing aku merasa jika dulu sering kemari," ucap Maya.


 


Rey yang melihat Erica yang berdiri di depan ruangan latihan, dia langsung berlari menghampiri Erica.


"Erica kau sudah datang! aku sudah menunggumu dari tadi," ucap Rey.


 


"Aku baru saja datang dan langsung kemari," ucap Erica.


 


"Ayo masuk aku akan memperkenalkan dirimu pada seseorang," ucap Rey.


 


 


"Baik Rey," ucap Erica sambil masuk ke dalam ruang latihan.


 


 


"Kenapa aku melihat diriku bersama dengan laki laki ini disini dan berlatih bersama di ruangan ini? apa aku dulu sangat mengenalnya," ucap Maya di dalam hati.


 


"Erica perkenalkan ini teman sekaligus seniorku namanya Andra, aku sering berlatih dengannya disini," ucap Rey.


 


"Salam kenal namaku Erica akuteman satu kelasnya Rey."


 


"Salam kenal juga Erica, namaku Andra! senang bisa berkenalan denganmu, Rey apa dia gadis yang kau ceritakan padaku yang pernah menolongmu waktu itu?"


 


"Iya memang dia orangnya," jawab Rey.


 


"Aku dengar dari Rey jika kau sangat pintar dalam bela diri, mendengarnya membuatku sangat penasaran," ucap Andra.


 


 


"Aku tidak sehebat yang dikatakan Rey, aku hanya bisa sedikit saja," jawab Erica.


 


 


"Erica kau jangan merendah di depan Kak Andra, bukankah waktu itu kau mengalahkan semua orang  jahat itu seorang diri," ucap Rey.


 


 


"Hahahahaha, itu hanya kebetulan saja aku beruntung, aku tidak sehebat itu kok," ucap Erica.


 


"Bagaimana jika kita buktikan saja ucapanmu dengan bertanding padaku?" tanya Andra sambil menatap Erica.


 


"Itu ide yang sangat bagus, kau akan tahu kemampuan Erica yang sangat hebat itu," ucap Rey.


 


"Kenapa Rey ini! apa dia ingin membuatku babak belur dengan melawan Andra, dia kelihatan sangat kuat sekali, aduh bagaimana ini," ucap Erica di dalam hati.


 


 


"Bagaimana Erica kau mau bertanding denganku?"


 


"Aku mana mungkin bisa mengalahkanmu, kau sangat kuat dan hebat," jawab Erica.


 


"Erica terima saja tantangannya dan biarkan aku yang melawannya nanti," ucap Maya.


 


"Apa kau yakin bisa mengalahkan dia Maya? sepertinya dia sangat kuat dan hebat, jangan sampai kau menghancurkan tubuhku dengan bertanding dengannya," bisik Erica pada Maya.


 


 


"Kau akan baik baik saja, dan aku sangat yakin bisa mengalahkan dirinya," ucap Maya.


 


Setelah mendengar ucapannya Maya lalu Erica menerima tantangan dari Andra untuk bertanding dengannya.


"Baiklah aku meneriman tantanganmu," ucap Erica.


 


 


"Bagus Erica! bagaimana jika aku akan memberikan hadiah pada Kak Andra jika bisa mengalahkan Erica, aku akan mentraktirmu makan selama 1 bulan jika bisa menang dari Erica," ucap Rey.


 


"Baiklah aku setuju, aku pasti akan menang," ucap Andra sambil tersenyum.


 


"Bagaimana ini apa Maya bisa mengalahkan orang ini," ucap Erica khawatir.


 


 


"Aku akan mengalahkanmu lihat saja nanti," ucap Maya sambil menatap Andra.


 


"Kau bisa mengganti bajumu di ruang ganti," ucap Rey.


 


"Baiklah Rey, dimana ruang gantinya?" tanya Erica.


 


"Ada di samping ruangan ini, apa ingin aku antar kesana Erica?" tanya Rey.


 


 


"Tidak perlu aku bisa pergi sendiri kesana, kau tunggu disini saja dengan Andra," ucap Erica.


 


"Baiklah kalau begitu," ucap Rey.


 


Erica dan Maya menuju keruang ganti pakaian yang telah di tunjukkan oleh Rey.


 


"Maya apa kau benar benar yakin bisa mengalahkan dirinya, dia sangat terlihat hebat sekali! bagaimana jika kita menyerah saja sekarang."


 


"Apa kau meragukan kemampuanku Erica, dan aku juag merasa jika bisa mengalahkan dirinya!" ucap Maya.


 


"Apa yang membuatmu sangat yakin Maya?"


 


 


"Entahlah, hanya aku merasa jika sudah sangat sering bisa mengalahkannya, dia juga sangat tidak asing untukku hanya aku tidak terlalu bisa mengingatnya," ucap Maya.


 


"Apa mungkin kau mengenalnya dulu, atau dia adalah temanmu Maya?"


 


"Aku belum tahu pasti itu benar atau tidak, aku akan mencoba untuk menginngatnya lagi," ucap Maya.


 


 


"Baiklah ayo kita kalahkan dia dan memenangkan tantangan ini," ucap Erica.


 


Erica lalu mengganti pakaiannya, setelah mengganti pakaiannya Maya akan masuk ke dalam tubuhnya Erica untuk bertanding dengan Andra. Maya sangat yakin jika dia bisa mengalahkan Andra, dan Maya juga ingin membuktikan yang dia rasakan jika memang dia mengenal Andra sebelumnya sewaktu dirinya masih hidup.