ME And GHOST

ME And GHOST
Kenyataan Yang Terungkap 33



Sementara itu Erica yang telah pulang dari kantor polisi, sesampai dirumahnya karena merasa penasaran yang terjadi pada anaknya Ibunya Erica menghampiri anaknya yang telah berada di dalam kamarnya.


"Tok tok tok" Suara ibunya Erica mengetuk pintu kamar.


"Erica! apa kau sudah tidur?"


"Kreek" suara membuka pintu.


"Ibu! kupikir ibu sudah tidur, jadi Erica langsung masuk ke kamar," ucap Erica.


Ibunya Erica berjalan masuk ke dalam kamar dan duduk di samping anaknya di atas tempat tidur.


"Sayang, sebenarnya apa yang terjadi? kau belum bercerita pada ibu?"


"Sebenarnya Erica hanya membantu ibu dari temannya Erica yang bernama Rey," jawab Erica.


"Membantunya? apa telah terjadi suatu masalah padanya?" tanya Ibunya Erica penasaran.


"Erica tanpa sengaja melihat arwahnya pada saat di rumah Rey," jawab Erica.


"Apa ibunya Rey telah tiada?"


"Tidak bu, dia hanya koma dan arwahnya tanpa sengaja keluar dari tubuhnya dan dia tidak tahu cara kembali lagi ke tubuhnya! lalu Erica membantu dirinya untuk menyelesaikan masalah yang terjadi padanya," jawab Erica.


"Apa yang menyebabkan dirinya tidak bisa kembali ke tubuhnya?


"Adik iparnya sendiri yang berniat ingin membunuhnya karena masalah dia ingin melaporkan semua kejahatannya pada polisi, karena merasa takut akhirnya adik iparnya berencana untuk membunuhnya tapi malah dia selamat dan hanya koma selama 1 tahun ini, penyebab dia menjadi koma karena arwahnya yang tidak bisa kembali ke tubuhnya, setelah membantu melaporkan semuanya pada polisi dan adik iparnya di tangkap dan masuk penjara lalu Erica membantunya untuk kembali ke tubuhnya," jawab Erica.


"Erica apa sekarang kemampuanmu telah semakin bertambah? maksud ibu dulu kau hanya bisa melihat hantu saja dan tidak mempunyai kemampuan untuk membantu mengembalikan arwah?" tanya Ibunya Erica.


"Aku juga tidak tahu bu, Erica hanya tiba tiba saja merasa jika bisa membantunya, mungkin kemampuanku memang tiba tiba semakin bertambah saja," jawab Erica.


"Mungkin kemampuanmu lebih hebat dari yang kau tahu sayang, ibu juga mendengar jika nenekmu dulu juga sangat hebat!"


"Mungkin saja bu," jawab Erica.


"Ibu sangat senang karena kau sering membantu orang lain yang membutuhkan pertolongan, ternyata sekarang anak ibu sudah sangat hebat ibu bangga padamu sayang," ucap Ibunya Erica.


"Terimakasih bu, ini semua juga berkat ayah dan ibu yang selalu mendukung Erica selama ini," ucap Erica sambil memeluk ibunya.


"Baiklah sayang istirahatlah hari sudah malam,bukankah besok kau harus sekolah," ucap Ibunya Erica.


"Iya bu."


"Selamat malam sayang semoga mimpi yang indah," ucap Ibunya Erica.


Lalu Ibunya Erica berjalan keluar dari kamarnya Erica. Kemudian Maya muncul tiba tiba di hadapan Erica dan membuatnya terkejut.


"Erica!!"


"Maya! kau selalu muncul tiba tiba membuatku kaget saja," ucap Erica.


"Maaf Erica jika aku telah mengagetkanmu, Erica kenapa kau tidak menceritakan tentangku pada ibumu? kenapa kau masih merahasiakan semuanya?" tanya Maya penasaran.


"Sebenarnya aku ingin mengatakan semua tentangmu pada ibuku, tapi jika aku menceritakan semuanya ibuku bisa menjadi takut karena ada hantu yang tinggal di rumahnya," jawab Erica.


"Apa ibumu takut dengan hantu?"


"Ehm, bisa di katakan begitu! tak ada yang membuatnya takut kecuali hantu, padahal anaknya bisa melihat hantu tapi ibunya takut dengan hantu," ucap Erica.


"Ooo begitu, pantas saja kau merahasiakan diriku dari ibumu," ucap Maya.


"Nanti aku pasti akan menceritakan semuanya pada ibuku disaat waktu yang tepat, sekarang kita harus mencari tahu kebenaran tentang dirimu dahulu Maya," ucap Erica.


"Huuh, akhirnya aku bisa istirahat juga hari ini, sungguh sangat melelahkan," ucap Erica.


"Erica apa kau yakin jika sekarang Ibunya Rey sudah sadar dari komanya setelah arwahnya kembali ke tubuhnya?" tanya Maya.


"Aku sangat yakin Maya, baiklah kalau begitu kita besok akan mengunjungi Ibunya Rey, aku juga sangat tidak sabar ingin bertemu dengannya," jawab Erica.


"Aku juga ingin melihatnya, mungkin sekarang dia sedang berkumpul bersama keluarganya, aku merasa senang jika melihatnya bisa bahagia sekarang! dan adik iparnya yang jahat itu telah di hukum atas semua perbuatannya," ucap Maya.


"Aku tak menyangka jika Leo mau mengakui semua perbuatannya di hadapan polisi, sepertinya dia orang yang cukup baik hanya saja dia salah dalam bergaul," ucap Erica.


"Istirahatlah Erica, besok kita akan menemui Bu Clara di rumahnya," ucap Maya.


"Selamat malam Maya," ucap Erica.


"Selamat malam juga Erica."


Erica menutup matanya dan langsung tertidur dengan sangat nyenyak. Maya yang sudah tidak sabar untuk bertemu Ibunya Rey yang telah sadar dari komanya, dia ingin memastikan seberapa banyak Ibunya Rey mengetahui tentang dirinya.


"Aku harus mencari tahu seberapa banyak Bu Clara mengetahui tentang diriku, aku harus mencari tahunya agar bisa mencari tahu semua orang yang berkaitan denganku semasa aku hidup dulu! aku akan mencari tahu sampai menemukan siapa yang telah membunuhku dan apa alasan dirinya sampai dia melakukan itu padaku," ucap Maya.


Sementara itu Jenni yang baru saja pulang kerja kembali kerumahnya. Saat dia akan masuk ke dalam kamarnya dia melihat Evan yang masih berbaring di sofa.


"Evan!! kenapa kau belum tidur? bukankah ini sudah larut malam, kau harus banyak istirahat agar bisa cepat sembuh," ucap Jenni.


"Aku sedang tak bisa tidur, setiap hari aku dirumah saja membuatku merasa sangat bosan! aku sangat ingin bisa segera masuk ke sekolah dan beraktivitas seperti biasanya," ucap Evan.


"Bersabarlah 2 atau 3 hari lagi kau akan segera bisa melakukan semua yang kau inginkan," ucap Jenni.


"Kenapa kakak pulangnya malam sekali hari ini?" tanya Evan.


"Ehm, ada sebuah kasus yang harus kakak tangani, Kasus ini berkaitan dengan Erica," jawab Jenni.


"Maksud Kak Jenni Erica yang melaporkannya di kantor polisi?"


"Iya betul, Erica bilang jika dia sedang membantu seseorang yang tak mau di sebutkan namanya, yang bikin heran lagi semua bukti yang di bawa Erica adalah bukti yang sangat kuat, sampai pelaku kejahatannya tak bisa mengelak lagi," ucap Jenni.


"Ehm, itu karena Erica memang orang yang sangat baik dan hebat," ucap Evan sambil tersenyum.


"Apa Erica seseorang yang memiliki kemampuan khusus atau semacam lainnya?" ucap Jenni curiga.


"Kata siapa? Erica orang biasa sama seperti kita kok," ucap Evan.


"Itu hanya perasaan kakak saja, tapi biasanya tebakan kakak tidak pernah meleset jika tentang orang lain," ucap Jenni.


Evan melempar bantal kursi pada kakaknya.


"Jangan mencurigai pacarku! dia orang uang baik dan biasa saja sama seperti kita!" teriak Evan.


"Kenapa dirimu harus marah pada kakak? itu kan hanya perasaanku saja," ucap Jenni.


"Lebih baik kakak pergi mandi dan langsung istirahat agar pikiran kakak bisa jernih!" teriak Evan.


Jenni membalas Evan dengan melemparnya juga dengan bantal kursi yang ada di dekatnya.


"Dasar adik yang cerewet!!" teriak Jenni sambil berlari menuju ke kamarnya.


"Kenapa tebakan Kak Jenni tentang orang lain selalu saja benar," ucap Evan di dalam hati.


Evan menutupi semua yang dia ketahui dari Erica, dia tidak ingin jika orang lain termasuk keluarganya mengetahui yang sebenarnya tentang Erica.