ME And GHOST

ME And GHOST
Pembalasan 76



Setelah mengetahui Evan menjadi arwah karena keluar dari tubuhnya. Maya ingin mengajak Evan untuk menemui Erica yang sudah berada dirumahnya. Evan masih belum percaya jika dirinya menjadi arwah. Apalagi dia terkejut setelah mendengar ucapan Maya yang mengatakan jika Erica dapat melihat hantu.


"Apa kau ingin ikut kami atau tetap disini bersama tubuhmu?" tanya Maya pada Evan.


"Apa bisa aku pergi jauh dari tubuhku? bagaimana jika aku tak akan kembali lagi ke dalam tubuhku?" tanya Evan.


"Heem, kau tidak perlu khawatir Evan tubuhmu tak akan kemana mana! kau juga tidak mungkin akan mati seperti kami kau hanya koma nanti kau bisa kembali lagi kedalam tubuhmu," jawab Maya.


"Aku juga baru tahu jika Erica bisa melihat hantu dan bisa melihat kalian berdua! apa selama ini kalian selalu berada di dekat Erica?" tanya Evan.


"Iya betul, aku juga yang membuat Erica berubah menjadi cantik dan kuat, maksudku aku memasuki tubuhnya dan melakukan semua itu," ucap Maya tersenyum.


"Haah, tunggu apa pernah saat kau merasuki Erica waktu bersama denganku?"


"Sangat sering waktu awal awal Erica berubah! tapi kalau sekarang aku sangat jarang merasuki Erica karena dia sudah mandiri," jawab Maya.


"Apa kau juga yang pernah?"


"Maksudmu saat pertama kali Erica menciummu?"


"Iya, apakah itu dirimu bukan Erica?"


"Ehm, iya betul itu aku bukan Erica."


"Apa!!!!!" teriak Evan terkejut.


"Tidak perlu berteriak seperti itu kali! sebenarnya aku juga melakukannya karena didalam hati Erica karena dia sangat menyukaimu! kalau aku mana mungkin bisa menyukai anak SMA sepertimu! apalagi aku lebih tua daripada dirimu!" ucap Maya.


"Iya Evan, kami berdua lebih tua daripada kau dan Erica," ucap Tasya.


"Ah iya, aku masih belum percaya jika sekarang aku menjadi seorang arwah dan berbicara dengan hantu! apa mungkin sekarang aku sedang bermimpi," ucap Evan sambil mencubit pipinya.


"Tentu saja kau tidak bermimpi ini nyata tahu," ucap Maya.


"Aku pasti bermimpi," ucap Evan sambil mencubit pipinya lagi.


"Haah, dasar anak ini!" ucap Maya sambil mencubit pipinya Evan dengan sangat keras.


"Aaaaaah! sakit" teriak Evan sambil memegang pipinya.


"Hahahahaha" Suara Tasya tertawa.


"Masih berpikir jika kau bermimpi Evan!" teriak Maya.


"Jadi ini benar benar nyata dan terjadi di dalam hidupku," ucap Evan sambil memegangi kepalanya.


"Betul ini benar benar terjadi dan kenyataan! apa masih kau tidak percaya!" ucap Maya sambil mendekati Evan.


"Jangan mencubit pipiku lagi! itu sangat sakit," ucap Evan sambil memegangi pipinya.


"Kau ingin ikut kami atau tetap disini?" tanya Maya.


"Baiklah aku akan ikut bersama kalian!" ucap Evan.


"Pilihan yang tepat," ucap Maya.


"Ayo kita pergi sekarang," ucap Tasya.


"Tapi diluar ada orangtuaku dan juga kak jenni," ucap Evan.


"Apa kau lupa Evan sekarang kau juga hantu mereka tidak bisa melihatmu," ucap Maya.


"Ah iya aku lupa!" ucap Evan.


Maya dan Tasya keluar dari ruangan dengan menembus dinding. Sedangkan Evan ingin melewati pintu ruangan tetapi dia tidak bisa membukanya.


"Bagaimana aku bisa keluar dari ruangan ini? aku tidak bisa menyentuh gagang pintu ini," ucap Evan kebingungan.


"Aduh!!! dasar hantu baru begitu saja tidak bisa! tinggal kau keluar saja kok," ucap Maya sambil menarik Evan keluar menembus pintu.


"Kenapa aku bisa menembus pintu itu?" ucap Evan heran.


"Harus berapa kali aku bilang jika kau itu hantu dan bisa menembus dinding ataupun pergi menghilang kemanapun kau mau!" ucap Maya.


"Hahahaha, wajar saja Maya dia bingung! dia kan baru saja menjadi hantu," ucap Tasya sambil tertawa.


"Ayah dan ibuku mereka terlihat sangat sedih! Kak Jenni juga terlihat begitu sedih melihat keadaanku sekarang," ucap Evan.


"Wajar saja jika mereka sedih! karena kau belum sadarkan diri sampai sekarang," ucap Tasya.


"Ehm, baiklah," ucap Evan sedih sambil menatap keluarganya.


"Lebih baik kau berpegangan tangan denganku," ucap Maya.


"Kenapa aku harus berpegangan tangan padamu?" tanya Evan.


"Apa kau bisa mengikuti kami menghilang dan muncul dirumahnya Erica?" tanya Maya.


"Tidak bisa."


"Ya sudah! ayo cepat pegang tanganku," ucap Maya.


"Iya baiklah," ucap Evan sambil memegang tangannya Maya.


Lalu Maya, Tasya, dan Evan pergi menghilang dari rumah sakit menuju kerumahnya Erica. Setelah tiba dirumahnya Erica mereka semua langsung menuju ke kamarnya Erica. Maya melihat Erica yang masih duduk di atas tempat tidur dan masih menangis sedih. Lalu Maya dan Tasya mendekati Erica.


"Erica" ucap Maya.


"Kenapa kau masih menangis?" tanya Tasya.


"Aku masih memikirkan Evan di rumah sakit," jawab Erica sedih.


"Apa kau sedih karena diriku Erica?" tanya Evan sambil berjalan mendekati Erica.


"Iya aku sedih karenamu Evan," jawab Erica.


Erica terkejut mendengar suara Evan yang berada di kamarnya.


"Evan!!!! kenapa kau bisa ada disini?" tanya Erica terkejut sambil menatap Evan.


"Aku kemari karena di ajak oleh Maya dan Tasya," jawab Evan.


"Apa kau di ajak oleh Maya dan Tasya?"


"Iya benar" jawab Evan.


"Apa kau sekarang juga telah menjadi hantu? apa kau sudah meninggal dunia Evan?" tanya Erica bingung.


"Yah aku sekarang memang menjadi hantu! tapi aku belum meninggal dunia Erica," jawab Evan.


"Kenapa bisa begitu? apa karena ini yang membuat dirimu koma dan tak sadarkan diri?"


"Sepertinya begitu Erica! tanpa sengaja arwahnya Evan keluar dari tubuhnya! mungkin itu yang membuat dia menjadi koma," ucap Maya.


"Jika dia keluar dari tubuhnya bukankah bisa di masukkan kembali?" tanya Erica.


"Jika bisa sudah kulakukan dari tadi Erica," jawab Maya.


"Mengapa Evan tidak bisa kembali ke tubuhnya?"


"Aku juga belum mengetahui apa penyebabnya?" ucap Maya.


"Kita harus membantu Evan agar bisa kembali ke tubuhnya," ucap Tasya.


"Baiklah aku akan mencoba mencari cara agar Evan bisa kembali lagi ke tubuhnya," ucap Maya.


"Apa kau tidak bisa bertanya kepada hantu yang lebih tua darimu Maya?" tanya Erica.


"Aku masih memikirkannya Erica! aku akan mencari informasi pada hantu hantu lainnya," ucap Maya.


"Tapi selama Evan menjadi hantu lebih baik jika dia disini bersama kita Erica," ucap Tasya.


"Betul Erica! jika Evan berkeliaran diluar dia akan lupa dengan tujuannya untuk kembali lagi ke tubuhnya dan membuat Evan bisa meninggal jika arwahnya tidak kembali lagi," ucap Maya.


"Apa! aku akan tinggal bersama Erica di kamarnya," ucap Evan.


"Ya benar! apa kau tidak mau?" tanya Maya.


"Maksudku bukannya tidak mau! tetapi aku seorang laki laki dan Erica seorang perempuan apa itu pantas?" ucap Evan.


"Walaupun kau satu kamar dengan Erica, kau juga tidak bisa berbuat macam macam dengannya," ucap Maya tersenyum.


"Iya Evan, lebih baik kau disini saja sampai kita menemukan cara agar kau bisa kembali lagi ke tubuhmu," ucap Erica.


"Ehm, baiklah kalau begitu," ucap Evan.


Akhirnya Evan dibawa oleh Maya dan Tasya kerumahnya Erica. Saat melihat Evan yang menjadi hantu membuat Erica sangat terkejut dan mengira Evan sudah meninggal dunia. Selama mereka belum menemukan cara untuk mengembalikan Evan ke dalam tubuhnya, Evan akan tinggal dirumahnya Erica bersama dengan Maya dan Tasya.