ME And GHOST

ME And GHOST
Pembalasan 85



Erica dan Adrian keluar dari rumah, Maya,Tasya, dan Evan juga mengikuti mereka. Angin yang datang bertiup sangat kencang, tak lama kemudian hantu Bu Sandra muncul di hadapan Erica dan Adrian. Hantu Bu Sandra muncul dengan wujud yang sangat mengerikan.


"Ternyata kau akhirnya muncul juga kemari," ucap Adrian.


"Aku datang kemari untuk membalas dendam pada mereka! kau jangan ikut campur urusanku!" teriak Hantu Bu Sandra.


"Kenapa kau dendam pada kami Bu Sandra?" tanya Erica.


"Kau merasa tak bersalah kepada keluargaku, kau telah menghancurkan hidup anakku dan juga diriku!"


"Tapi semua itu bukan salah diriku dan keluargaku, jika saja Rio tidak melakukan kejahatan padaku dan juga yang lainnya kami tak mungkin menuntut keadilan di pengadilan," ucap Erica.


"Jika kau dan ibumu tak ikut campur urusanku pasti semuanya takkan jadi begini! keluargaku pasti akan hidup dengan bahagia," ucap Hantu Bu Sandra.


"Seharusnya kau menyadari kesalahanmu dan juga anakmu, kenapa kau menyalahkan orang lain padahal itu semua kesalahan dari kalian sendiri," ucap Adrian.


Hantu Bu Sandra semakin marah mendengar ucapan Adrian dan Erica, dia tetap tak merasa bersalah sedikitpun atas semua perbuatannya pada wanita wanita yang telah di sakiti anaknya. Melihat itu membuat Maya merasa sangat kesal.


"Hei, kau hantu jahat tidak sadar juga dirimu sampai sekarang atas kejahatan yang dulu pernah kau perbuat!" teriak Maya kesal.


"Kalian tak perlu banyak bicara dan ikut campur urusanku!" ucap Hantu Bu Sandra.


"Dasar hantu jahat menyebalkan," ucap Maya.


Mendengar ucapan Maya padanya, Bu Sandra menjadi sangat marah dia menghilang dan muncul di depan Maya dengan cepat. Membuat yang lainnya juga merasa terkejut, Hantu Bu Sandra langsung mencekik lehernya Maya dan mengangkatnya ke udara.


"Rasakan itu! hahahahaha!" teriak Hantu Bu Sandra sambil tertawa.


"Maya!!!!" teriak Erica.


"Huk huk huk" Maya memegang lehernya.


"Kau berani sekali menyerangku secara tiba tiba," ucap Maya sambil berdiri.


 "Maya kau baik baik saja?" tanya Erica sambil menatap Maya.


"Tentu aja aku akan baik baik saja! hantu jahat ini takkan bisa menyakitiku," ucap Maya.


"Kau beraninya menyerang secara tiba tiba! hadapi kami kalau kau berani!' teriak Tasya.


"Hahahahaha, kalian takkan bisa mengalahkanku!" teriak Hantu Bu Sandra.


"Hei, kau hantu jahat sini kalau berani lawan aku!" teriak Evan.


Adrian berjalan mendekati Erica dan mengeluarkan belati kayu yang di bawanya. Hantu Bu Sandra menatap Erica dan menghilang lalu muncul di belakang Erica. Melihat hantu Bu Sandra yang berada di dekat Erica, Maya langsung berlari menghilang dan mencekik lehernya Bu Sandra.


"Lepaskan Erica!" teriak Maya sambil mencekik Bu Sandra.


"Aku takkan melepaskannya!" teriak Hantu Bu Sandra yang masih mencekik leher Erica.


"Erica!!!! jangan berani berani kau ingin melukainya! kalau tidak aku akan menyakitimu juga!" teriak Evan.


"Bu Sandra lepaskanlah Erica kami takkan menyakitimu!" teriak Tasya.


"Huk huk huk" Erica merasa sakit karena di cekik oleh Bu Sandra.


"Erica buat arwahnya Bu Sandra masuk ke dalam tubuhmu agar aku bisa menusuknya dengan belati ini!" teriak Adrian.


"Kau akan segera menghilang dari dunia ini," bisik Maya pada Bu Sandra.


"Kalian takkan bisa melenyapkanku!"


"Maya pergilah aku akan menarik Bu Sandra agar masuk ke dalam tubuhku," ucap Erica.


"Aku takkan membiarkamu sendiri melawan hantu jahat ini," ucap Maya.


"Cepat Erica kita tidak punya banyak waktu lagi!" teriak Adrian.


Tasya juga berlari menghilang dan muncul di hadapan Erica, lalu memeluk tubuhnya Erica.


"Tasya kenapa kau juga kemari? jika kalian masih di dekatku kalian akan terluka," ucap Erica.


"Aku akan membantumu dan Maya untuk menahan arwahnya Bu Sandra agar dia tidak kabur dari sini," ucap Tasya.


"Evan kau jangan mendekat kemari nanti arwahmu bisa terluka dan tak bisa kembali ke tubuhmu lagi," ucap Adrian.


"Kau tak perlu mengkhawatirkannya," ucap Adrian.


"Cepatlah Adrian!" teriak Maya.


Ibu dan ayahnya Erica melihat dari dalam rumah dan merasa sangat khawatir pada Erica.


"Ayah kita harus menolong Erica! kalau tidak dia akan celaka," ucap Ibunya Erica khawatir.


"Jangan bu, Adrian dan Erica tidak menyuruh kita keluar dari sini," ucap Ayahnya Erica.


"Tapi bagaimana dengan Erica?"


"Ibu tak perlu khawatir Erica akan baik baik saja," ucap Ayahnya Erica.


Karena merasa khawatir ibunya Erica berjalan keluar dari rumahnya dan mendekati Erica. Saat itu Erica berusaha menarik arwahnya Bu Sandra ke dalam tubuhnya agar bisa dilenyapkan oleh Adrian dengan belati kayunya.


"Erica!!!!' teriak Ibunya Erica sambil berlari mendekati Erica.


"Ibu, kenapa kemari! cepat pergi dari sini!" teriak Erica


Saat itu Adrian telah berada di hadapan Erica dan akan menancapkan belati itu ke tubuh Erica yang sudah di masuki oleh hantu Bu Sandra. Tapi karena perhatian Erica teralihkan oleh Ibunya lalu arwah Bu Sandra keluar lagi dari tubuhnya Erica, dan arwah Bu Sandra berpindah ketubuh Ibunya Erica. Saat arwahnya Bu Sanda berpindah Adrian telah menancapkan belati itu dan mengenai Maya yang berada di belakang Erica dan membuat Maya merasa kesakitan.


"Aaaaaah" teriak Maya kesakitan.


"Adrian kau mengenai Maya!" teriak Erica.


"Arwahnya Bu Sandra telah berpindah pada ibumu Erica," ucap Adrian.


"Apa dia berada pada tubuh ibuku!"


"Kita harus cepat melenyapkannya selagi berada di tubuh ibumu," ucap Adrian.


"Hahahaha" Ibunya Erica yang kerasukan tertawa.


"Sudah ku bilang kalian tak akan bisa melenyapkanku!"


"Erica apa yang terjadi pada ibumu!" ucap Ayahnya Erica khawatir.


"Dia kerasukan arwahnya Bu Sandra," ucap Adrian.


"Bagaimana cara menyelamatkan ibumu Erica?"


"Dia tidak akan melukainya," ucap Adrian.


"Kata siapa aku takkan melukai tubuhnya Rosa! aku sudah menanti untuk melukainya, hahahaha," teriak hantu Bu Sandra.


"Jangan kau sakiti ibuku!" teriak Erica.


Bu Sandra mengambil batu tajam yang ada di dekatnya dan menggoreskan pada tangan Ibunya Erica dan membuatnya terluka dan mengeluarkan darah.


"Bagaimana apa ini menyenangkan menurut kalian! hahahaha," ucap Hantu Bu Sandra yang masih berada di tubuhnya Ibunya Erica.


"Tolong jangan sakiti ibuku," ucap Erica.


"Dasar hantu jahat keluar kau dari tubuh Ibunya Erica!" teriak Evan.


"Kita harus mengalihkan perhatian dia agar dapat menancapkan belati padanya," ucap Adrian pada Erica.


"Bagaimana cara mengalihkan perhatiannya Adrian?" tanya Erica.


"Tolong cepatlah lakukan sesuatu agar dia tidak menyakiti Ibunya Erica," ucap Ayahnya Erica.


"Hahahahahaha" Bu Sandra tertawa senang.


"Aku benar benar akan menghancurkan hantu itu! dia benar benar membuatku merasa sangat marah!" ucap Maya sambil mencoba berdiri.


"Maya kau harus hati hati sekarang kau sedang terluka," ucap Tasya.


"Kita harus memberikan pelajaran pada hantu jahat ini," ucap Maya kesal.


Saat Adrian dan Erica memikirkan cara untuk mengalihkan perhatian hantunya Bu Sandra. Tiba tiba muncul arwah lain disana. Saat melihat arwah itu semua yang berada di sana merasa sangat terkejut melihatnya yang ternyata hantu itu adalah arwah dari Rio.