
Setelah sampai di sekolahan Erica dan Evan, Maya langsung menemui Erica di dalam kelasnya. Ternyata saat itu Erica telah bersiap siap untuk pulang karena waktu sekolah telah selesai saat itu.
"Erica, apa kau sudah akan pulang?" tanya Maya.
"Iya Maya, kita bicara di luar saja banyak orang di sini," jawab Erica dengan suara pelan.
"Baiklah Erica," ucap Maya.
Melihat Erica yang sudah mengemasi semua bukunya dan memasukkannya di dalam tas, Rey mendekati Erica.
"Erica, apa hari ini kau ada acara?" tanya Rey.
"Kenapa kau menanyakan itu padaku Rey?" tanya Erica sambil menatap Rey.
"Apa kau ingin ikut dengan aku dan juga Putri belajar bersama di rumahku? bukankah sebentar lagi kita akan ada ujian," ucap Rey.
"Iya Erica, lebih baik jika kita belajar bersama, pasti akan sangat seru," ucap Putri.
"Aku sebenarnya mau saja ikut denganmu hari ini, tapi aku ada suatu urusan dengan Evan yang tak bisa ku tinggalkan hari ini," jawab Erica.
"Ehm, sangat sayang sekali, padahal kita sudah cukup lama tidak belajar bersama, apa kau sedang melakukan suatu tugas rahasia lagi Erica?" tanya Putri penasaran.
"Soal itu aku tak bisa mengatakannya sekarang, tapi nanti aku berjanji pada kalian akan menceritakannya," jawab Erica.
"Pasti itu suatu yang sangat penting sekali sampai kau merahasiakan semuanya dariku dan juga Rey, tapi baiklah aku akan menunggumu menceritakanya padaku nanti," ucap Putri.
"Terimakasih atas pengertian kalian berdua, kalian memang sahabat terbaikku," ucap Erica sambil tersenyum.
"Jika kau sedang melakukan sesuatu yang kira kira berbahaya, aku harap kau akan berhati hati Erica, kami akan sangat sedih jika mengetahui kau terluka lagi seperti kemarin," ucap Rey.
"Aku akan baik baik saja, terimakasih atas perhatian kalian, aku akan pergi sekarang, sampai jumpa besok di sekolah," ucap Erica.
"Sampai jumpa besok juga Erica," ucap Putri.
Erica dan Maya kemudian keluar dari dalam kelas dan prgi menemui Evan yang sudah menunggu mereka di dekat mobilnya.
"Hei, kenapa kau melamun," ucap Putri sambil menatap Rey yang ada di sampingnya.
"Apa, kau mengatakan apa barusan padaku tadi?" tanya Rey.
"Ehm, dasar bucinnya Erica, kau harus belajar menerima kenyataan jika Erica sekarang msih memiliki seorang pacar, jangan sampai kau merusak persahabatan kita hanya karena perasaan cintamu itu," ucap Putri sambil memegang bahunya Rey.
"Entahlah Put, aku juga merasa bingung dengan perasaanku sendiri, kuakui memang aku sangat merasa cemburu saat melihat Erica berada di dekat Evan, tapi aku merasa tetap menyukainya walaupun hatiku sakit melihatnya," ucap Rey.
"Bersabarlah, kau pasti akan menemukan gadis yang tepat untukmu, jika memang Erica bukan jodohmu, kita harus tetap menjaga persahabatan jangan sampai terputus," ucap Putri.
"Iya Putri," jawab Rey.
Melihat Putri yang sedang berbicara dengan Rey saat itu, Cindy mendekati mereka berdua.
"Sabar apanya maksudmu Putri! apa kau mengerti masalah tentang cinta? sedangkan kau saja belum pernah merasakan jatuh cinta seperti Rey," ucap Cindy.
"Jaga ucapanmu Cindy!" teriak Putri kesal.
"Rey, aku jika menjadi dirimu, aku pasti akan memperjuangkan cintaku untuk mendapatkan orang yang kusuka, dan tidak akan mudah menyerah begitu saja," ucap Cindy.
"Maksudmu seperti kau ingin merebut Evan dari Erica? kau pasti ingin memanfaatkan Rey untuk memisahkan Erica dan juga Evan karena kau tak bisa memiliki Evan, dasar gadis yang licik," ucap Putri.
"Apa katamu aku licik! kau sendiri apa, setidaknya aku berusaha untuk mendapatkan orang yang kusuka dan itu tidak salah, terserah padamu Rey sekarang hanya kau saja yang bisa memutuskan untuk memperjuangkan cintamu atau tidak," ucap Cindy.
Setelah mengatakan semua itu lalu Cindy pergi keluar dari dalam kelas, Putri merasa sangat kesal mendengar semua ucapan Cindy itu.
"Rey kau jangan dengarkan ucapan dari orang licik itu, dia gadis yang sangat jahat, dia sering sekali ingin mencelakai Erica," ucap Putri.
"Kau tenang saja Put, kau tak akan mudah terpengaruh dengan ucapannya," jawab Rey sambil tersenyum.
"Ayo kita pulang saja Put," ucap Rey.
"Apa kita tidak jadi belajar bersama di rumahmu?" tanya Putri.
"Lain kali saja Put, Erica juga tidak bisa hari ini," jawab Rey.
"Baiklah kalau begitu, kita akan belajar di rumah masing masing saja, ayo kita pulang," ucap Putri.
Lalu Putri dan juga Rey berjalan keluar dari dalam kelas, sementara itu Erica dan Maya menemui Evan yang sudah menunggu mereka di dekat mobilnya.
"Erica!" teriak Evan sambil melambaikan tangannya.
"Di sana Evan, Erica," ucap Maya.
"Iya Maya, aku melihatnya," ucap Erica.
Erica dan Maya berjalan mendekati Evan.
"Hai Evan, apa kau sudah lama menunggu di sini?" tanya Erica.
"Tidak begitu lama, kau juga baru saja sampai di sini," jawab Evan.
"Kita berbicara saja di dalam mobil, aku takut ada yang mendengarkan percakapan kita," ucap Erica.
"Baiklah, ayo kita berbicara di dalam mobil, apa Maya ada di dekatmu?" tanya Evan.
"Iya Evan, dia baru saja sampai di sini dari rumahnya Adrian, dan Maya ingin mengatakan sesuatu pada kita," jawab Erica.
"Baiklah, kita berbicara di dalam mobil," ucap Evan.
Lalu Evan, Erica dan juga Maya masuk ke dalam mobilnya Evan untuk melanjutkan pembicaraan mereka.
"Erica, kenapa Maya menemui Adrian si dukun itu?" tanya Evan penasaran.
"Kami berencana ingin meminta bantuannya untuk melawan hantu jahat yang merasuki bos besar itu Evan, tadi malam hantu jahat itu mendatangiku di dalam mimpi dan mengancamku, maka dari itu kami ingin meminta bantuan dari Adrian," jawab Erica.
"Kenapa dia mendatangimu di dalam mimpi? apa yang sebenarnya dia rencanakan?" tanya Evan.
"Dia berencana ingin mengambil alih tubuhku," jawab Erica.
"Apa! dasar hantu sialan berani sekali dia ingiin melakukan itu padamu," ucap Evan marah.
"Maya, apa kata Adrian padamu? apa dia bersedia membantu kita?" tanya Erica.
"Iya Erica, Adrian bersedia membantu kita untuk melawan hantu jahat itu," jawab Maya.
"Syukurlah kalau begitu, tapi kenapa wajahmu tampak sedikit gelisah? apa terjadi sesuatu tadi padamu Maya?" tanya Erica.
"Erica, sebenarnya tadi Adrian telah membantuku untuk mengingat semua masa laluku," jawab Maya.
"Lalu apa sekarang kau sudah mengingat semuanya Maya?" tanya Erica.
"Iya Erica, aku bisa mengingat semuanya dengan sangat jelas, ternyata memang bos besar itu yang telah membunuhku dengan bantuan wanita yang bernama Dian itu dan juga Irfan Om dari Rian," jawab Maya.
"Apa! jadi mereka juga terlibat dengan pembunuhanmu," ucap Erica terkejut.
"Erica, apa yang di katakan Maya padamu?" tanya Evan penasaran.
"Evan, Maya telah mendapatkan kembali semua ingatan dari masa lalunya, dengan bantuan dari Adrian," jawab Erica.
"Benarkah!" ucap Evan terkejut.
Erica dan juga Evan sangat terkejut mendengar ucapan Maya yang sudah mengingat semua masa lalunya dan juga semua kejadin yang telah menimpanya. Erica tak menyangka jika wanita yang bernama Dian dan juga Irfan Om Rian juga terlibat pembunuhannya Maya.