
Orang tua erica, pak andre, evan dan erica kemudian berangkat menuju ke kantor polisi untuk melaporkan bu serly yang menjadi kaki tangannya rio. Setelah sampai di kantor polisi mereka semua turun dari mobil dan langsung masuk ke dalam kantor polisi.
"Selamat siang ada yang bisa kami bantu?" tanya pak polisi.
"Maaf mengganggu saya seorang pengacara nama saya andre! dan ini klien saya pak daniel!" ucap pak andre.
"Iya silahkan duduk!" ucap pak polisi.
Pak andre dan ayahnya erica duduk di hadapan pak polisi dan akan membuat laporan tentang bu serly.
"Begini pak maksud kedatangan kami kemari ingin melaporkan seseorang yang diduga melakukan praktek aborsi ilegal dan juga menjadi kaki tangan atas kasusnya tasya!" ucap pak andre.
"Oo iya kasus yang akan naik ke pengadilan itu! berarti anda pak daniel pengusaha yang terkenal itu!" ucap pak polisi.
"Iya pak! saya daniel!" ucap ayahnya erica sambil tersenyum.
"Wah saya sangat merasa beruntung bisa bertemu dengan pengusaha yang sukses dan terkenal seperti anda!" ucap pak polisi sambil menjabat tangan ayahnya erica.
"Terimakasih atas pujiannya!" ucap ayahnya erica.
"Baiklah coba jelaskan secara rinci! akan saya bantu untuk menangkap tersangka lainnya di dalam kasus ini!" ucap pak polisi semangat.
"Dia bernama bu serly seorang bidan yang membuka sebuah klinik di kota ini! dia di duga telah membantu rio untuk menggugurkan kandungannya tasya secara ilegal! dia juga dicurigai membuka praktek aborsi secara ilegal!" ucap pak andre.
"Alamatnya apakah anda tahu?" tanya pak polisi.
"Kebetulan erica dan evan tahu alamatnya, karena mereka pernah kesana waktu menyelidiki hilangnya tasya!" ucap pak andre.
"Betul pak saya dan evan mengetahui alamatnya!" ucap erica.
"Apakah tersangka bisa langsung ditangkap hari ini!" ucap ibunya erica.
"Tentu jika ini berkaitan dengan kasusnya rio yang akan di sidang! kita bisa langsung kesana untuk memeriksanya jika ada bukti yang kuat kita langsung bisa memasukkannya ke dalam tahanan!" ucap pak polisi.
"Kalau begitu cepat ditangkap pak sebelum dia nanti kabur jauh!" ucap ibunya erica.
"Baiklah saya akan membuat surat penangkapannya dahulu!" ucap pak polisi.
"Baik pak!" ucap pak andre.
"Nanti pada saat penangkapan erica dan evan bisa ikut kesana?" tanya pak polisi.
"Bisa pak!" ucap erica dan evan.
"Kita juga akan ikut kesana!" ucap ibunya erica.
"Ok baiklah kalau begitu setelah saya menyiapkan surat penangkapannya kita langsung kesana!" ucap pak polisi.
"Apa kita juga harus kesana bu?" tanya ayahnya erica.
"Tentu masa kita membiarkan erica kesana tanpa di dampingi orang tua!" ucap ibunya erica.
"Baiklah jika itu maunya ibu!" ucap ayahnya erica.
"Tidak apa apa jika kita ikut kesana pak daniel untuk menemani erica kesana!" ucap pak andre.
"Baiklah kalau begitu!" ucap ayahnya erica.
"Saya tidak bisa ikut kesana karena ada kegiatan yang lain yang perlu saya hadiri pak daniel!" ucap pak andre.
"Baiklah pak andre tidak apa apa! saya sudah sangat berterimakasih anda audah banyak membantu kami!" ucap ayahnya erica.
"Sama sama pak daniel!" ucap pak andre.
"Erica jika sudah sampai disana kau tunjukkan saja semua kuburan bayi yang ada untuk memperkuat bukti agar bu serly bisa di tahan!" ucap maya.
"Iya maya!" bisik erica.
"Ayo kita berangkat sekarang!" ucap pak polisi sambil membawa surat penangkapan untuk bu serly.
"Baik pak!" ucap ayahnya erica.
"Semua anggota polisi sudah bersiap diluar dengan mobil polisi!" ucap pak polisi.
Semuanya kemudian berangkat menuju ke klinik bersalin bu serly untuk menangkapnya. Setelah sampai semua polisi turun dari mobil dan mengepung kliniknya bu serly.
"Tok tok tok" Suara pak polisi mengetuk pintu.
"Iya sebentar!" teriak bu serly dari dalam klinik.
"Selamat sore apa anda bu serly?"
"Benar saya bu serly! ada apa ya pak?"
"Anda kami tangkap atas tuduhan telah bekerjasama dengan rio dalam pembunuhan tasya dan melakukan praktek aborsi ilegal!" ucap pak polisi.
"Apa buktinya jika saya bersalah! kenapa saya ditangkap tanpa bukti!" teriak bu serly.
"Cepat borgol dia! geledah semua tempat ini!" teriak pak polisi.
"Baik!" teriak polisi lainnya.
"Lepaskan aku kalian tidak bisa menangkapku begini!" teriak bu serly.
"Pak coba geledah di kamar pasien didalam lemari anda akan menemukan semua obat yang bisa menggugurkan kandungan! dan juga di belakang klinik di bawah pohon besar ada banyak kuburan bayi disana hasil dari aborsi ilegal bu serly!" teriak erica.
"Bagaimana kau bisa mengetahui semuanya erica?" tanya ibunya erica penasaran.
"Erica hanya menebaknya saja bu!" ucap erica.
"Benarkah itu sayang!" ucap ibunya erica.
"Iya ibu, masa erica berbohong pada semua orang!" ucap erica.
"Maaf ibu, erica berbohong sebenarnya erica melihat semua arwah bayi yang telah meninggal di dekat pohon itu!" ucap erica di dalam hati.
"Pak kami menemukan semua obat terlarang di dalam lemari!" teriak polisi.
"Kumpulkan semua kemari! dan bongkar semua yang ada di dekat pohon di belakang klinik itu!"
"Baik pak!"
Semua polisi mencangkul dibawah pohon di belakang klinik bersalin bu serly. Mereka sangat terkejut setelah membongkarnya menemukan banyak mayat bayi yang dikubur disana.
"Pak disini ada banyak mayat bayi yang telah dikubur!"
"Telpon ambulans dan suruh kemari untuk membawa semua mayat bayi disana!"
"Baik pak"
"Keluarkan semua mayat bayi didalam sana!"
"Baik pak"
"Bagaimana bu serly! anda masih ingin menyangkal jika tidak bersalah!" ucap pak polisi.
Bu serly hanya bisa terdiam setelah semua bukti ditemukan di kliniknya.
"Ini semua karena kalian! pasti kalian yang telah membawa polisi kemari!" teriak bu serly pada erica dan evan.
"Paaaaaaaaak" Ibunya erica menampar bu serly.
"Jangan pernah kau membentak anakku! siapa kau berani memarahi anak semata wayangku!" teriak ibunya erica marah.
"Wooow ibumu sangat keren erica!" ucap maya.
"Ibuku memang keren maya!" bisik erica.
"Ibumu benar benar sangat menakutkan jika marah erica!" ucap evan.
"Dia jika marah lebih menakutkan daripada siapapun!" ucap erica sambil tersenyum.
"Jika kau berkata buruk lagi tentang anakku akan ku tuntut kau!" teriak ibunya erica.
"Kalian hanya bisa mengancam orang yang lebih lemah daripada kalian!" teriak bu serly.
"Betul aku memang suka mengancam orang! tetapi orang menjijikan sepertimu!" teriak ibunya erica.
"Istri anda memang benar benar sangat mengerikan jika marah pak daniel!" ucap pak polisi.
"Sebenarnya dia sangat baik, cuma kalau dia lagi kesal atau marah saya pun tak bisa menahannya!" ucap ayahnya erica.
"Huuuuh aku sangat puas setelah menampar wanita keji itu! beraninya dia membunuh bayi bayi tidak berdosa demi uang!" ucap ibunya erica kesal.
Semua orang yang ada disana sangat terkejut melihat ibunya erica yang sangat marah pada bu serly. Semua mayat bayi dan obat terlarang yang di dapat menjadi bukti yang kuat untuk menangkap dan menahan bu serly di kantor polisi.