
Sementara itu Rian yang telah sampai dirumahnya, langsung masuk kedalam ruang kerjanya dan mencari berkas biodata pribadi milik pelayan wanitanya yang bernama Dian itu.
"Aku harus segera mengirimkan biodata itu pada Bu Vira, agar dia bisa langsung segera menyelidikinya," ucap Rian sambil membuka berkas berkas miliknya.
Setelah membongkar semua berkas miliknya dia menemukan biodata milik pelayan wanita yang bernama Dian itu.
"Ini dia biodata miliknya, aku akan segera mengirimkannya pada Bu Vira," ucap Rian.
Lalu Rian memfotonya dan mengirimkannya pada Bu Vira melalui handphonenya. Tiba tiba ada suara ketukan pintu di luar ruang kerja Rian.
"Tok tok tok" suara mengetuk pintu.
"Iya masuk" teriak Rian dari dalam ruangan.
"Kreek" suara membuka pintu.
"Permisi tuan saya hanya ingin mengantarkan obat untuk anda, dan menanyakan apa anda ingin makan malam?" tanya Pelayan wanita itu.
Melihat pelayan wanita itu yang masuk ke dalam ruang kerjanya, Rian langsung menutup semua berkas berkas yang dibukanya tadi di atas meja kerja miliknya.
"Bawakan saja makan malamku kemari, dan obat itu taruh saja di atas meja sana," ucap Rian sambil menunjuk ke meja kecil di sebelah sofa miliknya.
"Baik tuan," ucap Pelayan wanita itu sambil menaruh obat di atas meja kecil itu.
Rian masih sibuk membereskan semua berkas berkas miliknya, melihat itu pelayan wanita yang bernama Dian berniat ingin membantu membereskan semuanya.
"Maaf tuan, biar saya saja yang membereskannya," ucap Pelayan wanita itu.
"Tidak perlu, aku saja bisa membereskannya, bawakan saja makan malam kemari," ucap Rian.
"Baiklah tuan, saya akan segera membawakan makan malam kemari," ucap Pelayan wanita itu.
Lalu dia berjalan keluar dari ruang kerja Rian menuju ke dapur untuk menyiapkan makan malam Rian. Melihat Rian yang sangat serius membaca dan menyusun semua berkas miliknya membuat pelayan wanita itu menjadi penasaran.
"Kenapa tuan Rian melarangku untuk membantunya? biasanya dia tidak pernah seperti itu? apa sekarang dia sudah mulai mencurigaiku," ucap Pelayan wanita itu di dalam hati.
Rian yang masih menyusun semua berkas miliknya, merasa sangat terkejut saat melihat pelayan wanita yang bernama Dian tadi, dia takut jika dia mengetahui bahwa Rian berniat ingin menyelidiki tentang dirinya.
"Untung saja aku sudah mengirimkan semuanya pada Bu Vira, aku harus segera membereskan semua ini sebelum dia merasa curiga padaku," ucap Rian.
Sementara itu Bu Vira yang telah mendapatkan pesan yang berisi semua informasi tentang pelayan wanita yang bernama Dian itu melalui handphone, dia kemudian bersiap siap untuk segera pergi untuk menyelidiki itu.
"Ini semua informasi tentang pelayan itu, aku harus segera bergegas menyelidikinya malam ini," ucap Bu Vira.
Saat sedang bersiap siap untuk pergi, Bu Widia melihatnya karena merasa penasaran lalu dia mendekati Bu Vira.
"Vira!"
"Bu Widia, aku pikir anda sudah berada di dalam kamar untuk beristirahat," ucap Bu Vira.
"Aku belum mengantuk lagipula pula ini masih belum terlalu malam, apa kau akan pergi malam ini?" tanya Ibunya Maya.
"Iya Bu Widia, ada urusan yang harus ku selesaikan malam ini," jawab Bu Vira.
"Apa ini urusan dari Rian?" tanya Ibunya Maya.
"Bisa di katakan begitu Bu Widia, aku tidak bisa mengatakannya sekarang pada anda, tapi tak perlu khawatir tentang urusan ini aku akan segera menyelesaikannya," jawab Bu Vira.
"Aku sangat yakin kau pasti bisa segera menyelesaikan semuanya dengan baik, kau tetap harus berhati hati jangan sampai terjadi apa apa padamu," ucap Ibunya Maya.
"Tentu Bu Widia, aku harus pergi sekarang, kunci semua pintu, jangan bukakan pintu jika ada orang yang tidak di kenal datang kemari," ucap Bu Vira.
"Baiklah, kau tenang saja, aku akan melakukan semua yang kau ucapkan," jawab Ibunya Maya.
"Baiklah aku pergi sekarang," ucap Bu Vira.
"Entah apa yang harus dilakukan oleh Vira malam ini, tapi aku berharap dia akan berhasil dan tak terjadi sesuatu yang buruk padanya," ucap Ibunya Maya di dalam hati.
Di dalam perjalanan Bu Vira menelpon Rian untuk memberitahunya jika dia sedang dalam perjalanan menuju ke alamat yang ada di dalam biodata pelayan wanita itu.
"Kring kring kring" Suara handphone berdering.
"Halo"
"Halo tuan"
"Iya Bu Vira, apa sekarang kau sedang dalam perjalanan menyelidikinya?" tanya Rian.
"Iya tuan, aku sedang menuju ke alamat yang ada di dalam biodata itu, aku akan mulai menyelidikinya malam ini," jawab Bu Vira.
"Baiklah kalau begitu, tapi kau juga harus berhati hati jangan sampai ada orang yang mengenalimu disana, nanti ada yang, akan curiga pada kita dan melaporkan itu padanya," ucap Rian.
"Baik tuan, aku akan menyelidikinya secara berhati hati, tuan tak perlu khawatir, aku akan menyelesaikan tugas ini dengan cepat dan tanpa kesalahan," ucap Bu Vira.
"Aku sangat yakin dengan kemampuanmu," ucap Rian.
"Baik tuan," ucap Bu Vira.
Lalu Rian menutup telponnya.
"Bu Vira, memang dia sangat cepat dan juga teliti dalam menjalankan tugas, aku sangat mempercayai kemampuannya," ucap Rian sambil tersenyum.
"Tok tok tok" suara mengetuk pintu.
"Iya masuk" ucap Rian dari dalam ruangan.
"Kreek" Suara membuka pintu.
"Permisi tuan, saya ingin mengantarkan makan malam anda," ucap Pelayan wanita itu.
"Taruh di atas meja kerjaku saja, aku akan segera memakannya," ucap Rian.
"Baik tuan," ucap Pelayan wanita itu.
Kemudian dia berjalan dan meletakkan semua makan malam Rian di atas meja kerjanya.
"Kau boleh pergi," ucap Rian.
"Maaf tuan, saya ingin mengatakan sesuatu pada anda," ucap Pelayan wanita itu.
Rian menatap wajah pelayan wanita yang bernama Dian itu.
"Apa yang ingin kau katakan padaku?" tanya Rian penasaran.
"Besok bisakah saya izin satu hari, karena ada sesuatu yang harus saya urus," jawab Pelayan wanita itu.
"Baiklah, kau boleh libur besok, lagipula ada pelayan lainnya yang bekerja di rumah ini, kau tak perlu khawatir," ucap Rian.
"Terimakasih tuan, atas izinnya besok, aku akan segera kembali jika urusanku telah selesai," ucap Pelayan wanita itu.
"Baiklah, kau boleh pergi sekarang," ucap Rian.
"Baik tuan," ucap Pelayan wanita itu.
Lalu pelayan wanita itu berjalan keluar dari ruang kerja Rian, Setelah pelayan wanita itu meminta izin padanya untuk libur satu hari membuat Rian curiga jika dia akan melakukan sesuatu.
"Entah kenapa aku merasa curiga padanya, kenapa dia tiba tiba meminta izin satu hari besok, kira kira urusan apa yang akan dia selesaikan? dia memang sangat mencurigakan, aku harus mengatakan ini pada Bu Vira agar dia dapat mengikutinya besok," ucap Rian di dalam hati.
Rian yang semakin bertambah curiga pada pelayan wanita yang bernama Dian itu, dia berencana akan menyuruh Bu Vira untuk mengikutinya besok setelah dia keluar dari rumahnya, Rian ingin mengetahui urusan apa yang akan dia selesaikan besok.