
Kakaknya Evan langsung memanggil dokter untuk mengabari bahwa Evan telah sadar dari komanya.
"Dok, adik saya Evan telah sadar dari komanya!" teriak Kakaknya Evan.
"Baik kami akan segera kesana dan memeriksanya," ucap Dokter itu.
"Iya dok," ucap Kakaknya Evan ambil berjalan lagi masuk ke dalam ruangan Evan.
Dokter dan suster langsung berlari menuju keruangan Evan untuk melihat dan memeriksa keadaan Evan yang tiba tiba sadar dari koma selama 4 hari. Dokter yang datang ke ruangan sangat terkejut melihat keadaan Evan yang sangat terlihat sehat.
"Sudah berapa lama pasien tersadar dari komanya?" tanya Dokter sambil memeriksa Evan.
"Belum lama dok, dia baru saja sadar lalu kami memanggil dokter," jawab Ibunya Evan.
"Ehm, pasien sudah sangat sehat sekali, saya sangat tidak menyangka jika pasien bisa sangat cepat sadar dari komanya," ucap Dokter itu heran.
"Mungkin karena anak saya tubuhnya sangat kuat dan sehat makanya dia bisa sembuh dengan cepat," ucap Ayahnya Evan.
"Bisa jadi begitu, mungkin hanya sekitar 3 hari lagi di rumah sakit pasien sudah boleh pulang," ucap Dokter itu.
"Syukurlah kalau begitu dok," ucap Ibunya Evan.
"Jika tidak ada keluhan dalam 3 hari ini pasien boleh pulang dan kami nyatakan telah sehat," ucap Dokter itu.
"Saya sudah merasa sangat sehat dok," ucap Evan.
"Kami juga mengharapkan jika anda cepat sehat dan dapat pulang kerumah, kita akan melihat perkembangannya dalam 3 hari ini," ucap Dokter itu.
"Baiklah dok, terimakasih telah merawat anak kami dengan sangat baik," ucap Ayahnya Evan.
" Sama sama itu memang sudah menjadi tugas kami, baiklah kalau begitu kami permisi dulu," ucap Dokter itu.
"Iya dok," jawab Ayahnya Evan.
Dokter dan suster yang memeriksa Evan kemudian keluar dari ruangan itu.
"Suster pasien itu sangat cepat sekali proses penyembuhannya! apakah itu sangat mungkin, bukankah kita memperkirakan dia akan koma paling tidak 2 minggu lebih," ucap Dokter itu heran.
"Mungkin itu keajaiban dok, itu juga sudah biasa terjadi! ehm, mungkin juga karena memang tubuh pasien sangat kuat dan sehat makanya dia bisa sembuh dengan cepat! apalagi pasien yang bernama Evan itu memang sangat tampan dok," ucap Suster itu sambil tersenyum.
"Ehm, jika melihat orang tampan pasti kelakuan wanita aka begini," ucap Dokter itu sambil menggeleng gelengkan kepalanya.
Evan yang masih belum merasa yakin dengan kejadian yang dia alami selama menjadi hantu, Evan merasa seperti sedang bermimpi tapi seperti nyata. Melihat adiknya yang sedang melamun Jenni lalu mendekati adiknya.
"Ehm, sedang melamun memikirkan apa anak manja ini?"
"Kak Jenni, aku tidak memikirkan apa apa kok," jawab Evan.
"Jika kau tidak memikirkan apapun, kenapa kakak melihat kau dari tadi hanya diam saja dan melamun? apa kau sedang merindukan pacarmu yang bernama Erica itu?"
"Iya aku sedang memikirkan Erica," jawab Evan.
"Ehm, yang rindu dengan pacarnya padahal baru 4 hari tidak bertemu bagaimana jika berpisah selama bertahun tahun," ucap Kakaknya Evan.
"Jangan berbicara seperti itu kak! aku tak sanggup jika berpisah lama dari Erica," ucap Evan.
"Jenni jangan mengganggu adikmu, biarkan dia beristirahat," ucap Ibunya Evan.
"Baiklah anak kesayangan ibu tidak akan ku ganggu! aku juga akan kembali ke kantor karena ada kasus yang harus kutangani," ucap Kakaknya Evan.
"Baik nyonya besar! dah adik tersayangku, ayah aku prgi dulu," ucap Kakaknya Evan.
"Hati hati di jalan sayang," ucap Ayahnya Evan.
Kakaknya Evan yang bernama Jenni pergi menuju ke kantornya, sementara Evan masih memikirkan tentang Erica dan teman teman hantunya.
"Besok aku akan menanyakan semuanya kepada Erica, tentang apa yang terjadi padaku sebenarnya," ucap Evan di dalam hati.
"Evan istirahatlah hari sudah malam," ucap Ibunya Evan sambil membetulkan selimut Evan.
"Baiklah bu," Evan berbaring di atas tempat tidur.
Erica yang masih belum tidur dan mengobrol dengan Maya di dalam kamarnya, Erica tidak bisa tidur karena masih merasa sedih karena Tasya yang telah pergi menghilang.
"Maya apakah Tasya akan bahagia disana?"
"Tentu saja Erica, dia akan bahagia disana kau tak perlu mengkhawatirkannya," jawab Maya.
"Sebenarnya setelah kepergian Tasya aku merasa senang dan juga merasa sedih Maya."
"Aku pun begitu Erica, kita sudah cukup lama telah bersama Tasya dan benar benar merasa kehilangan setelah kepergiannya."
"Tapi aku sangat senang melihat dia pergi dengan bahagia karena telah menyelesaikan semua urusannya," ucap Erica.
"Aku pun akan begitu juga nanti Erica, aku harap kau takkan bersedih setelah kepergianku nanti," ucap Maya.
"Aku akan mempersiapkan untuk itu Maya, tapi aku juga tidak mungkin membiarkanmu menjadi hantu penasaran selamanya! aku akan membantumu agar cepat menyelesaikan semua urusanmu," ucap Erica.
"Iya Erica, aku juga saat ini merasa sangat gelisah setelah mendengar semua ucapan Adrian dan kakaknya tentang masa laluku," ucap Maya.
"Kau harus segera mencari tahu semuanya Maya, dan wanita yang kau lihat saat sebelum kau meninggal dunia! dia yang membunuh atau bukan itu harus segera kita cari tahu," ucap Erica.
"Ehm, aku saja sampai sekarang masih bingung dengan masa laluku yang sebenarnya! dan apa yang menyebabkan aku tidak bisa mengingat semuanya itu benar benar sangat membuatku gelisah."
"Bagaimana jika kau mulai dengan menyelidiki laki laki yang pernah kau temui waktu itu, kalau tidak salah namanya Rian," ucap Erica.
"Aku waktu bertemu dengannya memang ada perasaanku sangat sedih dan senang! apalagi sekarang dia sedang sakit yang cukup serius," ucap Maya.
"Sakit apa yang dia derita Maya?"
"Dia di vonis dokter sakit kanker otak stadium akhir, aku mengetahuinya saat tanpa sengaja bertemu dengannya di rumah sakit yang sama dengan Rio," ucap Maya.
"Kasian sekali dia harus menderita sakit yang sangat parah di umur yang begitu muda," ucap Erica sedih.
"Aku juga merasa jika laki laki itu mungkin cukup dekat denganku di waktu diriku masih hidup dulu."
"Kalau begitu kau mulai menyelidiki dari dia! bukankah kau juga sudah tahu rumahnya?" tanya Erica.
"Iya aku tahu rumahnya, karena waktu itu aku mengikutinya sampai dia pulang kerumahnya," ucap Maya.
"Cari tahu tentang dia, pasti kau akan menemukan titik terang tentang masa lalumu Maya! aku juga akan mencari tahu tentang dirinya," ucap Erica.
"Baiklah Maya, aku akan mencoba untuk menyelidikinya, semoga saja aku bisa menemukan sesuatu yang berkaitan dengan masa laluku," ucap Maya.
"Betul Maya," ucap Erica.
Maya lalu memutuskan untuk menyelidiki Rian laki laki yang pernah dia temui. Maya merasa jika sangat mengenal Rian semasa hidup. Erica meyakinkan Maya agar menyelidiki tentang Rian agar bisa mendapatkan titik terang dari masa lalu yang tak bisa dia ingat.