
Setelah perjalanan yang cukup lama akhirnya mereka semua tiba di rumah sakit. Ayahnya nadira langsung di bawa ke IGD untuk dilakukan pemeriksaan lanjutan.
"Selamat malam pak daniel dan bu rosa!" ucap pak direktur rumah sakit.
"Selamat pak direktur!" ucap ayahnya erica.
"Malam juga pak direktur!" ucap ibunya erica.
"Apa pasiennya sudah masuk ke IGD?".
"Sudah pak direktur! mohon bantuannya untuk melakukan perawatan dia disini!" ucap ayahnya erica.
"Tentu pak daniel semuanya akan kami tangani dengan baik disini! kalau boleh saya tahu siapa pasien ini?".
"Dia ayah dari temannya erica anak saya!" ucap ayahnya erica.
"Ah begitu! anda sangat baik sekali mau membantu pengobatannya disini!".
"Bukankah kita harus saling membantu pak direktur! jika ada yang membutuhkan bantuan pasti akan saya bantu sesuai kemampuan saya!" ucap ayahnya erica.
"Betul pak daniel! saya akan melakukan yang terbaik dalam merawat pasien ini!" ucap pak direktur.
"Terimakasih atas bantuannya pak direktur!" ucap ayahnya erica.
"Sama sama pak daniel! saya akan melihat kondisi pasien dulu di dalam!".
"Silahkan pak direktur!" ucap ayahnya erica.
"Sepertinya untuk sementara nadira jangan muncul dulu di rumah sakit ini!" ucap ibunya erica.
"Memangnya kenapa bu? Ah iya kenapa ibu juga menyuruh nadira dan nadine sementara tinggal dirumah kita?" tanya ayahnya erica penasaran.
"Ayah pasti tahu bagaimana liciknya sandra! dia pasti akan mencari semua orang yang berkaitan dengan anaknya rio! apalagi nadira pernah menjadi korban rio juga! pastinya sandra akan mencari nadira bisa jadi dia berniat mencelakainya juga kan!" ucap ibunya erica.
"Ah iya benar juga sandra pasti akan melakukan semua cara agar bisa menyelamatkan anaknya!" ucap ayahnya erica.
"Betul itu! tempat yang teraman adalah rumah kita! jadi dia tidak mungkin akan berpikir kita menyembunyikan dia dirumah kita!" ucap ibunya erica.
"Betul juga kata ibu! untuk sementara nadira jangan dulu berkeliaran lebih aman jika dia bersembunyi!" ucap ayahnya erica.
"Kita tunggu hasil pemeriksaan pak arya sebentar lagi, lalu kita pulang kerumah!" ucap ibunya erica.
"Baiklah!" ucap ayahnya erica.
Nadira, nadine, dan ibunya sangat cemas menunggu hasil pemeriksaan dari ayahnya nadira di ruang tunggu. Erica berusaha menghibur nadira agar tidak mencemaskan ayahnya.
"Nadira! kau tidak perlu cemas memikirkan ayahmu! disini ada banyak dokter yang hebat dan pasti bisa mengobati ayahmu sampai sembuh!" ucap erica sambil memegangi tangannya nadira.
"Iya erica! terimakasih untuk semuanya!" ucap nadira.
"Sama sama nadira!" ucap erica.
Tak lama kemudian pak direktur keluar dari ruang IGD dan membawa hasil dari pemeriksaan ayahnya nadira.
"Bagaimana hasilnya pak direktur?" tanya ibunya erica.
"Dimana keluarga dari pasien pak arya!".
"Keluarganya disana pak direktur!" ucap ibunya erica sambil menunjuk ke arah ibunya nadira yang sedang duduk.
"Saya dok! saya istrinya!" ucap ibunya nadira sambil berjalan mendekati pak direktur.
"Suami ibu menderita maag kronis dan asam lambung yang sudah cukup parah! untung saja cepat di bawa kemari jika tidak itu akan sangat berbahaya!".
"Jadi bagaimana suami saya apa dia bisa sembuh?".
"Tentu saja dengan mendapatkan perawatan dan pengobatan dari rumah sakit ini dia akan sembuh dengan cepat!".
"Syukurlah! tapi apa biayanya sangat mahal dok!".
"Untuk masalah biaya semuanya sudah di tanggung oleh pak daniel! ibu tenang saja!".
"Semuanya dok!".
"Tentu bu nisa! saya menanggung semua biayanya selama pak arya dirawat disini! jadi ibu bisa tenang merawat pak arya di rumah sakit ini!" ucap ayahnya erica.
"Terimakasih banyak pak daniel!" ucap ibunya nadira.
"Sama sama bu nisa!" ucap ayahnya erica.
"Apa suami ibu tidak pernah memperhatikan pola makannya! ini memang penyakit yang biasa di anggap sepele oleh orang! tetapi jika sudah parah bisa merenggut nyawa seseorang bu!".
"Iya dok! suami saya bekerja kadang lupa waktu! kami hanya seorang petani biasa! jika tidak bekerja maka kami tidak akan dapat uang!" ucap ibunya nadira sedih.
"Baik dok!".
"Pak arya akan segera saya pindahkan keruang perawatan!" ucap pak direktur.
"Masukkan saja di kelas 1 pak direktur!" ucap ibunya erica.
"Baik bu rosa!" ucap pak direktur.
"Apa itu tidak terlalu berlebihan bu rosa?" ucap ibunya nadira.
"Tentu saja tidak! jika ingin pak arya cepat sembuh kita harus memberikan fasilitas yang terbaik juga di rumah sakit ini!" ucap ibunya erica.
"Saya sungguh sangat berterimakasih atas semuanya!" ucap ibunya nadira sambil membungkuk di hadapan ayah dan ibunya erica.
"Tidak perlu berterimakasih bu nisa! sudahlah sekarang fokus saja mengurus pak arya agar cepat sembuh!" ucap ibunya erica.
"Betul bu nisa! tak perlu memikirkan apapun semuanya sudah kami bereskan!" ucap ayahnya erica.
"Mari kita ke kamar pasien!" ucap pak direktur.
Setelah melihat ayahnya nadira masuk ke dalam ruang perawatan. Mereka semua pamit untuk pulang kerumah. Begitupun nadira dan nadine akan ikut pulang bersama dengan erica.
"Bu nisa! saya dan suami pamit pulang dulu karena hari sudah larut malam!" ucap ibunya erica.
"Jika ada apa apa nanti tinggal telpon saya saja!" ucap ayahnya erica sambil memberikan kartu namanya.
"Baik pak daniel!".
"Nadira dan nadine juga ikut pulang kerumah bersama kami! ibu tenang saja kami akan menjaga nadira dan nadine!" ucap ibunya erica.
"Iya bu rosa! maaf sekali karena kami telah merepotkan anda!".
"Tak perlu dipikirkan bu nisa! kami pamit pulang dulu!" ucap ibunya erica.
"Bu! nadira dan nadine pulang dulu!".
"Iya sayang hati hati di jalan! jangan terlalu merepotkan dirumah bu rosa!".
"Iya bu!" jawab nadira dan nadine.
"Terimakasih pak direktur atas bantuannya hari ini!" ucap ayahnya erica.
"Sama sama pak daniel!".
"Sampai jumpa lagi pak direktur! saya pamit pulang karena hari sudah larut malam!" ucap ayahnya erica.
"Baik pak daniel!".
"Sampai jumpa pak direktur!" ucap ibunya erica.
"Sampai jumpa bu rosa!".
"Evan! biar aku pulang bersama ayah dan ibuku saja! kau bisa langsung pulang kerumahmu hari ini sudah larut malam nanti ibumu mencemaskan karena belum pulang sampai sekarang!" ucap erica.
"Iya evan! biar erica pulang bersama kami saja! kau juga pasti sudah sangat lelah, pulang dan istirahatlah!" ucap ibunya erica.
"Baik tante om! kalau begitu saya pamit pulang!" ucap evan.
"Hati hati di jalan evan! sampai jumpa besok di sekolah!" ucap erica.
"Iya erica sampai jumpa besok!" ucap evan sambil berjalan kearah mobilnya.
"Ayo kita pulang dan istirahat di rumah!" ucap ayahnya erica.
"Maaf sebelumnya pak daniel dan bu rosa! saya dan nadine harus kembali dulu kerumah untuk mengambil pakaian kami!" ucap nadira.
"Tak perlu memikirkan hal itu! semuanya sudah saya bereskan!" ucap ibunya erica.
"Maksud bu rosa apa?" tanya nadira bingung.
"Pakaian kalian telah saya saya ambil saat kita berangkat menjemput ayahmu tadi! saya menyuruh pak darmin dan bik mina mengambil pakaian kerumah kalian! jadi sekarang semuanya sudah ada dirumah!" ucap ibunya erica.
"Ibu sangat hebat sampai memikirkan hal itu!" ucap erica.
"Tentu saja ibumu sangat hebat erica!" ucap ayahnya erica sambil tersenyum menatap istrinya.
"Terimakasih bu rosa!" ucap nadira dan nadine.
"Sama sama! ayo kita pulang sekarang!" ucap ibunya erica.
Akhirnya semua pulang dari rumah sakit menuju kerumah. Ternyata saat mereka semua berangkat ke desa menjemput ayahnya nadira, ibunya erica telah menyuruh pak darmin dan bik mina mengambil semua pakaian nadira dan nadine untuk di bawa ke rumah mereka. Setelah pak darmin dan bik mina selesai mengambil semua pakaian dan pergi dari rumahnya nadira. Orang suruhan ibunya rio baru tiba kerumahnya nadira dan tak melihat pak darmin dan bik mina yang baru saja dari sana.