
Erica dan evan yang berlari mengejar nadira yang sudah keluar dari kelasnya, akhirnya berhasil menemui nadira. Dia sedang berjalan santai sambil memegang handphonenya.
"Nadira!!!!" teriak erica dengan nafas terengah engah karena berlari mengejar nadira.
"Hem bukankah kau gadis yang kemarin?" tanya nadira terkejut.
"Iya aku gadis yang kemarin!" ucap erica.
"Namamu erica kan?" tanya nadira.
"Iya aku erica!"
"Ada apa kau kemari? apa kau ingin menemuiku?" tanya nadira.
"Iya aku sedang ada perlu denganmu nadira! bisa kita bicara sebentar?" ucap erica.
"Kau ada perlu denganku?" ucap nadira heran.
"Bisa kita bicara sebentar!" ucap erica.
"Baiklah!" ucap nadira.
Erica, evan, dan nadira pergi ke sebuah cafe di dekat kampus dan berbicara disana. Maya dan tasya tetap masih mengikuti erica.
"Siapa laki laki yang bersamamu erica?" tanya nadira sambil menatap evan.
"Dia evan pacarku!" ucap erica.
"Perkenalkan namaku evan!"
"Ternyata dia pacarmu! sepertinya kalian sekolah di tempat yang sama!" ucap nadira.
"Iya kita bersekolah di tempat yang sama!" ucap erica.
"Kalian pasangan yang sangat cocok menurutku! pasangan yang tampan dan cantik semoga kalian akan bersama selamanya!" ucap nadira.
"Aamiin terimakasih!" ucap evan.
"Oo iya ada apa kau mencariku erica?" tanya nadira.
"Aku ingin meminta bantuanmu nadira!" ucap erica.
"Bantuanku? apa yang bisa kubantu?" tanya nadira penasaran.
"Aku ingin menanyakan tentang rio dan semua wanita yang pernah dia sakiti!" ucap erica.
"Kenapa kau ingin tahu semua itu? kupikir kau juga pernah dekat dengan rio?" tanya nadira.
"Aku tidak begitu mengenal rio! aku hanya kenal dengannya tidak begitu lama sampai saat ini!" ucap erica.
"Kenapa kau ingin mengetahui semua itu erica?" tanya nadira.
"Karena sekarang aku sedang sidang di pengadilan melawan rio!" jawab erica.
"Apa sekarang laki laki sialan itu ada di penjara?" tanya nadira terkejut.
"Iya dia dituduh atas kasus pembunuhan tasya dan pelecehan terhadapku!" ucap erica.
"Dia membunuh seorang wanita dan melakukan pelecehan kepadamu?" ucap nadira terkejut.
"Iya! bisa kau mengatakan semuanya yang berkaitan dengan rio!" ucap erica.
"Tentu saja aku akan membantumu agar dia mendapat hukuman yang pantas atas semua perbuatannya!" ucap nadira.
"Apa kau juga mau bersaksi di pengadilan untuk membantu kami?" tanya evan.
"Kenapa kalian ingin aku menjadi saksi di pengadilan nanti?" tanya nadira.
"Kau pasti tahu orang tuanya rio mereka pasti tak akan membiarkan anak mereka di penjara! mereka akan menghalalkan segala cara untuk menyelamatkan putra mereka!" ucap erica.
"Apalagi pada sidang pertama kami kalah dengannya!" ucap evan.
"Pasti wanita licik itu yang melakukan semua ini!" ucap nadira.
"Maksudmu ibunya rio bu sandra?" tanya erica.
"Tentu siapa lagi! dia yang membuatku menjadi pindah kemari dan menggugurkan kandunganku anaknya rio!" ucap nadira.
"Jadi kau juga pernah hamil anaknya rio seperti tasya?" tanya erica terkejut.
"Iya! tapi waktu itu kandunganku masih sangat kecil baru masuk 2 bulan!" ucap nadira.
"Iya benar! wanita tua itu bekerjasama dengan ibunya rio menggugurkan kandungan semua wanita yang telah di hamili oleh rio! ibunya rio juga memberikan kami uang tutup mulut dan mengancam kami!" jawab nadira kesal.
"Berarti banyak wanita yang telah di hamili oleh rio!" ucap erica.
"Tentu saja! aku juga mengetahui beberapa orang diantaranya!" ucap nadira.
"Apa kau bisa menghubungi mereka dan membantu kami menjadi saksi di pengadilan nanti?" tanya erica.
"Kalau soal itu aku tak bisa berjanji padamu! tapi aku akan mencoba berbicara dengan mereka!" ucap nadira.
"Terimakasih nadira!" ucap erica.
"Apa kau juga bisa menjadi saksi?" tanya evan.
"Aku akan memikirkannya dulu! kalian harus berhati hati ibunya rio bu sandra orang yang sangat kejam! dia tidak akan segan melakukan sesuatu yang sangat jahat!" ucap nadira.
"Aku tahu itu! jadi kau tak bisa membantu kami?" tanya erica.
"Haaah aku tak bisa berjanji padamu erica! ku akui aku cukup takut melawan keluarga mereka! apalagi mereka bukan orang biasa!" ucap nadira.
"Aku akan berusaha melindungimu nadira dan juga wanita lainnya yang pernah di sakiti rio! jika kalian mau bersaksi di pengadilan nanti!" ucap erica.
"Keluarganya rio bukan orang sembarangan erica! akan sangat berbahaya jika melawan mereka tanpa koneksi yang kuat!" ucap nadira.
"Maaf sebelumnya! erica juga bukan berasal dari keluarga sembarangan! orang tuanya termasuk orang yang terpandang di kota ini!" ucap evan memotong pembicaraan.
"Maksudmu keluarga erica setara dengan keluarga rio?" tanya nadira penasaran.
"Bukan setara tapi lebih! kau pasti pernah mendengar pengusaha terkenal bernama pak daniel di kota ini!" ucap evan.
"Pak daniel dia pengusaha yang sangat kaya raya dan di hormati di kota ini!" ucap nadira.
"Erica adalah putri tunggalnya! pewaris tunggal dari perusahaannya pak daniel!" ucap evan.
"Jadi kau putri tunggalnya pak daniel! pantas saja sejak pertama bertemu denganmu auramu sangat berbeda dengan gadis lainnya!" ucap nadira terkejut.
"Evan tak perlu melebih lebihkan semuanya! aku hanya orang biasa saja!" ucap erica merendah.
"Aku hanya mengatakan sejujurnya erica! dan aku juga tidak melebih lebihkan semuanya karena semua itu fakta!" ucap evan.
"Baiklah aku akan memikirkan untuk menjadi saksi dan membantumu erica!" ucap nadira.
"Apa kau masih takut untuk menjadi saksi?" tanya evan.
"Aku bukannya takut! tapi hanya berhati hati saja! aku akan menghubungimu erica!" ucap nadira.
"Bisa kita saling menukar nomor handphone?" tanya erica.
"Tentu! ini kartu namaku!" ucap nadira sambil memberikan kartu namanya.
"Ini nomor handphoneku!" ucap erica sambil memberikan selembar kertas pada nadira.
"Aku akan menghubungimu erica! aku harus pergi sekarang karena ada urusan yang harus kulakukan!" ucap nadira.
"Baiklah terimakasih nadira!" ucap erica.
"Sampai jumpa lagi erica!" ucap nadira.
"Sampai jumpa nadira!" ucap erica.
Nadira pergi keluar dari cafe, evan benar benar sangat kesal karena nadira merendahkan erica. Maya dan tasya yang mendengar semua percakapan merasa sangat jengkel dengan perkataan nadira.
"Wanita itu wajahnya saja yang cantik! tapi dia sepertinya memandang orang dari harta!" ucap maya kesal.
"Kita belum terlalu mengenal dia maya! siapa tahu dia orangnya baik dan mau membantu kita!" ucap tasya.
"Ehm kita lihat saja nanti! semoga saja ucapanmu benar!" ucap maya.
"Erica apakah dia mau membantu kita? sepertinya dia cukup takut untuk menjadi saksi di kasus ini!" ucap evan khawatir.
"Kita tunggu saja evan! menurutku dia akan mau membantu kita! dia hanya masih ragu saja!" ucap erica.
"Apa itu mungkin erica? kau lihat saja tadi semua ucapan dia sepertinya dia sangat berat untuk membantu kita!" ucap evan.
"Kita tunggu saja telpon darinya nanti!" ucap erica sambil tersenyum.
"Ehm baiklah semoga saja ucapanmu benar!" ucap evan.
Erica masih tetap percaya jika nadira akan membantu mereka dan mau menjadi saksi di pengadilan nanti. Sebenarnya nadira hanya ragu dan takut jika membantu erica aib dia akan terkuak dan membuat dia menjadi malu atas perbuatannya di masa lalu bersama rio. Erica memaklumi jika nadira masih harus memikirkan semuanya.