ME And GHOST

ME And GHOST
Kenyataan Yang Terungkap 55



Setelah berbicara dengan Erica dan Evan Ibunya Rey menyarankan mereka untuk mencari wanita yang bernama Dian itu, karena dia merasa jika hilangnya Maya berkaitan dengannya.


"Kalian harus mencari wanita yang bernama Dian itu, mungkin saja dia berkaitan dengan hilangnya Maya," ucap Ibunya Rey.


"Baiklah kami akan berusaha mencari informasi tentang wanita yang bernama Dian dari orang orang yang dekat dengan Maya," ucap Erica.


"Setidaknya walaupun bukan dia yang terlibat hilangnya Maya, kita bisa mendapatkan petunjuk lain dari dirinya," ucap Evan.


"Ehm, sepertinya orang yang melenyapkan Maya telah mempersiapkan semuanya dengan sempurna, kita sangat sulit untuk mencari petunjuk tentang Maya," ucap Ibunya Rey.


"Dia pasti meninggalkan suatu celah tidak mungkin pelaku itu melakukan rencananya dengan sempurna, kita harus mencari celah itu," ucap Erica.


"Kemungkinan itu selalu ada Erica," ucap Maya.


Tak lama kemudian Rey masuk bersama pelayan di rumahnya dengan membawa makanan dan minuman.


"Sepertinya kalian sedang asyik bercerita tanpaku," ucap Rey sambil berjalan masuk ke dalam kamar ibunya.


"Ibu hanya bercerita biasa saja pada Erica dan Evan," jawab Ibunya Rey.


Pelayan menaruh makanan dan minuman di atas meja, lalu kemudian dia pergi keluar dari kamar ibunya Rey.


"Silahkan dinikmati," ucap Rey.


"Terimakasih Rey," ucap Erica.


"Memangnya Ibu bercerita apa pada Erica dan Evan?" tanya Rey.


"Soal itu ibu hanya bercerita tentang proses pemulihan ibu saat ini saja, bukankah ibu sekarang sudah lebih baik dengan rajin melakukan terapi di rumah sakit," jawab Ibunya Rey.


"Benarkah ibu bercerita itu saja?"


"Tentu Rey, ibumu juga menanyakan tentang sekolah kita," ucap Erica.


"Ooo begitu," ucap Rey.


"Kenapa aku merasa jika mereka semua berbohong padaku? apa mereka merahasiakan sesuatu padaku? tapi kira kira apa yang mereka bicarakan?" ucap Rey di dalam hati.


"Sepertinya Rey mencurigai mereka semua," ucap Maya.


Satu jam kemudian Erica dan Evan pamit pulang dari rumahnya Rey.


"Tante saya dan Evan mau pamit pulang karena hari mulai sore," ucap Erica.


"Apa kalian tidak sekalian makan malam bersama kami saja," ucap Rey.


"Ada urusan yang harus kuselesaikan, jadi aku harus pulang sekarang Rey," jawab Erica.


"Baiklah Erica selesaikanlah urusanmu, hati hati di jalan ya, sampai jumpa lagi," ucap Ibunya Rey.


"Baik tante terimakasih untuk semuanya," ucap Erica.


"Sama sama Erica," ucap Ibunya Rey.


"Bu, aku akan mengantar Erica dan Evan sampai depan rumah," ucap Rey.


"Baiklah Rey."


Lalu Rey mengantar Evan dan Erica sampai di depan rumahnya.


"Terimakasih telah berkunjung kerumahku," ucap Rey.


"Kami juga mengucapkan terimakasih atas jamuannya Rey, sampai jumpa besok di sekolah," ucap Erica.


Kemudian Evan dan Erica masuk ke dalam mobil dan pergi dari rumahnya Rey.


"Entah kenapa hatiku merasa sangat sakit saat melihat Evan bersama dengan Erica, aku rasa memang aku benar benar mencintai Erica, tapi tak mungkin aku bisa merebutnya dari Evan," ucap Rey sedih.


Saat dalam perjalanan pulang Erica mengajak Evan untuk menemui kakaknya.


"Evan."


"Iya Erica, ada apa?"


"Aku ingin bertemu dengan Kak Jenni, kira kira sekarang dia ada dirumah atau sedang di kantornya?"


"Kenapa kau ingin bertemu dengan Kak Jenni?" tanya Evan.


"Ada sesuatu yang ingin kutanyakan padanya mengenai Maya," jawab Erica.


"Bagaimana jika kita menemuinya di kantor sekarang?" ucap Erica.


"Baiklah kita akan kesana," ucap Evan.


Kemudian Evan mengendarai mobilnya menuju ke kantor Jenni.


"Apa kau pikir jika Kak Jenni mengenal Maya?" tanya Evan.


"Aku hanya ingin memastikannya saja, tapi kau juga belum mengatakan apapun pada kakakmu?"


"Aku tak mengatakan apapun pada Kak Jenni mengenai masalah yang sedang kita selidiki sampai sekarang," jawab Evan.


"Baguslah kalau begitu, ini masih harus menjadi rahasia kita jangan sampai banyak orang yang mengetahuinya," ucap Erica.


"Baiklah Erica," ucap Evan.


Setelah sampai di kantor polisi tempat Jenni bekerja mereka langsung turun dari mobil dan masuk ke dalam kantor untuk menemui Jenni di ruangannya.


"Tok tok tok" suara Evan mengetuk pintu.


"Masuk" teriak Jenni dari dalam ruangannya.


"Kreek" suara Evan membuka pintu.


"Kak Jenni!" teriak Evan.


"Selamat sore Kak Jenni," ucap Erica.


"Evan Erica, ayo masuk duduklah dulu, kakak masih harus menyusun berkas berkas ini dulu," ucap Jenni.


"Baik Kak," ucap Evan.


"Sepertinya Kak Jenni sangat sibuk apa kami mengganggu dengan datang kemari?" tanya Erica.


"Ah tidak, pekerjaan kakak juga sudah hampir selesai," jawab Jenni.


Erica dan Evan kemudian duduk di kursi dan menunggu Jenni menyelesaikan pekerjaannya.


"Akhirnya selesai juga, kalian dari mana? sepertinya kalian belum pulang kerumah masih memakai pakaian sekolah sampai sekarang?" tanya Jenni sambil duduk di dekat Evan.


"Kami dari rumah teman menjenguk ibunya yang baru saja sembuh dari sakit," jawab Evan.


"Ooo begitu, baiklah ada apa kalian kemari? apa ada perlu denganku?" tanya Jenni.


"Kakak selalu langsung saja tidak pernah basa basi dahulu," ucap Evan.


"Kakak orangnya sangat tidak suka bertele tele sayang," ucap Jenni.


"Aku sangat suka gaya kakaknya Evan, dia wanita yang keren menurutku," ucap Maya sambil tersenyum.


"Kak Jenni, aku ingin menanyakan sesuatu pada Kak Jenni," ucap Erica.


"Apa yang ingin kau tanyakan padaku Erica?"


"Apa Kak Jenni mengenal seorang polisi wanita yang bernama Maya dia bertugas di kantor polisi di perbatasan kota di bagian Narkotika," ucap Erica.


"Kenapa kau bertanya tentang dirinya? apa kau mengenalnya?" tanya Jenni.


"Aku sangat mengenalnya, aku ingin tahu tentang dirinya agar dapat menemukan petunjuk tentang keberadaannya saat ini," jawab Erica.


"Jadi kau berniat ingin mencarinya?" tanya Jenni.


"Iya."


"Aku mengenalnya, dia adalah seniorku satu tingkat di atasku, dia menghilang secara misterius satu tahun ini, aku tidak begitu dekat dengannya tapi aku tahu tentangnya karena dia polisi yang sangat hebat dalam menangani semua kasus," jawab Jenni.


"Apa Kak Jenni menemukan sebuah petunjuk tentang Maya?" tanya Erica.


"Kami menyelidiki secara diam diam untuk mencari keberadaan dirinya, tapi tak menemukan petunjuk sampai sekarang, dia menghilang saat akan menyelidiki kasus Narkotika di perbatasan kota, aku menebak jika dia di tangkap atau di lenyapkan oleh orang orang yang terlibat dengan kasus yang sedang dia tangani itu," ucap Jenni.


"Apa ada cara lain untuk menemukan Maya?" tanya Evan.


"Ehm, satu satunya cara hanya menyelidiki orang orang yang terlibat dengan kasus itu, dengan begitu kita bisa tahu apa mereka telah menculik atau membunuh Maya," jawab Jenni.


Erica dan Maya mendapatkan informasi dari Jenni mengenai kasus yang sedang di tangani oleh Maya dulu, Setelah mendengar informasi dari Jenni, Erica bertekad akan mencari orang orang yang terlibat kasus yang di tangani Maya agar dapat menemukan rahasia di balik hilangnya Maya selama ini.