ME And GHOST

ME And GHOST
Pembalasan 15



Maya merasa kesal karena belum bisa membuat ibunya rio merasa ketakutan. Tasya mulai mengganggu dan menakuti ibunya rio di dalam ruangan. Sementara itu rio tidak bisa terbangun karena pengaruh obat tidur yang telah di berikan oleh dokter.


"Kau harus membayar semua perbuatanmu!!" Bisik tasya di telinga ibunya rio.


"Siapa itu!! jangan bersembunyi keluar kau sekarang hadapi aku!!" teriak ibunya rio.


Maya membuat jendela terbuka dan angin kencang masuk ke dalam ruangan.


"Braaak" Suara jendela terbuka.


"Wuuuuus wuuuuuus wuuuuuuus" Angin kencang masuk ke dalam ruangan.


"Kenapa jendela itu terbuka kembali!!" ucap ibunya rio heran.


Maya menggerakkan meja dan kursi yang ada di dalam ruangan.


"Buuuuk buuuuk buuuuuk" Suara meja dan kursi yang bergerak sendiri.


"Kenapa kursi dan meja itu bergerak sendiri!!" teriak ibunya rio.


Lampu di dalam ruangan berkedip kedip mati dan hidup sendiri.


"Lampu di rumah sakit ini sudah rusak masih saja di pakai!" ucap ibunya rio.


Tasya mengelus dan menyentuh tangan dan leher ibunya rio.


"Seperti ada seseorang yang menyentuhku!" Ibunya rio melihat sekelilingnya.


"Tidak ada orang disini kecuali rio dan diriku! tetapi mengapa aku merasa jika ada orang lain disini!"


"Tentu saja ada aku dan tasya!" ucap maya.


"Hei kau siapapun itu! apa kau hantu dirumah sakit ini! aku tidak akan takut sedikitpun padamu! muncullah disini aku tak akan pernah takut padamu!" teriak ibunya rio.


"Aku ingin lihat seberapa berani dirimu!" ucap tasya.


Tasya kemudian muncul di hadapan ibunya rio dengan wujud yang sangat mengerikan dan membuatnya terkejut.


"Aku disini!!!!" teriak tasya.


"Haaaaah siapa kau! kenapa menggangguku!!"


"Bukankah kau bilang tidak takut padaku!!" Tasya mendekati ibunya rio dengan wujud menyeramkan wajah dan tubuh yang penuh luka dan darah serta nanah.


"Pergi kau dari sini! jangan mendekat kemari!!" teriak ibunya rio ketakutan.


"Kau pasti mengenalku!!" teriak tasya.


"Siapa kau aku tak mengenalmu!!"


"Aku wanita yang telah dibunuh oleh anakmu!!!!!!" teriak tasya keras.


"Aaaaarrrgggggghhhh!!!" teriak ibunya rio sambil menutup telinganya karena teriakan tasya yang sangat keras.


"Kau, suamimu, dan anakmu rio tak pernah merasa telah membunuhku dan menghina ibuku!!!!" teriak tasya marah.


"Kau sudah mati tak seharusnya kau kemari!!!"


"Aku akan membalaskan dendamku pada kalian semua!!!" teriak tasya marah.


"Jangan ganggu kami lagi!! biarkan anakku melanjutkan hidupnya!! maafkanlah dia!!" ucap ibunya rio.


"Aku tak akan pernah memaafkan kalian!!!" teriak tasya.


Tiba tiba ayahnya rio masuk ke dalam ruangan dengan karyawan rumah sakit. Tasya yang menyadari kehadiran orang lain dia langsung menghilang dan tak menampakkan wujudnya.


"Kreek" Suara ayahnya rio membuka pintu.


"Ini ruangan anak saya!" ucap ayahnya rio sambil masuk ke dalam ruangan.


"Sayang!!!!" teriak ibunya rio berlari dan memeluk ayahnya rio.


"Ada apa? kenapa sepertinya kau sangat ketakutan?" tanya ayahnya rio heran.


"Tadi disini ada hantunya tasya! dia ingin membalas dendam pada kita!" ucap ibunya rio ketakutan.


"Mana tidak siapapun disini! hanya ada rio yang sedang tertidur!" Ayahnya rio melihat sekeliling ruangan.


"Heem itu mungkin karena ibu terlalu kelelahan dan membuatmu berhayal yang aneh aneh!" Ayahnya rio mencoba menenangkan ibunya rio.


"Ibu benar benar masih sadar dan tak mungkin salah lihat! dia mendorong dan menarik rambutku! lihat ini ayah kakiku biru karena terjatuh di dorongnya, rambut ibu berantakan karena di tarik olehnya!"


"Sudahlah sekarang ibu duduk disini dan tenangkan pikiran ibu!" Ayahnya rio menuntun ibunya rio untuk duduk di sofa.


"Tapi yah!" ucap ibunya rio.


"Duduklah dulu disini! ayah dan karyawan rumah sakit ini akan memeriksa lampunya dulu!"


"Baiklah!!" ucap ibunya rio.


"Lampu di ruangan ini tadi semua berkedip kedip mati dan hidup! tolong di cek semua!" ucap ayahnya rio.


"Baik pak!!" ucap karyawan rumah sakit.


"Percuma saja di cek! lampunya baik baik saja!" ucap maya sambil tersenyum.


"Mereka benar benar sangat keras kepala maya! mereka tetap tidak ingin kalah!" ucap tasya kesal.


"Kita tunggu saja jika setiap hari kita mengganggu dan menakutinya apa dia akan kuat menghadapi kita!" ucap maya.


"Baik maya! aku akan membuat mereka benar benar ketakutan!" ucap tasya.


"Sepertinya hari ini cukup sampai disini! kita lanjutkan besok tasya!"


"Baik maya!"


"Ayo kita pergi dari sini!" ucap maya.


"Iya maya!"


Maya dan tasya pergi menghilang dari ruangan rio, dan mereka berniat akan menggangu dan menakuti orang tua rio dan rio setiap hari sampai mereka sendiri yang menyerah dan mengakui semua perbuatan mereka. Sementara itu ibunya rio masih syok dan terkejut setelah melihat tasya dalam wujud hantu.


"Maaf pak sudah saya cek semua! tidak ada masalah semua lampu di ruangan ini baik baik saja!" ucap karyawan rumah sakit.


"Apa semua benar benar sudah di periksa?" tanya ayahnya rio.


"Betul pak! tidak ada yang rusak!"


"Baiklah terimakasih." ucap ayahnya rio.


"Kalau begitu saya permisi dulu pak!"


"Iya silahkan!!" ucap ayahnya rio.


Karyawan rumah sakit itu keluar dari ruangan rio.


"Betul kan apa kataku! ini semua karena perbuatan hantunya tasya!"


"Itu tidak mungkin bu! pasti itu hanya hayalan ibu saja!" ucap ayah rio tidak percaya dengan semua ucapan istrinya.


"Waktu itu ibu tidak percaya dengan semua ucapan rio tentang hantu tasya yang mengganggunya! Setelah ibu sendiri yang mengalaminya ibu sangat merasa yakin jika semua perkataan rio itu benar tentang hantunya tasya!"


"Tetapi kan kata dokter rio itu mengalami depresi karena kasus ini! tidak ada hubungannya dengan hantunya tasya!"


"Ibu benar benar tidak berbohong yah! itu benar benar nyata dan ada karena ibu baru saja mengalaminya sendiri!" ucap ibunya rio ketakutan.


"Itu mungkin karena ibu kelelahan, cobalah ibu beristirahat saja biar ayah yang menjaga rio malam ini di rumah sakit! ibu pulang saja dan istirahat dirumah!"


"Tidak ibu tidak mau pulang sendirian kerumah! bagaimana jika dia muncul disana ibu sendirian dia bisa saja melukai ibu!"


"Apa bisa hantu melukai manusia bu! jangan berbicara yang aneh aneh!" ucap ayahnya rio.


"Tentu saja bisa yah! ibu sangat yakin lihat kaki dan rambut ibu!" Ibunya rio menunjukkan kaki dan rambutnya yang telah di lukai oleh tasya.


"Itu mungkin karena ibu terjatuh sendiri! bukan karena dilukai oleh hantunya tasya!"


"Terserah ayah saja mau percaya atau tidak pada ibu! pokoknya malam ini ibu tetap disini!" Ibunya rio membaringkan tubuhnya di atas sofa.


"Yah sudah istirahatlah disini!" ucap ayahnya rio.


"Sebenarnya aku juga merasakan keanehan beberapa waktu ini! apa benar jika hantu tasya yang selama ini mengganggu kami!" ucap ayahnya rio di dalam hati.


Ibunya rio mulai merasa ketakutan setelah di ganggu oleh maya dan tasya. Tetapi ayahnya rio belum percaya dengan keberadaan hantunya tasya yang mengganggu rio dan istrinya.