ME And GHOST

ME And GHOST
Kenyataan Yang Terungkap 114



Sementara itu Maya yang pergi untuk menemui Adrian di rumahnya, setelah sampai di depan rumah Adrian dia merasa masih ragu ingin meminta tolong pada Adrian saat itu.


"Apa Adrian akan benar benar mau membantu aku dan Erica untuk menghadapi hantu jahat itu? bagaimana jika dia tidak mau membantu kami? apa yang harus kulakukan sekarang, kenapa malah sekarang aku menjadi sedikit ragu," ucap Maya sambil menatap rumahnya Adrian.


Tiba tiba pintu rumahnya Adrian terbuka dan membuat Maya menjadi terkejut.


"Kreek" Suara membuka pintu.


"Astaga!!" ucap Maya terkejut.


Ternyata Adrian yang membuka pintu itu, dia berdiri di hadapan Maya sambil menatapnya.


"Aku sudah lama menunggumu datang kemari, masuklah kita berbicara di dalam," ucap Adrian.


"Kau tahu jika aku akan datang kemari? apa Erica menelponmu?" tanya Maya.


"Tentu saja tidak, aku hanya merasa jika kau akan datang untuk menemuiku," jawab Adrian.


"Ah ternyata kau juga bisa meramal atau melihat masa depan? kenapa aku merasa jika kau selalu hampir tahu apa yang selalu akan kulakukan?" tanya Maya sambil menatap Adrian.


Adrian tersenyum mendengar ucapan dari Maya.


"Kau hantu wanita yang sangat unik menurutku, tentu saja sepintas aku bisa melakukan apa yang katakan barusan, aku juga tahu sedikit tentang masa lalumu hanya dengan menyentuhmu saja," ucap Adrian.


"Benarkah kau bisa tahu tentang masa lalu hanya dengan menyentuhku?" tanya Maya.


"Iya, walaupun tidak bisa semuanya kau ingat tapi aku bisa membantumu untuk mengingat masa lalumu Maya," jawab Adrian.


"Maukah kau membantuku agar aku bisa mengingat semua masa laluku dengan sedikit jelas, setidaknya aku tahu bagaimana aku bisa meninggal dunia?" tanya Maya.


"Aku akan membantumu Maya, ayo ikut aku ke dalam," ucap Adrian.


"Baiklah," ucap Maya.


Kemudian Maya masuk bersama Adrian ke dalam rumahnya, Adrian mengajak Maya memasuki sebuah ruangan yang cukup gelap.


"Kreek" Suara Adrian membuka pintu ruangan.


"Silahkan masuk ke dalam ruangan ini," ucap Adrian.


"Ini ruangan apa Adrian? sepertinya sangat gelap sekali di dalam," ucap Maya.


"Ini ruangan yang biasa aku pakai untuk bersemedi dan menenangkan diriku,kita butuh ruangan yang tenang untuk berkonsentrasi dalam membantumu untuk mengingat semua masa lalumu Maya, kau tak perlu khawatir, aku tak akan mungkin menyakiti seorang hantu sepertimu," jawab Adrian sambil tersenyum.


"Maksudku juga bukannya begitu sih, baiklah aku akan masuk ke dalam bersamamu," ucap Maya.


Adrian dan Maya masuk ke dalam ruangan itu, Adrian mengambil beberapa lilin dan menyalakannya di dalam ruangan itu. Sehingga ruangan itu tidak menjadi terlalu gelap.


"Duduklah di kursi ini Maya," ucap Adrian.


"Iya, baiklah," jawab Maya.


"Lalu apa yang akan kita lakukan di dalam ruangan ini Adrian?" ucap Maya sambil melihat sekeliling ruangan itu.


"Kau pegang kedua tanganku dan jangan kau lepaskan sampai aku yang menyuruhmu, lalu kau tutup matamu dan berkonsentrasi dengan baik agar kau bisa dengan mudah mengingat semua masa lalumu," jawab Adrian.


"Apa hanya itu saja yang harus ku lakukan?" tanya Maya.


"Iya tentu saja Maya, percayalah padaku sisanya aku yang akan mengurusnya," jawab Adrian.


"Baiklah kalau begitu, aku akan melakukan semua yang kau katakan," ucap Maya.


Lalu Maya memegang kedua tangan Adrian dan memejamkan kedua matanya, Maya mencoba untuk berkonsentrasi menenangkan semua pikirannya agar dapat dengan mudah mengingat semua masa lalunya. Adrian mengalirkan kekuatannya ke Maya agar bisa membuka ingatan Maya yang perlahan telah dilupakan olehnya.


"Baiklah Maya cobalah untuk menenangkan pikiranmu dan berkonsentrasi, aku akan membuka semua ingatanmu secara perlahan lahan," ucap Adrian.


Saat menyentuh Maya, Adrian pun bisa melihat apa yang ada di ingatan Maya.


"Aku akan menyalurkan kekuatanku padamu agar bisa membantumu lebih cepat untuk mengingat semuanya," ucap Adrian.


"Baiklah," jawab Maya.


Maya kemudian perlahan lahan mendapatkan semua ingatannya kembali, muncul di dalam ingatannya beberapa orang yang sering bertemu dengannya, Ibunya, Rian, Aira, Riki, Heru, dan juga Jenni. Maya mengingat saat dia menemui pelayan wanita Rian dan bernama Dian di sebuah restoran dekat dengan kantor polisi tempat dia bekerja di perbatasan kota. Saat itu dia berbincang bincang dengan wanita yang bernama Dian dan minum kopi bersama di sana, tiba tiba dia merasa pusing dan tak sadarkan diri.


"Aku ternyata memang menemui wanita yang bernama Dian itu, dan setelah itu aku pingsan," ucap Maya yang masih menutup matanya.


"Teruslah berkonsentrasi Maya," ucap Adrian.


Saat dia sudah sadarkan diri, dia sudah berada di sebuah tempat di pinggir danau, dengan tangan dan kaki yang sudah terikat dengan tali. Di sana ada Irfan Om dari Rian, dan beberapa orang lainnya. Ada seorang wanita yang di panggil bos besar di sana mendekati Maya dan berbicara dengannya. Bos besar itu mengatakan pada Maya dia akan membunuhnya karena telah mencampuri semua urusannya dan juga mencampuri urusan dari Irfan. Ternyata selain ingin mengungkapkan kasus narkotika Maya juga ingin mengungkap kasus kematian dari orang tuanya Rian. Sehingga Irfan dan bos besar itu bekerjasama untuk membunuh Maya saat itu.


"Ternyata Memang benar mereka semua yang membunuhku!" ucap Maya yang masih menutup matanya.


"Kau harus tetap tenang Maya," ucap Adrian.


Maya mengingat jika bos besar itu memerintahkan anak buahnya untuk menenggelamkan Maya di dalam danau itu dengan kaki dan tangan yang terikat. Kemudian Maya di seret dan di lempar ke dalam danau itu. Setelah melemparkan Maya ke dalam danau itu mereka semua pergi dari sana meninggalkan Maya.


"Tidak!! aku merasa sangat sesak dan tidak bisa bernafas," ucap Maya sambil berteriak ketakutan.


"Fokus Maya," ucap Adrian sambil tetap memegang tangannya Maya.


Saat Maya sudah hampir tidak mati dan dia sekarat, ada sebuah tangan yang menariknya saat itu. Dia tidak bisa melihat dan mengingat tangan siapa itu. Kemudian Maya tiba tiba membuka matanya dengan rasa dadanya yang sangat sesak karena mengingat saat dia tenggelam saat itu.


"Haaah!" teriak Maya sambil membuka matanya.


Dia melepaskan tangannya dari Adrian saat itu dan memegang kepalanya yang sangat merasa pusing setelah mengingat semuanya.


"Kepalaku sangat sakit saat mengingat itu semua," ucap Maya.


"Tentu saja kau akan merasa sangat sakit setelah mengingat semuanya, aku juga bisa melihat semua yang kau lihat Maya, ternyata memang kau di celakai oleh orang jahat, dan wanita yang di panggil bos besar itu, dia sebenarnya di rasuki oleh hantu yang sangat jahat yang ingin menyebarkan kejahatan di manapun, kita harus menghentikannya," ucap Adrian.


Maya masih merasa sangat pusing setelah dapat mengingat semuanya dengan bantuan dari Adrian. Setelah melihat semua ingatan dari Maya, Adrian baru mengetahui jika orang yang mencelakai Maya di rasuki oleh hantu jahat yang selama ini juga sedang dia cari.