
Setelah pulang dari rumah ibunya tasya, erica langsung pulang kerumahnya dan diantar oleh evan. Sementara maya menghilang dan pergi ke rumah sakit untuk melihat rio, saat maya berada di rumah sakit dia berpapasan dengan laki laki yang pernah dia temui di restoran.
"Kenapa dia bisa ada di sini?" Maya menatap laki laki yang pernah dia temui di restoran.
Karena penasaran maya mengikutinya.
"Dia sedang berbicara dengan dokter," Maya mendekatinya dan melihat surat surat yang dia tanda tangani.
"Baik dok, semua sudah saya tanda tangani," ucap laki laki itu.
"Baik pak, 3 hari lagi kita akan melakukan operasi anda! nanti akan kami hubungi lagi," ucap pak dokter.
"Terimakasih dok," Laki laki itu langsung keluar dari ruangan dan pergi dari rumah sakit.
Maya sangat terkejut setelah melihat surat surat yang di tanda tangani oleh laki laki itu.
"Apa! ternyata dia mengidap penyakit kanker otak!!" Maya terkejut.
"Kasian sekali melihat dia, masih muda sudah mengidap penyakit yang parah," ucap pak dokter.
"Sebenarnya siapa dia? kenapa aku merasa jika dia dulu sangat dekat denganku!" ucap maya penasaran.
"Ooo iya, aku lupa jika kemari ingin melihat keadaan rio!" Maya menghilang dan muncul di ruangan rio di rawat.
Rio telah sadar dan dia banyak melamun dan tak berbicara apapun. Orang tuanya rio menjadi sangat khawatir melihat keadaan anaknya.
"Rio! sebenarnya apa yang terjadi padamu, jangan membuat ibu menjadi khawatir!" ucap ibunya rio memegangi tangan rio.
"Ceritalah pada kami rio, ayah dan ibu pasti akan membantumu," ucap ayahnya rio.
"Ehm ternyata dia sekarang menjadi pendiam dan tak berbicara apapun," ucap maya menatap rio.
"Ayah!! bagaimana ini apa yang terjadi pada rio!! teriak ibunya rio cemas.
" Ayah juga tidak mengerti apa yang terjadi pada rio!!"
Kemudian dokter masuk ke dalam ruangan rio untuk memeriksanya.
"Permisi!!" Dokter dan suster masuk ke dalam ruangan rio.
"Malam dok! apa yang terjadi pada anak saya?" ucap ibunya rio khawatir.
"Ehm baiklah akan saya periksa dulu," Dokter mendekati rio dan memeriksanya.
Dokter memeriksa keadaannya rio.
"Bagaimana dok, keadaan anak saya?" tanya ibunya rio.
"Anak ibu baik baik saja," jawab pak dokter.
"Tapi mengapa dia tidak berbicara apapun semenjak dia sadar?" ucap ibunya rio.
"Ehm kalau itu saya tidak tahu kenapa? coba nanti kita rujuk ke psikolog saja! mungkin kita akan mengetahui apa yang terjadi pada anak anda, kalau secara medis dia sehat hanya tinggal masa pemulihan saja," ucap pak dokter.
"Baiklah dok, lakukan yang terbaik untuk anak kami," ucap ayahnya rio.
"Tentu kami akan melakukan yang terbaik."
"Terimakasih dok," ucap ibunya rio.
"Sama sama, baiklah saya tinggal dulu," Pak dokter meninggalkan ruangan rio.
"Tentu saja kau akan merasa bersalah rio, akan kubuat kau mengakui semua perbuatanmu kepada tasya dan erica," ucap maya tersenyum.
"Semoga saja anak kita baik baik saja bu," ucap ayahnya rio.
"Itu yang ibu sangat inginkan kesembuhan untuk anak kita," ucap ibunya rio dengan nada sedih.
Maya mendekati rio yang sedang melamun di atas tempat tidur.
"Kau akan di hukum atas semua perbuatanmu," bisik maya ke rio.
"Siapa itu!!!! pergi kau dari siniiii!!! teriak rio ketakutan.
Ibu dan ayahnya rio terkejut mendengar teriakan rio.
" Ada apa rio!!!" teriak ibunya rio berlari mendekati rio.
"Kenapa kau berteriak?" tanya ayahnya rio.
"Ibu ayah, kalian dengar ada suara itu! dia memanggilku!" ucap rio ketakutan.
"Ibu dan ayah tak mendengar suara apapun hanya ada kita disini rio!!" ucap ibunya rio khawatir.
"Tidak!!! dia ada disini, dia ingin membunuhku!!" ucap rio.
"Siapa yang ingin membunuhmu rio!!!" teriak ibunya rio.
"Dia ingin membunuhku!!!!!" Rio bersembunyi di dalam selimutnya.
"Rio siapa yang ingin membunuhmu!!!" teriak ayahnya rio.
"Hahahahahaha" Maya tertawa melihat rio yang ketakutan.
"Rasakan kau!!!" ucap maya.
"Ibu tolong rio!!!"
"Ta..tasya!!!" ucap rio ketakutan.
"Apa tasya??" ucap ibunya rio terkejut.
"Bukankah dia sudah tiada! bagaimana mungkin dia akan membunuhmu?" ucap ayahnya rio.
"Dia ada disini ayah, dia selalu mengikutiku!!"
"Itu tidak mungkin rio! itu semua hanya hayalanmu saja," ucap ibunya rio mencoba menenangkan rio yang ketakutan.
"Dia ada disini bu! percayalah pada rio, dia yang membuat rio terluka kemarin malam!"
"Apa!! yang benar saja rio itu semua tidak mungkin bagaimana bisa orang yang sudah tiada bisa mencelakaimu!!" ucap ayahnya rio tidak percaya dengan ucapan rio.
"Tidak ayah!! rio melihatnya sendiri jika itu tasya dia ingin membalasku!!" Rio gemetar ketakutan.
"Tenanglah ada ibu dan ayah disini yang akan menemanimu," ucap ibunya rio memeluk anaknya rio.
"Ibu jangan tinggalkan rio sendiri, dia akan datang lagi dan membunuhku!!"
"Iya sayang, ibu akan disini dan tak akan kemana mana!"
Ayah dan ibunya merasa sangat khawatir dengan keadaan rio. Mereka mengira jika rio hanya menghayal bertemu dengan tasya dan dia akan di celakai olehnya.
"Sepertinya malam ini sudah cukup aku membuatnya ketakutan! waktunya pulang," Maya pergi menghilang dari rumah sakit dan muncul di kamarnya erica.
"Kemana maya? kenapa belum pulang?" ucap erica khawatir.
"Erica!!!" Maya mengagetkan erica dari belakang.
"Ya ampun!!! maya kau mengagetkanku saja!!!"
"Apa kau mencariku?" tanya maya tersenyum.
"Kau dari mana maya? setelah pulang dari rumah ibunya tasya kau menghilang begitu saja," tanya erica penasaran.
"Ehm aku menemui rio di rumah sakit!" ucap maya sambil duduk di atas tempat tidur.
"Kenapa kau kesana?"
"Aku hanya ingin melihat keadaannya saja."
"Kau hanya melihatnya atau menakutinya juga?" tanya erica curiga.
"Hemm aku hanya menakutinya sedikit saja kok tidak berlebihan," ucap maya tersenyum.
"Bagaimana keadaan rio di rumah sakit?" tanya erica penasaran.
"Dia sudah sadar, tapi sepertinya kita membuat dia agak sedikit depresi!!"
" Maksudmu bagaimana maya?"
"Dia selalu ketakutan dan tidak berbicara apapun hanya melamun saja," ucap maya.
"Baguslah biar dia merasakan ketakutan dan mengakui sendiri semua perbuatannya! semoga saja kasus ini akan cepat ke pengadilan," ucap erica.
"Tapi erica, aku juga bertemu dengan laki laki yang waktu itu di rumah sakit."
"Siapa maya? apa maksudmu laki laki yang waktu di restoran yang kau ikuti itu?"
"Iya erica, aku bertemu dengannya di rumah sakit."
"Kenapa dia ada disana?"
"Aku sempat mengikutinya, dan melihat dia menanda tangani surat untuk melakukan operasi."
"Operasi!! apa dia sedang sakit?" tanya erica penasaran.
"Aku membaca di kertas jika dia menderita kanker otak," ucap maya.
"Apa!!! kanker otak!!" ucap erica terkejut.
"Iya sepertinya penyakitnya sudah cukup parah sehingga dia harus melakukan operasi!!" ucap maya.
"Ehm apa kau yakin jika dia berkaitan dengan masa lalumu maya?"
"Iya erica, entah kenapa jika aku melihatnya hatiku merasa sangat sedih! aku merasa jika aku sangat dekat dengannya," ucap maya.
"Sampai sekarang kau masih belum mengingat siapa dia maya?" tanya erica.
"Aku belum bisa mengingat apapun tentang dia erica!" ucap maya sedih.
"Semoga kau bisa cepat mengingat semua masa lalumu maya!"
"Semoga saja erica, aku sangat ingin cepat bisa mendapatkan semua ingatanku kembali," ucap maya.
"Baiklah maya kita lanjutkan lagi besok, aku sangat lelah dan ingin beristirahat," Erica berbaring di atas tempat tidur.
"Iya erica, selamat malam."
"Selamat malam maya," Erica lalu tertidur.
Maya masih mencoba mengingat tentang laki laki yang dia temui di restoran itu, tetapi maya belum bisa mengingat apapun tentangnya. Setiap melihat laki laki itu hati maya merasa sangat senang dan sedih jika bertemu dengannya. Maya merasa ingin mencari tahu lebih banyak tentang laki laki itu agar ingatannya dapat kembali lagi.