
Evan, erica dan intan pulang bersama dengan mobilnya evan. Evan mengantarkan intan pulang kerumahnya lebih dahulu.
"Terimakasih sudah mengantarkanku pulang evan dan erica!" ucap intan.
"Sama sama!" ucap evan.
"Erica jika nanti ada kabar dari pengacara jangan lupa untuk mengabariku ya!" ucap intan.
"Iya intan pasti aku akan mengabarimu!" ucap erica.
"Baiklah sampai jumpa lagi!" Intan turun dari mobil evan dan masuk ke dalam rumahnya.
Evan langsung menjalankan mobilnya pergi dari rumahnya intan.
"Erica!!" ucap evan.
"Iya evan! ada apa?" tanya erica.
"Selama kita berpacaran kita belum pernah sengaja pergi berdua hanya makan siang saja bersama satu kali!" ucap evan sambil menatap erica.
"Karena kita masih sibuk mengurus masalahnya tasya dan rio! nanti jika kasus ini sudah selesai ayo kita pergi berlibur!"
"Serius erica kau mau pergi berlibur denganku?" tanya evan.
"Iya serius! kita berlibur di dekat dekat sini saja! bukankah yang penting kita pergi hanya berdua saja!" ucap erica tersenyum menatap evan.
"Ehm baiklah! yang penting kita bisa berlibur berdua saja walaupun hanya di dekat sini! Evan tersenyum senang.
" Eeheem yang lagi senang berduaan!!" ucap maya di dalam mobil.
"Sepertinya kita menjadi obat nyamuk erica dan evan!" ucap tasya tersenyum.
"Yang lagi kasmaran berdua!!" ucap maya menggoda erica.
Erica hanya tersenyum mendengar semua ucapan maya dan tasya padanya.
"Erica kita sudah sampai dirumahmu!" ucap evan sambil menghentikan mobilnya.
"Terimakasih evan sudah mengantarku pulang!" ucap erica.
"Memang sudah kewajibanku mengantar pacarku yang cantik ini pulang kerumahnya dengan aman dan selamat!"
"Aah evan kamu bisa saja menggodaku!"
"Tapi memang benar kenyataannya pacarku memang sangat cantik!" Evan memegangi tangannya erica.
"Evan hari sudah malam aku harus pulang!"
"Baiklah sampai jumpa besok di sekolah erica!" Evan mencium tangannya erica.
"Huuuuu so sweet sekali mereka berdua tasya!" ucap maya tersenyum.
"Iya evan sampai jumpa besok!" Erica tersenyum.
"Semoga mimpi indah erica!!" ucap evan.
"Semoga mimpi indah juga evan!!" ucap erica sambil turun dari mobilnya evan.
Evan menjalankan mobilnya dan pergi dari rumahnya erica menuju pulang kerumahnya.
"Eheem daa sayang evan!!" ucap maya menggoda erica.
"Apaan sih maya!" ucap erica malu.
"Emang seperti itu kan erica, hahahaha!" ucap maya tertawa.
"Ayo kita masuk sudah malam aku ingin beristirahat!!" Erica berjalan masuk ke dalam rumahnya.
"Erica!!" Teriak ibunya erica memanggil.
"Iya bu!!"
"Apa evan langsung pulang?"
"Iya bu! setelah mengantarkan erica dia langsung pulang!" ucap erica.
"Ooo begitu!"
"Emangnya ada apa bu?" tanya erica.
"Ibu pikir dia mau mampir kemari!"
"Hari sudah malam bu! apalagi besok kita kan mau masuk sekolah!"
"Ooo iya ibu lupa!"
"Erica masuk dulu ke kamar bu! erica mau istirahat dulu!"
"Iya sayang! selamat malam!" ucap ibunya erica.
"Selamat malam juga bu!" Erica berjalan menuju ke kamarnya.
Setelah sampai dikamar erica mandi dan mengganti semua pakaiannya.
"Kemana maya dan tasya tadi? kok tidak ada dikamarku?" ucap erica sambil mengeringkan rambutnya.
"Erica!!!" teriak maya.
"Astaga maya! kau mengagetkanku saja tiba tiba muncul di depanku!"
"Dimana tasya?" tanya erica.
"Itu dia disana!" Maya menunjuk tasya yang sedang duduk di atas tempat tidurnya erica.
"Aku disini erica!" ucap tasya.
"Aku pikir kalian sedang pergi!"
"Memang kita malam ini akan pergi erica!" ucap maya.
"Kalian mau pergi kemana?" tanya erica penasaran.
"Aku dan tasya akan mengunjungi seseorang malam ini!"
"Siapa yang ingin kalian kunjungi? membuatku menjadi penasaran saja!"
"Kita akan mengunjungi rio dan orang tuanya di rumah sakit!" ucap maya.
"Ooo kalian mau kesana! Eeh tunggu dulu kalian ingin melakukan apa pada mereka?"
"Tidak melakukan apa apa hanya ingin memberikan mereka pelajaran sedikit saja kok erica!" ucap maya.
"Maksudmu kalian ingin mengganggu mereka dirumah sakit!"
"Seperti itulah erica!"
"Huuh jangan berbuat sesuatu yang berlebihan maya! walaupun kadang mereka memang sangat menjengkelkan!"
"Tapi mereka sangat jahat erica kepada kau terutama pada tasya dan ibunya!" ucap maya kesal.
"Kita hanya bisa berbuat seperti itu erica! apalagi setelah hari ini orang tua rio sangat keterlaluan pada ibuku!" ucap tasya kesal.
"Betul itu!!" ucap maya.
"Heem! apa kau benar benar marah pada orang tua rio dengan yang dilakukannya hari ini pada ibumu tasya?" tanya erica sambil menatap tasya.
"Jika mereka menghinaku aku masih bisa menerimanya! tetapi mereka benar benar telah menghina ibuku di depan orang banyak hari ini di acara pemakamanku!" ucap tasya geram.
"Jika memang kau merasa begitu, lakukanlah apa yang ingin kau lakukan tasya! jangan sampai kau merasa tidak tenang!" ucap erica.
"Sebenarnya rasa dendamku pada mereka sudah lebih berkurang! tetapi hari ini mereka telah membangkitkan dendamku kembali! mereka benar benar tidak pernah berubah!" ucap tasya marah.
"Pergilah bersama maya! dan lakukanlah apa yang ingin kau lakukan pada mereka! tapi ingat tasya jangan sampai kalian membunuh mereka, karena itu salah! kita harus mematuhi hukum yang berlaku jangan main hakim sendiri!" ucap erica.
"Tapi bagaimana jika kami khilaf erica kebablasan dan tanpa sengaja membunuh mereka!"
"Jangan sampai dan jangan berpikir seperti itu maya!"
"Aku bilang kan seandainya saja erica bukan sesungguhnya!"
"Jangan berbicara seperti itu maya!"
"Ehm baiklah aku tak akan mengatakan apapun lagi!"
"Jangan marah maya! aku hanya tak ingin jika kalian melakukan sesuatu yang buruk dan membuat kalian berdosa!" ucap erica.
"Iya erica! aku dan maya tidak akan melakukan sesuatu yang berlebihan pada mereka!" ucap tasya.
"Betul itu erica! walaupun kita hantu tapi kita masih memiliki harga diri!" ucap maya.
"Iya maya aku tahu jika memang harga dirimu sangat tinggi!" ucap erica tersenyum.
"Aku tidak merasa begitu erica!" Maya kesal dengan semua ucapannya erica padanya.
"Maya kau adalah teman terbaikku dan aku tak ingin kehilanganmu!" ucap erica sambil menatap maya.
"Kau beruntung maya! erica sangat peduli dan sayang padamu!" ucap tasya tersenyum.
"Aku menyayangimu maya dan tak ingin jika kau berbuat dosa lagi di masa ini!" ucap erica.
"Iya erica! maafkan aku!" ucap maya.
"Tidak perlu minta maaf maya! aku sangat mengerti dengan semuanya! wajar jika kau merasa kesal pada mereka." ucap erica.
"Terimakasih erica kau selalu baik dan perhatian dengan kami!"
"Itulah fungsinya seorang sahabat harus saling mengerti, saling menghargai, saling mengingatkan, dan saling tolong menolong!" ucap erica.
"Iya maya! erica juga sangat peduli padaku, walaupun dia belum lama mengenalku!" ucap tasya.
"Memang erica orangnya sangat baik dan sangat sabar!" ucap maya.
"Pergilah maya temani tasya malam ini!" ucap erica sambil merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur.
"Baik erica! aku dan tasya akan pergi!"
"Ingat maya jangan sampai membuat mereka sampai luka luka seperti rio! setidaknya kasihanilah mereka sedikit!" ucap erica sambil memejamkan matanya.
"Baiklah erica! aku dan tasya akan pergi sekarang!"
"Hati hati maya!" ucap erica khawatir.
"Iya erica! selamat malam dan selamat tidur!" ucap maya.
Erica karena kelelahan dia langsung tertidur di atas tempat tidurnya. Setelah berbicara dengan erica, Maya dan tasya sepakat tidak akan terlalu berlebihan membuat orang tua rio ketakutan. Maya dan tasya pergi dan menghilang menuju kerumah sakit untuk mencari orang tua rio.