
Setelah menunggu sekitar dua jam lebih akhirnya Erica bisa membuka matanya dan kembali tersadar, melihat itu orang tua Erica, Jenni dan juga Evan sangat senang melihat keadaan Erica yang mulai tersadar.
"Dimana aku?" ucap Erica sambil membuka matanya.
"Erica! akhirnya kau sadar juga!" teriak Ibunya Erica.
"Aku ada dimana bu?" tanya Erica.
"Kau ada di rumah sakit," jawab Ibunya Erica.
"Erica, ayah sangat senang karena kau telah sadar hampir satu hari ini kau tidak sadarkan diri karena pengaruh racun yang ada di tubuhmu," ucap Ayahnya Erica.
"Untung saja Jenni dan juga Evan berhasil mendapatkan penawar racun itu dengan cepat, dan sekarang kau telah sadar," ucap Ibunya Erica.
"Apa maksud ibu dan ayah aku tidak mengerti? bukankah tadi seharusnya aku ada disekolah dan saat itu aku merasa kepalaku sangat pusing, setelah itu aku tak ingat apa apa lagi," ucap Erica bingung.
Jenni berjalan mendekati Erica dan duduk di sampingnya.
"Erica kau terkena racun dari peluru pistol yang di tembakkan Yoga kemarin, walau peluru itu hanya sedikit mengenai tanganmu tapi racun itu telah masuk dan menyebar melalui luka itu, lalu kami menemui Yoga untuk meminta penawar darinya, tapi dia menolak memberikannya untung saja kami mendapatkan bantuan dari adik perempuan Yoga dia yang memberitahu kami tempat penawar racun itu berada," ucap Jenni.
"Apa sekarang aku sudah sembuh dari racun itu?" tanya Erica.
"Mungkin saja racun itu telah hilang saat kau minum penawarnya tadi," jawab Jenni.
"Kami sangat mencemaskanmu Erica," ucap Evan.
Maya yang juga berada di samping Erica tersenyum senang saat melihat Erica yang telah sadar.
"Erica! aku yang merasuki adik perempuannya Yoga, dan mengancam kakaknya, karena itu jadi dia memberitahunya padaku tempat penawar racun itu berada," ucap Maya sambil tersenyum.
"Aku sudah menyangka pasti ini adalah perbuatan Maya," ucap Erica di dalam hati sambil menatap Maya yang ada di sampingnya.
"Sebaiknya kita panggil dokter sekarang untuk memeriksa keadaan Erica," ucap Ibunya Erica.
"Biar saya saja yang memanggil dokternya tante," ucap Evan.
"Baiklah Evan, terimakasih," ucap Ibunya Erica.
Lalu Evan berjalan keluar dari ruangan Erica untuk memanggil dokter dan memberitahunya jika Erica sudah sadar.
"Suster! dimana dokter? pasien atas nama Erica dia sudah sadar," ucap Evan.
"Baiklah saya akan segera menghubungi dokternya dan langsung ke ruangan pasien," ucap Suster itu.
"Baik terimakasih suster."
"Sama sama"
Lalu Evan kembali lagi ke ruangan Erica.
"Dimana dokternya Evan?" tanya Ayahnya Erica.
"Dia akan segera datang kemari," jawab Evan.
"Ooo iya baiklah," ucap Ayahnya Erica.
Tak lama kemudian dokter masuk ke dalam ruangan tempat Erica di rawat.
"Selamat malam," ucap Dokter itu.
"Malam dok, anak saya Erica dia baru saja tersadar," ucap Ibunya Erica.
"Baiklah, saya akan memeriksanya terlebih dahulu."
"Baik dok," ucap Ibunya Erica.
"Apa kalian mendapatkan penawar racunnya?" tanya Dokter itu.
"Iya dok, kami juga sudah meminumkannya pada Erica, lalu sekitar dua jam setelahnya Erica tersadar kembali," jawab Ibunya Erica.
"Baguslah jika Erica memang sudah meminum penawarnya, aku bisa memastikan jika racun itu sudah perlahan menghilang dari tubuhnya Erica, makanya sekarang dia sudah bisa tersadar," ucap Dokter itu.
"Syukurlah kalau memang itu benar dok, kami sangat mengkhawatirkan keadaan Erica," ucap Ayahnya Erica.
"Apa akan ada efek samping dari racun atau penawar itu pada Erica?" tanya Jenni.
"Walaupun ada efek sampingnya aku rasa itu tidak terlalu berbahaya, jika di lihat dari kondisinya Erica yang mulai membaik seperti ini," jawab Dokter itu.
"Kau benar benar gadis yang cukup kuat menurutku," ucap Dokter itu.
"Apa maksud dokter?" tanya Ibunya Eric penasaran.
"Semuanya sudah normal seperti biasa, aku bisa memastikan jika Erica telah sembuh, dan kurasa dia besok sudah bisa pulang dan istirahat di rumah saja, Erica gadis yang sangat kuat karena bisa menahan racun itu, sampai dia mendapatkan penawar racunnya," ucap Dokter itu.
"Syukurlah jika Erica telah sembuh," ucap Ibunya Erica senang.
"Jadi anak kami Erica sudah boleh pulang besok?" tanya Ayahnya Erica.
"Iya Pak Daniel, Erica sudah boleh pulang besok dan minimal istirahat satu hari dirumah untuk memulihkan saja," jawab Dokter itu.
"Terimakasih atas bantuannya dok," ucap Ayahnya Erica.
"Saya akan meresepkan beberapa vitamin dan juga obat untuk Erica agar dia bisa pulih dengan cepat," ucap Dokter itu.
"Baik dok," ucap Ayahnya Erica.
"Suster besok semua obat dan vitamin yang telah ku resepkan, antar semua itu pada Erica karena dia besok sudah bisa pulang," ucap Dokter itu.
"Baik dok, akan segera saya siapkan semuanya," jawab Suster itu.
"Saya benar benar mengucapkan terimakasih pada anda dok, karena telah membantu mengobati anak kami Erica," ucap Ayahnya Erica.
"Iya sama sama Pak Daniel, baiklah kalau begitu saya permisi dulu, karena harus memeriksa pasien yang lainnya," ucap Dokter itu.
"Sampai jumpa lagi dok," ucap Ayahnya Erica.
"Sampai jumpa lagi Pak Daniel," ucap Dokter itu.
Lalu dokter itu berjalan keluar dari ruangan Erica.
"Dengar Erica ucapan dokter tadi, bahwa kau sudah sembuh dan besok sudah boleh pulang," ucap Maya senang.
"Tentu Maya," ucap Erica pelan.
"Sepertinya kau benar benar sudah sehat Erica, aku senang melihatnya, karena hari sudah malam aku dan Evan akan pulang," ucap Jenni.
"Terimakasih Kak Jenni dan Evan kalian telah mendapatkan penawar racun itu, dan aku bisa dengan cepat sembuh," ucap Erica.
"Sama sama Erica, ini semua juga setidaknya kesalahanku membuat kau jadi terluka, kau harus banyak istirahat agar bisa sembuh total," ucap Jenni.
"Tentu Kak Jenni," ucap Erica.
"Erica! besok aku akan menemuimu lagi, mungkin sehabis pulang sekolah, dan pastinya Rey dan juga Putri ikut juga untuk menemuimu, mungkin besok kau sudah dirumah, jadi kami akan langsung saja pergi kerumahmu nanti," ucap Evan.
"Baiklah aku akan menunggu kalian dirumahku besok," jawab Erica.
"Apa kalian ingin pulang sekarang?" tanya Ibunya Erica.
"Iya tante, hari sudah malam lagipula besok Evan akan bersekolah," jawab Jenni.
"Baiklah, terimakasih untuk semuanya Jenni dan Evan," ucap Ibunya Erica.
"Sama sama tante," ucap Jenni dan Evan.
"Hati hati di jalan, karena hari ini sudah malam," ucap Ayahnya Erica.
"Tentu om, kami pamit pulang sekarang," ucap Jenni.
"Sampai jumpa lagi om, tante," ucap Evan.
"Besok jangan lupa sehabis pulang sekolah untuk kerumah Erica, tante akan mentraktir kalian semua makan dirumah Erica," ucap Ibunya Erica.
"Baik tante, kami akan kerumah besok," ucap Evan.
"Kau juga Jenni, jika tak terlalu sibuk ikut datang ya," ucap Ibunya Erica.
"Baik tante, akan saya usahakan datang," ucap Jenni.
"Baiklah kalau begitu sampai jumpa besok," ucap Ibunya Erica sambil tersenyum.
Kemudian Jenni dan Evan berjalan keluar dari ruangan Erica menuju ke mobil, lalu mereka pulang menuju ke rumahnya.