
Rey mengajak Erica dan Putri menemui ibunya yang sedang sakit dan berada di kamarnya, setelah sampai di depan kamar ibunya Rey, Erica merasakan kehadiran arwah ibunya Rey yang berada di sekitar kamarnya itu.
"Erica kau juga merasakan kehadiran arwah di sekitar sini?" tanya Maya.
"Iya Maya, kemungkinan ini adalah arwahnya ibu Rey," bisik Erica pada Maya.
"Kreek" suara Rey membuka pintu kamar ibunya.
"Silahkan masuk," ucap Rey.
"Baik Rey," ucap Erica dan Putri.
"Ibuku di rawat di kamar ini semenjak dia sakit," ucap Rey sambil berjalan menuju ke tempat tidur ibunya.
Erica berjalan mendekati ibunya Rey yang sedang terbaring di atas tempat tidur, setelah melihat ibunya Rey Erica dan Maya merasa sangat yakin jika hantu yang mereka lihat adalah ibunya Rey yang sedang koma.
"Ternyata memang benar benar dia ibunya Rey," ucap Maya.
"Apa dia benar benar tidak bisa kembali ke tubuhnya makanya dia koma sangat lama?" ucap Erica di dalam hati.
"Rey, ibumu sangat cantik! walau dia sedang sakit kecantikan yang dia miliki tidak berubah sama seperti di foto itu," ucap Putri.
"Dia wanita yang paling cantik bagiku, aku sangat rindu melihat keceriaan ibuku! sudah satu tahun ini aku selalu merasa sendiri tak ada yang menemaniku! ayah dia sibuk bekerja dan pulang tidak tentu," ucap Rey sedih.
"Tenang saja Rey, sekarang ada kami yang akan selalu menemanimu! jadi kau jangan bersedih lagi, ibumu pasti akan segera sembuh," ucap Putri.
"Aku sangat mengharapkan itu, bisa melihat ibu bangun kembali dari komanya," ucap Rey.
"Itu pasti akan terjadi! kau jangan berhenti berharap, ibumu pasti akan sangat sedih melihatmu jika kau selalu sedih karena dirinya," ucap Erica.
"Terimakasih kalian telah mau menjadi temanku, dan membuat aku tidak merasa sendiri lagi," ucap Rey.
"Apa kau tidak punya teman Rey?" tanya Putri.
"Aku punya banyak teman tapi mereka mau berteman denganku karena kekayaanku dan juga karena ayahku, tidak ada yang memang benar benar tulus ingin berteman denganku! sehingga membuatku menjadi lebih suka menyendiri selama ini," jawab Rey.
"Ternyata menjadi anak orang kaya tak seindah yang kubayangkan," ucap Putri.
"Kadang orang hanya melihat dari luarnya saja dan tidak melihat lebih dalam! makanya kita tidak boleh menilai seseorang hanya dari luarnya saja! tidak ada yang sempurna di dunia ini Putri," ucap Erica.
"Betul juga katamu Erica, aku saja kadang yang kurang bersyukur," ucap Putri.
"Iya put," ucap Erica.
"Erica bukankah katamu waktu itu kau juga belajar bela diri taekwondo?" ucap Rey.
"Apa aku mengatakan itu padamu?"
"Tentu saja karena saranmu waktu itu sekarang aku belajar di club yang cukup terkenal, bagaimana jika kau juga kesana? kalau boleh aku tahu kau belajar di club mana Erica?" tanya Rey.
"Ehm, kalau soal itu memang betul aku bisa bela diri tapi aku belajar sendiri dan tidak pernah masuk club manapun," jawab Erica sambil menatap Maya yang ada di sampingnya.
"Maaf Erica, itu semua aku tak sengaja melakukannya!" ucap Maya.
"Kau hebat sekali bisa belajar sendiri tanpa masuk club! apa kau belajar dari internet melihat video dan mempelajarinya?" tanya Rey.
"Ah iya betul sekali begitu cara aku mempelajarinya," jawab Erica.
"Kau lebih hebat dari yang kukira Erica, aku sangat kagum padamu! bagaimana jika kau bertemu dengan seniorku di club kami nanti besok malam?"
"Aku tidak yakin aku bisa ikut denganmu besok malam Rey," ucap Erica.
"Kenapa kau tidak bisa ikut? aku akan menjemputmu dan meminta izin pada orang tuamu, seniorku pasti akan senang jika bertemu denganmu Erica! menurutku kau sama hebatnya dengan dia," ucap Rey.
"Benarkah menurutmu begitu? aku rasa aku tidak sehebat yang kau kira Rey," ucap Erica.
"Ikut saja Erica bukankah kau juga memang sangat hebat berkelahi," ucap Putri.
"Yang kalian maksud hebat berkelahi itu bukan diriku melainkan Maya," ucap Erica di dalam hati.
"Ikut saja Erica, kalau kau tidak pergi mereka akan curiga padamu, tenang saja nanti aku akan membantumu disana," ucap Maya.
"Semua ini karena dirimu Maya, kenapa juga harus begini jadinya," ucap Erica di dalam hati.
"Bagaimana Erica kau bisa kan ikut denganku?" tanya Rey.
"Baiklah aku akan ikut denganmu besok," jawab Erica.
"Aku besok tidak bisa ikut dengan kalian, karena ada acara keluarga besok di rumahku," ucap Putri.
"Baiklah tidak apa apa Putri," ucap Rey.
"Hari sudah malam Rey kami harus pulang sekarang, kami juga tidak ingin mengganggu ibumu" ucap Erica.
"Ibuku pasti sangat senang kalian bisa kemari dan melihatnya," ucap Rey.
"Sampai jumpa lagi tante, semoga cepat sembuh," ucap Putri.
"Dia pasti mendengar ucapanmu Putri," ucap Erica.
"Iya tentu saja," ucap Erica sambil menatap arwah ibunya Rey yang berada di dalam kamar itu.
"Terimakasih karena telah mendoakan untuk kesembuhan ibuku," ucap Rey.
"Sama sama Rey," ucap Erica.
"Ayo aku akan mengantar kalian sampai di depan rumahku," ucap Rey.
"Baik Rey," ucap Erica dan Putri.
"Erica bukankah itu arwahnya ibu Rey," ucap Maya.
"Iya betul Maya, tapi dia sudah menghilang lagi! sepertinya telah terjadi padanya," bisik Erica pada Maya.
"Kenapa dia selalu muncul dan menghilang secara tiba tiba," ucap Maya.
Rey mengantar Erica dan Putri sampai di depan rumahnya, setelah sampai di depan rumah mereka bertemu dengan ayahnya Rey yang baru saja pulang ke rumahnya.
"Bukankah itu ayah?"
"Rey, apa mereka teman temanmu?" tanya Ayahnya Rey sambil berjalan menghampiri Rey.
"Iya yah, mereka teman satu kelas Rey di sekolah, ini Erica dan Putri," jawab Rey.
"Salam kenal om, saya Erica."
"Saya Putri."
"Salam kenal juga, terimakasih karena telah mau menjadi temannya Rey," ucap Ayahnya Rey.
"Sama sama om, kami juga sangat senang bisa berteman dengan Rey," ucap Erica.
"Apa Erica teman yang waktu itu kau ceritakan Rey?"
"Betul yah, Erica adalah gadis yang aku ceritakan waktu itu yang pernah menolongku."
"Ternyata tebakan om benar kau orangnya, terimakasih berkat dirimu Rey menjadi semangat dan tak bersedih lagi," ucap Ayahnya Rey.
"Sama sama om, saya hanya kebetulan saja bertemu dengan Rey waktu itu dan menolongnya," ucap Erica.
"Apa om adalah Pak Jony produser film yang terkenal itu?" tanya Putri sambil menatap Ayahnya Rey.
"Iya betul nama saya Jony dan kebetulan memang saya seorang produser film," ucap Ayahnya Rey sambil tersenyum.
"Wah Erica kita sangat beruntung bisa bertemu dengan orang yang sangat terkenal," ucap Putri senang.
"Aku juga merasa pernah melihat Ayahnya Rey, ternyata anda adalah seorang produser yang sangat terkenal," ucap Erica.
"Tapi aku tak mengenalnya Erica walaupun dia sangat terkenal," ucap Maya sambil menatap Ayahnya Rey.
"Maaf om kami harus segera pulang karena hari sudah malam, supir saya juga sudah menunggu untuk menjemput kami," ucap Erica.
"Baiklah sampai bertemu lagi, hati hati di jalan," ucap Ayahnya Rey.
"Om sebelum kami pulang boleh kami berfoto dengan om?" tanya Putri.
"Tentu saja boleh," ucap Ayahnya Rey.
"Rey tolong foto kami," ucap Putri sambil memberikan handphonenya pada Rey.
"Baiklah," ucap Rey.
"Ayo Erica kita berfoto dengan Ayahnya Rey," ucap Putri sambil menarik tangan Erica.
"Iya!!" ucap Erica.
Rey memfoto Erica dan Putri bersama ayahnya.
"Terimakasih om, maaf jika telah mengganggu hari ini," ucap Putri.
"Tidak apa apa, om senang kalian kemari."
"Rey terimakasih untuk hari ini," ucap Putri sambil mengambil handphonenya pada Rey.
"Iya sama sama," ucap Rey.
"Kami permisi dulu om," ucap Erica.
"Baiklah sampai jumpa lagi," ucap Ayahnya Rey.
"Ayo put, kita pulang."
"Iya Erica," ucap Putri.
Lalu Erica dan Putri pulang dari rumahnya Rey, Erica masih merasa penasaran dengan yang terjadi pada ibunya Rey dan yang menyebabkannya menjadi hantu dan tak bisa kembali ke tubuhnya.