
Tak lama kemudian Erica dan Evan sampai di alamat yang telah di kirimkan oleh Rian. Mereka langsung turun dari mobil, di sana Erica melihat Jenni yang berjalan ke arah mereka.
"Erica, kalian telah sampai rupanya," ucap Jenni.
"Apa Kak Jenni baru dari rumahnya Dian?" tanya Erica.
"Iya, aku tadi membantu Bu Vira dan juga Dian memasangkan beberapa alat di dalam rumah itu," jawab Jenni.
"Sekarang di mana Bu Vira?" tanya Evan.
"Dia sebentar lagi akan kemari juga, Dian juga sedang bersiap siap untuk kedatangan orang orang jahat itu," jawab Jenni.
Lalu ada dua mobil yang juga datang, Erica menatap kedua mobil itu. Ternyata itu adalah Adrian, Heru dan juga Riki. Secara kebetulan mereka datang bersamaan ke sana.
"Aku telah menunggu kalian, kenapa baru datang sekarang?" tanya Jenni.
"Maaf jika kami datang cukup terlambat, tahulah sendiri tempat kami cukup jauh jadi memakan waktu jika kemari," jawab Heru.
"Dimana Bu Maya? apa dia sudah ada di sini?" tanya Riki.
"Dia belum datang, nona Maya akan datang bersama dengan Tuan Rian sekarang mungkin mereka masih dalam perjalanan kemari," ucap Bu Vira.
"Ooo begitu," ucap Riki.
"Lebih baik mobil mobil kalian di masukkan ke dalam garasi rumah ini saja, agar tidak di curigai oleh orang sekitar sini jika kita sedang berkumpul saat ini," ucap Bu Vira.
"Apa garasi rumah ini cukup besar dapat menampung mobil mobil kami?" tanya Heru.
"Aku telah memeriksa semua isi rumah ini, dan garasi mobilnya bisa menampung sekitar 10 mobil, rumah ini cukup luas, jadi silahkan kalian masukkan mobilnya ke dalam," jawab Bu Vira.
"Baiklah kalau begitu," ucap Heru.
"Erica, siapa wanita ini? sepertinya dia bukan wanita biasa?" tanya Riki.
"Dia pengawal pribadi Rian, dulu dia bekerja sebagai pasukan khusus tapi beberapa tahun yang lalu dia mengundurkan diri dan bekerja pada keluarga Rian," jawab Erica.
"Ehm, pantas saja dia kelihatan berbeda, berarti dia wanita yang cukup hebat," ucap Riki.
Erica dan Evan mendekati Adrian dan berbicara padanya.
"Terimakasih karena sudah mau datang kemari," ucap Erica.
"Sama sama Erica, aku juga memang sangat menantikan hari ini, sebelum kita melawan hantu jahat itu aku ingin membantumu terlebih dahulu," ucap Adrian.
"Membantu yang bagaimana maksudmu?" tanya Evan.
"Aku akan membantu membuka semua kekuatan yang ada di tubuhnya Erica agar dia bisa lebih kuat dari sebelumnya untuk melawan hantu jahat itu," jawab Adrian.
"Baiklah Adrian," ucap Erica.
"Hari sudah hampir siang, kita harus segera bersiap siap," ucap Evan.
Mereka semua memindahkan mobil ke dalam garasi rumah yang telah di beli oleh Rian. Tak lama kemudian Rian dan Maya pun juga sampai di rumah itu. Rian pun juga memasukkan mobilnya ke dalam garasi dan Bu Vira menutup rapat garasi rumah itu. Maya dan Rian kemudian turun dari mobil dan masuk ke dalam rumah itu.
"Erica!" ucap Maya.
"Maya! akhirnya kau datang juga," ucap Erica sambil memeluk Maya.
"Aku sangat mengkhawatirkan dirimu Erica, apa kau tidur dengan nyenyak tadi malam?" tanya Maya.
"Aku tidak bisa tidur dengan nyenyak karena memikirkanmu Maya, karena sudah terbiasa kau ada di dekatku tapi sekarang tidak lagi," jawab Erica.
Melihat Maya yang baru tiba di rumah itu Heru dan juga Riki kemudian mendekati Maya dan memeluknya.
"Maya!" teriak Riki dan juga Heru.
"Kami sangat senang bisa melihatmu lagi, kami hampir putus asa karena tak bisa menemukanmu selama ini," ucap Heru.
"Apa kau baik baik saja?" tanya Riki.
"Aku juga sangat senang bertemu dengan kalian berdua, dan sekarang aku baik baik saja jadi kalian tak perlu khawatir lagi," jawab Maya.
"Senang bisa bertemu lagi denganmu senior," ucap Jenni tersenyum.
"Aku juga berterimakasih padamu karena telah banyak membantu selama ini," ucap Maya.
"Sama sama, bukankah itu sudah menjadi kewajibanku untuk membantu orang yang sedang dalam kesulitan," ucap Jenni.
"Baiklah saatnya kita menangkap semua penjahat ini dan menjebloskan mereka semua ke penjara," ucap Maya.
"Siap bu!" teriak Riki, Heru, dan juga Jenni.
"Kita lanjutkan rencana kita sekarang, semangat!" ucap Maya.
"Ternyata melihat dia telah menjadi manusia sangat berbeda dengan waktu masih menjadi hantu, Maya memang sangat berwibawa," ucap Evan.
"Tentu saja, karena dia seorang perwira polisi wanita," ucap Erica.
"Bu Vira, apa semua telah selesai?" tanya Rian.
"Sudah Tuan, semuanya telah selesai saya persiapkan, kita hanya tinggal menunggu target saja," jawab Bu Vira.
"Baguslah kalau begitu, aku sudah sangat tidak sabar ingin menangkap mereka semua," ucap Rian.
"Erica, kita harus melakukannya sekarang sebelum hantu jahat itu datang kemari," ucap Adrian.
"Baiklah Adrian, tapi apa harus di sini kita melakukannya?" tanya Erica.
"Kita butuh ruangan agar bisa melakukannya dengan baik tanpa ada gangguan dari luar," ucap Adrian.
"Gunakan saja kamar yang ada di samping ruang ini," ucap Bu Vira.
Maya mendekati Erica dan Adrian.
"Apa sekarang kau akan membantu Erica untuk membuka kekuatannya?" tanya Maya.
"Iya Maya, tanpa melakukan itu, aku ragu jika kita bisa mengalahkan hantu jahat itu, aku pun merasa sepertinya dia lebih kuat lagi sekarang," jawab Adrian.
"Lakukanlah sekarang sebelum hantu jahat itu datang kemari, dia pasti akan merasakan kekuatan dari Erica nanti," ucap Maya.
"Ayo kita lakukan sekarang," ucap Erica.
"Erica, kau pasti bisa yakinlah pada dirimu sendiri," ucap Maya.
"Iya Maya," ucap Erica.
"Selama proses aku membantu Erica, jangan pernah mengalihkan perhatiannya Erica agar dia bisa berkonsentrasi karena jika pikirannya teralihkan maka kekuatan itu tak akan bisa keluar lagi dari tubuhnya," ucap Adrian.
"Baiklah kau tenang saja, aku akan menjaga agar tidak ada yang mengganggu kalian," ucap Maya.
Adrian dan Erica masuk ke dalam sebuah ruangan di dalam rumah itu. Erica masih merasa ragu dan gugup saat itu.
"Erica, duduklah di sini berhadapan denganku," ucap Adrian.
"Baiklah," ucap Erica.
Lalu Erica duduk di hadapan Adrian dan menatapnya.
"Aku masih melihat keraguan dan rasa takut di matamu Erica," ucap Adrian.
"Aku takut jika ini tidak akan berhasil," ucap Erica.
"Kau tak boleh merasa ragu dan juga takut, tetap fokus untuk melakukan ini agar semua kekuatan yang ada di dalam tubuhmu dapat keluar dengan sempurna, jika kau gagal melakukannya kita akan kehilangan kesempatan untuk menangkap hantu jahat itu dan juga para penjahat itu, tentu saja akan mengecewakan semua orang yang ada di sini terutama Maya," ucap Adrian.
"Aku tak ingin mengecewakan semua orang yang ada di sini terutama Maya," ucap Erica.
"Baiklah ikuti semua yang aku katakan padamu, dan mulailah untuk berkonsentrasi penuh," ucap Adrian.
"Baiklah Adrian," ucap Erica.
Adrian berusaha untuk membantu Erica agar dapat mengeluarkan semua kekuatan yang ada di dalam dirinya. Maya dan yang lainnya menunggu di luar ruangan itu dengan perasaan yang gelisah.