
Setelah berbicara dengan Adrian, akhirnya Erica merasa sedikit tidak terlalu khawatir. Adrian berencana akan pergi bersama dengan Erica ke rumahnya. Karena menurut Adrian hantu Bu Sandra malam ini akan melaksanakan rencananya untuk mencelakai Erica dan keluarganya. Adrian juga mengatakan jika kekuatan jahat yang dimiliki hantu Bu Sandra cukup kuat dan akan sulit di kalahkan jika hanya Maya, Tasya, dan Evan yang menghalanginya.
"Baik aku akan pergi denganmu sekarang Erica," ucap Adrian.
"Memang harus begitu lebih cepat lebih baik! melenyapkan hantu jahat itu," ucap Maya.
"Tapi apa kau yakin jika dia akan kerumahku malam ini?" tanya Erica.
"Aku sangat yakin! sudah sering aku menangani kasus hantu pendendam seperti ini! kekuatan jahatnya cukup kuat bahkan teman teman hantumu takkan bisa mengatasinya sendiri," jawab Adrian.
"Apa yang membuat dia sangat kuat! padahal dia baru saja menjadi hantu?" tanya Erica penasaran.
"Karena rasa dendam yang begitu besar pada dirinya! apalagi sewaktu dia masih hidup memang sudah sering berbuat jahat pada orang lain! jika kita membiarkannya dia juga pasti akan mencelakai orang lain juga," ucap Adrian.
"Wah, ternyata hantu jahat berasal dari orang yang jahat," ucap Evan.
"Betul sekali," ucap Maya.
Wanita yang juga tinggal dirumah Adrian berjalan mendekati Erica dan yang lainnya.
"Apa kau akan pergi dengan mereka?"
"Benar kak," jawab Adrian.
"Apa dia kakakmu?" tanya Erica.
"Iya kami dua bersaudara yang tinggal dirumah ini," jawab Adrian.
"Lalu dimana orang tua kalian?" tanya Maya penasaran.
"Orang tua kami telah meninggal dunia sejak 10 tahun yang lalu! mereka meninggal dunia karena kecelakaan yang terjadi pada saat menolong orang yang kerasukan hantu," jawab Kakaknya Adrian.
"Apa mereka juga menjadi hantu seperti kami?" tanya Tasya.
"Tentu tidak! mereka tidak menjadi hantu penasaran seperti kalian! mereka langsung bisa pergi dengan tenang ke tempat yang seharusnya," jawab Kakaknya Adrian.
"Kalian sangat hebat bisa hidup berdua saja tanpa orang lain yang membantu kalian," ucap Maya.
"Kami dari kecil memang sudah terbiasa hidup mandiri! jadi tidak masalah bagi kami hanya hidup berdua tanpa orang tua di samping kami," ucap Adrian.
"Kalian harus berhati hati menghadapi hantu jahat ini! aku merasa jika salah satu dari kalian akan ada yang terluka! tapi nanti ada yang datang juga membantu kalian menghentikan hantu jahat itu," ucap Kakaknya Adrian.
"Apa yang kau maksud ada yang akan datang membantu kami?" tanya Erica.
"Kalian akan tahu sendiri nanti," ucap Kakaknya Adrian sambil tersenyum.
"Apa kau bisa melihat masa depan, apa itu namanya meramal?" tanya Maya.
"Aku bisa melihat sepintas masa depan walaupun itu tak terlalu jelas," ucap Kakaknya Adrian.
"Apa kau cenayang?" ucap Evan terkejut.
"Ehm, bisa dikatakan begitu! kau pun menjadi hantu tidak akan lama! kehidupan cintamu dengan Erica akan penuh dengan suka dan duka."
"Wah, kau hebat sekali! apa kau bisa meramal Maya?" ucap Tasya.
Kakaknya Adrian langsung menatap Maya yang ada di hadapannya. Raut wajah kakaknya Adrian berubah setelah melihat Maya dan masa depannya.
"Apa yang kau lihat dari Maya?" tanya Tasya.
"Apa kau melihat sesuatu?" tanya Erica.
"Heem, aku benar benar merasa sangat sedih melihat masa depanmu Maya! kau akan merasa kecewa dengan seseorang dari masa lalumu, dan juga orang yang membunuhmu tak akan lama lagi bertemu denganmu tanpa kau sadari! Apa sekarang kau tidak mengingat apapun tentang masa lalumu?" tanya Kakaknya Adrian.
"Aku tak bisa mengingat apapun kecuali namaku sendiri," jawab Maya.
"Itu karena rasa kecewamu yang sangat mendalam kepada seseorang dan membuat semua ingatanmu pun menghilang! tapi tak akan lama lagi perlahan kau akan mengingat masa lalumu! dirimu akan merasa sangat sedih dan juga bahagia Maya," ucap Kakaknya Adrian.
"Terimakasih atas ramalannya," ucap Maya.
"Pergilah sekarang Adrian! ingat pesan kakak kalian harus tetap berhati hati! pancing hantu itu untuk masuk ke dalam tubuhnya Erica dan kau tusuk dengan belati kayu itu agar arwahnya hancur," ucap Kakaknya Adrian.
"Itu karena kalian ingin melenyapkannya bukan mengusirnya saja! apalagi hanya Erica yang manusia di antara kalian! ini juga akan mempermudah karena Erica adalah orang sangat istimewa," ucap Kakaknya Adrian.
"Betul kata kakakku! hanya cara itu untuk bisa melenyapkan hantu jahat," ucap Adrian.
"Apa yang dimaksud Kakaknya Adrian akan ada yang terluka, apa itu adalah Erica?" ucap Maya di dalam hati khawatir.
"Kalian pasti akan berhasil," ucap Kakaknya Adrian.
"Baiklah kami akan pergi hari sudah hampir malam," ucap Erica.
"Kak, aku pergi dulu," ucap Adrian.
"Hati hati Adrian."
"Baik kak," ucap Adrian sambil berjalan keluar rumahnya.
"Erica tanpa kau sadari kau memiliki kemampuan yang luar biasa dan istimewa melebihi seorang cenayang! kau akan banyak menolong orang lain! dan Maya kau dulunya orang yang sangat kuat dan hebat sangat sayang umurmu tak panjang! kau akan menemukan kebenaran seiring berjalannya waktu bersama Erica," ucap Kakaknya Adrian di dalam hati.
Semuanya berjalan keluar dari rumah Adrian untuk menuju ke rumah Erica.
"Kalian mengendarai apa kemari?" tanya Adrian.
"Kami kemari dengan mengendarai taksi," jawab Erica.
"Ehm, naiklah ke dalam mobilku kita akan langsung menuju ke rumahnya Erica," ucap Adrian sambil berjalan menuju ke mobilnya.
"Apa tidak merepotkanmu?" teriak Erica sambil berjalan mengikuti Adrian.
"Jika kau menunggu taksi disini itu akan sangat lama! karena sangat jarang jika taksi lewat di daerah ini! jika kau menunggunya kita akan datang kerumahmu tengah malam," ucap Adrian sambil masuk ke dalam mobilnya.
"Baiklah kami akan naik mobil bersamamu," ucap Erica.
"Erica" teriak Evan.
"Iya Evan,"
"Kau duduk di belakang saja! aku yang akan duduk di depan," ucap Evan menghilang dan masuk ke mobil lalu duduk di samping Adrian.
"Baiklah aku akan duduk di belakang! ucap Erica sambil membuka pintu mobil dan duduk di belakang Evan.
"Sepertinya ada yang cemburu," ucap Maya tersenyum.
"Ayo Maya kita masuk juga ke dalam mobil," ucap Tasya.
"Baiklah"
Maya dan Tasya juga masuk ke dalam mobil dan duduk di samping Erica.
"Bukankah kalian hantu bisa menghilang dan langsung muncul saja di rumahnya Erica," ucap Adrian.
"Maksudmu membiarkan kau dan Erica di mobil berdua saja," ucap Evan sambil menatap tajam Adrian.
"Apa kau cemburu padaku?" tanya Adrian tersenyum menatap Evan.
"Tidak! kata siapa aku cemburu," ucap Evan.
"Kami ingin datang ke rumah Erica bersama sama saja bukankah itu akan lebih baik," ucap Tasya.
"Kalian semua benar benar hantu yang cukup aneh bagiku!" ucap Adrian tersenyum.
"Aneh tapi menyenangkan! itulah kami," ucap Maya tersenyum.
"Erica kau cukup hebat bisa bertahan dengan para hantu ini," ucap Adrian sambil menghidupkan mobilnya.
"Mereka adalah hantu hantu yang sangat istimewa bagiku," ucap Erica tersenyum menatap Maya dan Tasya.
"Baiklah, ayo kita berangkat kerumahmu," ucap Evan sambil menjalankan mobilnya menuju ke rumah Erica.
Akhirnya Adrian pergi menuju ke rumah Erica untuk membantu melenyapkan hantu jahat Bu Sandra. Maya merasa khawatir setelah mendengar ucapan Kakaknya Adrian yang mengatakan jika salah satu dari mereka akan ada yang terluka. Sedangkan Erica merasa penasaran dengan ucapan Kakaknya Adrian yang mengatakan jika akan ada yang datang menolong mereka untuk menghentikan niat jahat hantu Bu Sandra.