ME And GHOST

ME And GHOST
Pembalasan 22



Setelah sampai dirumah erica semua orang turun dari mobil dan masuk ke dalam rumahnya erica. Didalam rumah telah menunggu ayah dan ibunya erica serta pengacara yang akan menangani kasus rio.


"Mari silahkan masuk!" ucap erica.


"Iya terimakasih erica!" ucap ibunya tasya.


"Selamat datang semuanya! apa kabar bu?" ucap ibunya erica kepada ibunya tasya.


"Kabar saya baik!"


"Mari silahkan duduk!" ucap ibunya erica.


"Apa kabar evan dan intan?" tanya ibunya erica.


"Kabar saya baik tante!" jawab intan.


"Kabar saya juga sangat baik tante!" jawab evan.


"Ayo kemari silahkan duduk!" ucap ibunya erica.


"Bu ada apa ibu menyuruh kita berkumpul dirumah?" tanya erica penasaran.


"Nanti pengacara kita yang akan mengatakan semuanya! ayo duduk kita dengarkan saja dulu apa yang akan di sampaikan olehnya!" jawab ibunya erica.


"Baik bu!" ucap erica sambil duduk di kursi.


"Kenapa jadi aku yang tidak sabar menunggu apa yang akan disampaikan oleh pak pengacara ya!" ucap maya sambil melipat kedua tangannya.


"Akupun begitu maya! bagaimana nanti di persidangan pasti akan sangat menegangkan!" ucap tasya.


"Betul itu!" ucap maya.


"Selamat siang! maaf jika merepotkan kalian semua dengan menyuruh berkumpul di rumahnya pak daniel! Sebenarnya tadi saya tidak ingin kemari karena pekerjaan saya yang cukup banyak, tetapi saya menyempatkan kemari untuk memberikan arahan untuk di persidangan nanti!" ucap pak andre.


"Kapan persidangan akan di laksanakan?" tanya ibunya tasya.


"2 hari lagi dari sekarang berarti lusa nanti!" jawab pak andre.


"Syukurlah akhirnya kasus anakku bisa disidang!" ucap ibunya tasya senang.


"Permasalahan kasus ini akan sulit kita hadapi karena lawan yang akan kita hadapi cukup kuat walaupun dia adalah tersangka utama!" ucap pak andre.


"Jadi apa yang harus kami lakukan pak andre?" tanya ibunya erica.


"Nanti saksi akan di panggil satu persatu ke depan! sampaikan semua yang kalian ketahui kepada hakim yang dapat memberatkan hukuman tersangka!" ucap pak andre.


"Bagaimana jika kita menambah saksi lagi!" ucap erica.


"Apa maksudmu erica?" tanya ibunya erica.


"Coba jelaskan erica!" ucap pak andre.


"Waktu saya dan evan menyelidiki kematian tasya kami mendatangi sebuah klinik bersalin yang dimiliki oleh bu serly!" ucap erica.


"Iya betul sampai lupa kita dengan klinik itu! dia juga orang yang sangat mencurigakan pak! sepertinya klinik dia menerima layanan aborsi ilegal!" ucap evan.


"Apalagi aku juga melihat semua hantu anak bayi disana!" ucap erica di dalam hati.


"Kalian masih ingat tempatnya?" tanya pak andre.


"Tentu aku dan evan masih mengingat tempat itu!" jawab erica.


"Kalau dijadikan saksi dia mungkin tidak akan membantu kita! tapi dia akan kita laporkan juga sebagai tersangka yang membantu rio dalam melakukan semua kejahatannya pada tasya!" ucap pak andre.


"Betul itu pak andre! setidaknya itu juga akan menambah hukumannya rio!" ucap ibunya erica senang.


"Setelah ini kita akan melaporkan kepada polisi agar segera menangkap bu serly!" ucap pak andre.


"Erica apa ada lagi yang kau ketahui yang dapat membantu kita dalam kasusnya rio?" tanya ibunya erica.


"Tidak ada bu hanya itu saja yang erica belum katakan tidak ada yang lain!" jawab erica.


"Nanti erica dan evan juga harus ikut ke kantor polisi dan kita akan segera menangkap bu serly!" ucap pak andre.


"Dengan senang hati pak andre!" jawab evan.


"Akupun sampai lupa dengan klinik itu! untung saja erica mengingatkannya!" ucap tasya.


"Apa ada sesuatu lagi yang belum kau katakan pada kami tasya?" tanya maya sambil menatap tasya.


"Tidak ada lagi maya hanya itu saja yang terlupakan olehku!" ucap tasya.


"Ehm baiklah! itu saja sudah sangat membantu kita!" ucap maya.


"Oo iya di dalam klinik itu banyak obat yang dapat menggugurkan kandungan! dia juga sudah banyak membunuh calon bayi dan menguburnya di sekitar rumah!" ucap tasya.


"Aku lupa jika erica bisa melihat hantu!" ucap tasya sambil tersenyum.


"Apakah ada yang ingin di tanyakan lagi?" tanya pak andre.


"Jam berapa persidangan akan dimulai?" tanya intan.


"Oo iya kita harus datang 1 jam sebelum sidang di mulai, Sidang akan dilaksanakan pukul 10 pagi!" ucap pak andre.


"Baik pak andre!" jawab intan.


"Ada lagi yang mau ditanyakan?" ucap pak andre.


"Sepertinya tidak ada lagi yang ingin bertanya!" ucap ibunya erica.


"Ingat ucapan saya katakan semua yang kalian ketahui di depan hakim tanpa ragu! kita pasti akan memenangkan kasus ini dan membuat tersangka mendapatkan hukuman yang berat!" ucap pak andre.


"Ayo semua semangat kita pasti bisa!" teriak ibunya erica.


"Kita pasti bisa semangat!" teriak semua orang di dalam ruangan.


"Wow ibunya erica benar benar sangat bersemangat!" ucap maya sambil tersenyum.


"Dia memang ibu yang sangat keren dan baik!" ucap tasya.


"Betul itu!" ucap maya.


"Baiklah kalian semua boleh pulang sampai bertemu di hari persidangan!" ucap pak andre.


"Bu bagaimana dengan ibunya tasya dan intan jika evan dan erica harus ke kantor polisi dengan pak andre, siapa yang akan mengantar mereka pulang!" ucap erica.


"Tidak apa erica aku dan intan akan naik taksi saja pulangnya!" ucap ibunya tasya.


"Jangan bu, kalian tidak perlu naik taksi biar supir saya saja yang mengantarkan kalian pulang kerumah!" ucap ibunya erica.


"Tak perlu repot repot bu! saya tidak ingin merepotkan anda terus!" ucap ibunya tasya.


"Ah tentu saja tidak merepotkan tak usah sungkan!" ucap ibunya erica.


"Pak darmin!!" teriak ibunya erica.


"Iya nyonya!" jawab pak darmin sambil berjalan mendekati ibunya erica.


"Tolong kau antarkan ibunya tasya dan intan kerumahnya!" ucap ibunya erica.


"Baik nyonya!" jawab pak darmin.


"Saya sungguh berterimakasih anda sudah banyak membantu saya!" ucap ibunya tasya.


"Tidak apa apa bu! Oo iya nanti saat hari persidangan biar supir saya yang menjemput kalian nanti dirumah!" ucap ibunya erica.


"Tak perlu tante biar saya dan ibunya tasya naik taksi saja!" ucap intan.


"Ah tidak apa apa tante ingin memastikan kalian tidak terlambat untuk datang nanti di persidangan kita harus saling mendukung satu sama lain!" ucap ibunya erica.


"Saya dan ibunya tasya benar benar mengucapkan terimakasih pada anda!" ucap intan.


"Hati hati di jalan ya bu dan kamu juga intan!" ucap ibunya erica.


"Kami mohon pamit pulang dulu!" ucap ibunya tasya.


"Mari silahkan nyonya!" ucap pak darmin sambil mengantarkan ke dalam mobil.


"Bu! erica, evan, dan pak andre akan berangkat ke kantor polisi sekarang!" ucap erica.


"Apa ayah tidak ikut?" tanya ibunya erica.


"Itu akan lebih baik jika pak daniel juga mendampingi erica!" ucap pak andre.


"Baiklah saya juga akan ikut menemani erica!" ucap ayahnya erica.


"Berarti ibu juga ikut dong yah!" ucap ibunya erica.


"Lebih bagus jika kedua orang tua erica juga ikut!" ucap pak andre sambil tersenyum.


"Ayo kita berangkat sekarang!" ucap ibunya erica bersemangat.


"Kalau lagi kumatnya dia akan sangat bersemangat!" ucap ayahnya erica tersenyum.


"Mari pak daniel!" ucap pak andre.


"Iya pak andre!" ucap ayahnya erica.


Akhirnya semua ikut ke kantor polisi untuk melaporkan kejahatan bu serly sebagai tersangka yang membantu rio melakukan kejahatan. Tasya sangat merasa lega akhirnya kasus dia akan segera di sidang di pengadilan.