
Setelah erica siap untuk berangkat ke sekolah, Dia langsung memberitahu ibunya bahwa rio telah keluar dari kantor polisi. Ibunya erica sangat marah mendengarnya.
"Bu" ucap erica mendekati ibunya yang sedang sarapan.
"Kau sudah siap berangkat ke sekolah?".
"Begini bu, ada yang ingin erica katakan!" ucap erica duduk di samping ibunya.
"Apa yang ingin kau katakan sayang?".
"Erica mendapatkan kabar jika rio keluar dari kantor polisi, dia tadi malam bisa pulang kerumahnya".
"Kau dapat kabar dari siapa erica?".
"Dari teman erica bu!".
"Sebentar ibu akan menelpon kantor polisi dan memastikannya" ucap ibunya erica mengeluarkan handphonenya dan menelpon.
"Kring kring kring" Suara telpon.
"Iya, ada yang bisa kami bantu?" ucap pak polisi.
"Maaf saya mengganggu pagi pagi begini, ada yang ingin saya tanyakan?" ucap ibunya erica.
"Apa yang ingin anda tanyakan bu?".
"Apa benar tersangka rio kasus pembunuhan dan pelecehan tadi malam telah keluar dari kantor polisi dan pulang kerumahnya?".
"Benar ibu, karena orang tuanya telah menjamin dia! selama proses belum sampai ke pengadilan dia bisa pulang kerumah tapi tak boleh pergi kemanapun" ucap pak polisi menjelaskan.
"Bagaimana mungkin seorang tersangka kasus pembunuhan bisa di bebaskan seperti itu!!!!!" teriak ibunya erica marah kepada pak polisi.
"Maaf bu, kenapa anda marah kepada kami?".
"Apa karena orang tua dari rio seorang yang berpengaruh dan kaya sehingga kalian memperbolehkan dia pulang ke rumahnya, haah dasar kalian!!!!!" ucap ibunya erica langsung menutup telponnya.
"Kenapa ibu ini dia marah marah padaku" ucap pak polisi heran.
"Ayah!! cepat carikan pengacara yang hebat dan buat rio mendapatkan hukuman atas perbuatannya!!" teriak ibunya erica kesal.
"Iya bu, sabar nanti akan ayah pastikan mendapatkan pengacara yang hebat untuk menangani kasus ini" ucap ayahnya erica.
"Wah erica, ibumu kalau marah sangat menyeramkan daripada hantu" ucap maya.
"Sudah bu, tenanglah ayah pasti akan mendapatkan pengacara yang bagus dan bisa membuat rio mendapatkan hukuman yang berat atas semua perbuatannya" ucap erica mencoba menenangkan ibunya.
"Huuuh" Ibunya erica menghela nafas.
"Iya sayang, ibu akan bersabar! tapi ibu benar benar marah karena mereka berani melecehkan keluarga kita!!!" teriak ibunya erica.
"Iya ibuku sayang, tenang saja pasti dia akan mendapatkan hukuman atas perbuatannya! erica mau berangkat ke sekolah dulu bu" ucap erica berjalan keluar rumahnya dan masuk ke mobil diantar oleh pak darmin.
Setelah sampai di sekolah erica sangat terkejut melihat rio ada di depan gerbang sekolahnya. Erica turun dari mobil dan berlari masuk ke sekolah, Rio yang melihat erica langsung mengejar erica dan menarik tangannya.
"Tunggu erica!!" teriak rio mengejar erica dan menarik tangannya.
"Lepaskan tanganku rio!! mau apa lagi kau kesini?".
"Aku ingin bicara padamu erica".
"Lepaskan dulu tanganku!!".
"Baiklah aku akan melepaskan tanganmu" ucap rio melepaskan tangannya dari erica.
"Mau bicara apalagi kau padaku?".
"Aku ingin meminta maaf padamu atas semua perbuatanku erica! sungguh sebenarnya aku tak berniat melakukan itu semua".
"Aku tak percaya dengan ucapanmu rio, kau orang yang sangat jahat dan pembunuh!!" teriak erica.
"Mau apa lagi dia menemuimu erica" ucap maya penasaran.
"Baiklah aku mengaku bersalah, tapi aku memang benar benar mencintaimu erica dan tak ingin orang lain memilikimu" ucap rio memegang tangan erica.
"Maaf rio, tapi aku mencintai orang lain" ucap erica melepaskan tangannya dari rio.
"Beri aku satu kesempatan lagi!".
"Aku bisa memaafkanmu atas perbuatanmu padaku, tapi perbuatanmu kepada tasya dan membunuhnya itu tak bisa ku maafkan!!" ucap erica.
Evan yang melihat rio sedang berbicara dengan erica, Evan langsung mendekati erica dan menarik erica menjauh dari rio.
"Mau apa lagi kau kemari?" ucap evan memegangi tangan erica dan menariknya ke sampingnya.
"Ini sekarang sudah menjadi urusanku, kau berani ingin menyentuh pacarku!!!" teriak evan marah.
"Haaah baru seorang pacar saja kau berani melarangku menemuinya!!".
"Buuuuuk" Evan meninju wajahnya rio dan membuat rio jatuh tersungkur.
"Jangan kau dekati lagi erica!! atau kau akan menyesal!!" teriak evan.
"Wooow erica evan sangat keren" ucap maya tersenyum menatap erica.
"Sudahlah evan, ayo kita pergi dari sini" ucap erica menarik tangan evan dan mengajaknya masuk ke sekolah.
"Erica!!!!" teriak rio.
Erica tak memperdulikan rio dan pergi masuk ke dalam sekolah dengan evan. Cindy yang melihat rio di pukul evan langsung mendekati rio. Kemudian cindy menanyakan apakah rencana mereka berhasil untuk mencelakai erica.
"Rio" ucap cindy.
"Ini semua gara gara kau cindy!!!" teriak rio marah.
"Kenapa kau menyalahkanku? apa kau berhasil dengan semua rencanamu?" tanya cindy.
"Gara gara menuruti semua rencana darimu semuanya terbongkar dan membuatku terancam masuk penjara!!!" ucap rio mendekati cindy dan memegang tangan cindy dengan sangat kuat.
"Aaaaahh sakit, kenapa kau marah kepadaku? kau sendiri yang menyetujuinya!! lepaskan tanganku!!!" teriak cindy.
Rio melepaskan tangannya dari cindy, dan pergi meninggalkan cindy. Rio masuk ke dalam mobilnya dan pergi dari sekolah erica.
"Sebenarnya apa yang terjadi kemarin sehingga membuat rio sangat marah?" ucap cindy penasaran.
Sementara itu evan mengantarkan erica masuk ke dalam kelasnya.
"Erica masuklah ke dalam kelas" ucap evan.
"Terimakasih evan" ucap erica tersenyum.
"Bagaimana rio bisa keluar dan bebas dari kantor polisi?" ucap evan penasaran.
"Itu karena orang tuanya rio telah menjamin dia" ucap erica.
"Heem pantas saja dia bisa keluar!!".
"Entah mengapa dia masih berani dan nekat ingin bertemu denganku" ucap erica.
"Mulai sekarang aku akan selalu di dekatmu sampai rio benar benar telah dihukum dan masuk penjara! aku takut jika dia berbuat sesuatu yang jahat lagi padamu erica" ucap evan menatap erica.
"Baiklah evan, aku masuk dulu ke dalam kelas sampai jumpa nanti".
Setelah semua pelajaran selesai dan waktunya pulang sekolah. Evan menghampiri erica di kelasnya dan mengantar erica pulang kerumahnya. Evan sangat mencemaskan erica jika dia bertemu kembali dengan rio. Evan tak ingin jika rio mencelakai erica lagi.
"Terimakasih evan kau sudah mengantarku pulang" ucap erica tersenyum menatap evan yang sedang mengendarai mobilnya.
"Tentu saja dengan senang hati aku mengantarkanmu erica, aku tak ingin jika rio mendekatimu lagi".
"Aku tak mengerti kenapa rio berani berbuat senekat itu membunuh dan melecehkan wanita" ucap erica.
"Memang dia laki laki yang jahat erica, untuk apa kau masih memikirkan dia!! itu membuatku menjadi cemburu" ucap evan tersenyum menatap erica.
"Kenapa kau cemburu padanya, tak mungkin juga aku menyukainya dari dulu aku sudah menyukaimu".
"Benarkah erica" ucap evan memegangi tangan erica.
"Tentu" ucap erica tersenyum menatap evan.
"Heem, bisa bisanya saling menggoda di depanku!!!" ucap maya menatap erica dan evan.
Erica yang mendengar ucapan maya tersenyum malu.
"Kau tenang saja evan, orang tuaku akan menyewa pengacara yang hebat dan membuat rio kembali masuk ke penjara dan membuat dia dihukum dengan berat" ucap erica.
"Bagus itu erica, kita harus membuat dia mempertanggung jawabkan semua perbuatannya! apalagi dia telah membunuh seorang wanita!!".
"Aku mencemaskan ibunya tasya bagaimana keadaan dia setelah mendengar kabar bahwa tasya telah tiada" ucap erica sedih.
"Kita akan mengunjunginya besok bagaimana menurutmu erica?".
"Iya kita harus mengunjunginya, besok setelah pulang sekolah kita akan kesana dan melihat keadaan ibunya tasya! hari ini aku ingin beristirahat dulu entah mengapa tubuhku merasa sangat lelah" ucap erica.
"Beristirahatlah hari ini, besok kita akan mengunjungi ibunya tasya".
Setelah sampai dirumah erica langsung masuk ke kamarnya, dan evan langsung pulang menuju kerumahnya. Erica merasa sangat lelah dan mengantuk karena masih di bawah pengaruh obat yang di berikan oleh rio. Erica merebahkan badannya di atas tempat tidur, tak lama kemudian erica tertidur pulas. Maya belum memberitahu erica jika dia dan tasya akan menghantui rio dan membuatnya menjadi ketakutan.