ME And GHOST

ME And GHOST
Kenyataan Yang Terungkap 12



 


 


Setelah mengantarkan Putri pulang kerumahnya, Erica langsung kembali kerumahnya. Setelah sampai di rumahnya Erica di panggil ibunya yang saat itu juga baru pulang.


 


 


"Erica!!!"


 


"Ibu! apa ibu baru juga sampai kerumah?"


 


"Iya sayang ibu ada pertemuan mendadak di luar bersama teman ibu, kau kenapa baru pulang sekarang? apa kau baru dari rumah sakit melihat Evan disana?" tanya Ibunya Erica.


 


 


"Hari ini aku tidak kesana bu."


 


"Lalu kau pergi kemana pulang malam begini sayang?"


 


 


"Aku baru pulang dari rumah temanku, kami belajar bersama disana karena besok ada ujian di sekolah," jawab Erica.


 


 


"Ooo begitu, teman laki laki atau perempuan?"


 


"Rumah teman laki laki."


 


"Jadi kalian hanya berdua saja seharian di rumahnya?"


 


 


"Tidak bu! ada teman perempuan Erica juga yang ikut belajar bersama kami kok," jawab Erica.


 


 


"Ooo begitu, ibu pikir kau hanya berdua saja! jangan berdua saja dengan laki laki karena nanti ada yang ketiganya, yaitu setan dan hantu," ucap Ibunya Erica.


 


"Ah, ibu kenapa bilang seperti itu,"


 


 


"Tapi itu memang benar sayang ibu tak berbohong! kau harus berhati hati jangan sembarangan hanya berduaan saja dengan laki laki! kita sebagai perempuan harus selalu menjaga kehormatan yang kita punya jangan sampai memberikan sesuatu yang belum waktunya," ucap Ibunya Erica.


 


 


"Baik bu, Erica akan selalu mengingat pesan ibuku tersayang."


 


"Bagus sayang, ayo kita masuk ke dalam! ibu sangat lelah dan ingin langsung beristirahat," ucap Ibunya Erica.


 


 


 


"Baik bu," ucap Erica.


 


 


"Kenapa aku tersinggung dengan ucapan ibunya Erica saat dia bilang setan atau hantu," ucap Maya.


 


 


Erica tersenyum mendengar ucapan Maya.


 


 


"Kenyataannya kau kan memang hantu Maya, kenapa harus tersinggung," ucap Erica.


 


 


"Iya sih, tapi ucapan ibumu seakan akan kami sangat jahat, padahalkan aku hantu yang baik," ucap Maya.


 


"Iya kau hantu yang baik, ayo kita masuk aku sudah sangat lelah dan ingin cepat pergi tidur," ucap Erica.


 


Erica langsung masuk ke kamarnya lalu mandi dan mengganti pakaiannya, Erica lalu merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur. Maya yang juga ikut berbaring disamping Erica merasa gelisah dan kepikiran dengan arwah ibunya Rey yang dia temui.


 


 


"Ada apa Maya? sepertinya kau memikirkan sesuatu? apa kau memikirkan arwah ibunya Rey yang kita temui tadi?" tanya Erica sambil menatap Maya yang berada di sampingnya.


 


 


"Iya Erica aku merasa jika dia ingin mengatakan sesuatu pada kita, aku juga melihat raut wajah yang sedih saat bertemu dengannya! apa telah terjadi sesuatu padanya yang tidak diketahui oleh Rey dan ayahnya," ucap Maya penasaran.


 


 


"Ehm, mungkin saja kita tidak tahu apa yang sebenarnya telah terjadi padanya! aku juga merasa jika dia ingin mengatakan sesuatu," ucap Erica.


 


 


"Kita merasakan hal yang sama Erica, pasti ada misteri di balik kecelakaan yang terjadi padanya! apa kita perlu mencari tahu kebenarannya?"


 


 


"Kita saja belum menyelidiki tentangmu Maya, bukankah kita berencana kan memulai mencari tahu yang berkaitan denganmu? apa kau yakin kita harus membantu arwah ibunya Rey dulu?"


 


 


"Jika kita tak membantunya apa dia bisa menyelesaikan masalah dia sendiri?" ucap Maya.


 


 


"Akupun merasa sangat kasian padanya, tapi jika kita membantunya urusanmu pasti juga akan tertunda! apa tidak apa apa untukmu Maya," ucap Erica.


 


 


"Ehm, aku merasa jika kita harus membantunya Erica! aku tak tega jika kita hanya berdiam diri saja dan tak menolongnya sama sekali."


 


 


"Apa kau yakin dengan keputusanmu Maya?"


 


 


"Iya Erica, kita harus menolongnya aku sangat yakin dengan ucapanku," jawab Maya.


 


 


 


"Baiklah jika itu maumu kita akan membantu arwah ibunya Rey agar dia bisa kembali lagi ke tubuhnya," ucap Erica.


 


 


Saat Erica dan Maya sedang berbicara tiba tiba jendela kamar Erica terbuka dengan tiba tiba.


 


 


 


 


 


"Kenapa jendela bisa terbuka tiba tiba? padahal tadi tertutup rapat," ucap Erica.


 


 


 


Erica berdiri dari tempat tidurnya dan berjalan untuk menutup jendela yang terbuka. Setelah Erica menutup jendela kamarnya tiba tiba muncul sosok hantu di belakang Erica dan mengejutkannya.


 


 


"Astaga!!!" ucap Erica terkejut melihat hantu itu.


 


 


"Ternyata betul kau bisa melihatku," ucap hantu itu.


 


 


Lalu dia menampakkan wujud aslinya di depan Erica.


 


 


"Bukankah kau Ibunya Rey?" tanya Erica.


 


 


"Iya betul aku Ibunya Rey."


 


 


"Kenapa kau kemari?"


 


 


"Aku ingin kau menolongku."


 


 


"Apa yang sebenarnya terjadi padamu?" tanya Maya sambil mendekati Ibunya Rey.


 


 


"Bukankah kau juga hantu sepertiku?" tanya Ibunya Rey.


 


 


 


"Iya aku juga hantu, hanya bedanya kau masih bisa kembali ke tubuhmu dan bisa hidup sedangkan aku tidak," ucap Maya.


 


 


 


"Dia temanku namanya Maya," ucap Erica.


 


 


 


"Aku seperti pernah melihatmu, dan juga rasanya namamu tidak asing bagiku," ucap Ibunya Rey.


 


 


 


"Apa tante mengenal Maya?"


 


 


"Sepertinya begitu, tapi aku sedikit lupa tentangnya! tapi aku merasa jika mengenalmu."


 


 


"Kenapa bisa dia tidak ingat padaku? padahal dia hanya hantu yang tersesat saja," ucap Maya.


 


"Sepertinya karena dia sudah terlalu lama keluar dari tubuhnya dan menjadi hantu, ingatan semasa dia hidup mulai menghilang secara perlahan," ucap Erica.


 


 


"Aku hampir melupakan ingatanku sendiri selama menjadi hantu gentayangan seperti ini, aku hanya berkeliaran saja selama ini tak bisa kembali ke tubuhku ataupun ke dunia lain," ucap Ibunya Rey.


 


 


"Apa yang terjadi pada tante waktu kecelakaan itu terjadi?" tanya Erica.


 


"Pada waktu itu aku ingin menemui seseorang dan pergi dengan terburu buru dari rumah da menuju ke suatu tempat, saat di dalam perjalanan aku menerima telpon dari Leo dia mengatakan akan mengubur semua kasus yang berkaitan dengannya bersamaku! tiba tiba datang sebuah mobil truk besar dari samping dan menabrakku samapi mobil yang ku kendarai terguling dan hancur, aku melihat mobil yang menabrakku langsung pergi setelah itu! lalu aku tak sadarkan diri, setelah aku tersadar aku sudah menjadi hantu seperti ini," ucap Ibunya Rey.


 


 


"Pertanyaan pertama siapa itu Leo? pertanyaan kedua kasus apa yang ingin dia kubur bersamamu sampai dia sangat ingin membunuhmu?" tanya Maya.


 


 


 


"Betul kata Maya siapa dia? dan kenapa dia ingin sekali membunuh tante?" tanya Erica.


 


 


"Leo adalah adik iparku dan dia juga bekerja dengan suamiku sebagai sutradara film."


 


 


"Jadi dia adalah adik dari suami tante?" tanya Erica.


 


 


"Iya betul, dia sangat jahat dan berniat ingin mengambil ahli perusahaan yang aku dan suamiku telah bangun, dia juga sering menggelapkan uang suamiku, dan melakukan pelecehan pada artis artis baru yang berada di perusahaan suamiku! artis artis baru itu di janjikan akan di jadikan artis yang terkenal olehnya, kadang Leo juga mengancam mereka agar tidak melaporkan pada suamiku ataupun pada polisi," ucap Ibunya Rey.


 


 


"Lalu kenapa dia ingin sekali membunuhmu?" tanya Maya.


 


 


"Itu karena aku mengetahui perbuatan jahatnya dan ingin melaporkan pada suamiku dan polisi! lalu dia mengancam akan melenyapkanku bersama dengan kasusnya."


 


 


 


"Apa kau punya bukti perbuatan jahatnya?" tanya Maya.


 


 


"Aku memiliki buktinya video dari CCTV saat dia melakukan pelecehan pada seorang gadis di kantornya dan juga bukti dia menggelapkan uang suamiku! aku menyimpannya di brankas rahasiaku yang berada di rumah," ucap Ibunya Rey.


 


 


Hantu Ibunya Rey yang mendatangi Erica dan Maya menceritakan semua kejadian yang dia alami sebelum dia kecelakaan dan yang menyebabkan terjadinya kecelakaan. Ternyata Leo adik iparnya sendiri yang mencoba untuk membunuhnya selama ini.