
Setelah selesai mengerjakan hukumannya Erica, Putri, dan Cindy langsung kembali ke dalam kelas mereka. Setelah sampai di dalam kelas ternyata murid yang bernama Rey itu duduk di sebelah Erica.
"Erica ternyata laki laki tampan itu duduk di sebelahmu," ucap Putri.
"Kenapa juga dia harus duduk di sebelahku," ucap Erica sambil berjalan ke kursinya.
"Hai Erica" ucap Rey sambil tersenyum pada Erica.
"Hai juga Rey," jawab Erica.
"Aku sangat senang akhirnya bisa satu sekolah denganmu, dan juga satu kelas bahkan duduk di sebelahmu Erica."
"Apa kau yakin mengenalku mungkin saja kau salah orang Rey, aku benar benar tidak mengenalmu."
"Kau benar benar lupa padaku, aku malah selalu mengingatmu Erica bahkan di dalam tidurku! kau gadis yang sangat aku kagumi," ucap Rey.
"Baiklah aku akan mencoba mengingatmu, mungkin saja memang aku pernah bertemu denganmu," ucap Erica.
"Ok"
"Sekarang kita belajar dulu, karena aku sudah ketinggalan pelajaran beberapa hari ini," ucap Erica.
"Kenapa kau bisa ketinggalan pelajaranmu? aku bisa membantumu, kebetulan aku murid yang cukup pintar."
"Tidak perlu Rey, aku bisa sendiri kebetulan aku juga murid yang cukup pintar di kelas."
"Baiklah kalau begitu," ucap Rey.
Karena pernah merasa bertemu dengan Rey, Maya akhirnya berbicara dengan Erica.
"Erica! sepertinya aku pernah bertemu dengan anak laki laki ini, cuma aku lupa dimana,"ucap Maya.
"Apa mungkin dia kenalanmu saat kau masih hidup dulu," bisik Erica pada Maya.
"Aku rasa bukan Erica, sepertinya aku bertemu dengannya saat diriku sudah menjadi hantu kok," ucap Maya.
"Nanti kita cari tahu siapa dia sebenarnya, kenapa dia bilang jika mengenalku padahal aku tidak mengenalnya sama sekali," ucap Erica pelan.
'Baiklah Erica," ucap Maya.
Saat istirahat Erica dan Putri makan di kantin sekolah, tiba tiba Rey datang dan duduk di sebelah Erica.
"Boleh aku duduk di sini?" ucap Rey.
"Silahkan saja aku tidak melarangmu makan bersama kami," ucap Erica.
"Terimakasih Erica." Rey kemudian duduk di samping Erica.
"Hai Rey, namaku Putri."
"Apa kau teman baiknya Erica?" tanya Rey.
"Ya Erica adalah teman baikku," ucap Putri.
"Baik salam kenal juga, karena kau teman baiknya Erica berarti kau juga teman baikku," ucap Rey tersenyum.
"Kenapa kau pindah sekolah? menurutku pasti sekolahmu dulu sangat elit dan bagus, bisa di lihat dari penampilanmu," ucap Erica sambil menatap Rey.
"Aku hanya tidak suka saja bersekolah di sana, apalagi di sana banyak siswa yang berteman hanya dengan memanddang harta saja," ucap Rey.
"Bukankah kau anak orang kaya, kenapa kau harus merasa tidak nyaman disana! apalagi menurutku kau sangat tampan Rey," ucap Putri.
"Dulu penampilanku tidak seperti ini, aku orang yang cupu dan sering di bully oleh teman teman di sana! dam tidak pandai berkelahi! tapi semuanya berubah saat aku bertemu dengan Erica, aku merubah penampilanku dan ikut olahraga bela diri," ucap Rey.
"Apa kau yakin pernah bertemu Erica? kenapa Erica bisa tidak mengenalmu?" tanya Putri heran.
"Sungguh sangat aneh, kenapa Erica bisa tidak mengenalmu," ucap Putri.
"Memang betul aku tak mengenal Rey, mana mungkin aku berbohong," ucap Erica.
"Erica coba ingat ingat lagi mungkin memamng kau pernah bertemu dengannya," ucap Putri.
"Tak perlu memaksanya Putri, dia pasti akan mengingatku nanti."
Setelah pulang sekolah Rey berjalan mengikuti Erica sampai di gerbang sekolah.
"Kenapa kau mengikutiku sampai kemari?" ucap Erica.
"Aku juga ingin pulang dan sedang menunggu supirku untuk menjemput," jawab Rey.
"Ooo begitu."
"Erica apa kau ingin aku ceritakan dimana kita bertemu pertama kali?"
"Memangnya kita bertemu pertama kali dimana?"
"Waktu itu saat aku pulang sekolah dan sedang menunggu taksi untuk pulang kerumah, aku di ganggu oleh anak anak yang nakal yang meminta uang padaku, kebetulan saat itu kau lewat dengan mobil dan bersama supirmu! melihat diriku yang di ganggu anak anak nakal lalu kau turun dari mobil dan menolongku! kau menghajar mereka seorang diri sampai mereka kalah semua, kau sangat keren waktu itu! setelah menghajar mereka semua kau juga mengantarku pulang dengan mobilmu," ucap Rey.
Setelah mendengar cerita Rey, Maya baru ingat memang pernah bertemu dan menolongnya saat masih merasuki tubuhnya Erica. Karena dirasuki oleh Maya jadi Erica tak mengingat kejadian itu.
"Ah iya betul Erica, aku memang pernah menolongnya saat masih berada di dalam tubuhmu," ucap Maya.
"Pantas saja aku tidak mengingat dirinya," ucap Erica di dalam hati.
"Apa sekarang kau sudah mengingat diriku Erica?"
"Ah iya aku baru ingat semuanya, maaf aku lupa jadi tidak mengenalmu Rey," jawab Erica.
"Aku senang kau sudah bisa ingat padaku Erica, apa kau ingin main kerumahku?"
"Hari ini aku ingin menemui seseorang di rumah sakit, lain kali saja nanti aku akan main kerumahmu bersama Putri, dia pasti akan sangat senang jika bisa ikut," ucap Erica.
"Baiklah kalau begitu, aku akan mengajak Putri juga kerumahku," ucap Rey.
"Supirku sudah datang, sampai jumpa lagi Rey," ucap Erica sambil masuk ke dalam mobilnya.
"Daa Erica," ucap Rey melambaikan tangannya pada Erica.
"Akhirnya dia bisa juga ingat padaku, Haah, sekolah ini memang lebih menyenangkan dari pada yang dulu," ucap Rey.
Mobil yang menjemput Rey pun datang, lalu Rey pulang ke rumahnya. Setelah sampai di rumah, Rey sangat terlihat senang karena melihat anaknya yang begitu senang setelah pulang sekolah Ayahnya Rey datang menghampiri anaknya.
"Rey! sepertinya kau sangat senang sekali hari ini, apa kau sangat suka bersekolah di sana?"
"Tentu yah, sekolah ini yang kucari cari dan aku juga bertemu dengan gadis yang menolongku waktu itu, kareana dia juga akhirnya aku bisa merubah hidupku menjadi lebih baik," ucap Rey.
"Syukurlah ayah sangat senang jika melihatmu senang! kenapa kau tidak memperkenalkan gadis itu pada ayah?"
"Nanti Rey akan mengajaknya ke rumah dan memperkenalkannya pada ayah."
"Apa dia gadis yang sangat cantik, sehingga membuatmu sangat menyukainya?"
"Dia bukan hanya cantik tapi juga hebat dan luar biasa! jika ayah melihatnya pasti akan membuat ayah ingin menjadikannya artis," ucap Rey tersenyum senang.
"Benarkah itu semakin membuat ayah merasa penasaran padanya."
"Rey ingin masuk ke kamar dulu dan mengganti pakaian, sebentar lagi Rey akan pergi untuk latihan bela diri."
"Baiklah Rey, ayah juga harus segera pergi karena ada rapat dengan sutradara untuk pembuatan film ayah yang baru."
"Semoga film ayah akan sukses lagi seperti biasanya."
"Terimakasih Rey, ayah pergi dulu."
"Baik yah."
Rey sangat senang bertemu dengan Erica lagi, Erica yang masih merasa bingung ternyata yang bertemu Rey adalah Maya. Lalu Erica terpaksa bilang mengenal Rey, dia tiak mungkin bilang jika yang bertemu dengannya adalah Maya hantu yang merasukinya. Ayahnya Rey seorang produser film yang sangat terkenal, Rey juga anak tunggal dan tak memiliki saudara seperti Erica.