
Erica memulai menutup matanya dan mulai berkonsentrasi di dalam ruangan itu bersama dengan Adrian, Erica merasakan jika ada sesuatu di dalam dirinya yang bergejolak dan sangat kuat. Tubuh Erica tiba tiba menjadi panas mukanya menjadi memerah karena menahan kekuatan yang ada di dalam tubuhnya itu.
"Kenapa tubuhku menjadi terasa sangat panas sekali?"
"Tetaplah berkonsentrasi Erica, kekuatan di dalam dirimu sudah mulai keluar sekarang jangan sampai kau kehilangan konsentrasimu," jawab Adrian.
Adrian mencoba membantu Erica agar dia bisa menahan kekuatan itu di dalam dirinya, Adrian memegang tangannya Erica dan menyalurkan energinya agar Erica bisa bertahan saat itu. Wajah Erica yang memerah sebelumnya sekarang telah mulai berkurang, dan suhu tubuhnya mulai menurun ketika energi Adrian masuk ke dalam tubuhnya Erica, secara perlahan Erica mulai bisa mengendalikan kekuatan besar yang ada di dalam tubuhnya itu. Saat kekuatan Erica telah muncul sepenuhnya tiba tiba ada angin yang masuk ke dalam ruangan itu dan membuat Erica membuka matanya. Erica merasakan jika ada yang datang di dalam ruangan itu, dan dia mengenal aura yang ada di sekitarnya.
"Ada yang datang kemari," ucap Erica sambil membuka matanya.
"Sepetinya dia tidak jahat, karena auranya menurutku tidak jahat," ucap Adrian.
"Erica!"
Erica dan Adrian melihat sesosok hantu nenek nenek yang mengenakan pakaian serba putih dengan wajah yang tersenyum menatap Erica.
"Nenek, apakah kau benar benar arwah nenekku?" tanya Erica.
"Iya cucuku, aku sangat senang melihatmu telah dewasa sekarang, dan juga kekuatan yang ada di dalam dirimu telah sepenuhnya bisa kau kendalikan," jawab Nenek Erica.
"Jadi anda adalah neneknya Erica yang mengunci kekuatan di dalam dirinya selama ini?" tanya Adrian.
"Iya betul, aku yang melakukan itu, karena aku tak ingin dia celaka karena kekuatan dia sendiri sebelum waktunya dia bisa mengendalikannya, karena aku merasa khawatir saat dia berumur 5 tahun sebelum aku meninggal dunia aku mengunci kekuatan itu, tapi sekarang dia telah dewasa dan kekuatannya sudah bisa dia kendalikan jadi aku tidak akan khawatir lagi," jawab Neneknya Erica.
"Aku sangat merindukan nenek," ucap Erica.
"Nenek pun begitu sayang, tapi kita sudah berbeda alam dan sekarang nenek sudah bisa tenang, dan gunakanlah kekuatan yang kau miliki untuk menolong orang lain yang membutuhkan bantuanmu," ucap Neneknya Erica.
"Tentu nek, Erica akan mengingat pesan nenek," jawab Erica.
"Apa anda tahu cara untuk melenyapkan hantu jahat yang akan kami hadapi nanti?" tanya Adrian.
"Kalian tidak bisa meremehkan hantu jahat itu, dia hantu tua yang telah berumur ratusan tahun kekuatan yang dia miliki sangat kuat, jika kalian tak bisa melenyapkannya kalian hanya bisa menyegelnya saja dengan sebuah benda agar dia bisa terkurung di dalam sana selamanya, dulu nenek moyangku telah mengurung hantu jahat itu di sebuah pohon tua di perbatasan kota, tapi sepertinya ada yang tak sengaja melepaskannya dan dia merasuki manusia, hantu itu harus di kalahkan jika tidak dia akan terus menyebarkan kejahatan," jawab Neneknya Erica.
"Orang tuaku juga meninggal dunia saat melawan hantu jahat itu sekitar 15 tahun yang lalu, tapi sepertinya hantu jahat itu bisa berpindah pindah merasuki orang sesuka hatinya," ucap Adrian.
"Betul katamu, maka dari itu sebelum dia berpindah merasuki orang lain kalian harus segera mengalahkannya dan menyegelnya di dalam sebuah benda dan menguburnya agar tidak di temukan oleh orang lain, jika ingin melenyapkan aku rasa itu akan sangat sulit," ucap Neneknya Erica.
"Benda seperti apa yang bisa menyegelnya nek?" tanya Erica.
"Segel dia di dalam kalung yang kau pakai Erica lalu kau kubur atau kau buang kalung itu di tempat yang jauh," jawab Neneknya Erica.
"Bukankah ini kalung warisan dari nenek moyang kita?" tanya Erica.
"Itu bukan kalung biasa, dan akan mampu menyegelnya, lakukan saja yang nenek katakan, sudah saatnya nenek pergi sekarang, nenek akan selalu menyayangimu Erica," ucap Neneknya Erica tersenyum.
Kemudian neneknya Erica menghilang dari ruangan itu.
"Nenek!" teriak Erica.
"Benar katamu, kita harus menangkap hantu jahat itu dan menyegelnya di dalam kalung ini," ucap Erica.
"Kita pasti bisa melakukan ini bersama sama," ucap Adrian.
"Baiklah ayo kita keluar sekarang, pasti mereka semua sangat khawatir," ucap Erica.
Lalu Erica dan juga Adrian keluar dari dalam ruangan itu.
"Kreek" Suara membuka pintu.
"Erica! bagaimana keadaanmu? apa kau baik baik saja? apa kau berhasil melakukannya?" tanya Maya.
"Tentu saja aku berhasil Maya, aku tak ingin mengecewakanmu, tadi arwah nenekku juga datang kemari untuk membantuku dan sekarang dia sudah pergi," jawab Erica.
"Neneknya Erica juga telah mengatakan cara untuk mengalahkan hantu jahat itu yang berada di dalam tubuh bos besar itu," ucap Adrian.
"Syukurlah jika kalian telah tahu cara untuk mengalahkannya," ucap Maya.
"Tapi kita tidak bisa melenyapkannya, aku dan Adrian hanya bisa menyegelnya di dalam kalung yang di berikan nenek ini," ucap Erica.
"Setidaknya kita bisa menyegelnya agar tidak melakukan kejahatan lagi," ucap Maya.
"Mungkin sebentar lagi mereka akan datang ke rumahnya Dian, kita harus bersiap siap sekarang," ucap Rian.
"Baiklah," ucap Maya.
Riki dan Heru merasa sangat bingung saat mendengarkan percakapan Erica dan Maya saat itu, karena mereka berdua belum mengetahui tentang kelebihan yang di miliki oleh Erica.
"Sebenarnya apa yang mereka bicarakan tentang hantu jahat dan semacamnya, aku tidak mengerti maksud mereka," ucap Heru bingung.
"Apa hanya kita berdua yang tidak tahu apa apa di sini?" tanya Riki sambil melihat sekelilingnya.
Evan mendengar percakapan Heru dan juga Riki, lalu Evan mendekati mereka berdua.
"Sebenarnya Erica memiliki kemampuan bisa melihat hantu dan juga berkomunikasi dengan mereka, dan bos besar itu sebenarnya telah di rasuki oleh hantu yang sangat jahat, jadi Erica dan temannya yang bernama Adrian itu berniat untuk mengeluarkan hantu itu dari dalam tubuh bos besar itu dan menyegelnya agar tidak bisa merasuki manusia lainnya dan menyebarkan kejahatan," ucap Evan.
"Ooo begitu, pantas saja aku merasa jika Erica berbeda dari lainnya," ucap Riki.
"Dia memang gadis yang sangat istimewa," ucap Heru.
"Erica memiliki kemampuan itu sejak kecil dan itu secara turun temurun dari keluarga ayahnya Pak Daniel, tapi mereka menutupi semua ini karena tidak ingin orang lain mengetahuinya, jadi jika kalian sekarang telah mengetahui semuanya lebih baik jika tidak menyebarkan ini karena pasti orang tuanya Erica akan sangat marah," ucap Evan.
"Tentu saja kami tidak akan mengatakan hal ini pada orang lain," ucap Riki.
"Iya kami akan menyimpan rapat rapat rahasia ini, jadi kau tak perlu khawatir," ucap Heru.
"Baiklah itu akan lebih baik untuk semuanya," ucap Evan.
Erica akhirnya bisa mengendalikan kekuatan yang ada di dalam dirinya, dia dan juga Adrian juga telah mendapatkan petunjuk dari neneknya untuk mengalahkan hantu jahat itu. Mereka semua akhirnya telah siap untuk melaksanakan rencana itu.