
Setelah sampai di kantor polisi lalu Maya langsung turun dari taksi dan berjalan masuk ke dalam kantor polisi. Melihat Maya yang hanya berdiri di sana, seorang polisi berjalan mendekatinya.
"Maaf nona ada perlu apa datang kemari?" tanya polisi itu.
"Ehm, sepertinya aku akan keluar sekarang dari tubuh gadis ini," ucap Maya di dalam hati.
"Nona apa kau ingin melaporkan sesuatu pada polisi?"
Maya kemudian keluar dari tubuh gadis itu, dan membuat gadis itu menjadi jatuh pingsan di hadapan polisi. Melihat gadis itu pingsan dengan tiba tiba polisi itu menjadi panik dan mencoba membangunkannya.
"Nona ada apa denganmu? kenapa kau tiba tiba pingsan?" ucap polisi itu.
Lalu gadis itu di pindahkan di atas kursi oleh polisi, Maya yang telah keluar dari tubuh gadis itu merasa tenang telah membawanya kesana.
"Sepertinya sekarang dia sudah aman disini," ucap Ibunya Rey.
"Baiklah tugas kita malam ini sudah selesai saatnya kita pulang," ucap Maya.
"Apa aku harus ikut lagi ke rumahnya Erica?'" tanya Ibunya Rey.
"Ehm, jika kau ingin pulang kerumahmu tidak apa apa! besok baru nanti kembali lagi kerumahnya Erica, karena kita ingin menonton sebuah pertunjukan yang sangat hebat besok yaitu penangkapan laki laki brengsek yang bernama Leo," ucap Maya.
"Baiklah kalau begitu besok pagi aku akan kembali ke rumahnya Erica," ucap Ibunya Rey.
"Ok sampai jumpa besok pagi," ucap Maya.
Lalu Maya pulang kembali ke rumahnya Erica dan Ibunya Rey kembali ke rumahnya. Keesokan paginya Erica langsung berangkat ke sekolah dan membawa langsung semua bukti bukti itu.
"Bu, Erica akan pulang sedikit terlambat hari ini."
"Kau mau kemana sayang? apa pergi ke tempat temanmu lagi?" tanya Ibunya Erica.
"Ehm, tidak hanya Erica akan pergi ke suatu tempat saja setelah pulang dari sekolah," jawab Erica.
"Baiklah sayang, jangan pulang terlalu malam," ucap Ibunya Erica.
"Baik bu."
Erica msuk ke dalam mobilnya dan pergi menuju ke sekolah, Setelah sampai di sekolah Erica berpapasan dengan Rey yang juga baru samapi ke sekolah.
"Erica!!"
"Rey, apa kau juga baru sampai ke sekolah?"
"Iya Erica, tadi aku pergi bersama dengan ayahku kemari," jawab Rey.
Erica menatap wajah Rey yang tampak murung saat datang di sekolah.
"Rey kenapa sepertinya kau tampak murung? apa telah terjadi sesuatu padamu?" tanya Erica.
Rey menghela nafas panjang.
"Aku masih kepikiran kejadian yang kemarin Erica," jawab Rey.
"Maksudmu masalah guci yang pecah itu?"
"Iya Erica semalaman aku mencari di internet jika ada yang menjual guci yang sama persis aku ingin membelinya untuk ibuku, aku tak ingin jika dia sadar nanti menjadi sedih karena guci keasayangannya telah pecah," ucap Rey.
"Aku rasa kau tidak perlu mengkhawatirkan hal itu, sudah kubilang ibuku pasti tidak akan sedih karena hal itu," ucap Erica.
"Dari mana kau tahu hal itu Erica, sepertinya kau sangat yakin sekali akan ucapanmu?" tanya Rey heran.
"Hahahahaha, aku hanya menebaknya saja Rey," ucap Erica sambil tertawa.
"Ehm, tapi aku akan tetap mencarinya siapa tahu akan menemukannya," ucap Rey.
"Ya silahkan saja jika itu memang kemauanmu," ucap Erica.
"Kenapa Erica menyembunyikan kemampuannya dari semua orang? bukankah itu adalah suatu hal yang luar biasa?" tanya Ibunya Rey.
"Tidak semua orang akan menerima kelebihan itu Bu Clara, Erica sengaja menutupi kemampuannya pada orang lain karena tidak ingin dianggap aneh oleh orang lain," ucap Maya.
"Erica anak yang sangat baik, aku sangat suka padanya! apa dia sudah memiliki seorang pacar?"
"Erica sudah memilikinya namanya Evan, dia sangat cocok dengan Erica dan bisa menerima kelebihan dan kekurangan Erica," jawab Maya.
"Sangat sayang sekali jika saja Erica belum memilikinya aku ingin dia bisa menjadi pacarnya Rey, bukankah anakku juga sangat tampan?"
"Iya menurutku begitu dia sudah banyak kemajuan semenjak pertama kali bertemu dengannya, sekarang Rey sudah bisa menyadari kelebihan dan kekurangan yang dia miliki," ucap Maya.
"Apa sebelumnya kau pernah bertemu dengan Rey?" tanya Ibunya Rey.
"Iya saat itu aku menolongnya dari anak anak yang nakal, Rey di ganggu oleh mereka, waktu itu aku masih merasuki Erica jadi aku bisa menolongnya dengan menghajar semua anak anak nakal itu," ucap Maya.
"Terimakasih karena telah menolong Rey, berkat itu juga jadi Rey termotivasi untuk berubah menjadi lebih baik dari sebelumnya," ucap Ibunya Rey.
"Aku senang bisa membantu Rey untuk menjadi lebih baik, dia memang anak yang tampan dan pintar," ucap Maya.
Setelah pulang sekolah Erica berencana akn pergi kekantor polisi untuk menyerahkan bukti yang di dapatkannya. Rey dan Putri menghampiri Erica yang telah bersiap untuk pergi.
"Erica, apa kau ada acara hari ini?" tanya Rey.
"Iya Erica, kita nonton di bioskop hari ini bagaimana? ada film horor baru yang sedang tayang," ucap Putri.
"Aku tidak bisa pergi hari ini," jawab Erica.
"Kenapa kau tidak bisa pergi hari ini Erica? apa kau sudah ada acara?" tanya Rey.
"Aku ingin pergi ke suatu tempat yang penting, jadi maaf aku tak bisa ikut pergi dengan kalian," jawab Erica.
"Kau ingin pergi kemana Erica bisakah kami ikut denganmu?" tanya Rey.
"Kalian tidak bisa ikut pergi denganku, baiklah aku sedang terburu buru sampai jumpa nanti," ucap Erica.
Erica berjalan keluar dari kelas.
"Kenapa aku merasa jika Erica menyembunyikan sesuatu pada kita," ucap Putri.
"Apa maksudmu Putri?"
"Pasti ada sesuatu yang penting yang harus dia lakukan jadi biarkan saja dia pergi hari ini, besok saja kita nonton bioskop bersama sama," ucap Putri.
"Baiklah kalau begitu, kita akan pergi besok," ucap Rey.
"Lebih baik kita pulang saja sekarang," ucap Putri.
"Ehm, baiklah," ucap Rey.
Lalu Rey dan Putri keluar dari kelas dan pulang menuju kerumahnya masing masing. Sementara itu Erica pergi menuju kantor polisi dengan taksi, Cindy melihat Erica yang pergi sendiri karena penasaran lalu Cindy mengikuti Erica.
"Mau pergi kemana dia, sangat mencurigakan jika dia hanya pergi sendiri dan menggunakan taksi," ucap Cindy.
Lalu Cindy mengikuti Erica dengan menggunakan taksi. Setelah sampai di kantor polisi Erica turun dari taksi dan masuk ke dalam kantor polisi membuat Cindy merasa penasaran pada Erica.
"Apa yang dilakukan dia di kantor polisi? dia memang sangat ahli jika membuat orang penasaran," ucap Cindy.
"Apa nona ingin turun disini?" tanya supir taksi.
"Tidak kita lanjut saja pak," jawab Cindy.
Erica yang masuk ke dalam kantor polisi membuat Cindy menjadi sangat penasaran padanya.