
Setelah melihat semua itu Bu Vira merasa sangat penasaran dan ingin memastikan semua itu, dia ragu ingin memberitahu Rian sebelum memastikan semua itu dengan benar. Lalu Bu Vira berencana ingin mendatangi rumah itu dan menemui Dian dan langsung bertanya padanya tentang apa yang dia lihat barusan.
"Aku harus memastikannya sekarang sebelum mereka menghilang lagi," ucap Bu Vira.
Lalu dia turun dari mobilnya dan berjalan menuju rumah itu.
"Tok tok tok" Suara mengetuk pintu.
"Sinta, sepertinya ada yang mengetuk pintu?" tanya Dian.
"Benarkah? tapi siapa yang datang ke rumahku malam malam begini," ucap Sinta.
"Mungkin saja orang di dekat sini," ucap Dian.
"Baiklah aku akan memeriksanya dulu," ucap Sinta.
Lalu Sinta berjalan menuju pintu dan membukanya.
"Kreek" Suara membuka pintu.
"Siapa anda? dan ingin bertemu dengan siapa?" tanya Sinta sambil menatap Bu Vira yang ad di hadapannya.
"Aku ingin bertemu dengan Dian," jawab Bu Vira.
"Dian, tidak ada orang yang bernama Dian di sini, anda mungkin salah rumah," ucap Sinta.
Sinta mencoba menutup pintu rumahnya, tetapi Bu Vira menahannya sehingga dia tidak bisa menutup pintu itu.
"Jangan berbohong padaku, aku melihat sendiri kalian masuk kemari dengan membawa seorang wanita yang tidak sadarkan diri, siapa dia?" tanya Bu Vira.
"Aku tak mengerti apa yang kau katakan," ucap Sinta.
Bu Vira melepaskan tangannya dari gagang pintu itu sehingga Sinta terpental dan jatuh karena mendorong pintu itu. Mendengar ada keributan di depan rumah, Dian kemudian memeriksanya dan berjalan keluar dari dalam kamar menuju pintu rumah itu. Dian sangat terkejut melihat Bu Vira yang ada di hadapannya saat itu.
"Bu Vira!"
"Hai Dian, lama tidak berjumpa," ucap Bu Vira.
Melihat Dian yang muncul di hadapannya Bu Vira berjalan mendekatinya, Dian menjadi sangat panik dan takut jika dia ketahuan menyembunyikan rahasia selama ini.
"Sedang apa kau di sini Bu Vira?" tanya Dian.
"Seharusnya aku yang bertanya padamu, bukankah seharusnya saat ini kau telah kembali ke rumah Tuan Rian untuk bekerja, tapi malah kau kemari bersama wanita ini," ucap Bu Vira sambil menatap Dian.
Sinta yang terjatuh dia langsung berdiri dan mendekati Dian.
"Apa kau mengenal wanita ini?" tanya Sinta.
"Tentu saja aku sangat mengenalnya, dia juga bekerja pada Tuan Rian, dia bekerja sebagai pengawal pribadinya dulu, tapi sudah selama satu tahun ini aku tak melihatnya dan sekarang tiba tiba dia muncul di sini menemuiku," jawab Dian.
"Dia seorang pengawal pribadi, berarti dia sangat pandai bela diri," ucap Sinta.
"Dia dulu mantan pasukan khusus, setelah keluar dari pasukan khusus itu ayahnya Tuan Rian mempekerjakanya," jawab Dian.
"Wow, Bu Dian kita harus berhati hati padanya," ucap Sinta.
"Sepertinya aku tidak perlu memperkenalkan diriku, karena Dian telah mengatakan semuanya," ucap Bu Vira.
"Apa tujuanmu datang kemari Bu Vira?" tanya Dian.
"Apa yang telah kau sembunyikan selama ini dari Tuan Rian?" tanya Bu Vira.
"Apa maksudmu aku tidak mengerti?" ucap Dian.
"Jangan pura pura bodoh kau, aku melihat ada seorang wanita yang kalian bawa kemari, dan wajahnya sangat mirip dengan nona Maya yang selama ini di cari oleh Tuan Rian, kenapa kau menyembunyikannya?" tanya Bu Vira.
"Aku tidak mengerti apa maksudmu, aku tidak menyembunyikan apapun dari Tuan Rian," jawab Dian.
"Jangan membohongiku, aku melihatnya sendiri tadi," ucap Bu Vira.
"Jadi wanita yang menanyaiku kemarin adalah dirimu Bu Vira," ucap Dian.
"Iya benar, aku telah menyelidikimu dari kemarin atas perintah Tuan Rian, jadi kau tidak perlu berbohong lagi padaku, dan kau juga menemui Tuan Irfan tadi siang di sebuah cafe, aku punya bukti jika kau menemuinya secara diam diam, lebih baik kau katakan yang sebenarnya sekarang," ucap Bu Vira.
"Bu Dian sepertinya dia sudah tahu semuanya, bagaimana ini, apa yang harus kita lakukan sekarang?" tanya Sinta khawatir.
"Jadi kau ingin tahu apa yang sebenarnya aku sembunyikan selama ini, ayo ikut aku ke dalam," ucap Dian.
"Baiklah," ucap Bu Vira.
Dian dan Sinta berjalan menuju ke sebuah kamar, Bu Vira mengikuti mereka.
"Kreek" Suara membuka pintu.
"Silahkan masuk," ucap Dian.
"Baik," ucap Bu Vira.
Lalu mereka masuk ke dalam kamar itu, ada seorang wanita yang berbaring di atas tempat tidur itu, Bu Vira kemudian mendekatinya dan menatap wanita itu.
"Apakah dia adalah nona Maya?" tanya Bu Vira.
"Iya betul Bu Vira, dia adalah nona Maya," jawab Dian.
"Bagaimana bisa dia ada bersamamu selama ini? Tuan Rian telah mencarinya selama satu tahun ini," ucap Bu Vira penasaran.
"Aku menyelamatkan nona Maya saat dia ingin di bunuh oleh Tuan Irfan dan juga kakakku," jawab Dian.
"Jadi bos besar itu memang benar benar kakakmu?" tanya Bu Vira.
"Iya betul, tapi aku selalu menentang kakakku, aku tak pernah sejalan dengannya selama ini, aku sangat merasa bersalah selama ini karena telah menyembunyikannya, tapi ini demi kebaikan nona Maya," jawab Dian.
"Tapi apa yang terjadi pada nona Maya? kenapa dia tidak bisa sadar?" tanya Bu Vira.
"Dia mengalami koma selama satu tahun ini, saat aku menyelamatkannya dari danau itu dia sudah tidak sadarkan diri sampai sekarang," jawab Dian.
"Kenapa kau merahasiakan ini semua?" tanya Bu Vira.
"Karena aku takut jika nona Maya akan di celakai lagi oleh Tuan Irfan dan juga kakakku," jawab Dian.
"Kita harus memberitahu ini pada Tuan Rian, pasti ada cara untuk menyembuhkan nona Maya," ucap Bu Vira.
"Apa Tuan Rian akan marah padaku karena menyembunyikan ini?" tanya Dian.
"Dia tidak akan marah padamu, malah dia akan berterimakasih padamu karena telah menyelamatkan nona Maya," jawab Bu Vira.
"Baiklah, terserah padamu saja Bu Vira," ucap Dian.
"Mungkin betul kata Bu Vira, siapa tahu Tuan Rian dapat mencari cara untuk menyembuhkan Maya," ucap Sinta.
"Aku akan menelpon Tuan Rian agar dia kemari," ucap Bu Vira.
"Iya," jawab Dian.
Lalu Bu Vira menelpon Rian untuk memberitahunya tentang semua itu dan memintanya untuk datang ke sana.
"Kring kring kring" Suara handphone berdering.
"Halo"
"Iya halo Bu Vira."
"Maaf Tuan saya baru bisa menelpon anda sekarang," ucap Bu Vira
"Bagaimana apa kau berhasil mendapatkan suatu petunjuk?" tanya Rian.
"Saya mendapatkan sesuatu yang lebih dari petunjuk Tuan, tapi tuan harus melihatnya sendiri kemari," jawab Bu Vira.
"Apa terjadi sesuatu Bu Vira?" tanya Rian penasaran.
"Ini hal yang sangat anda nantikan selama ini, saya tidak bisa memberitahu anda melalui telpon lebih baik anda melihatnya langsung," ucap Bu Vira.
"Baiklah kalau begitu, kirimkan alamatnya padaku, aku akan segera ke sana," ucap Rian.
"Baik Tuan, akan segera saya kirimkan alamatnya," ucap Bu Vira.
Lalu Rian menutup telponnya, Rian sangat merasa penasaran dengan yang di katakan oleh Bu Vira saat itu, Dia langsung mengambil kunci mobil dan menuju keluar rumahnya dan masuk ke dalam mobil dan pergi menuju ke alamat yang telah di kirimkan oleh Bu Vira saat itu.