ME And GHOST

ME And GHOST
Pembalasan 69



Ketiga wanita yang masuk ke dalam ruang sidang membuat Ibunya Rio sangat terkejut. Ternyata wanita yang datang ke ruang sidang adalah Reyna, Risa, dan Melinda. Nadira juga tidak menyangka jika mereka akan datang ke sidang itu.


"Kami juga korban dari Rio Pak Hakim!" teriak Mereka bertiga sambil berjalan mendekati Nadira yang sedang duduk di kursi saksi.


"Siapa kalian bertiga?" tanya Pak Hakim penasaran.


"Kami juga korban dari semua perbuatan Rio! kami akan menjadi saksi di sidang ini dan mengatakan semuanya yang telah kami ketahui!" ucap Reyna.


"Apa apaan mereka datang kemari! apa yang dilakukan orang yang mengawasi mereka kenapa bisa mereka sampai kemari!" ucap Ibunya Rio kesal.


"Kring kring kring" Suara handphone Ibunya Rio berbunyi.


"Kenapa lagi mereka menelponku," ucap Ibunya Rio sambil menjawab telpon dari orang suruhannya.


"Halo Bu sandra"


"Apa yang kalian lakukan? kenapa mereka semua bisa datang kemari!"


"Maaf Bu Sandra, mereka kabur dari kami! kami tidak sadar jika mereka telah pergi menuju kesana!"


"Dasar kalian semua tidak berguna!" ucap Bu Sandra kesal dan menutup telponnya.


"Apa yang terjadi bu?" tanya Ayahnya Rio.


"Ternyata mereka semua tahu jika telah kita awasi jadi mereka semua kabur dan pergi kemari," ucap Ibunya Rio.


"Bagaimana ini? apa yang akan kita lakukan bu?" ucap Ayahnya Rio Khawatir.


"Kita lihat apa yang akan mereka lakukan disini," ucap Ibunya Rio sambil menatap ketiga wanita itu.


"Kenapa kalian berubah pikiran dan mau datang kemari?" tanya Nadira penasaran.


"Setelah mendengar semua ucapanmu kemarin, kami memutuskan untuk membantumu melawan Rio dan keluarganya! jika kita hanya diam saja akan banyak korban yang lainnya seperti kita! apalagi kami juga ingin dia mendapatkan hukuman atas semua perbuatan jahatnya!" ucap Reyna sambil menunjuk kearah Rio.


Rio menjadi sangat gelisah dan ketakutan dengan kedatangan Reyna, Risa, dan Melinda di sidang itu.


"Bagaimana ini Rio? akan sangat sulit menyangkal ini semua jika mereka mempunyai bukti lain semua perbuatanmu," ucap Pak Haris khawatir.


"Aku juga tidak tahu jika mereka semua akan datang kemari," ucap Rio.


"Apa kalian semua punya bukti atas semua perbuatan Rio kepada kalian?" tanya Pak Alex jaksa yang memihak Rio.


"Tentu kami punya buktinya!" ucap Reyna.


"Ini ada rekaman suara Ibunya Rio Bu Sandra saat ingin menyuap kami dengan uang agar menutup mulut dan tidak datang kemari menjadi saksi!" ucap Reyna sambil menunjukkan handphonenya.


"Baiklah kita dengarkan dulu rekaman suara itu," ucap Pak Hakim.


"Kurang ajar ternyata dia merekam semua pembicaraan waktu itu!" ucap Ibunya Rio kesal.


"Hahahahaha" Maya Tertawa senang.


"Maya akhirnya semua kebenaran akan terungkap hari ini," ucap Tasya.


"Kita lihat apa lagi yang akan dilakukan wanita jahat itu setelah semuanya terbongkar," ucap Maya.


Rekaman suara di perdengarkan di ruang sidang semua orang yang berada disana mendengar semua percakapan Ibunya Rio dan ketiga wanita itu. Ibunya Rio benar benar merasa sangat marah dengan perbuatan reyna yang merekam semua pembicaraan mereka.


"Apa buktinya jika itu suara dari Bu Sandra?" ucap Pak Haris.


"Bisa di cek kebenaran suaranya! dan disamakan dengan Bu Sandra, Pak Hakim kejahatan Rio benar benar sangat keji! Dia menjebak kami dan meniduri kami semua bahkan ada yang sampai hamil dan dia memaksa menggugurkannya! setelah puas mendapatkan apa yang dia mau dia akan meninggalkan kami lalu memberikan uang agar kami menutup mulut dan tidak menuntutnya!" ucap Reyna.


"Anak dan ibu mereka semua sama sama sangat kejam," ucap Risa.


"Tapi bukankah kalian semua menerima semua uang yang telah diberikan oleh Rio dan Ibunya!" ucap Pak Haris.


"Tentu kami menerimanya karena terpaksa! dan asal tahu saja kami semua memang miskin tidak sekaya mereka! kami semua tidak memakai sepeserpun uang yang telah mereka berikan!" ucap Reyna.


"Kami juga akan mengembalikan semua uang yang telah mereka berikan kepada kami," ucap Melinda.


"Pak Hakim kami ingin Rio dihukum seberat beratnya atas semua kejahatan yang telah dia lakukan! sudah banyak korban berjatuhan atas kejahatannya!" ucap Risa.


Alex jaksa yang memihak Rio tidak bisa berkata kata apa apa lagi. Karena semua saksi dan bukti telah mengarah semua ke Rio. Pak Alex menatap Bu Sandra dan menggelengkan kepalanya memberikan isyarat jika Rio tidak bisa di bantunya. Bu Sandra yang melihat isyarat dari Pak Alex merasa sangat kesal.


"Kita tidak bisa menolong Rio jika semua bukti dan saksi mengarah pada Rio semua!" ucap Ibunya Rio kesal.


"Bagaimana ini bu? Rio akan mendapatkan hukuman yang berat!" ucap Ayahnya Rio khawatir.


"Ibu tidak tahu lagi harus berbuat apa! ternyata semua ini sudah diatur oleh Rosa dan Daniel! mereka sangat marah pada kita karena perbuatan Rio pada anaknya Erica! kenapa juga Rio harus bermain main dengan Erica!" ucap Ibunya Rio kesal.


"Banyak wanita lain malah dia memilih Erica! makanya kita bisa sampai disini! coba saja dia tidak mencelakai Erica semuanya tidak akan menjadi begini," ucap Ayahnya Rio.


Pak Haris juga memberikan isyarat pada Bu Sandra jika dia tidak bisa membantah semua pernyataan saksi dan bukti yang mengarah pada Rio.


"Rio! kau harus menerima semua hukuman yang akan dijatuhi padamu! aku tak bisa membantah semuanya lagi karena bukti bukti itu sangat kuat!" ucap Pak Haris pada Rio.


"Apa hukumanku akan berat Pak Haris?"


"Semoga saja tidak Rio!" ucap Pak Haris.


"Akhirnya ada keadilan untuk Tasya dan wanita wanita yang menjadi korban Rio! hukuman Rio pasti akan sangat berat," ucap Erica senang.


"Syukurlah Erica akhirnya Tasya mendapatkan keadilan," ucap Evan sambil menatap Erica.


"Iya Evan, dengan ini Tasya bisa pergi dengan tenang," ucap Erica.


"Baiklah setelah mendengarkan semua saksi dan bukti pada kasus ini saudara Rio dinyatakan bersalah," ucap Pak Hakim sambil mengetuk palunya.


"Akhirnya kita menang!" teriak Ibunya Erica.


Jaksa Pak Alex memberikan tuntutan hukuman untuk Rio pada Hakim. Pak Hakim membacanya dan menyetujui hukuman tersebut.


"Hukuman yang akan di terima oleh tersangka Rio adalah masa hukuman kurungan penjara seumur hidup!" ucap Pak Hakim sambil mengetuk palunya.


Ibunya Tasya sangat syukur mendengar putusan hakim yang telah menyatakan Rio bersalah dan mendapatkan hukuman seumur hidup. Ibunya Erica sangat senang akhirnya mereka memenangkan kasus itu dan mengalahkan Bu Sandra.


"Dengan ini sidang selesai," ucap Pak Hakim sambil mengetuk palunya.


"Tidak Rio!" ucap Ibunya Rio.


"Kau harus menerimanya Rio! kita akan mengusahakan pengurangan masa hukumanmu nanti," ucap Pak Haris.


"Baiklah Pak Haris," ucap Rio sedih.


"Akhirnya aku mendapatkan keadilan Maya," ucap Tasya sambil menetaskan air matanya.


"Syukurlah Tasya usaha kita selama ini tidak sia sia," ucap Maya senang sambil menatap Tasya.


Semua orang yang berada diruang sidang merasa sangat senang akhirnya Rio mendapatkan hukumannya. Ibunya Rio merasa sangat marah dan tak terima dengan putusan hakim. Setelah selesai sidang Rio langsung dibawa keluar dari ruang sidang menuju ke mobil tahanan untuk di bawa ke penjara.