
Keesokan paginya Rey langsung pergi ke sekolah, dia sangat tidak sabar ingin bertemu dengan Erica di dalam kelas. Setelah di dalam kelas Rey langsung menghampiri Erica yang sedang duduk di kursinya.
"Hai Erica, apa kabar?" tanya Rey menghampirinya.
"Kabarku baik hari ini," jawab Erica.
"Erica apa hari ini kau bisa ke rumahku? kita belajar bersama di rumahku, dan aku juga ingin mengenalkan dirimu pada ayahku."
"Ehm, kenapa kau ingin mengenalkan diriku pada ayahmu Rey?"
"Dia ingin sekali bertemu dan berkenalan denganmu Erica, karena aku pernah bercerita pada ayahku tentang dirimu yang menolongku waktu itu," jawab Rey.
"Ooo begitu."
"Erica kau bisa kan kerumahku hari ini? kita juga bisa sambil belajar aku memiliki perpustakaan yang cukup lengkap bukunya," ucap Rey.
"Ehm, baiklah aku akan ikut ke rumahmu tapi Putri juga ikut pergi denganku," ucap Erica.
"Baiklah aku akan mengajak Putri untuk ikut juga dengan kita," ucap Rey.
"Ok"
Lalu tidak lama kemudian Putri masuk ke dalam kelas.
"Erica!!!!" teriak Putri.
"Kenapa kau datangnya hampir terlambat?" tanya Erica pada Putri.
"Heem, hari ini aku sangat sial, bangun hampir kesiangan lalu mobil ayahku juga mogok di jalan! karena takut terlambat datang ke sekolah aku jadi naik bus kemari," ucap Putri sambil berjalan menuju ke kursinya.
"Kasian sekali sahabatku, nanti pulang sekolah aku akan mengantarmu dengan supirku," ucap Erica.
"Terimakasih Erica kau memang sahabat terbaikku," ucap Putri.
"Putri sepulang sekolah nanti kau mau ikut dengan Erica untuk main ke rumahku?" tanya Rey.
"Tentu aku sangat mau Rey! terimakasih karena telah mengajakku juga main kerumahmu," ucap Putri senang.
"Tentu saja aku akan mengajakmu juga karena kau juga teman baikku seperti Erica," ucap Rey.
"Rey, kau mengajak kami kerumahmu apa pacarmu tidak akan marah?" tanya Putri.
"Aku tidak punya pacar, jadi tidak ada yang akan marah jika kalian kerumahku! lagipula aku tidak pernah sama sekali berpacaran selama ini," ucap Rey.
"Benarkah Rey? laki laki setampan dirimu tidak pernah berpacaran sama sekali! aku tidak bisa mempercayainya," ucap Putri.
"Tapi memang begitu kenyataannya, aku tidak pernah mau berpacaran selama ini."
"Rey apa kau gay yang menyukai sesama jenismu?" tanya Putri.
"Apa katamu! mana mungkin aku menyukai sesama jenis! aku laki laki yang normal yang menyukai perempuan," teriak Rey.
"Jika begitu apa yang menyebabkanmu tidak ada kemauan untuk berpacaran selama ini?" tanya Putri penasaran.
"Itu karena aku ingin fokus belajar saja, lagi pula waktu itu aku belum menemukan gadis yang aku sukai," ucap Rey.
"Ehm, jadi sekarang apa kau sudah menemukan gadis yang kau sukai?"
Rey menatap Erica yang ada di sampingnya dengan mata yang penuh dengan cinta.
"Iya aku sudah menemukannya, tapi aku belum mengetahui apa dia juga akan membalas cintaku padanya! sepertinya akan sangat sulit untuk mendapatkan cintanya," ucap Rey.
"Kenapa kau menatap Erica? apa kau menyukai Erica?"
"Putri! apa yang kau katakan aku dan Rey hanya berteman dan tak bisa lebih dari itu," ucap Erica.
"Ooo iya aku lupa jika dirimu sudah memiliki seorang pacar," ucap Putri.
"Maksudmu Erica sudah punya pacar!" ucap Rey terkejut.
"Iya betul, apa kau tidak tahu jika Erica berpacaran dengan Evan kakak kelas kita?"
"Aku tidak mengetahuinya, aku juga kan baru saja pindah sekolah disini,"ucap Rey.
"Aku tidak pernah melihat Evan datang kemari untuk menemui Erica?"
"Dia sekarang masih berada di rumah sakit," jawab Putri.
"Kenapa dia bisa berada di rumah sakit?"
"Itu karena dia ingin menyelamatkan Erica dari tabrak lari, karena menolong Erica lalu dia yang tertabrak oleh mobil itu! tapi sekarang pelakunya juga telah meninggal dunia," ucap Putri.
"Ooo begitu, berarti Evan sangat berani sekali karena berani mengorbankan dirinya untuk menyelamatkan Erica," ucap Rey.
"Iya betul, aku saja sampai terharu mendengar pengorbanan Evan pada Erica."
"Apa kalian sedang membicarakan diriku?" tanya Erica sambil menatap Putri dan Rey yang sedang berbicara.
"Tidak kok, kita tidak membicarakanmu Erica," ucap Putri.
"Aku melihat cinta pada mata Rey untuk Erica, tatapan matanya sangat hangat jika menatap Erica," ucap Maya di dalam hati.
Tak lama kemudian pelajaran pun di mulai, Rey tak berhenti menatap Erica yang ada disampingnya.
"Apa aku telah terlambat untuk mendapatkan Erica? aku tidak menyangka jika Erica sudah memiliki seorang pacar, apa yangharus kulakukan agar bisa membuat Erica mencintaiku melebihi dari pacarnya yang bernama Evan itu," ucap Rey di dalam hati.
Melihat Rey yang terus menatapnya Erica merasa sangat tidak nyaman.
"Rey kenapa kau dari tadi tak berhenti menatapku? apa ada sesuatu di wajahku?" tanya Erica.
"Ah aku tidak menatapmu, kau salah melihat saja Erica," ucap Rey.
"Dia memang benar benar menatapmu Erica! sepertinya dia memang menyukaimu," ucap Maya.
"Aku tak ingin dia berharap banyak dariku," bisik Erica pada Maya.
"Sebenarnya dia juga laki laki yang cukup baik menurutku, tapi sayang kau sudah menjadi pacarnya Evan," ucap Maya.
"Kau berkata begitu psti karena dia tampan," bisik Erica.
"Sebenarnya iya karena dia tampan jadi aku menyukai laki laki ini," ucap Maya.
Setelah pulang sekolah Erica dan Putri pulang bersama dan pergi menuju rumahnya Rey, setelah sampai dirumah Rey, Putri sangat terkejut melihat rumah Rey yang sama besarnya dengan rumah Erica.
"Rey apa ini rumahmu?" tanya Putri.
"Iya betul, ini adalah rumahku! ayo kita masuk ke dalam," ucap Rey.
"Baik terimakasih Rey," ucap Erica sambil berjalan masuk ke dalam rumahnya Rey.
"Erica sepertinya Rey sama kayanya sepertimu, rumahnya sangat mewah dan besar seperti rumahmu," ucap Putri.
"Jangan berbicara seperti itu Putri, nanti Rey mendengarnya," ucap Erica.
"Ooo iya baiklah Erica aku tidak akan berbicara yang aneh aneh lagi," ucap Putri.
Maya melihat sekeliling rumahnya Rey.
"Dia memang anak orang yang kaya raya sepertimu Erica, dan dia juga sepertinya sama denganmu anak satu satunya! kenapa kalau orang kaya kebanyakan hanya memiliki anak satu atau dua padahal mereka sangat mampu untuk membiayainya," ucap Maya.
Setelah sampai di ruang perpustakaan Erica dan Putri sangat terkejut melihat koleksi buku Rey yang sangat banyak di dalamnya.
"Ayo masuk kemari, ini adalah perpustakaan milikku! aku sangat senang membaca buku jadi ayahku membuatkan perpustakaan pribadi untukku," ucap Rey.
"Pantas saja kau sangat pintar Rey, kau senang membaca dan belajar di perpustakaan sebesar ini," ucap Putri kagum.
"Kau memiliki hobi yang sangat bermanfaat Rey, sangat jarang sekali sekarang orang yang suka membaca buku apalagi jika dia seorang laki laki," ucap Erica sambil melihat buku buku Rey yang ada di perpustakaannya.
"Kalian adalah teman teman yang pertama aku ajak kemari, aku dulu sangat tidak suka orang lain masuk kemari dan menyentuh buku buku milikku," ucap Rey.
"Berarti kami sangat beruntung bisa kau ajak kemari," ucap Putri senang.
Erica dan Maya melihat berkeliling di perpustakaan milik Rey, Erica sangat menyukai hobi yang di miliki oleh Rey, pada saat melihat lihat di perpustakaan Erica melihat sesosok hantu wanita paruh baya yang berada disana, Maya pun juga melihatnya. Karena penasaran Maya mendekatinya tapi dia langsung pergi menghilang dari sana.