ME And GHOST

ME And GHOST
Kenyataan Yang Terungkap 90



 


 


Evan, Rey, dan Putri menunggu di ruang tamu, sedangkan Ibunya Erica menemui Erica di kamarnya untuk memberitahu dirinya jika Evan dan yang lainnya telah datang kerumahnya.


 


"Tok tok tok" Suara mengetuk pintu.


 


"Erica!" teriak Ibunya Erica dari luar kamar.


 


"Iya bu," jawab Erica.


 


"Kreek" suara membuka pintu.


 


"Sayang, apa kau masih istirahat?" tanya Ibunya Erica sambil masuk ke dalam kamar.


 


"Tidajk bu," jawab Erica.


 


"Evan dan teman temanmu sudah datang dan berada di ruang tamu sekarang," ucap Ibunya Erica.


 


"Baik bu, Erica akan bersiap siap dulu dan menyusul kesana," ucap Erica.


 


"Baiklah sayang, ibu tunggu di ruang tamu bersama dengan yang lainnya," ucap Ibunya Erica.


 


"Iya bu," jawab Erica.


 


Lalu ibunya Erica menutup pintu kamarnya.


 


"Erica, apa kau masih memikirkan tentang hantu jahat itu?" tanya Maya.


 


"Iya Maya, aku merasa jika dia juga pasti merasakan keberadaan kita, bisa jadi dia sudah mengetahui siapa kita," jawab Erica khawatir.


 


"Tapi kenapa aku tak bisa merasakan kehadiran hantu jahat itu," ucap Maya heran.


 


"Itu mungkin karena dia menutupi auranya dengan tubuh manusia yang dirasukinya, jika orang biasa atau hantu biasa tak akan bisa merasakan kehadiran dirinya," ucap Erica.


 


"Pantas saja aku tak bisa merasakan kehadirannya, tapi kau bisa merasakan aura nya,  berarti sekarang kekuatan spiritualmu telah bertambah kuat Erica," ucap Maya.


 


"Iya Maya, aku juga merasakannya saat ini, dan aku juga bisa merasakan kehadiran hantu jahat itu, aku rasa jika dia juga ada kaitannya denganmu Maya, kita harus segera menemuka wanita itu," ucap Erica.


 


"Bukankah kau akan menelpon Rian dan bertemu dengannya?" tanya Maya.


 


"Sebelum aku menelponnya, aku harus membicarakannya dengan Evan terlebih dahulu," jawab Erica.


 


"Lebih baik jika hari ini kau mencari kesempatan berbicara berdua dengan Evan tentang masalah ini, jadi kalian dapat segera bertemu dengan Rian," ucap Maya.


 


"Baiklah Maya, aku akan mengganti pakaianku dan menemui mereka di ruang tamu terlebih dahulu," ucap Erica.


 


Kemudian Erica bersiap siap dan mengganti pakaiannya, sementara itu ibunya Erica menemui Evan dan yang lainnya yang masih berada di ruang tamu.


 


"Maaf jika kalian menunggu lama, Erica masih bersiap siap dulu, maklumlah dia baru sembuh dari sakit," ucap Ibunya Erica.


 


"Tak apa apa tante, kami akan menunggu Erica," ucap Evan.


 


"Tentu, tante kami akan menunggu Erica dengan sabar," ucap Rey.


 


Melihat semua orang sudah berkumpul di ruang tamu Ayahnya Erica menghampiri mereka semua yang berada disana.


 


"Dimana Erica? apa dia masih ada di dalam kamarnya?" tanya Ayahnya Erica.


 


"Iya yah, Erica masih bersiap siap di kamarnya," jawab Ibunya Erica.


 


"Semuanya sudah siap, pesanan kita sudah datang sekarang masih di persiapkan oleh koki restoran dan Bik Mina di meja makan," ucap Ayahnya Erica.


 


"Baik yah, kita hanya menunggu Erica saja, mungkin sebentar lagi dia akan kemari," ucap Ibunya Erica.


 


Tak lama kemudian Erica datang berjalan menuju ke ruang tamu.


 


 


 


Putri berdiri dari tempat duduknya dan mendekati Erica lalu memeluknya.


 


"Erica, aku sangat mengkhawatirkanmu, apa kau sudah benar benar sembuh?" tanya Putri.


 


"Tentu Putri, aku sudah sembuh dan sekarang baik baik saja, besok aku juga sudah bisa kembali masuk ke sekolah," jawab Erica.


 


"Syukurlah kalau begitu, kami merasa kesepian jika kau tak hadir di sekolah," ucap Putri.


 


"Baiklah semuanya sudah berkumpul, ayo kita makan sekarang, semuanya juga sudah siap," ucap Ibunya Erica.


 


"Baik tante," ucap Evan dan juga Rey.


 


"Ayo Erica aku akan duduk disampingmu," ucap Putri.


 


"Baiklah Putri," ucap Erica.


 


Mereka semua berjalan menuju ke ruang makan, Evan duduk disamping Rey, Erica duduk di samping Putri. Rey tak melepaskan pandangannya dari Erica, karena dia benar benar sangat mengkhawatirkan Erica saat itu. Melihat Rey yang terus menatapnya kemudian Erica berbalik menatadan berbicara dengan Rey.


 


"Ada apa Rey? apa ada sesuatu yang ingin kau katakan padaku?" tanya Erica.


 


"Tidak ada Erica, aku hanya merasa tidak percaya melihatmu bisa sembuh dengan sangat cepat, aku sangat mengkhawatirkanmu kemarin, sampai tidurpun tidak nyenyak," jawab Rey.


 


"Betul Erica, aku pun sama seperti Rey, tidur tadi malam tidak nyenyak dan selalu memikirkan keadaanmu, Evan tak memberitahu jika kau tadi malam sudah sadar, baru tadi pagi dia mengatakannya kepada kami," ucap Putri sambil menatap Evan.


 


"Maaf jika aku terlambat memberitahu kalian," ucap Evan.


 


"Tidak perlu di permasalahkan, mungkin tadi malam Evan lupa karena dia merasa kelelahan, jadi tolong dimaklumi saja," ucap Ibunya Erica.


 


"Baik tante," ucap Putri.


 


"Ooo iya Evan, dimana Jenni? apa dia bisa datang kemari?" tanya Ibunya Erica.


 


"Kak Jenni, mengatakan jika dia tidak sibuk akan datang kemari nanti," jawab Evan.


 


"Maklum saja jika dia sibuk bu, karena dia seorang polisi wanita dan banyak pekerjaan yang harus dia lakukan," ucap Ayahnya Erica.


 


"Baiklah kalau begitu, kita mulai saja acara makan bersamanya sekarang," ucap Ibunya Erica.


 


Lalu koki restoran menyajikan semua makanan yang telah mereka siapkan di atas meja makan, banyak berbagai makanan dan minuman yang lezat dan tergolong mahal yang disajikan itu sampai meja makan itu penuh semua.


 


"Erica, apa semua makanan ini boleh dimakan? sepertinya ini semua makanan dan minuman yang sangat mahal," ucap Putri.


 


"Tentu saja kalian boleh makan semua makanan ini sampai kenyang, tante dan om akan merasa kecewa jika kalian tidak makan semua yang telah disajikan di atas meja makan ini," ucap Ibunya Erica.


 


"Baiklah tante dengan senang hati," ucap Putri.


 


"Terimakasih," ucap Evan dan juga Rey.


 


"Ayo silahkan dimakan semuanya," ucap Ayahnya Erica.


 


"Ehm, andai aku juga bisa makan bersama dengan mereka semua, sepertinya makanan dan minuman itu semuanya sangat mahal dan juga enak," ucap Maya di dalam hati.


 


Lalu mereka semua memulai acara makan bersama, sementara itu Jenni yang akan berencana datang kerumahnya Erica, dia yang telah menyelesaikan semua pekerjaannya dengan cepat karena ingin menemui Erica yang baru saja sembuh.


 


"Akhirnya aku sudah menyelesaikan semuanya, sekarang aku harus pergi kerumahnya Erica, apa mereka telah memulai acara makan bersamanya, tapi jika aku pergi sekarang tidak akan terlambat juga karena rumahnya Erica tak begitu jauh dari sini," ucap Jenni.


 


Lalu dia mengambil tas dan handphonenya dan berjalan keluar dari kantor menuju mobilnya. Kemudian dia pergi menuju kerumahnya Erica, saat sampai dirumahnya Erica, Jenni melihat ada sebuah mobil yang berada di seberang jalan rumahnya Erica. Jenni merasa jika mobil itu ada seseorang di dalamnya yang sedang melihat ke arah rumahnya Erica.


 


"Kenapa perasaanku merasa jika orang yang berada di dalam mobil itu sedang mengamati rumahnya Erica," ucap Jenni di dalam hati.


 


Kemudian Jenni masuk ke dalam pintu gerbang rumahnya Erica dengan mobilnya, Jenni turun dari mobilnya dan berjalan masuk ke dalam rumahnya Erica.