ME And GHOST

ME And GHOST
Kenyataan Yang Terungkap 109



 


 


 


Bu Vira yang telah mendapatkan informasi dia kemudian menelpon Rian untuk segera memberitahu semuanya.


 


"Kring kring kring" Suara handphone berdering.


 


"Halo"


 


"Halo Bu Vira, aku baru saja ingin menelponmu," ucap Rian.


 


"Iya tuan, apa ada yang ingin anda katakan padaku?" tanya Bu Vira.


 


"Dian pelayan wanita yang dirumahku besok dia meminta izin satu hari untuk tidak bekerja, dia mengatakan ingin menyelesaikan suatu urusan besok, aku ingin kau mengikuti dirinya besok dan cari tahu siapa saja yang akan dia temui," jawab Rian.


 


"Baiklah tuan, aku akan mengikutinya besok," ucap Bu Vira.


 


"Ooo iya ada apa kau menelponku? bagaimana apa kau sudah menemukan rumahnya?" tanya Rian.


 


"Sudah tuan, sekarang aku berada di dekat rumahnya, aku juga telah memfotonya akan segera kukirimkan pada tuan," jawab Bu Vira.


 


"Lalu apa kau mendapatkan informasi lainnya di sana?" tanya Rian.


 


"Iya tuan, aku bertanya pada seorang wanita dan juga petugas keamanan di sini, dan mendapatkan beberapa informasi tentang Dian itu," jawab Bu Vira.


 


"Informasi apa yang telah kau dapatkan?" tanya Rian penasaran.


 


"Ada seorang wanita yang tinggal juga di dalam rumah itu sekitar satu tahun ini, wanita sekitar berumur 30 tahun, berkulit putih, dan berambut pendek, dia sangat jarang keluar rumah dan hanya sesekali saja keluar untuk berbelanja kebutuhannya, dia juga tidak bergaul dengan orang di sekitarnya dan tidak ada yang tahu namanya, menurut orang disini Dian mengatakan jika wanita yang ada dirumahnya dia adalah sepupunya, Dian juga pulang beberapa kali dalam sebulan kerumahnya," jawab Bu Vira.


 


"Mungkin saja besok dia akan pulang kerumahnya," ucap Rian.


 


"Bisa saja tuan, menurutku wanita yang sekarang berada dirumah itu sangat mencurigakan," ucap Bu Vira.


 


"Jadi bagaimana menurutmu? apa kau perlu menyelidikinya juga?" tanya Rian.


 


"Jika tuan mengizinkannya akuk juga akan menyelidiki wanita yang tinggal di rumah itu juga," ucap Bu Vira.


 


"Baiklah aku mengizinkanmu melakukannya," ucap Rian.


 


"Baik tuan, ada satu informasi lagi yang perlu aku katakan pada tuan," ucap Bu Vira.


 


"Informasi apa itu?" tanya Rian penasaran.


 


"Sekitar 3 tahun yang lalu ada 3 mobil mewah yang datang mengunjungi rumahnya Dian, mereka menggunakan pakaian serba hitam, dan salah satu dari mereka ada wanita yang wajahnya agak mirip dengan Dian, dia tampak seperti pimpinan dari orang orang itu, kemudian dia masuk ke dalam rumah dan seperti terjadi keributan di dalam rumah, tak lama kemudian wanita itu keluar dari rumah itu dengan wajah yang sepertinya sangat marah, lalu mereka semua langsung pergi dari sana, dan tak pernah muncul lagi kemari, itu saja informasi yang kudapatkan dari orang di sekitar sini tuan," ucap Bu Vira.


 


"Apa mungkin jika itu saudaranya yang kemungkinan bos besar, soalnya dari yang di katakan Erica bahwa bos besar itu bersaudara dengan wanita yang bernama Dian itu," ucap Rian.


 


"Benarkah Erica mengatakan itu pada anda tuan? darimana dia mendapatkan informasi itu?" tanya Bu Vira penasaran.


 


"Tentu saja dari tahanan yang bernama Yoga yang telah berhasil di tangkap oleh polisi waktu itu," jawab Rian.


 


"Iya tuan," ucap Bu Vira.


 


"Lebih baik kau lanjutkan besok saja, hari juga sudah malam jangan terlalu lama meninggalkan Bu Widia sendirian di rumah," ucap Rian.


 


"Baik tuan," ucap Bu Vira.


 


"Kemungkinan besok pagi pelayan wanita yang bernama Dian itu akan pergi dari rumahku, kau harus sudah siap pagi pagi untuk mengikutinya jangan sampai kehilangan kesempatan ini," ucap Rian.


 


"Baik tuan, aku akan segera kembali ke rumah dan melanjutkannya besok pagi," ucap Bu Vira.


 


 


"Besok saat mengikuti wanita yang bernama Dian itu aku juga akan menyelidiki wanita yang ada di dalam rumah itu," ucap Bu Vira.


 


Lalu dia pergi dari sana menuju pulang kerumah dan berniat untuk melanjutkan lagi penyelidikannya besok, sementara itu Rian masih merasa penasaran dengan seorang wanita yang juga tinggal di rumah itu.


 


"Siapa wanita yang juga tinggal di dalam rumah itu dan apa benar hubungannya dengan Dian adalah sepupu? kenapa aku merasa jika itu tidak benar, ada sesuatu yang sangat mencurigakan disini," ucap Rian.


 


Setelah sampai di dalam rumah, Bu Vira langsung turun dari mobilnya dan masuk ke dalam rumah, Bu Vira membuka pintu dengan menggunakan kunci rumah yang di milikinya.


 


"Kreek" Suara membuka pintu.


 


"Vira! kau baru pulang?"


 


"Bu Widia, anda belum tidur hari sudah malam?"


 


"Aku belum bisa tidur, jadi aku sekalian saja menunggumu pulang," jawab Ibunya Maya.


 


"Tidak perlu menungguku, Bu Widia bisa langsung tidur saja," ucap Bu Vira.


 


"Ah tidak apa apa, bagaimana dengan urusanmu? apa sudah selesai?" tanya Ibunya Maya.


 


"Belum selesai Bu Widia, mungkin besok pagi pagi sekali aku akan pergi lagi, apa anda tidak apa apa jika aku tinggalkan sendirian besok di rumah?"


 


"Tentu saja tidak apa apa, selesaikan saja semua urusanmu dengan baik, tak perlu mengkhawatirkakn aku," ucap Ibunya Maya sambil tersenyum.


 


"Baiklah kalau begitu, ayo kita pergi tidur sekarang, anda harus banyak beristirahat Bu Widia," ucap Bu Vira.


 


"Baiklah, kau juga harus berjanji padaku, harus selalu berhati hati di luar sana, karena kita tidak tahu kadang orang jahat itu ada di sekitar kita," ucap Ibunya Maya.


 


"Tentu Bu Widia, aku akan selalu berhati hati, anda tak perlu khawatir," ucap Bu Vira.


 


"Aku sudah bisa tenang jika kau telah berjanji padaku," ucap Ibunya Maya sambil tersenyum.


 


Karena telah hidup bersama dalam satu rumah selama satu tahun ini, membuat Bu Vira dan juga Ibunya Maya menjadi sangat dekat satu sama lain. Setelah mengantarkan Ibunya Maya ke kamarnya dan menstikan dia telah tertidur nyenyak, Bu Vira menuju ke kamarnya untuk mempersiapkan barang barang akan dia bawa dalam menyelidiki Dian dan wanita yang dia curigai itu.


 


"Aku harus menyiapkan beberapa barang yang kemungkinan akan kuperlukan besok, aku tidak akan tahu apa yang akan terjadi besok, setidaknya aku harus selalu bersiap dan waspada dengan sesuatu kemungkinan yang terburuk, aku akan membawa semua perlengkapan senjataku untuk berjaga jaga," ucap Bu Vira sambil menyusun semua barang barang miliknya di dalam tas besar.


 


Sementara itu Erica dan Maya yang telah berada di dalam rumahnya, Erica malam itu merasa sangat gelisah dan tidak bisa tidur.


 


"Erica! kenapa kau belum tidur?" tanya Maya.


 


"Entahlah Maya, aku sudah berusaha untuk tidur dan menutup mataku, tapi aku tidak bisa sama sekali tidur," jawab Erica.


 


"Apa ada sesuatu yang membuatmu merasa gelisah?" tanya Maya.


 


"Iya Maya, aku merasa jika akan terjadi sesuatu yang buruk, tapi entah itu apa? Seperti ada suara suara yang menyebutkan dan memanggil namaku dari kejauhan, aku merasa jika itu aura yang sangat jahat," jawab Erica.


 


"Apa ini perbuatan dari hantu jahat itu? tapi dia belum pernah bertemu denganmu ataupun diriku? bagaimana mungkin dia bisa mengetahui tentang kita?" ucap Maya.


 


"Bisa saja dia menemukanku Maya, walaupun belumm pernah bertemu, tapi dia bisa merasakan kehadiranku dengan merasakan kekuatan spiritual yang aku miliki, sama sepertiku aku pun bisa merasakan kehadiran dari hantu jahat itu," jawab Erica.


 


"Apa dia akan segera mendatangimu?" tanya Maya.


 


"Itu mungkin saja Maya, kita tetap harus waspada mulai saat ini, dia bukan hantu jahat biasa, aku bisa merasakan itu," jawab Erica khawatir.


 


Erica merasa sangat khawatir dengan kekuatan hantu jahat itu, Erica merasa jika dalam waktu dekat akan terjadi sesuatu yang buruk. Erica mengatakan pada Maya agar harus tetap waspada dan hati hati karena hantu jahat dan bos besar itu akan segera menjalankan rencana mereka.