ME And GHOST

ME And GHOST
Kenyataan Yang Terungkap 83



 


Setelah Evan dan Jenni pulang dari rumah sakit, ayah dan ibunya Erica keluar dari ruangan untuk membelikan makanan Erica dan makan malam mereka. Erica yang hanya sendirian di dalam ruangan, dia yang sangat penasaran dengan yang terjadi pada dirinya menanyakjan semuanya pada Maya.


 


"Akhirnya ayah dan ibu pergi juga dari sini," ucap Erica.


 


"Sepertinya ada yang ingin kau tanyakan padaku Erica," ucap Maya.


 


"Tentu saja Maya, ceritakan semuanya padaku, apa yang telah terjadi hari ini," ucap Erica.


 


Maya kemudian duduk di samping Erica dan menatapnya.


 


"Hari ini aku benar benar sangat takut jika akan terjadi sesuatu yang buruk padamu Erica, karena kau tiba tiba saja pingsan di sekolahmu tadi, apalagi setelah dokter bilang jika kau telah terkena racun yang cukup berbahaya," ucap Maya.


 


"Aku memang sebelum berangkat ke sekolah sudah merasa pusing, tapi kukira itu hanya pusing biasa lalu sat sampai di sekolah pusing itu bertambah parah, mungkin itu pengaruh dari racun yang di katakan oleh Kak Jenni, tapi bagaimana bisa kau memiliki rencana untuk merasuki adiknya Yoga, apa yang kau lakukan padanya sehingga dia mau mengatakan padamu tempat dia menyimpan penawar itu?" tanya Erica penasaran.


 


"Ehm, sebenarnya aku hanya sedikit mengancamnya saja," jawab Maya.


 


"Mengancam bagaimana maksudmu Maya?" tanya Erica.


 


"Begini yang sebenarnya terjadi tadi, saat Jenni dan Evan berniat untuk mencari penawar itu, aku mengikuti mereka sampai ke kantor polisi, sampai disana mereka bertemu dengan Yoga, tapi dia tidak ingin mengatakan tempat dimana dia menyimpannya, lalu di saat yang bersamaan adik peremupuannya datang kesana untuk bertemu dengan Yoga, kemudian aku mempunyai ide untuk merasuki adiknya, aku sedikit mencekik dan melemparnya di dalam ruangan itu, dan mengancam dirinya akan melenyapkan adik dan ibunya jika dia tidak mengatakan tempat penyimpanan dari penawar racun itu," jawab Maya.


 


"Lalu dia mengatakan semuanya?" 


 


"Iya tentu saja Erica, Evan juga kuberitahu saat itu, karena dia sedikit curiga padaku saat merasuki adiknya Yoga, sepertinya dia juga sekarang bisa mengetahui keberadaan diriku jika sedang merasuki seseorang," jawab Maya.


 


"Tentu saja, itu karena Evan telah mengenal dirimu dengan baik makanya dia bisa mengenali perilakumu saat sedang merasuki seseorang," ucap Erica.


 


"Ooo begitu ternyata," ucap Maya.


 


"Apa terjadi sesuatu yang lain Maya?" tanya Erica.


 


"Yoga mengatakan jika wanita yang bernama Dian itu bersaudara dengan bos besar, dan juga dia mengatakan jika bos besar itu sangat kejam dan sering melenyapkan orang lain yang akan menghalangi jalannya, bos besar itu juga memiliki kekuatan spiritual bisa dikatakan kemungkinan dia bersekutu dengan hantu yang sangat kuat," jawab Maya.


 


"Apa itu hantu tua yang katakan oleh Yuda, hantu itu kekuatannya sangat jahat dan selalu membawa kejahatan disekitarnya," ucap Erica.


 


"Aku juga menanyakan padanya tentang diriku, dia mengatakan jika hanya melihat diriku yang tidak sadarkan diri dan dibawa pergi oleh bos besar itu, sejak saat itu dia tidak melihatku lagi," ucap Maya.


 


"Menurutku kita harus menemukan wanita yang bernama Dian itu, jka kita bisa menemukannya pasti kita bisa menemukan bos besar yang merupakan saudaranya sendiri, tapi bagaimana kita bisa mencarinya," ucap Erica sambil berpikir.


 


"Kita saja sampai sekarang belum bisa menemukan keberadaan ibuku, dan sekarang kita harus mencari wanita yang bernama Dian itu," ucap Maya sedih.


 


"Andai saja kau bisa mengingat sedikit petunjuk tentang wanita yang bernama Dian itu, kita pasti akan mudah mencarinya," ucap Erica.


 


"Hem, entahlah aku juga bingung dengan diriku, kenapa aku sangat sekarang belum bisa mengingat sesuatu yang penting, padahal aku telah bisa mengingat Andre, Rian, Aira, Riki, dan juga Heru, tapi aku belum bisa mengingat wanita yang bernama Dian itu," ucap Maya sambil memegang kepalanya.


 


"Jangan menyalahkan dirimu sendiri, kita akan mencari tahu lagi," ucap Erica.


 


 


"Kenapa Rian menelponku? sepertinya dia menelpon saat diriku belum sadar? tapi siapa yang menerima telponnya?" 


 


"Mungkin dia menelpon saat aku masih pergi bersama Jenni dan juga Evan, bisa jadi yang menerima telpon itu ayah atau ibumu Erica," ucap Maya.


 


"Benar juga ucapanmu, aku akan menanyakannya pada ayah dan ibu nanti," ucap Erica.


 


"Erica, bagaimana jika kau meminta bantuan dari Rian untuk mencari wanita yang bernama Dian itu, siapa tahu dia mengenalnya karena dia adalah pacarku mungkin saja dia juga mengenalnya," ucap Maya.


 


"Benar juga katamu Maya, aku tidak memikirkan itu kesana, baiklah setelah aku benar benar sehat, akuu akan menemui Rian dan meminta bantuannya," ucap Erica.


 


"Entah kenapa aku merasa jika Rian masih merahasiakan sesuatu dari kita," ucap Maya.


 


"Aku pun merasa begitu, kita harus membuat Rian percaya pada kita dan bekerjasama untuk mencari petunjuk tentang dirimu Maya," ucap Erica.


 


"Tentu Erica, karena Rian adalah orang yang paling dekat denganku, pasti dia mengetahui sesuatu tentangku," ucap Maya.


 


Tiba tiba ayah dan ibunya Erica masuk ke dalam ruangan membawa banyak makanan untuk Erica.


 


"Sayang, maaf kau sendirian dan menunggu lama disini, ayah dan ibu membelikan banyak makanan dan minuman kesukaanmu," ucap Ibunya Erica sambil meletakkan semua makanan dan minuman itu di atas meja.


 


"Kami membelikan semuanya agar kau bisa cepat sehat," ucap Ayahnya Erica.


 


"Tapi tidak perlu membelikan sebanyak ini juga," ucap Erica.


 


"Kau baru sembuh dari sakit jadi harus banyak makan makanan dan minum minuman yang sehat dan bergizi," ucap Ibunya Erica.


 


"Benar kata ibumu sayang," ucap Ayahnya Erica.


 


"Setidaknya kau bisa menambah berat badanmu Erica dengan memakan ini semua," ucap Maya sambil tersenyum.


 


"Dasar kau, senang sekali jika melihatku sengsara di buat ayah dan ibuku," ucap Erica pelan pada Maya yang masih di sampingnya.


 


"Ooo iya sayang ibu lupa memberitahumu jika tadi siang saat kau masih belum sadar ada temanmu yang bernama Rian menelpon, ibu mengatakan jika dirimu sedang di rawat di rumah sakit, lalu dia datang kemari menjenguk dirimu bersama seorang wanita yang bernama Aira," ucap Ibunya Erica.


 


"Apa dia mengatakan sesuatu pada ibu?" tanya Erica.


 


"Dia tidak mengatakan apapun? dia hanya bertanya keadaanmu dan penyebab kau bisa masuk ke rumah sakit, lalu ibu menceritakan semuanya, tak lama kemudian dia pulang bersama wanita yang bernama Aira itu," jawab Ibunya Erica.


 


"Dia anak dari temannya ayah yang meninggal beberapa tahun yang lalu karena kecelakaan mobil, dia seorang anak tunggal yang kesepian, dan dia orang yang sangat tampan, tapi ayah mendengar gosip jika dia terkena penyakit yang cukup serius yang mengharuskan dia banyak istirahat, yang menjalankan perusahaannya sekarang sekretarisnya dan juga pamannya yang bernama Irfan, padahal ayah mengira jika Irfan itu tidak begitu tulus menolong Rian dalam menjalankan perusahaan karena dia dulu banyak menggelapkan uang perusahaan dari kakaknya, ayahnya Rian sering bercerita pada ayah dulu sewaktu dia masih hidup," ucap Ayahnya Erica.


 


"Sangat sayang sekali orang sekaya dan setampan Rian menderita penyakit yang cukup serius, kenapa tidak menimpa orang yang berwajah jahat saja," ucap Ibunya Erica.


 


Mendengar ucapan ibunya, Erica tersenyum Maya yang mendengar ucapan ayahnya Erica menjadi cukup sedih karena mengetahui hidupnya Rian yang sangat menderita dan kesepian saat itu.