
Setelah Erica menunjukkan semua uang yang mereka bawa membuat Bos itu merasa sangat senang melihat itu.
"Ternyata uang yang kalian bawa cukup lumayan membuatku sangat tertarik dengan kalian berdua."
"Jika kita membuat kesepakatan bos kami bisa memberikan lebih banyak uang lagi padamu untuk membeli barang di sini," ucap Erica.
"Baiklah kalau begitu, silahkan duduk kita akan berbicara tentang bisnis ini bersama."
"Terimaakasih," ucap Erica.
Kemudian Erica dan Evan duduk di sofa, bos itu kemudian berdiri dan pindah duduk di dekat Erica dan Evan.
"Aku sangat senang bisa mengenal kalian, perkenalkan namaku Yoga aku bos disini yang mempunyai bisnis ini, dan kalian sudah bersama asistenku kemari dia bernama Indri, siapa nama kalian berdua?"
"Namaku Erica dan dia Evan, kami tidak bisa mengatakan nama bos kami karena itu masih di rahasiakan," ucap Erica.
"Ooo tentu tidak apa apa yang penting dia setuju untuk berbisnis dengan kami, berapa banyak uang yang kalian bawa?" tanya Yoga.
"Kami membawa uang satu milyar, apa itu cukup untuk awal kami membeli barang darimu?" ucap Erica.
"Tentu itu sangat cukup, dan barang yang kalian beli juga cukup lumayan untuk pertama menjalankan bisnis ini, tapi apa kalian tidak merasa berbahaya jika membawa barang ini ke kota hanya berdua saja, polisi sekarang sangat gesit untuk menangkap kita," ucap Yoga.
"Kalau soal itu kau tak perlu khawatir, bos kami mempunyai banyak kenalan polisi yang jabatannya lumayan tinggi, tentu ini akan aman aman saja," jawab Evan.
"Hem ternyata bos kalian lumayan juga, apa dia orang yang sangat berpengaruh dan berkuasa sehingga kalian cukup berani melakukan ini?" tanya Yoga.
"Bisa di katakan begitu, bagaimana apa kami bisa melihat barang itu sekarang?" ucap Erica.
"Kalian benar benar tidak sabaran, baiklah aku akan memperlihatkannya pada kalian, Indri bawa barang itu kemari sesuai dengan harga yang mereka tawarkan," ucap Yoga.
"Siap bos," jawab Indri.
Kemudian Indri keluar dari ruangan itu menuju tempat mereka menyimpan narkotika itu bersama dengan pengawalnya yang lain.
"Kalian tunggu saja dulu, Indri akan mengambilkannya untuk kalian," ucap Yoga.
"Baiklah kami akan menunggunya," ucap Evan.
"Erica kau harus berhati hati dengan orang yang bernama Yoga ini, sepertinya dia orang yang sangat berbahaya," ucap Maya yang ada di samping Erica.
"Aku merasa penasaran dari siapa kalian mengetahui jika kami menjual barang ini?" tanya Yoga penasaran.
"Itu hal yang sangat mudah kami hanya tinggal bertanya saja kepada orang yang pernah bertransaksi dengan anak buahmu," jawab Erica.
"Ehm, jawaban yang masuk akal, tampaknya kalian berdua anak anak yang sangat pintar dan berani, aku sangat menyukai kalian, bagaimana jika kalian berdua bekerja saja padaku, kalian akan mendapatkan uang yang sangat banyak serta bisa bertemu dengan bos besar," ucap Yoga.
"Apa maksudmu dengan bos besar? apa ada bos lain selain dirimu?" tanya Evan.
"Hahahahaha, tentu saja di atasku ada bos lain yang memiliki semua ini, aku hanya bos di wilayah ini dan dia pemilik bisnis ini dari semua daerah dan kota," jawab Yoga sambil tertawa.
"Apa hanya orang orang tertentu yang bisa bertemu dengan bos besar?" tanya Erica.
"Tentu saja, dia tidak ingin bertemu dengan sembarangan orang, dia sangat kejam dan tidak suka dengan orang yang terlalu banyak berbicara, aku saja hanya bisa bertemunya saat saat tertentu saja," jawab Yoga.
"Apa dia seorang wanita atau laki laki?" tanya Evan.
"Dia seorang wanita," jawab Yoga.
"Siapa nama bos besar kalian?" tanya Erica penasaran.
"Kenapa kalian sangat penasaran dengan bos besar kami? sama seperti kalian kami tidak bisa mengatakan namanya kepada sembarangan orang, apalagi kalian orang baru yang bergabung dengan kami," jawab Yoga.
"Aku hanya penasaran saja dengannya, dia pasti wanita yang sangat hebat memiliki bisnis yang sangat besar seperti ini," ucap Erica.
"Tentu saja kami juga sangat takut padanya dia juga banyak mengenal orang orang penting di kota, sebaiknya kalian jangan macam macam dengannya, karena kami tidak akan segan segan membunuh orang yang berniat untuk menghancurkan bisnis kami," jawab Yoga.
"Tentu saja, kami tidak mungkin melakukan itu," jawab Evan.
"Baguslah kalau begitu," ucap Yoga.
"Dia mulai menakuti nakuti Erica dan juga Evan," ucap Maya di dalam hati.
"Ternyata bos mereka adalah seorang wanita, apa dia wanita yang menemui Maya yang bernama Dian itu?" ucap Erica di dalam hati.
Tak lama kemudian Indri dan pengawal pribadi Yoga masuk ke dalam ruangan dengan membawa tas kecil yang berisi narkotika sabu sabu.
"Apa kalian sudah membawanya?" tanya Yoga.
"Ini bos barangnya telah kami siapkan," jawab Indri.
"Taruh diatas meja agar mereka bisa memeriksa terlebih dahulu," ucap Yoga.
"Baik bos," jawab Indri.
Lalu Indri menaruh tas kecil yang berisi narkotika itu di atas meja.
"Silahkan kalian periksa barangnya, kualitas yang kami tawarkan benar benar sangat bagus dan paling baik dari pengedar lainnya," ucap Yoga.
"Baiklah kami akan memeriksanya," ucap Evan.
Evan lalu membuka tas yang berisi narkotika itu dan memeriksanya.
"Ini ternyata benar benar narkotika," ucap Evan di dalam hati.
"Bagaimana apa kalian setuju untuk membelinya?" tanya Yoga.
"Barangnya benar benar asli dan sangat bagus, tentu kami akan membelinya dan menjadi pelanggan tetap disini," jawab Evan.
"Pilihan yang sangat bagus," ucap Yoga tersenyum.
Evan mengedipkan matanya pada Erica untuk memberikan kode mengirimkan pesan pada Jenni agar segera menangkap mereka semua.
"Evan telah memberikan isyarat untuk mengirimkan pesan sekarang pada Kak Jenni," ucap Erica di dalam hati.
Dengan diam diam Erica mengirimkan pesan kode OK pada Jenni menggunakan handphonenya.
"Ting" bunyi pesan masuk di handphone Jenni.
Jenni membuka handphonenya dan membaca pesan dari Erica.
"Erica sudah mengirimkan pesan dengan kode OK, mereka telah berhasil mengelabui mereka dengan menunjukkan barang itu, baiklah sekarang gililran kita beraksi," ucap Jenni.
"Aku benar benar sudah tidak sabar ingin menghajar para berandal ini," ucap Riki.
"Tanganku juga sudah sangat gatal ingin memukul mereka semua," ucap Heru.
"Siapkan semua senjata yang kalian punya, sepertinya disana banyak orang yang harus kita hadapi," ucap Jenni.
"Tentu kami telah mempersiapkan semuanya, saatnya kita membalaskan perbuatan mereka kepada Maya," ucap Riki.
"Berdoa saja kita akan mendapatkan petunjuk tentang Maya dengan menangkap mereka semua," ucap Jenni.
"Ayo kita bergerak sekarang," ucap Heru semangat.
"Aku akan menghajar mereka habis habisan karena telah berani meremehkan seorang polisi wanita," ucap Jenni di dalam hati.
Kemudian Jenni, Riki dan juga Heru turun dari mobil dan berjalan menuju ke gedung tua itu dengan menyelinap secara diam diam masuk ke dalam sana.