
Maya dan tasya pergi dari rumah sakit dan langsung muncul di kamarnya erica. Maya langsung terjatuh dan lemas saat berada di kamarnya. Tasya yang melihatnya langsung memegangi maya dan membantunya duduk di atas kursi. Erica yang melihat maya langsung merasa khawatir dan bertanya kepada maya dan tasya apa yang telah terjadi.
"Maya!!" teriak tasya sambil memegangi maya.
"Aku tidak apa apa hanya pusing saja!" ucap maya.
"Mari kubantu duduk di atas kursi!" ucap tasya.
"Terimakasih tasya!" ucap maya sambil berdiri.
"Maya apa yang terjadi padamu? tasya kenapa dengan maya?" tanya erica khawatir.
"Aku tidak apa apa erica!" ucap maya sambil memegangi kepalanya.
"Kenapa wajahmu sangat pucat maya!" ucap erica khawatir.
"Tadi kita bertemu dengan dukun yang di bawa oleh orang tua rio!" ucap tasya.
"Terus apa yang terjadi?" tanya erica.
"Entahlah sepertinya terjadi sesuatu antara maya dan dia!" ucap tasya.
"Apa yang telah dia lakukan padamu maya?" ucap erica.
"Saat dia memegang tanganku aku bisa melihat sepintas kehidupan masa laluku erica!" ucap maya sambil gemetar.
"Terus apa yang kau lihat tadi maya? apa kau sudah ingat sesuatu?" tanya erica sambil menatap maya.
"Aku melihat seorang wanita di pinggir danau dan aku merasa seperti berada di dalam danau itu, tapi aku tak bisa bergerak! wanita itu tersenyum senang melihat diriku tenggelam di dalam danau itu!" ucap maya.
"Apa kau melihat wajah wanita itu?" tanya erica.
"Aku tak bisa jelas melihatnya masih samar erica!" ucap maya.
"Apa dia orang yang membunuhmu?" tanya erica.
"Aku tak tahu apa dia atau orang lain yang telah membunuhku! saat aku merasa berada di dalam danau aku merasa sesak tak bisa bernafas dan tubuhku tak bisa bergerak sama sekali!" ucap maya.
"Apa kau telah di racun oleh wanita itu sehingga kau tak bisa bergerak dan tak bisa bernafas!" ucap erica.
"Mungkin begitu maya! betul ucapannya erica mungkin wanita itu memang meracunimu dan kemudian membuang dirimu ke danau!" ucap tasya.
"Aku merasa sangat kedinginan dan ketakutan saat berada di dalam danau itu! tapi setelah dukun itu melepaskan tangannya dariku! aku merasa sangat lemas dan tak bisa berpikir!" ucap maya.
"Maksudmu saat dia menyentuhmu kau bisa melihat masa lalumu maya?" tanya erica.
"Iya erica! sepertinya dukun itu mempunyai kemampuan bisa melihat masa lalu seseorang! dan dia juga melihat apa yang telah aku lihat tadi!" ucap maya.
"Ehm jadi begitu ternyata!" ucap erica.
"Tapi sepertinya dia tidak terlalu memihak pada orang tuanya rio!" ucap tasya.
"Apa maksudmu tasya?" tanya erica.
"Dia tidak terlalu mengeluarkan semua kekuatannya saat menghadapi kami tadi erica! dia hanya memperingatkan kami saja!" ucap tasya.
"Kalian tahu siapa nama dukun itu!" tanya erica.
"Sepertinya namanya kalau aku tak salah dengar tadi adrian!" ucap tasya.
"Adrian! nanti akan kucari tahu siapa dia sebenarnya!" ucap erica.
"Sepertinya dia bukan orang biasa erica!" ucap maya.
"Kita juga perlu menyelidiki siapa dia maya! siapa tahu dia bisa membantumu untuk mengetahui masa lalumu! karena sekarang kau belum mengingat apapun!" ucap erica.
"Apa dia mau membantu maya!" ucap tasya.
"Ehm betul juga! kita harus mencobanya maya! siapa tahu dia bisa membantumu nanti!" ucap tasya.
"Maya aku akan berusaha melakukan apapun untuk membantumu!" ucap erica.
"Terimakasih erica! karena telah mau mambantuku!" ucap maya.
"Tak perlu mengucapkan terimakasih kepadaku maya! kau pun telah banyak membantuku dan juga membantu tasya!" ucap erica.
"Iya maya! kau telah banyak membantuku aku pun sangat berterimakasih kepadamu karena setelah bertemu denganmu dan juga erica, aku bisa mendapatkan keadilan dan membalaskan semua dendamku!" ucap tasya.
"Kita sama sama korban pembunuhan, jadi kita juga harus saling membantu dan menolong!" ucap maya.
"Jika nanti saat semua permasalahanku selesai disini mungkin aku akan menghilang pergi!" ucap tasya.
"Sebelum itu terjadi aku ingin mengucapkan terimakasih kepada kalian! karena telah membantuku selama ini!" ucap tasya sedih.
"Tak perlu mengucapkan terimakasih seperti itu tasya! aku dan maya ikhlas membantumu!" ucap erica.
"Aku merasa sangat beruntung telah bertemu dengan kalian di dunia ini walaupun aku telah menjadi seorang hantu!" ucap tasya.
"Kami pun sangat senang telah bertemu denganmu! walaupun kita bertemu dan bersama hanya dalam waktu yang singkat!" ucap erica.
"Aku berharap semoga maya dapat mengingat semua masa lalunya dan mengetahui siapa yang telah membunuhnya!" ucap tasya.
"Terimakasih tasya kau telah mengkhawatirkanku!" ucap maya.
"Jika kau tak ada lagi disini aku yang akan membantu maya nanti! tak perlu kau mengkhawatirkannya! aku akan membantu maya sampai semua masalahnya dapat selesai dan dia bisa pergi dengan tenang!" ucap erica.
"Kau sangat baik kepada kami erica! semoga hidupmu akan selalu bahagia dan dijauhkan dari segala sesuatu yang buruk!" ucap tasya.
"Aku sebelum bertemu dengan maya hanya seorang gadis biasa yang dibully oleh orang lain!" ucap erica.
"Kenapa kau bisa dibully oleh orang erica? bukankah kau sangat cantik, pintar, dan kaya?" tanya tasya penasaran.
"Penampilanku dulu tak seperti ini! aku biasa di panggil si culun di sekolahku! semua orang tak ada yang mau berteman! bahkan evan juga dulu tak menyukaiku!" ucap erica.
"Aku membantu erica merubah semua penampilannya dan membalas semua orang yang telah membullynya di sekolah!" ucap maya sambil tersenyum.
"Iya benar! maya yang telah mengubah duniaku membantuku memperbaiki penampilan dan membuat evan jatuh cinta padaku!" ucap erica tersenyum.
"Aku tak suka melihat orang lain yang di remehkan! apalagi jika di bully tanpa alasan yang jelas! maka aku membantunya sedikit agar lebih baik lagi! apalagi erica orangnya sangat baik hati!" ucap maya.
"Aku pun sangat bersyukur telah bertemu dengan kalian berdua yang telah membuat hidupku merasa lebih berarti!" ucap erica.
"Besok adalah hari yang sangat ku tunggu tunggu! semoga rio mendapatkan hukuman yang setimpal atas semua perbuatannya!" ucap tasya.
"Aku sangat yakin kita besok bisa membuat dia mendapatkan hukuman yang berat! semoga saja kita akan mendapatkan saksi saksi baru yang akan membantu kita nanti!" ucap erica.
"Apa maksudmu saksi saksi baru erica?" tanya maya penasaran.
"Menurut kabar burung yang kudapatkan jika ada banyak wanita yang telah disakiti oleh rio dan nasibnya hampir sama sepertimu tasya! hanya saja mereka tidak dibunuh oleh rio!" ucap erica.
"Apa kau tahu mereka siapa saja erica?" tanya tasya.
"Aku tidak mengetahui siapa saja mereka! aku hanya mendapatkan info dari orang orang yang berada di kampusnya! tetapi mereka tidak menyebutkan namanya!" ucap erica.
"Semoga saja mereka akan muncul di pengadilan besok! itu akan sangat membantu jika mereka mau menjadi saksi atas kejahatannya rio!" ucap maya.
"Semoga saja begitu! setidaknya kita mengetahui betapa bejatnya rio itu! tidak ada kata ampun untuk laki laki seperti dia!" ucap erica geram.
"Mungkin mereka pacar pacarnya rio sebelum diriku erica! aku tidak begitu mengetahui siapa mereka! kemungkinan itu karena rio telah menutup mereka dengan uangnya! jadi mereka tak berani berbicara apapun pada orang lain!" ucap tasya.
"Semoga besok sidang dapat berjalan dengan lancar dan hasilnya sesuai dengan apa yang kita harapkan!" ucap erica.
Maya merasa agak terhibur setelah berbicara dengan erica dan tasya. Erica sangat mengkhawatirkan keadaan maya setelah pulang dari rumah sakit dan bertemu dengan dukun itu. Tasya merasa gelisah karena sidang yang akan dilakukan besoknya. Erica sangat merasa yakin jika mereka dapat memenangkan sidang di pengadilan.