
Pak andre mengajukan semua pertanyaan kepada rio mengenai tasya dan erica. Namun rio menyangkal semua tuduhan itu. Sampai pak andre pengacara erica mengajukan semua pertanyaan yang menyudutkan rio dan membuatnya bingung untuk menjawab pertanyaan itu.
"Apakah anda jujur benar benar tidak melakukan semua tuduhan yang saya tujukan pada anda?" tanya pak andre pengacara erica.
"Iya saya tidak melakukan semua itu!" jawab rio.
"Bagaimana jika nanti kau terbukti bersalah dalam kasus ini?" tanya pak andre.
Rio terdiam mendengar pertanyaan dari pak andre. Rio menatap ayah dan ibunya yang duduk di belakangnya. Muka rio menjadi pucat dan gelisah dengan pertanyaan pak andre.
"Jika saya terbukti bersalah saya akan menerima semua hukumannya!" ucap rio sambil gemetar.
"Saya akan pegang janjimu rio!" ucap pak andre sambil menatap rio.
"Tentu!" ucap rio.
"Baiklah kalau begitu! saya sudah selesai mengajukan pertanyaan padamu!" ucap pak andre.
"Anda tidak ada pertanyaan lagi kepada tersangka?" tanya pak hakim.
"Tidak ada pak hakim!" jawab pak andre.
"Baik silahkan kembali ke tempat duduk!" ucap pak hakim.
"Baik pak hakim!" ucap pak andre sambil berjalan ke tempat duduknya.
"Baiklah setelah mendengar semua pertanyaan dan jawaban dari para pengacara dan tersangka hari ini saya akan menganalisa semua hasilnya hari ini! dan pada sidang selanjutnya kita akan mendatangkan para saksi disini untuk mendengarkan keterangan dari mereka semua! sidang selanjutnya akan di laksanakan 1 minggu lagi dari sekarang! Sampai bertemu kembali di sidang selanjutnya!" ucap pak hakim.
"Huuh untung saja sidang hari ini kita sangat di untungkan!" ucap ibunya rio senang.
"Tapi kita jangan senang dulu bu! sidang ini masih akan berlanjut! apalagi kita tidak tahu mereka akan mendatangkan saksi siapa saja yang dapat menyudutkan kita!" ucap ayahnya rio khawatir.
"Kau tak perlu khawatir yah! ibu akan mencari tahu siapa saja saksi mereka! sebisa mungkin kita harus membuat mereka memihak pada kita! jika perlu kita beri mereka uang!" ucap ibunya rio.
"Baiklah bu!" ucap ayahnya rio.
Hakim meninggalkan ruang sidang, karena rio telah di tetapkan sebagai tersangka untuk sementara rio akan di tempatkan di dalam penjara selama proses sidang berlangsung.
"Silahkan berdiri anda akan kami antar ke dalam penjara untuk sementara ini!" ucap pak polisi.
"Tunggu pak!" teriak ibunya rio sambil berjalan mendekati rio.
"Iya ada apa bu?" tanya pak polisi.
"Kenapa anak saya di tempatkan di dalam penjara sekarang? bukankah dia belum terbukti bersalah?" tanya ibunya rio.
"Untuk sementara rio harus di masukkan ke dalam penjara selama proses sidang berlangsung! karena anak anda sudah di tetapkan sebagai tersangka! jika anak anda terbukti tidak bersalah dia akan segera di bebaskan!" ucap pak polisi.
"Tapi!" ucap ibunya rio khawatir.
"Tidak apa apa bu sandra! rio akan di pisahkan dari tahanan lainnya! dia akan di penjara do ruangan khusus karena sekarang rio sedang menjalani perawatan medis karena belum sembuh total dari sakit!" ucap pak haris pengacara rio.
"Tapi haris! bukankah seharusnya rio di bawa ke rumah sakit saja! disana dia akan lebih terjaga dengan dokter yang berkualitas!" ucap ibunya rio khawatir.
"Tenang saja bu! kita juga mempunyai dokter yang berkualitas di penjara kok!" ucap pak polisi.
"Bu sandra juga pasti paham bukankah anda juga seorang pengacara! rio akan tetap di penjara sampai kasus ini selesai!" ucap pak haris.
"Tentu saja saya tahu itu haris!" ucap ibunya rio.
"Makanya jika bu sandra sudah tahu kita haris tetap mengikuti peraturan yang sudah ada!" ucap pak haris.
"Tenang saja kita pasti akan segera membebaskan rio!" ucap pak haris.
"Bagaimana anda semua sudah selesai berbicara! saya harus segera membawa saudara rio ke sel penjara!" ucap pak polisi.
"Baik pak silahkan kami sudah selesai!" ucap pak haris.
"Rio bertahanlah ibu akan secepatnya mengeluarkanmu dari penjara itu!" ucap ibunya rio sambil memegang tangan anaknya.
"Baik bu!" ucap rio.
Kemudian pak polisi membawa rio ke dalam mobil tahanan dan akan di bawa ke penjara. Ibunya erica yang melihat rio di bawa oleh polisi dia sangat senang melihat kesedihan dari orang tua rio yang melihat anaknya di masukkan ke dalam penjara.
"Kalau penjahat ya tetap saja penjahat tak usah menyangkal semuanya!" ucap ibunya erica sambil menatap ibunya rio.
"Anakku belum dinyatakan bersalah! sidang ini masih berjalan dan belum ada keputusan dari hakim! jangan asal bicara ya kamu!" teriak ibunya rio marah.
"Heeem tetap saja kalian tak akan lama bisa menyangkal semua tuduhan! rio pasti akan terbukti bersalah!" ucap ibunya erica.
"Kita lihat saja nanti!" teriak ibunya rio sambil berjalan keluar dari ruang sidang.
"Lihat tingkahnya penjahat itu! mereka benar benar membuatku jengkel!" teriak ibunya erica.
"Sudahlah sayang jangan terbawa emosi!" ucap ayahnya erica.
"Hanya saja aku benci pada mereka yah!" ucap ibunya erica.
"Sudahlah yang penting sekarang kita harus bersabar!" ucap ayahnya erica.
"Betul nyonya kita harus sabar menghadapi mereka! kebenaran pasti akan selalu menang!" ucap ibunya tasya sambil berjalan mendekati ibunya erica.
"Iya tante kita tetap harus sabar dan semangat menghadapi mereka!" ucap intan.
"Iya aku akan mencoba bersabar!" ucap ibunya erica.
"Saya pamit pulang nyonya dan tuan!" ucap ibunya tasya.
"Saya juga mohon pamit pulang! karena saya akan pulang bersama dengan tante cantik ini!" ucap intan sambil menatap ibunya tasya.
"Kau bisa saja menghiburku intan!" ucap ibunya tasya sambil tersenyum.
"Baiklah! tapi kalian akan di antar oleh supir yang tadi pulang kerumah masing masing!" ucap ibunya erica.
"Iya pak darmin supir kami yang akan mengantarkan kalian pulang ke rumah!" ucap ayahnya erica.
"Tidak perlu tuan dan nyonya! saya bisa naik bis saja! saya tak ingin merepotkan kalian!" ucap ibunya tasya.
"Tak perlu sungkan bu! kita hanya membantu sedikit saja kok! dan ini semua tidak merepotkan kami!" ucap ibunya erica.
"Baiklah kalau begitu! terimakasih bu atas tumpangannya!" ucap ibunya tasya.
"Sama sama bu! langsung saja berjalan ke depan gedung pak darmin akan menunggu kalian disana!" ucap ayahnya erica.
"Baik tuan! terimakasih untuk semuanya!" ucap ibunya tasya.
"Iya bu!" ucap ayahnya erica.
Ibunya tasya dan intan berjalan keluar gedung dan menunggu pak darmin menjemput mereka.
Sementara itu ibu dan ayahnya erica berbicara dengan pak andre pengacara mereka. Ibunya erica sangat penasaran dan ingin bertanya kepada pak andre mengenai kasus rio. Erica hanya menatap maya dan tasya yang nampaknya sangat kecewa dengan sidang pada hari ini.