
Sementara itu Rey yang masih berlatih bela diri taekwondo bertemu dengan teman satu club yang sama dengannya di tempat latihan yang bernama Andra. Melihat Rey yang berlatih dengan sangat serius dan tekun lalu Andra berjalan mendekati Rey yang masih berlatih.
"Sepertinya semakin hari kau semakin hebat saja Rey, kau sangat rajin latihan," ucap Andra.
"Iya Kak Andra, aku ingin menjadi kuat dan hebat agar bisa melindungi orang yang aku sukai," jawab Rey.
"Apa kau sedang menyukai seseorang?"
"Iya betul, aku menyukai seorang gadis yang pernah menolongku, dia sangat cantik dan juga pandai bela diri! dia menolongku dari anak anak yang jahat yang selalu menggangguku, dia menghajar mereka sampai babak belur dan kabur dari sana," ucap Rey.
"Wah, dia sangat hebat sekali jika ukuran seorang gadis."
"Aku sangat kagum dan menyukainya, melihat dia yang begitu hebat dan kuat membuat aku menjadi termotivasi agar bisa lebih darinya," ucap Rey.
"Tentu bagus dengan begitu kau dapat lebih giat berlatih, dia pasti akan bangga padamu Rey."
"Aku juga pernah merasakan apa yang kau alami, dulu aku juga di tolong oleh teman perempuanku di sekolah."
"Benarkah! orang sehebat dirimu dulu juga sering di ganggu orang lain?"
"Iya betul, aku dulu sering di bully oleh teman laki laki di sekolahku, mereka juga sering menghajarku sampai babak belur! tidak ada yang mau menolongku saat itu," ucap Andra.
"Kenapa tidak ada yang mau menolongmu waktu itu?" tanya Rey penasaran.
"Itu karena yang menggangguku anak yang paling di takuti oleh satu sekolah, mereka membiarkan diriku di bully habis habisan setiap hari, aku juga pernah merasa akan bunuh diri saja karena tak tahan dengan perbuatan mereka padaku," ucap Andra sedih.
"Lalu apa yang terjadi padamu?"
"Sampai suatu saat ada seorang gadis pindahan dari sekolah lain yang masuk ke sekolahku, karena melihatku yang terus di bully dan di hajar oleh anak anak yang jahat itu! lalu gadis itu mendatangi mereka saat aku sedang di pukuli di belakang sekolah," ucap Andra.
"Apa yang dia lakukan setelah menemui anak anak yang jahat itu?" tanya Rey.
"Dia berteriak pada mereka, hei kalian jika berani lawan aku! semua anak laki laki disana menganggap remeh dia karena seorang gadis! lalu mereka semua berniat untuk membully gadis itu juga sepertiku tapi kemudian yang terjadi malah sebaliknya, gadis itu menghajar mereka sampai babak belur sendirian," ucap Andra.
"Wah, dia hebat sekali persis seperti gadis yang aku sukai, kemudian apa yang terjadi padamu setelah dia membantu menghajar semua anak anak itu?"
"Dia mengatakan jika anak anak itu menggangguku lagi, dia akan memukul mereka lagi sampai mereka tidak bisa lagi menggunakan tangan dan kakinya! karena takut mendengar ucapan gadis itu, mereka semua kabur dan tak pernah menggangguku lagi," ucap Andra.
"Apa karena gadis itu, makanya kau berlatih bela diri juga?" tanya Rey
"Iya betul, aku mencari tahu semua tentang dirinya! dan mengikuti kemanapun dia pergi! karena dia berlatih disini makanya aku juga ikut masuk di club ini agar bisa selalu melihatnya setiap hari," ucap Andra.
"Apa kau berteman dengannya?"
"Dia gadis yang sangat ramah, aku juga berteman dengannya! tapi aku tak bisa mengatakan jika aku sangat mencintainya karena saat di depannya mulutku tak bisa berkata apa apa," ucap Andra.
"Sekarang dimana dia? aku tak pernah melihat gadis yang kau ceritakan itu disini?" tanya Rey.
"Kenapa kau tidak mendatangi rumahnya saja?"
"Aku sudah mencoba mencari kerumahnya tapi dia sudah pindah rumah dan tak ada yang mengetahui dimana dia sekarang! aku merasa sangat sedih karena tak bisa bertemu lagi dengannya! penyesalanku sampai saat ini karena tak bisa menyatakan cintaku padanya," ucap Andra.
"Mungkin jika kau mengatakan cinta padanya, dia juga akan mencintaimu?"
"Mungkin saja aku juga tidak tahu! aku masih bisa mengingat wajahnya yang sangat cantik itu."
"Apa kau punya fotonya?" tanya Rey.
"Ehm, tentu aku punya ini foto saat kami latihan bersama disini," ucap Andra sambil menunjukkan foto gadis itu yang ada di dompetnya.
"Wah, dia memang sangat cantik, wajar saja jika kau menyukainya," ucap Rey.
"Aku sangat berharap jika bisa bertemu lagi dengannya dan mengatakan jika aku sangat mencintainya," ucap Andra.
"Semoga itu akan terwujud kau bisa bertemu lagi dengannya," ucap Rey tersenyum.
"Makanya Rey jika kau memang mencintai gadis itu cepatlah menyatakan cinta padanya sebelum terlambat sepertiku," ucap Andra.
"Baiklah aku akan berusaha agar dia dapat menyukaiku seperti aku suka padanya," ucap Rey.
" Ayo kita pulang hari sudah malam," ucap Andra.
"Baik Kak Andra," ucap Rey sambil menuju ruang ganti dan mengganti pakaiannya.
Lalu Rey pulang kerumah dengan mobilnya, setelah sampai dirumah Rey berencana ingin mengajak Erica kerumahnya untuk di kenalkan pada ayah dan ibunya. Ibunya Rey sedang sakit dan di rawat di ruang khusus di dalam rumah. Rey mendatangi ibunya yang berada di dalam kamar dan terbaring di atas tempat tidur yang penuh di pasang peralatan untuk membantu pengobatan ibunya. Ibu Rey koma sudah lebih dari satu tahun sejak kecelakaan yang terjadi padanya.
"Ibu, apa kabar maaf Rey baru datang sekarang melihat ibu," ucap Rey sambil memegang tangan ibunya.
Ibunya Rey yang sudah lama koma membuat Rey dan ayahnya memutuskan untuk merawat ibunya dirumah saja agar bisa bertemu setiap saat.
"Bu, akhirnya Rey bertemu dengan seorang gadis yang telah membantu Rey waktu itu! Rey sangat merasa bersyukur bisa bertemu dengannya, berkat dia Rey menjadi bisa hidup lebih baik lagi, Rey sangat berharap ibu cepat sadar dan bisa bertemu dengannya nanti," ucap Rey sambil menatap ibunya yang terbaring di atas tempat tidur.
Setelah bertemu dengan ibunya, Rey langsung masuk menuju ke kamarnya dan beristirahat.
"Kenapa ibu bisa koma begitu lama, aku jadi sangat merasa kesepian dirumah! andai saja ibu bisa sadar kembali aku tidak akan merasa kesepian lagi," ucap Rey sedih.
Tanpa Rey tahu ayahnya mendengar ucapannya yang saat itu akan masuk ke kamarnya Rey. Lalu ayahnya menutup kembali pintu kamar Rey.
"Andai kau tahu Rey, ayah juga sangat sedih dengan apa yang telah terjadi pada ibumu! sejak kecelakaan waktu itu sampai sekarang ibumu tak pernah sadar dari komanya," ucap Ayahnya Rey sedih.
Lalu Ayahnya Rey pergi dari kamar anaknya, ibunya Rey mengalami kecelakaan mobil yang membuat kepalanya terluka dan harus di operasi. Semenjak itu ibunya Rey tak pernah sadar dan koma.