ME And GHOST

ME And GHOST
Pembalasan 43



Maya dan tasya pergi menemui nadira untuk menyelidikinya. Maya dan tasya muncul di sebuah kamar, Maya melihat sekeliling kamar itu banyak foto foto nadira yang terpajang. Disana maya dan tasya melihat sesosok wanita yang mengenakan pakaian tidur yang sedang duduk sambil meminum bir. Maya dan tasya terkejut melihatnya ternyata dia adalah nadira.


"Maya itu kan nadira!" ucap tasya terkejut.


"Iya dia nadira! sepertinya dia sudah sangat mabuk!" ucap maya sambil mendekati nadira.


"Lihat foto foto yang terpajang di kamar ini maya! dia sepertinya juga seorang fotomodel!" ucap tasya.


"Tidak heran jika dia seorang fotomodel! dia memang wanita yang cantik dan memiliki tubuh yang bagus!" ucap maya.


"Sangat kasian melihatnya kehidupan dia pun juga telah dirusak oleh rio!" ucap tasya.


"Setidaknya dia masih beruntung masih hidup!" ucap maya.


"Iya maya!" ucap tasya.


"Dasar laki laki brengsek kau telah meninggalkanku, merusak masa depanku dan hidupku!" teriak nadira sambil melihat foto rio yang ada di handphonenya.


"Ini fotonya rio!" ucap tasya.


"Benar itu foto rio waktu bersama dengannya!" ucap maya.


"Hiks hiks hiks! aku telah membunuh anakku sendiri karena kau dan ibumu! setelah kau melakukan itu padaku dengan teganya kau memutuskan hubungan kita!" ucap nadira sambil meminum bir.


"Sepertinya dia frustasi karena ditinggalkan rio!" ucap maya.


"Kenapa aku harus mencintai laki laki sepertimu! aku telah memberikan segalanya untukmu bahkan harga diriku sendiri! hiks hiks hiks!" ucap nadira sambil menangis.


"Sepertinya dia memang tidak berbohong pada erica!" ucap tasya.


"Dia termasuk wanita yang berprestasi! banyak piagam penghargaan yang di dapat olehnya! kenapa dia juga bisa terjebak dan termakan rayuan rio sepertimu tasya!" ucap maya.


"Akupun sepertinya sangat mencintai rio apa adanya! sebelum semua ini terjadi padaku!" ucap tasya.


"Makanya sebelum mencintai seseorang kau harus tahu siapa mereka sebenarnya! jangan asal memberikan sesuatu yang berharga padanya!" ucap maya sambil melihat sekeliling kamarnya nadira.


"Iya maya maaf aku memang telah salah menilai laki laki!" ucap tasya menyesal.


"Setidaknya ada penyesalan darimu tasya! kita harus mencegah terjadinya korban lain lagi karena perbuatan rio dan keluarganya!" ucap maya.


"Iya maya!" ucap tasya.


"Keluarga kalian adalah keluarga monster! ibumu sangat menyeramkan seperti nenek sihir hahahahahaha!" ucap nadira mabuk.


"Dia sudah benar benar sangat mabuk berat!" ucap maya.


"Menurutku dia akan membantu erica!" ucap tasya.


"Entahlah kita belum tahu pasti apa dia mau membantu erica atau tidak!" ucap maya.


"Kupikir memang betul dia lebih cantik dariku maya!" ucap tasya sambil menatap nadira.


"Memang dia lebih cantik darimu tasya!" ucap maya sambil tersenyum.


"Wanita secantik ini saja bisa ditinggalkan oleh rio!" ucap tasya.


"Laki laki brengsek seperti rio dia hanya mencari kepuasan sesaat! saat sudah bosan dia akan membuangnya! seperti itulah laki laki yang brengsek menurutku!" ucap maya.


"Sangat sayang sekali wanita secantik ini bisa dirusak oleh rio! apalagi sampai hamil dan menggugurkan paksa kandungannya!" ucap tasya kasihan.


"Monster yang sebenarnya adalah ibunya rio bu sandra! dia sangat tega menyuruh membunuh semua bayi yang belum lahir ke dunia! padahal itu kalau dipikir pikir adalah cucu kandungnya!" ucap maya.


"Semoga saja keluarga mereka tak mendapatkan keturunan dengan rio dihukum penjara seumur hidup dan tak dapat menikah dengan wanita manapun!" ucap tasya kesal.


"Mereka juga telah membunuh anakmu yang belum lahir ke dunia! orang macam itu tak akan pernah berubah walaupun di hukum! sifatnya sudah melebihi iblis!" ucap maya kesal.


"Maya sepertinya dia sudah tidak sadarkan diri lagi!" ucap tasya sambil menatap nadira.


"Sepertinya juga dia hanya tinggal sendiri dirumah ini!" ucap maya.


"Orang tuanya mungkin tidak tinggal bersama mereka! tetapi dia memiliki saudara perempuan yang tinggal bersamanya!" ucap maya sambil melihat foto.


"Tapi dimana saudaranya kenapa tidak ada disini!" ucap tasya heran.


Tiba tiba terdengar suara langkah kaki dari luar kamar yang menuju ke arah maya dan tasya.


"Krekkk" suara membuka pintu kamar.


"Kak nadira!"


"Ini saudaranya nadira!" ucap maya sambil menatapnya.


"Kak nadira! kenapa kau mabuk lagi!" ucap saudaranya sambil berjalan mendekati nadira.


"Ternyata kau nadine! lihat kakak habis memarahi rio dan keluarganya! hahahahaha!" ucap nadira.


"Kau masih saja memikirkan mereka kak! sudah lupakanlah mereka jalanilah kehidupanmu yang baru!" ucap nadine sedih.


"Darimana saja kau nadine? ayo temani kakak minum sampai pagi!" ucap nadira.


"Lebih baik kakak istirahat saja! aku juga sangat lelah karena harus bekerja paruh waktu sambil kuliah! andai saja kakak tidak merusak hidup karena laki laki sialan itu! kita tak akan hidup begini! apalagi ayah sekarang sedang sakit, aku tidak mungkin memberitahu ibu dan ayah tentang keadaan kita sekarang!" ucap nadine sedih.


"Ayo kita bersenang senang malam ini nadine!" ucap nadira mabuk.


"Kakak kenapa kau sekarang menjadi seperti ini!" ucap nadine sedih.


"Hussss kenapa kau sedih nadine! jangan bersedih kita harus bersenang senang malam ini melepaskan semuanya hahahahaha!"


"Ayo kak ku bantu kau ke tempat tidur istirahatlah dulu!" ucap nadine sambil membantu kakaknya ke tempat tidur.


"Aku tidak ingin tidur! aku masih ingin minum nadine!"


"Besok nanti kakak minum lagi! sekarang kakak lebih baik tidur dulu!" ucap nadine.


"Haaah iya benar katamu nadine!" ucap nadira sambil memejamkan matanya.


"Semoga kakak akan cepat melupakan semuanya! dan bahagia seperti dulu lagi!" ucap nadine sambil menyelimuti kakaknya yang sedang tertidur.


Kemudian nadine mematikan lampu dan keluar dari kamarnya nadira.


"Sepertinya kehidupan nadira lebih sulit daripada yang kubayangkan!" ucap maya.


"Betul maya! dia benar benar tertekan dengan kehidupannya! apalagi ayahnya sekarang sedang sakit keras!" ucap tasya sedih.


"Adiknya ternyata bekerja paruh waktu sambil kuliah untuk membantu kakaknya!" ucap maya.


"Tapi bukankah nadira seorang fotomodel seharusnya bayarannya cukup tinggi! apalagi dia sangat cantik!" ucap tasya heran.


"Mungkin dia sudah tidak terlalu fokus lagi menjadi fotomodel karena frustasi saat ditinggalkan rio!" ucap maya.


"Kita harus menceritakan ini pada erica! agar dia bisa membantu nadira dan adiknya menjadi hidup yang lebih baik! siapa tahu ibunya erica bu rosa mau membantu biaya pengobatan ayahnya nadira!" ucap tasya.


"Betul juga katamu! siapa tahu dengan membantu kehidupannya dia akan mau menjadi saksi di pengadilan nanti!" ucap maya.


"Iya maya! besok kita harus memberi tahu erica semua yang kita ketahui tentang nadira dan keluarganya!" ucap tasya.


"Baiklah kita akan memberitahu semuanya kepada erica besok pagi!" ucap maya.


"Akhirnya kita bisa membantu nadira!" ucap tasya senang.


"Ayo kita pergi dari sini!" ucap maya.


"Baik maya!" ucap tasya.


Setelah mengetahui semua kebenaran tentang nadira dan keluarganya, maya dan tasya pergi dari kamarnya nadira. Maya dan tasya berniat memnberitahu semua informasi yang mereka dapatkan kepada erica. Dan berharap erica dan keluarganya dapat membantu nadira dan keluarganya.