ME And GHOST

ME And GHOST
Kenyataan Yang Terungkap 50



 


 


 


Setelah masuk ke dalam rumahnya Yuda, Erica dan Evan duduk di ruang tamu. Erica melihat banyak piala dan medali yang di dapatkan oleh Yuda semasa dia masih hidup dulu.


 


 


 


"Tunggu sebentar saya akan membuatkan minum dulu untuk kalian," ucap Ibunya Yuda.


 


 


 


"Tak perlu repot repot bu," ucap Erica.


 


 


 


"Tak apa apa tunggu sebentar disini."


 


 


Lalu ibunya Yuda pergi ke dapur untuk membuatkan minuman.


 


 


 


"Erica! apa yang ada di foto itu hantu yang kau lihat?" tanya Evan.


 


 


 


"Iya betul, itu adalah dia," jawab Erica.


 


 


 


"Dilihat dari semua foto yang ada disini, dan juga piala dan medali yang dia dapatkan sepertinya dia seorang siswa yang berprestasi di sekolahnya," ucap Evan.


 


 


 


"Aku juga merasa heran anak yang berprestasi bisa di bully oleh teman temannya di sekolah itu sangat aneh menurutku," ucap Erica.


 


 


 


"Betul itu Erica, sepertinya ada sesuatu yang aneh," ucap Evan.


 


 


 


Maya melihat lihat sekeliling rumahnya Yuda.


 


 


 


"Ternyata kau murid yang sangat pintar dan berprestasi di sekolah, sangat sayang sekali kau melakukan bunuh diri, kau bisa saja menjadi orang yang sangat berhasil dengan memanfaatkan kepintaranmu," ucap Maya.


 


 


 


"Sebenarnya karena kepintaranku yang membuat semua anak anak di sekolahku menjadi membullyku," jawab Yuda.


 


 


 


"Apa maksudmu?" tanya Maya.


 


 


 


 


"Karena merasa iri dengan kepintaran yang kumiliki banyak murid lain yang membenciku karena aku murid pintar dari kalangan orang miskin dan seorang anak yatim," jawab Yuda.


 


 


 


"Orang yang iri denganmu mereka benar benar anak anak yang menyebalkan! jika mereka bertemu denganku sudah ku buat jadi babak belur!" teriak Maya kesal.


 


 


 


"Begitulah yang terjadi padaku, aku berusaha menahan semuanya sendiri tanpa memberitahu semuanya pada ibuku, aku tak ingin dia menjadi sedih, tapi lama lama aku tak kuat menahan semuanya sampai aku memutuskan untuk melakukan bunuh diri saat itu," ucap Yuda.


 


 


 


 


"Kau tenang saja, mereka tak akan lepas dari hukuman tuhan, aku berdoa semoga mereka mendapatkan balasan atas semua perbuatan mereka," ucap Maya.


 


 


 


Kemudian ibunya Yuda membawakan minuman untuk Erica dan Evan dan menaruhnya di atas meja.


 


 


 


"Silahkan di minum."


 


 


 


"Terimakasih, maaf telah merepotkan," ucap Erica.


 


 


 


"Ah tidak apa apa, diriku sangat senang melihat temannya Yuda yang datang kemari, tapi sepertinya kalian tampak lebih muda dari anakku Yuda?"


 


 


 


"Kami bukan teman satu sekolahnya, hanya teman biasa saja di luar sekolah," jawab Erica.


 


 


 


"Ooo begitu, aku sangat senang jika anakku dulu memiliki banyak teman."


 


 


 


 


"Apa semua piala dan medali ini milik Yuda?" tanya Erica.


 


 


 


"Benar ini milik Yuda anakku, dia dulu memenangkan berbagai lomba di sekolahnya dan di luar sekolah, anakku sangat pintar dari kecil dia sudah mendapatkan berbagai penghargaan karena kepintaran yang dimilikinya."


 


 


 


"Ternyata Yuda sangat pintar waktu di sekolah dulu," ucap Evan.


 


 


 


"Apa ibu tahu penyebab Yuda sampai memutuskan untuk melakukan bunuh diri saat itu?" tanya Erica.


 


 


 


"Aku tak tahu kenapa Yuda melakukan bunuh diri, dia selalu ceria setiap hari saat berada di rumah, dia juga tak mengatakan apapun padaku, aku benar benar sangat terkejut saat tahu anakku bunuh diri saat itu." 


 


 


 


"Apa ibu tahu jika semasa di sekolah dulu jika Yuda sering di bully oleh teman temannya?" tanya Erica.


 


 


 


 


"Tidak, aku tidak mengetahuinya, pihak sekolah juga tidak mengatakan apapun padaku mengenai itu," jawab Ibunya Yuda.


 


 


 


Kemudian Erica menceritakan semuanya yang dia ketahui tentang Yuda pada ibunya, Ibunya sangat terkejut dan sedih tak menyangka jika anaknya di perlakukan seperti itu saat berada di sekolah dan di luar sekolah oleh teman temannya karena merasa iri dengan kepintaran yang di milikinya dan karena mereka orang yang miskin.


 


 


 


 


 


 


 


"Aku mengatakan semua yang kutahu tentang Yuda, aku harap ibu dapat sabardan ikhlas dengan kepergian Yuda," ucap Erica.


 


 


 


"Aku tak menyangka jika anakku mendapat perlakuan seperti itu selama ini, dia berusaha menutupi semuanya saat berada di rumah karena tak ingin aku merasa sedih, aku memang bukan ibu yang baik untuknya, hiks hiks hiks."


 


 


 


 


"Anda adalah ibu yang sangat baik yang telah membesarkan anak yang hebat seorang diri, Yuda sangat menyayangi dan mencintai ibunya," ucap Erica.


 


 


 


 


"Seharusnya aku bisa memberikan kehidupan yang lebih baik untuknya, tapi kami hanya orang miskin yang tak memiliki apapun, aku sangat berharap dulu jika anakku bisa menjadi orang yang sukses, tapi takdir berkata lain," ucap Ibunya Yuda sedih.


 


 


 


"Semuanya telah terjadi mungkin ini sudah menjadi pilihan Yuda, tapi Yuda sangat mencintai dan menyayangi ibunya," ucap Erica.


 


 


 


"Andai saja aku bisa bertemu dengannya walau hanya sebentar, tapi aku tidak mungkin bisa melakukannya," ucap Ibunya Yuda sedih.


 


 


 


"Aku pun ingin jika ibuku bisa melihatku dan aku dapat meminta maaf padanya dan mengatakan jika aku sangat menyayanginya," ucap Yuda sedih.


 


 


 


Erica menatap Yuda dan Ibunya yang sangat sedih, kemudian Erica memikirkan suatu cara agar mereka bisa bertemu satu sama lain walau hanya sebentar.


 


 


 


"Adrian pernah mengatakan padaku jika aku memiliki kemampuan khusus yang sangat kuat, mungkin aku bisa mencoba membantu mereka berkomunikasi satu sama lain," ucap Erica di dalam hati.


 


 


 


"Erica! kau sedang memikirkan apa?" tanya Evan.


 


 


 


"Sepertinya Erica mempunyai cara untuk membantu mereka," ucap Maya tersenyum.


 


 


 


"Aku akan membantu ibu berbicara dan bertemu langsung dengan Yuda," ucap Erica.


 


 


 


"Apa maksudmu Erica? bagaimana kau bisa membantu mereka bisa bertemu dan berbicara satu sama lain?" tanya Evan penasaran.


 


 


 


"Aku akan mencobanya Evan," jawab Erica.


 


 


 


"Apa maksudmu nak? Yuda sudah lama meninggal, bagaimana mungkin aku bisa berbicara dan bertemu dengannya," ucap Ibunya Yuda.


 


 


 


"Aku memiliki kemampuan khusus yang tak di miliki oleh orang lain, aku bisa melihat hantu dan membantunya berkomunikasih dengan manusia," jawab Erica.


 


 


 


"Maksudmu kau memiliki indera keenam, dan bisa melihat hantu?"


 


 


 


"Iya betul, sekarang Yuda berada di sini dan dia juga ingin bertemu dan mengatakan sesuatu pada ibunya," jawab Erica.


 


 


 


"Benarkah kau bisa membantuku melihat dan berbicara dengan Yuda?" 


 


 


 


"Aku akan mencobanya, apa ibu mau jika aku membantu?" tanya Erica.


 


 


 


"Jika kau memang bisa, aku sangat ingin melihat Yuda untuk yang terakhir kalinya."


 


 


 


"Baiklah aku akan membantunya," ucap Erica.


 


 


 


Erica kemudian berdiri dan duduk di dekat Ibunya Yuda.


 


 


 


"Ibu harus menutup mata dan jangan membukanya sebelum aku menyuruh ibu," ucap Erica.


 


 


 


"Baiklah."


 


 


 


Kemudia Erica memegang tangan ibunya Yuda.


 


 


 


"Yuda kau juga harus memegang tanganku jika ingin ibumu bisa melihat dan mendengar ucapanmu," ucap Erica.


 


 


 


"Baiklah Erica," ucap Yuda sambil memegang tangannya Erica.


 


 


 


Kemudian Erica menutup matanya dan mentransfer kekuatannya pada Ibunya Yuda agar bisa melihat dan mendengar ucapan Yuda.


 


 


 


"Bukalah mata ibu secara perlahan, ibu bisa mendengar dan melihat Yuda jika tetap memegang tanganku, tapi ibu tak bisa menyentuh Yuda karena dia telah menjadi hantu," ucap Erica.


 


 


 


"Baiklah, aku akan menuruti semua ucapanmu."


 


 


 


 


Kemudian ibunya Yuda perlahan membuka matanya, dia sangat terkejut dan senang melihat anaknya yang tepat berada di hadapannya. Air mata ibunya langsung mengalir tak tertahankan saat dapat kembali melihat anaknya yang telah meninggal dunia.