ME And GHOST

ME And GHOST
Kenyataan Yang Terungkap 127



 


 


Mereka semua merencanakan akan menangkap bos besar itu dan juga Irafan di saat yang bersamaan saat itu di rumahnya Dian.


 


 


 


"Evan, bukankah kakakmu seorang polisi, bisakah kita meminta bantuannya untuk menangkap bos besar itu dan juga Irfan besok?" tanya Rian.


 


 


 


"Tentu Pak Rian, aku akan bilang padanya setelah pulang dari sini nanti," jawab Evan.


 


 


 


"Lalu bagaimana kita bisa menangkapnya jika tidak ada bukti yang kuat?" tanya Erica.


 


 


 


"Cara yang sama saat aku memakai alat perekam untuk mengetahui pembicaraan antara Dian dan juga Irfan di cafe tadi siang," jawab Bu Vira.


 


 


 


"Kau tak perlu khawatir Erica, Bu Vira dia sangat ahli dalam mengintai dan mengawasi orang serta memasang alat perekam dan juga penyadap pada seseorang," ucap Rian.


 


 


 


"Aku akan memasangkan alat penyadap di rumahnya Dian dan juga alat perekam pada tubuhnya agar kita bisa mendengar dan merekam semua yang terjadi besok untuk menjadi bukti di kantor polisi nanti," ucap Bu Vira.


 


 


 


"Tapi jika Dian benar benar terlibat dalam kasus kecelakaan orang tuanya Pak Rian dan kasusnya Maya, bukankah dia akan di hukum juga?" tanya Erica.


 


 


 


"Tidak apa apa Erica, aku ikhlas jika harus di hukum karena perbuatanku, setidaknya aku akan bisa lebih tenang jika mempertanggung jawabkan semua perbuatanku di dalam penjara, kuakui memang diriku bersalah karena telah mengikuti perintah dari Tuan Irfan, aku sudah tahu itu salah tapi aku tetap melakukannya," ucap Dian.


 


 


 


"Tapi kau melakukan semua itu karena telah di ancam oleh Om Irfan, dan aku tidak menyalahkanmu dan memaafkanmu Dian, setidaknya kau mengakui semuanya dan telah meminta maaf dan membantu kami untuk memperbaiki semuanya," ucap Rian.


 


 


 


"Betul, malah kami seharusnya berterimakasih padamu, karena jika bukan karena bantuanmu Maya mungkin saat ini tidak mungkin bisa hidup, dan juga kita bisa dengan cepat dapat menangkap semua orang orang jahat itu," ucap Erica.


 


 


 


"Ooo iya Erica, besok bagaimana kau akan menghadapi hantu jahat yang berada di tubuh bos besar itu?" tanya Rian.


 


 


 


"Besok aku akan meminta bantuan pada seorang kenalanku yang bernama Adrian, dia sama sepertiku memiliki kekuatan spiritual, jadi dia nanti bisa membantuku untuk melawan hantu jahat itu," jawab Erica.


 


 


 


"Baguslah kalau begitu ada orang yang bisa membantu kita besok, jadi kita sudah menyusun semua rencana ini, Setelah Dian memancing mereka untuk mengatakan semua kejahatan yang telah mereka perbuat, saat itu kau dan temanmu yang bernama Adrian itu masuk untuk mengeluarkan hantu jahat itu dari tubuh bos besar itu dan melenyapkannya, setelah semua selesai Jenni dan polisi lainnya akan datang dan masuk ke dalam rumahnya Dian untuk menangkap mereka," ucap Rian.


 


 


 


"Baiklah kalau begitu, aku akan segera menghubungi Adrian dan mengirimkan alamat padanya," ucap Erica.


 


 


 


"Bu Vira tuliskan alamat rumahnya Dian dan berikan pada Erica dan juga Evan agar mereka besok bisa langsung ke sana untuk bersiap siap paginya," ucap Rian.


 


 


 


"Baik Tuan," jawab Bu Vira.


 


 


 


"Untung saja besok adalah hari libur, jadi kita bisa bersiap siap dari pagi," ucap Evan.


 


 


 


"Bu Vira besok pagi kau harus segera menyiapkan semua alat penyadap dan perekam di dalam rumahnya Dian, jangan sampai ada yang terlupa, dan juga pasangkan sebuah kamera tersembunyi agar kita bisa memantaunya dari luar rumah," ucap Rian.


 


 


 


"Baik Tuan," ucap Bu Vira.


 


 


 


Saat Rian masih berbicara dengan Bu Vira dan Erica, Dian yang biasa memberikan obat pada Rian dia menjadi khawatir karena Rian melewatkan waktu untuk memakan obatnya.


 


 


 


"Tuan, bukankah saatnya anda untuk minum obat malam ini, bagaimana jika terjadi sesuatu pada anda," ucap Dian khawatir.


 


 


 


"Aku lupa memberitahumu, mulai sekarang kau tidak perlu memberikanku obat lagi mulai sekarang," ucap Rian.


 


 


 


"Kenapa Tuan? bukankah saat ini anda sedang sakit yang serius?" tanya Dian heran.


 


 


 


 


 


 


"Apa maksud Tuan aku tidak mengerti? bukankah dokter juga mengatakan pada anda jika sedang mengalami sakit yang cukup serius saat ini," ucap Dian.


 


 


 


"Aku berbohong tentang sakitku selama ini, agar Om Irfan tidak mencurigaiku ketika aku melakukan penyelidikan untuk mencari Maya dan mengawasi perusahaan dari rumah melalui sekretarisku selama ini, aku memang sudah merasa curiga pada Om Irfan jika dia terlibat dengan kasus kecelakaan orang tuaku, dan juga dia berniat ingin merebut perusahaan dariku," ucap Rian.


 


 


 


"Syukurlah ternyata Tuan tidak sedang sakit, aku benar benar sangat mencemaskan tentang kesehatan Tuan selama ini," ucap Dian.


 


 


 


"Aku sangat berterimakasih padamu karena sangat mengkhawatirkanku selama ini dan selalu memberiku obat tepat waktu," ucap Rian.


 


 


 


"Tapi aku tidak pernah melihat Tuan membuang obatnya dan selalu saja obat itu sudah tidak ada dan juga di kotak sampah pun tidak ada, apa anda benar benar meminum obat itu?" tanya Dian penasaran.


 


 


 


"Aku membuangnya ke dalam toilet selama ini, makanya kau tidak pernah menemukannya," jawab Rian.


 


 


 


"Jadi apakah sekarang kita sudah selesai membicarakan rencana untuk besok?" tanya Erica.


 


 


 


"Iya Erica, kita sudah selesai besok pagi kita akan berkumpul di rumahnya Dian untuk mempersiapkan semuanya, lalu kita akan menunggu di luar rumah di dalam mobil yang agak jauh dari sana agar tidak ketahuan oleh mereka, dan juga kita usahakan untuk memakai mobil yang belum mereka lihat agar tidak di curigai," ucap Rian.


 


 


 


"Aku akan bertukar mobil dengan ayahku," ucap Evan.


 


 


 


"Untuk mobilku Tuan Irfan belum pernah melihatnya selama satu tahun ini Tuan," ucap Bu Vira.


 


 


 


"Dan aku akan membeli mobil yang baru agar Om Irfan tidak mengetahuinya, rencana kita besok tidak boleh gagal," ucap Rian.


 


 


 


"Maaf Tuan, bagaimana dengan nona Maya? bukankah dia ingin ikut terlibat dalam penangkapan besok?" tanya Bu Vira.


 


 


 


"Aku yang akan membawa Maya dengan mobilku kesana besok pagi," jawab Rian.


 


 


 


"Baik Tuan, tapi bagaimana dengan Ibunya Maya, dia pasti akan khawatir jika melihat Maya tiba tiba pergi besok," ucap Bu Vira.


 


 


 


"Besok aku akan bilang padanya akan membawa Maya untuk menemui dokter untuk memeriksanya agar dia tidak curiga, dan lebih baik malam ini Maya dan juga ibunya tidur saja di sini, karena ini adalah tempat yang paling aman yang tidak di ketahui oleh mereka," ucap Rian.


 


 


 


"Baik Tuan, besok saya dan juga Dian akan pergi bersama dan menyiapkan semuanya dengan baik," ucap Bu Vira.


 


 


 


"Baiklah, saya rasa kita sudah cukup membicarakan rencana kita untuk besok, dan lakukan tugas kalian masing masing dengan benar, lebih baik Erica dan juga Evan pulang sekarang pasti orang tua kalian akan cemas karena ini sudah larut malam," ucap Rian.


 


 


 


"Kalau begitu kami akan pulang sekarang dan sampai jumpa besok," ucap Erica.


 


 


 


"Erica, ini alamat rumahnya Dian," ucap Bu Vira memberikan selembar kertas yang berisi alamat Dian.


 


 


 


"Terimakasih Bu Vira," ucap Erica.


 


 


 


"Sama sama Erica, kalian harus berhati hati karena ini sudah malam," ucap Bu Vira.


 


 


 


"Iya Bu Vira," ucap Erica.


 


 


 


"Kami pamit pulang sekarang," ucap Evan.


 


 


 


Lalu Erica dan juga Evan pergi berjalan keluar dari rumah itu dan masuk ke dalam mobil, Evan mengantarkan Erica pulang ke rumahnya, setelah itu Evan pun langsung pulang ke rumahnya. Erica masih merasa ragu dengan dirinya sendiri untuk menghadapi hantu jahat itu besok, hanya Erica tak menunjukkan rasa khawatir dan keraguannya di depan semua orang saat itu karena tak ingin mengecewakan mereka semua.