ME And GHOST

ME And GHOST
Pembalasan 38



Evan mengantarkan erica pulang kerumahnya setelah selesai makan dari restoran. Evan merasa jika erica semenjak dari pergi ke toilet di restoran sikap erica menjadi sangat gelisah.


"Erica!" ucap evan.


"Iya evan!"


"Apa tadi terjadi sesuatu di toilet restoran? sepertinya setelah dari sana kau gelisah?" tanya evan penasaran.


"Nanti besok aku akan menceritakan semuanya padamu evan!" jawab erica.


"Kita sudah sampai di rumahmu!" ucap evan sambil menghentikan mobilnya.


"Terimakasih evan untuk hari ini! sampai jumpa besok di sekolah!" ucap erica sambil turun dari mobil evan.


"Sampai jumpa besok erica!" ucap evan.


"Sampai jumpa evan!" ucap erica.


Evan menjalankan mobilnya dan pergi pulang menuju ke rumahnya. Erica langsung masuk ke dalam rumahnya dan menuju ke kamarnya.


"Erica!!" teriak ibunya.


"Iya bu!"


"Apa evan langsung pulang?" tanya ibunya erica.


"Iya bu! erica mau ke kamar dan langsung beristirahat!" ucap erica.


"Apa kau tidak ingin makan malam dulu sayang?" tanya ibunya erica.


"Tidak bu! tadi erica sudah makan diluar bersama evan!" ucap erica sambil berjalan menuju ke kamarnya.


"Kenapa dia terburu buru pergi ke kamarnya?" ucap ibunya heran.


"Biarkan saja bu! mungkin erica lelah biarkan dia istirahat jangan di ganggu!" ucap ayahnya erica.


"Baiklah yah! ayo kita makan malam berdua!" ucap ibunya erica sambil menggandeng tangan ayahnya erica.


"Tentu ayo kita makan malam romantis berdua!" ucap ayahnya erica.


"Iya ayah sayang!" ucap ibunya erica.


Erica berjalan dan membuka pintu kamarnya untuk menemui maya dan tasya.


"Kreekk" Suara erica membuka pintu kamarnya.


Erica langsung menutup kembali pintu kamarnya dan mencari maya dan tasya yang berada di kamarnya.


"Maya tasya kalian dimana!" teriak erica.


"Iya erica ada apa!" ucap maya muncul tiba tiba di sampingnya erica.


"Kau mengagetkanku saja maya! dimana tasya?" tanya erica.


"Aku disini erica!" ucap tasya yang sedang duduk di atas tempat tidurnya erica.


"Ada apa erica sepertinya kau sangat gelisah?" tanya maya penasaran.


"Maya tadi waktu di restoran aku bertemu dengan wanita yang pernah dekat dengan rio!" ucap erica.


"Maksudmu mantan pacarnya rio?" tanya maya.


"Iya maksudku itu!" ucap erica.


"Darimana kau tahu jika dia mantan pacarnya rio?" tanya maya penasaran.


"Iya erica darimana kau bisa mengetahuinya?" tanya tasya penasaran.


"Tanpa sengaja waktu disana aku menjatuhkan tasnya dan melihat foto rio di dompetnya! Dia membuang foto rio ke tempat sampah! Sepertinya dia sangat membenci rio!" ucap erica.


"Apa dia juga disakiti dan ditiduri seperti mantan pacarnya yang lain?" tanya maya.


"Menurutku begitu maya! dia bilang aku harus menjauhi rio karena dia laki laki jahat! Begitu katanya!" ucap erica.


"Tapi memang benar rio selalu memanfaatkan semua wanita yang pernah dekat dengannya! sama sepertiku setelah mendapatkan apa yang dia mau dia akan meninggalkannya dan mencari wanita lain!" ucap tasya kesal.


"Tapi wanita itu tidak hamil sepertimu tasya?" tanya maya.


"Aku tidak tahu soal itu maya! karena menurut yang ku dengar rio selalu menutup mulut mereka dengan uang!" ucap tasya.


"Tidak salah jika tasya terpikat dengannya maya! rio memang sangat pintar dan tampan apalagi dia orang yang sangat kaya dan populer di kampusnya!" ucap erica.


"Memang aku sangat mencintainya waktu itu! sampai tak melihat kejahatan yang dia tutupi! aku memang sangat bodoh sampai tertipu olehnya!" ucap tasya sedih.


"Sudahlah tasya jangan bersedih! biarlah yang sudah berlalu sekarang kita harus fokus membalaskan dendammu pada rio dan keluarganya!" ucap erica mencoba menenangkan tasya.


"Maaf tasya jika perkataanku tadi menyinggung perasaanmu!" ucap maya.


"Tidak apa apa maya! memang aku yang bodoh bisa termakan rayuan dan kebohongannya!" ucap tasya sambil menangis.


"Lelaki seperti dia tak perlu kau tangisi! kita akan membuat dia menyesal atas semua perbuatannya kepada wanita yang pernah dia sakiti!" ucap maya kesal.


"Pertama tama kita harus mencari tahu tentang nadira wanita yang pernah menjadi mantan pacarnya rio!" ucap erica.


"Setahuku mantan pacarnya rio cukup banyak erica!" ucap tasya.


"Siapa tahu mereka nanti mau bersaksi melawan rio di pengadilan!" ucap maya.


"Itu yang kuharapkan maya! kita harus mencari orang orang yang membenci rio! mereka pasti mau membantu kita!" ucap erica.


"Apa kau tahu dimana kita dapat menemui dia erica?" tanya maya.


"Dia berkuliah di bima sakti itu tidak jauh dari sini!" ucap erica.


"Baiklah besok kita akan mencari dia dan menggali informasi dari dirinya!" ucap maya.


"Iya maya! besok sepulang sekolah aku akan minta evan untuk menemaniku kesana!" ucap erica.


"Betul jangan kau sendiri kesana kita tidak tahu situasi disana!" ucap maya.


"Apa dia pernah juga berkuliah di tempatku dan evan? sepertinya namanya tidak begitu asing ku dengar erica?" tanya tasya penasaran.


"Iya betul! dulu dia pernah berkuliah di tempatmu tasya! tapi semenjak putus dengan rio dia pindah kuliah ketempat lain!" ucap erica.


"Sepertinya dia juga dapat uang dari rio untuk menutup mulutnya dan pergi ketempat lain!" ucap maya.


"Menurutku begitu maya!" ucap erica.


"Baiklah kita putuskan besok untuk mencarinya!" ucap maya.


"Tapi bagaimana keadaanmu maya? Apa kau sudah merasa baikan?" tanya erica khawatir.


"Aku baik baik saja erica tak perlu khawatir! aku sudah beristirahat hari ini!" ucap maya.


"Syukurlah kalau begitu! kalau kau tasya apa kau tidak merasa sakit atau apa karena bertemu dengan dukun itu kemarin malam?" tanya erica.


"Aku tidak apa apa erica tak perlu khawatir!" ucap tasya.


"Aku sangat mencemaskan kalian berdua! aku benar benar takut jika kalian terluka!" ucap erica.


"Kau tidak perlu mengkhawatirkan kami erica! kami ini hantu, malah kami yang sangat mengkhawatirkanmu!" ucap maya.


"Iya erica! kami takut jika kau terluka karena menolongku untuk menyelesaikan kasus ini!" ucap tasya khawatir.


"Aku tak akan terluka karena ada kalian yang akan selalu melindungiku!" ucap erica tersenyum sambil menatap maya dan tasya.


"Kau gadis yang sangat baik erica! semoga tuhan membalas semua kebaikanmu kepada kami!" ucap tasya.


"Aku ikhlas membantu kalian! karena kalian adalah teman temanku tapi sayang!" ucap erica.


"Tapi sayang kenapa erica?" tanya maya penasaran.


"Aku tak bisa memeluk kalian berdua!" ucap erica sedih.


"Kau manusia dan kami hantu tentu kau tak bisa menyentuh kami erica!" ucap maya.


"Tak apa apa yang penting kalian selalu bersamaku!" ucap erica tersenyum.


"Tapi erica jika kasus ini selesai mungkin aku juga akan menghilang dan pergi! karena urusanku telah selesai di dunia ini!" ucap tasya sedih.


"Tak apa apa tasya yang penting kau pergi dengan tenang aku sudah sangat senang!" ucap erica.


"Terimakasih erica untuk semuanya!" ucap tasya.


"Sama sama tasya temanku! hari sudah malam aku akan mandi dan pergi tidur!"ucap erica.


Erica pergi mandi dan mengganti semua pakaiannya dengan pakaian tidur dan beristirahat di tempat tidurnya. Di dalam hati erica merasa sedih karena cepat atau lambat dia akan berpisah dengan maya dan tasya jika semua urusan mereka telah selesai di dunia mereka akan menghilang pergi.