
Karena tak ingin bertemu dengan ayahnya Rey yang akan datang ke kantor polisi Erica dengan cepat menyelesaikan semua urusannya dengan Jenni.
"Kak Jenni, aku sudah selesai! apakah sekarang aku boleh pulang?" tanya Erica.
"Kenapa kau ingin cepat pulang? apa kau tidak ingin bertemu dulu dengan Pak Jony mungkin dia sebentar lagi akan sampai kemari," ucap Jenni.
"Aku ingin cepat pulang karena tak ingin bertemu dengannya," ucap Erica di dalam hati.
"Erica kenapa kau tak ingin bertemu dengan ayahnya Rey?" tanya Maya.
"Mungkin Erica akan merasa bingung untuk menjelaskan semua ini, suamiku pasti bertanya pada Erica dimana dia mendapatkan semua bukti ini," ucap Ibunya Rey.
"Betul juga katamu Bu Clara, ayo kita pergi saja dari sini," ucap Maya.
Jenni berjalan mendekati Erica dan menatap wajahnya.
"Erica, kenapa kau diam saja dan tak menjawab pertanyaanku? bukankah lebih baik jika kau beretmu dengan Pak Jony, dia pasti akan berterimakasih padamu telah mengungkap semua ini," ucap Jenni.
"Bukannya aku tak ingin bertemu dengannya, hanya saja aku besok harus pergi ke sekolah dan hari sudah cukup malam nanti ayah dan ibuku akan cemas jika aku pulang terlalu malam," jawab Erica.
"Apa hanya itu alasannya? jika kau memang takut dimarahi oleh orang tuamu setelah pulang nanti, aku akan mengantarmu pulang dan menjelaskan semuanya pada mereka," ucap Jenni.
"Tak perlu Kak Jenni, aku membawa supirku kemari aku bisa pulang sendiri saja," ucap Erica.
"Baiklah kalau begitu tunggu sebentar lagi disini sampai Pak Jony datang kemari baru kau boleh pulang," ucap Jenni.
"Aduh bagaimana ini, pasti ayahnya Rey akan terkejut melihatku ada disini dan sebagai pelapor atas kasus ini," ucap Erica di dalam hati khawatir.
Tak lama kemudian ayahnya Rey sampai di kantor polisi dan masuk ke dalam ruangan Jenni, Erica dan ayahnya Rey sama sama terkejut melihat satu sama lain saat disana.
"Permisi apa ini ruangannya Bu Jenni?" tanya Ayahnya Rey.
"Iya betul, saya Jenni, apa anda yang bernama Pak Jony?" ucap Jenni sambil berjalan mendekati ayahnya Rey.
"Iya saya Jony yang anda hubungi tadi."
"baiklah sialhkan duduk," ucap Jenni.
Erica menundukkan kepalanya karena tak ingin melihat ayahnya Rey yang baru saja sampai disana, melihat Erica yang menundukkan kepalanya di hadapan dirinya ayahnya Rey merasa sangat heran.
"Siapa gadis ini?" tanya ayahnya Rey penasaran.
"Ah iya aku lupa memperkenal pada anda Pak Jony, dia adalah Erica yang melaporkan kasus ini pada kami," jawab Jenni.
"Erica? apa kita pernah bertemu sebelumnya?" tanya ayahnya Rey sambil menatap Erica yang masih menundukkan kepalanya.
"Aduh bagaimana ini? apa yang harus aku lakukan? apa tanggapan ayahnya Rey saat mengetahui aku orang yang melaporkan ini semua," ucap Erica di dalam hati.
"Sudah terlanjur Erica hadapi saja ayahnya Rey," ucap Maya.
"Suamiku orangnya sangat baik kok, jangan takut padanya Erica," ucap Ibunya Rey.
"Baiklah aku akan menghadapinya saja tidak mungkin akan menghindarinya saat ini," ucap Ericadi dalam hati.
Melihat Erica yang hanya menundukkan kepalanya dan diam tak menjawab semua yang di tanyakan ayahnya Rey membuat Jenni merasa bingung, lalu Jenni mendekati Erica dan berbicara padanya.
"Erica apa kau baik baik saja? kenapa kau hanya diam saja dari tadi?" tanya Jenni.
Erica mengangkat kepalanya di hadapan ayahnya Rey, saat itu ayahnya Rey merasa sangat terkejut melihat Erica yang ada disana.
"Bukankah kau Erica temannya Rey yang waktu itu kerumahku?" ucap Ayahnya Rey terkejut.
"Apa kalian sudah saling mengenal?" tanya Jenni penasaran.
"Tentu aku mengenal Erica dia adalah teman anakku Rey," jawab Ayahnya Rey.
"Benarkah itu Erica kau juga mengenalnya?" tanya Jenni.
"Iya Kak Jenni, aku mengenal Pak Jony," jawab Erica.
Jenni cukup merasa terkejut setelah mendengar jika Pak Jony dan Erica ternyata saling mengenal satu sama lain.
"Baguslah jika kalian saling mengenal satu sama lain, Pak Jony! Erica adalah pelapor kasus yang menimpa adik anda Leo dia juga yang membawa semua bukti itu kemari, dan Erica juga mengatakan jika Leo juga kemungkinan yang merencanakan pembunuhan terhadap istri anda, tapi kami masih mencari bukti untuk tuduhan itu," ucap Jenni.
Setelah mendengar semua ucapan Jenni membuat ayahnya Rey merasa sangat terkejut.
"Erica jika aku boleh mengetahuinya dari mana kau mendapat semua bukti itu?" tanya Ayahnya Rey sambil menatap Erica yang duduk di hadapannya.
Erica kemudian terdiam mendengar pertanyaan dari Ayahnya Rey dan langsung menatap Maya dan Ibunya Rey yang ada di sampingnya.
"Aku tak mungkin mengatakan jika aku mendapatkan bukti dari istrinya sendiri, baiklah aku akan mengatakan alasan yang sama dengan yang kukatakan pada Kak Jenni," ucap Erica di dalam hati.
"Tolong katakan yang sejujurnya padaku Erica," ucap Ayahnya Rey.
"Aku mendapatkan semua bukti itu dari seseorang, dia tak ingin namanya di sebutkan," ucap Erica.
"Siapa seseorang ini apa aku mengenalnya?"
"Mungkin saja anda mengenalnya, bisa jadi dia sangat dekat dengan anda," jawab Erica.
Mendengar semua ucapan Erica membuat ayahnya Rey tampak begitu sedih yang telah menimpa keluarganya.
"Aku benar benar tak menyangka jika Leo akan melakukan ini semua padaku dan keluargaku! aku tak habis pikir jika dia juga berniat untuk membunuh istriku," ucap Ayahnya Rey sedih.
"Pak Jony kita tidak hanya bisa menilai orang hanya dari luarnya saja, kadang orang yang terlihat baik belum tentu dia baik dan juga orang yang terlihat jahat belum tentu dia jahat, begitulah kehidupan," ucap Jenni.
"Aku sangat menyayangi adikku dan juga mencintai istriku, aku sangat kecewa dengan yang dilakukan Leo pada istriku," ucap Ayahnya Rey.
"Dia juga melakukan pelecehan pada gadis gadis muda dan menjanjikan mereka untuk menjadi artis terkenal dan juga telah menggelapkan dana perusahaan anda untuk kepentingannya," ucap Jenni.
"Maaf om, Leo memang pantas dihukum untuk semua perbuatan yang telah dia lakukan selama ini," ucap Erica.
"Betul katamu Erica kasus ini harus di proses sesuai hukum yang berlaku, Leo memang pantas di hukum atas semua perbuatannya," ucap Ayahnya Rey.
"Itu memang seharusnya Pak Jony, kami sebagai polisi harus menegakkan hukum dan Leo akan segera di hukum atas semua perbuatannya aku akan memastikan itu! Ooo iya sekarang Leo ada di ruang interogasi apa anda ingin menemuinya?" tanya Jenni.
"Sepertinya suamiku sangat sedih setelah mengetahui semua ini," ucap Ibunya Rey.
"Dia memang harus mengetahui semua kelakuan adiknya yang sangat jahat dan bejat, kenapa haruis bersedih untuk itu," ucap Maya.
"Baiklah aku akan menemui Leo dan berbicara dengannya," ucap Ayahnya Rey.
"Baikalh kalau begitu aku akan mengantarmu untuk bertemu dengannya, Erica apa kau ingin ikut juga?" tanya Jenni.
"Ikut saja Erica, aku juga ingin melihat pemandangan yang sangat menarik itu," ucap Maya tersenyum senang.
"Baiklah Kak Jenni aku juga akan ikut," jawab Erica.
"Ayo kita pergi keruang interogasi sekarang," ucap Jenni.
Lalu Erica dan Ayahnya Rey ikut menemui Leo yang ada di ruang interogasi, mereka di antar oleh Jenni kesana. Ayahnya Rey sangat terkejut dan sedih setelah mengetahui semua kejahatan yang telah di lakukan oleh Leo yang adalah adik kandungnya sendiri.