ME And GHOST

ME And GHOST
Mulai mendapatkan petunjuk 10



Setelah sampai dirumah erica langsung turun dari mobil. Evan juga mengikuti erica turun dari mobil dan mendekati erica.


"Erica!!" teriak evan.


"Iya evan, ada apa?" tanya erica.


"Aku masih menkhawatirkanmu erica apa kau tidak apa apa sendiri bersama rio nanti?" ucap evan.


"Percaya saja padaku evan, aku akan baik baik saja".


"Baiklah semoga besok rencana kita akan berjalan dengan lancar" ucap evan.


"Sampai jumpa besok evan" ucap erica tersenyum.


"Daaa erica semoga tidurmu nyenyak" ucap evan melambaikan tangannya kepada erica.


Evan pun pergi dari rumah erica, sedangkan erica langsung masuk kerumahnya. Ibunya erica yang sedang duduk menunggu erica pulang langsung mendekati erica.


"Erica, kenapa pulangnya lama?" tanya ibunya erica.


"Maaf bu tadi acara makan malamnya lumayan cukup lama" ucap erica.


"Yang mengantarmu apa sudah pulang?".


"Iya bu, dia langsung pulang setelah mengantarku".


"Baiklah masuklah ke kamarmu dan istirahat".


"Iya bu".


Erica masuk ke dalam kamarnya dan merebahkan badannya di atas tempat tidur. Maya juga ikut berbaring di samping erica.


"Erica!!" ucap maya.


"Iya maya, ada apa?" ucap erica memejamkan matanya.


"Aku berjanji padamu akan selalu melindungimu dan tak akan membiarkan orang lain menyakitimu".


"Iya maya, aku sangat berterimakasih karena kau selalu menjagaku! aku benar benar lelah hari ini maya" ucap erica.


Kemudian erica tertidur karena merasa sangat lelah, Maya yang ada di samping erica terus memandangi erica yang sedang tertidur. Maya sangat menyayangi erica dan tak ingin hal buruk menimpanya. Keesokan paginya suara handphone erica berbunyi.


"Kring kring kring" suara handphone erica.


"Iya halo!!" ucap erica matanya yang masih terpejam menjawab telponnya.


"Pagi erica, ini rio!!".


"Ooo iya rio ada apa?" ucap erica matanya langsung terbuka lebar setelah mendengar suara rio.


"Hari ini apa kau ada acara erica?" tanya rio.


"Aku tidak ada acara hari ini, memangnya kenapa rio?".


"Aku ingin mengajakmu pergi ke suatu tempat erica".


"Dimana itu jika boleh aku tahu rio?".


"Heem kau sudah pernah kesana erica, aku ingin mengajakmu ke villa keluargaku" ucap rio.


"Ooo maksudmu tempat yang waktu malam itu?" tanya erica.


"Iya erica".


"Apa ada acara disana?" tanya erica.


"Tidak ada acara, aku hanya ingin mengajakmu saja kesana dan merayakan kemenanganmu kemarin".


"Ehm baiklah aku akan ikut denganmu".


"Baiklah sebentar lagi aku akan menjemputmu erica" ucap rio sangat senang.


"Iya aku akan bersiap siap" ucap erica menutup telpon dari rio.


"Kau siap untuk hari ini erica?" ucap maya.


"Tentu saja aku siap maya untuk menjebak laki laki brengsek ini" ucap erica.


"Sepertinya dia tampak senang, dia pikir rencananya dan cindy akan berjalan dengan lancar" ucap maya.


"Biarkan dia senang dulu maya, setelah ini akan ku buat dia menangis menyesali semua perbuatannya" ucap erica.


"Itu yang kuinginkan, cepatlah bersiap erica".


"Ooo iya maya" ucap erica bangun dari tempat tidur dan menuju ke kamar mandi.


Sementara itu rio dan cindy saling menelpon dan menjalankan rencananya.


"Cindy jalankan tugasmu halangi evan untuk bertemu dengan erica hari ini" ucap rio menelpon cindy.


"Tentu dengan senang hati rio, bersenang senanglah kau dengan erica hari ini akan ku pastikan evan tak akan mengganggu kalian" ucap cindy senang.


"Baiklah" ucap rio menutup telponnya.


"Rasakan kau erica, hari ini hidupmu akan hancur dan evan akan menjadi milikku sepenuhnya, Hahahaha" ucap cindy tertawa senang.


"Hari ini kau akan menjadi milikku sepenuhnya erica" ucap rio.


Rio kemudian pergi dengan mobil untuk menjemput erica di rumahnya. Setelah sampai dirumah erica, Rio langsung meminta izin pada ibu dan ayahnya erica. Untuk mengajak erica pergi.


"Rio apa kabar? sudah lama tidak kemari" ucap ibunya erica.


"Tentu saja baik rio, apa kau kemari ingin menemui erica?" tanya ibunya erica.


"Iya tante, aku juga ingin meminta izin untuk mengajak erica keluar hari ini".


"Mau kemana rio dan erica?" tanya ayahnya erica.


"Rio ingin mengajak erica jalan jalan saja om, mumpung hari ini libur".


"Boleh saja cuma om ingin kau jaga erica dan pulangnya jangan terlalu malam".


"Baik om!".


"Tunggu sebentar tante akan memanggil erica di kamarnya" ucap ibunya erica menuju ke kamar erica yang ada di lantai dua.


"Erica!!!" teriak ibunya erica.


"Iya bu!!" ucap erica keluar dari kamarnya.


"Ternyata kau sudah siap erica, anak ibu benar benar sangat cantik! Rio sudah menunggumu".


"Iya bu, tadi rio sudah menelponku".


"Ayo kita turun kebawah menemui rio dan ayahmu yang sedang mengobrol" ucap ibunya erica senang.


Erica dan ibunya menemui rio dan ayahnya yang sedang mengobrol, Rio semakin terpesona dengan erica yang bertambah cantik. Sehingga membuatnya semakin ingin memiliki erica.


"Anak tante dan om semakin hari semakin cantik saja, membuat semua orang yang melihatnya menjadi terpesona" ucap rio menatap erica.


"Tentu saja anak tante paling cantik" ucap ibunya erica tersenyum.


"Om dan tante saya permisi untuk langsung mengajak erica pergi" ucap rio.


"Silahkan rio, anak tante di jaga baik baik ya".


"Tentu tante, pasti akan jaga dengan baik".


"Kalian memang pasangan yang serasi" ucap ibunya erica.


"Serasi apanya, erica lebih cocok dengan evan!!" ucap maya kesal.


Erica tersenyum mendengar ucapan maya.


"Ibu ayah, erica pergi dulu dengan rio".


"Hati hati di jalan sayang" ucap ibunya erica.


Kemudian erica dan rio pergi, rio sangat senang dan dia tidak sabar lagi ingin meniduri erica. Diam diam erica mengirim pesan alamat kepada evan dan intan, dan memberitahu jika dia telah pergi bersama rio ke alamat yang dia kirim. Intan bersiap siap untuk menuju ke kantor polisi untuk melaporkan rio, sedangkan evan saat dia mau pergi dan membuka pintu ternyata ada cindy yang datang kerumahnya.


"Hai evan, mau kemana buru buru sekali?" ucap cindy.


"Ada apa kau kemari cindy?".


"Apa aku tidak kau suruh masuk ke dalam, aku kan tamu seharusnya disambut dong!!".


"Tapi aku sudah ada janji untuk pergi cindy, lain kali saja kau kemari lagi".


"Tapi aku maunya hari ini kerumahmu" cindy menerobos masuk kedalam rumah evan.


"Cindy!!" teriak evan.


"Aku ingin bermain dirumahmu seharian evan" cindy duduk di sofa.


"Kau bisa lain kali kemari, aku sedang ada keperluan hari ini".


"Keperluan apa itu evan? sepertinya sangat penting sekali?".


"Kau tak perlu tahu apa itu".


"Apa kau tak ingin seharian bersamaku berdua saja dirumah ini" cindy mendekati evan dan merayunya.


"Apa apaan kau cindy!!" evan menjauhi cindy.


"Aku tidak kalah cantik dengan erica, kenapa kau lebih menyukainya daripada diriku?".


"Cinta itu bukan karena hanya cantik, aku menyukainya memang karena dia orangnya cantik dari hatinya bukan hanya wajahnya".


"Maksudmu hatiku tidak cantik?".


"Kau sendiri tidak menghargai dirimu sendiri, bagaimana aku bisa menghargaimu!!".


"Aku mencintaimu sangat tulus evan lebih dari apapun, kenapa kau tak menerimaku!!" teriak cindy.


"Maaf cindy aku hanya menganggapmu sebagai temanku tidak lebih".


"Kau benar benar jahat evan padaku, kau akan menyesal!!".


"Aku tak akan pernah menyesal dengan semua keputusanku cindy".


"Evan lebih baik kau dirumah saja denganku, jangan pergi evan" cindy menarik tangan evan.


"Aku harus pergi cindy, nanti kita bicarakan lagi" ucap evan sambil melepaskan tangannya dari cindy.


"Evan!!!" teriak cindy.


"Aku harus cepat sebelum terjadi sesuatu pada erica!!" ucap evan khawatir.


"Kau akan terlambat menemui erica, dia pasti sudah melakukannya" cindy tersenyum sinis.


Evan meninggalkan cindy yang ada dirumah dan buru buru pergi dengan mobilnya menuju alamat yang telah di kirimkan erica padanya. Evan tak ingin jika dia terlambat datang dan terjadi sesuatu yang buruk menimpa erica.