
Sementara itu Riki dan Heru memasukkan adiknya Yoga dan semua bukti yang telah dia dapatkan,
mereka berniat akan mengantarkan adik perempuannya Yoga kerumah dan
langsung ke kantor polisi setelahnya.Tapi saat mereka dalam perjalanan menuju
ke rumah sakit tiba-tiba adiknya Yoga tidak sadar dari pingsannya dan membuat Riki
dan juga kaget.
“Apa yang telah terjadi pada diriku? dimana aku?” ucap Adiknya Yoga merasa bingung.
“Kau sudah sadar? kami akan membawamu kerumah sakit karena kau tiba-tiba saja pingsan di dalam
gedung tua,” jawab Riki.
“Bukankah aku tadi berada di kantor polisi untuk menemui Kak Yoga, kenapa malah ada
disini bersama kalian?”
“Apa yang tidak kamu ingat jika mengantarkan kami mencari penawar racun yang di sembunyikan kakakmu di dalam gedung tua itu, kau juga membantu kami mendapatkan bukti lainnya,” ucap Heru.
“Apa! aku melakukan itu semua? Mana mungkin aku akan membuat kakakku menjadi lebih lama didalam
penjara aku tak akan mungkin melakukan itu! Walaupun aku sangat sangat bisnis yang dia jalan saat ini,” ucap Adiknya Yoga.
“Kau yang mengantarkan kami kemari, bagaimana kau bisa lupa dengan itu?” tanya Riki heran.
“Aku tak pernah datang ke gedung tua itu untuk menemui Kak Yoga, bagaimana aku bisa mengetahui dimana
dia menyimpan semua barang berharga miliknya.” ucap Adiknya Yoga heran.
“Mungkin saja saat dikantor polisi tadi dia mengatakannya padamu, mungkin saja kau hanya lupa
karena kau pingsan dengan tiba-tiba tadi,” ucap Heru.
“Bagaimana mungkin aku tidak bisa mengingat semua yang terjadi, aku tak bisa mengingat
semua yang terjadi setelah masuk ke dalam ruangan di kantor polisi itu, apa aku
benar telah bertemu dengan kakakku disana?”tanya Adiknya Yoga bingung.
“Tentu saja kau sudah menemuinya tadi dan mengajak kami pergi ke gedung tua itu untuk mengambil
penawar racun dan juga semua uang yang ada di brankas milik Yoga,” jawab Riki.
“Apa kau ingin ke rumah sakit untuk memeriksa keadaanmu? sepertinya kau kurang sehat,” ucap Heru.
“Tak perlu kalian mengantarku ke rumah sakit, lebih baik aku pulang saja ke rumah dan istirahat,”
jawab Adiknya Yoga.
“Baiklah kami akan mengantarkanmu kerumah, dimana alamat rumahmu?” tanya Riki.
“Tak jauh dari sini kalian belok saja ke kanan dan lurus ada rumah dengan pagar berwarna
cokelat itu adalah rumahku,” jawab Adiknya Yoga.
“Baiklah,” ucap Riki.
lalu mereka mengantar adiknya Yoga pulang kerumahnya, setelah sampai dirumah adik
perempuan Yoga langsung turun dari mobil.
“Terima kasih karena telah mengantarku pulang kerumah,” ucap Adiknya Yoga.
“Sama-sama, masuklah kedalam rumah dan istirahat,” ucap Heru.
Kemudian adiknya Yoga masuk ke dalam mewah yang terbilang sangat sederhana dan tidak.
Riki dan Heru sangat heran melihatnya, padahal Yoga termasuk bandar Narkotika
yang cukup besar dan menghasilkan banyak uang tapi ibu dan adiknya tidak hidup
dengan kemewahan.
“Rumahnya sangat sederhana, padahal Yoga pasti banyak menghasilkan uang dari bisnis yang dia
lakukan selamat ini,” ucap Riki.
“Mungkin saja ibu dan adiknya tidak mau menerima uang haram dari Yoga, makanya mereka hidup dengan
sangat sederhana seperti itu,” ucap Heru.
“Ehm, mungkin saja, berarti mereka pasti orang yang sangat baik dan patuh dengan hukum,” ucap Riki.
“Ayo kita berangkat ke kantor polisi lagi, untuk membawa semua bukti di sana,” ucap Heru.
“Baiklah saat kita kembali menjalankan tugas negara,” ucap Riki.
lalu mereka keduanya pergi dari rumah ibunya Yoga dan menuju ke kantor polisi, sesampainya di kantor polisi Riki dan Heru langsung menemui Yoga yang berada di dalam sel penjara.
“Kami menadapatkan bukti lagi dari semua hasil kejahatanmu, berkat bantuan dari adikmu sendiri,” ucap Heru sambil menunjukkan bukti itu pada Yoga.
“Bagaimana dengan adikku? apa dia baik baik saja?” tanya Yoga penasaran.
“Apa maksudmu? tentu saja saja dia baik saja, hanya dia tadi tiba-tiba pingsan lalu dia sadar kembali
dan kami mengantarkannya pulang kerumah ibumu,” jawab Riki.
“Apa kalian benar benar yakin jika dia baik baik saja?” tanya Yoga.
“Tentu saja dia baik saja, kau tak perlu terlalu khawatir, dia juga tidak sepertimu, ibu dan adikmu mereka orang yang baik tidak sepertimu,” ucap Heru.
“Aku hanya khawatir jika adikku di celakai oleh dia,” ucap Yoga.
“Siapa yang akan mencelakai adikmu?” tanya Riki penasaran.
“Percuma aku mengatakan itu pada kalian! kalian tidak akan mungkin percaya padaku,” jawab Yoga.
“Apa kau di ancam oleh seseorang?” tanya Heru.
“Aku tak tahu dia berasal dari mana, adikku telah di rasuki oleh hantu dia menyerangku tadi di dalam
ruangan dan memintaku untuk memberitahu dimana aku menyimpan penawar itu,” jawab Yoga.
“Hantu! Hahaha kau ingin mempermainkan kami,” ucap Riki sambil tertawa.
“Aku tak bohong pada kalian, terserah kalian mau percaya atau tidak,” ucap Yoga.
“Dia sudah tidak waras karena berada di sel penjara,” ucap Riki.
“Apa yang dikatakannya itu memang benar atau tidak? Entah mengapa saya merasa jika Yoga mengatakan
yang sebenarnya,” ucap Heru dalam hati.
“Aku harus pergi ke suatu tempat dulu,” ucap Heru.
“Kau mau kemana?” tanya Riki.
“Aku harus memeriksa sesuatu,” jawab Heru.
“Aku akan ikut kamu,” ucap Riki.
Yoga merasa sangat kesal karena Riki dan Heru tidak mempercayai ucapannya saat itu, Heru yang
merasa sangat penasaran dengan semua ucapan Yoga dia memastikan ucapannya itu dengan rekaman dari CCTV di dalam ruangan.
“Kau akan pergi kemana?” tanya Riki.
“Aku ingin memastikan ucapan dari Yoga dengan memeriksa rekaman CCTV saat bertemu dengan adiknya tadi, entah mengapa saya merasa ada sesuatu yang aneh sedang terjadi, dan sepertinya Yoga tidak bohong pada kita,” jawab Heru.
“Tak usah kau hiraukan ucapan darinya, mana ada hantu zaman sekarang, dia pasti sudah gila karena terkurung di dalam sel penjara,” ucap Riki.
“Kita buktikan saja dulu itu benar atau tidak,” ucap Heru.
“Baiklah jika itu memang maumu, kita akan memeriksa CCTV,” ucap Riki.
Setelah sampai di ruang pemeriksaan CCTV, Heru meminta pada petugas polisi yang tercatat
saat itu untuk menunjukkan rekaman CCTV di dalam ruangan saat Yoga bertemu dengan adiknya beberapa jam yang lalu.
“Ini rekaman CCTV yang kalian minta,” ucap Polisi yang simpan.
"Terima kasih, kami ingin memastikan sesuatu,” ucap Heru.
“Tentu silahkan saja kalian boleh memeriksanya.”
Lalu Riki dan juga Heru melihat hasil dari rekaman CCTV saat Yoga menemui adiknya di dalam ruangan
itu. Mereka sangat terkejut saat melihat rekaman itu, ternyata yang dikatakan oleh Yoga semuanya benar dan dia tidak berbohong, adiknya memang benar-benar sangat aneh saat itu.