
Erica mendapatkan pesan dari Rian yang mengatakan jika mereka tidak ke rumahnya Dian melainkan ke alamat rumah yang telah di kirimkan olehnya.
"Evan, aku mendapatkan pesan dari Rian dia mengatakan jika kita tidak ke rumahnya Dian melainkan pergi menuju ke alamat rumah lain yang telah dia kirimkan, dia dan yang lainnya juga akan ke alamat rumah itu," ucap Erica.
"Mungkin Rian tidak ingin jika bos besar itu dan juga Om Irfan merasa curiga saat ke sana, memang lebih baik begitu agar rencana kita bisa berjalan dengan baik," ucap Evan.
"Aku harus mengirimkan alamat ini pada Adrian dan juga Heru, bukankah mereka juga akan ke sana, bagaimana dengan Kak Jenni? apa diatahu soal ini?" tanya Erica.
"Tapi aku rasa jika dia sudah tahu dari Bu Vira, sekarang dia pasti sudah sampai di sana karena sebelum aku menjemputmu dia sudah pergi terlebii dahulu," jawab Evan.
"Baiklah kalau begitu aku hanya akan mengirimkan pesan pada Adrian dan juga Heru saja," ucap Erica.
Erica mengirimkan pesan yang berisikan alamat rumah yang akan mereka datangi saat itu pada Adrian dan juga Heru. Sementara itu Rian yang masih berada di rumahnya Sinta, dia bersiap siap akan pergi dengan Maya.
"Pak, tugas saya sudah selesai, apa ada yang harus saya lakukan lagi?" tanya Yogi.
"Tidak ada Yogi, lebih baik kau sekarang pergi ke kantor agar Om Irfan tidak mencurigaimu jika kau kemari untuk menemuiku," ucap Rian.
"Baik Pak, saya akan pergi ke kantor sekarang," ucap Yogi.
"Terimakasih untuk semuanya Yogi," ucap Rian.
"Sama sama pak, saya permisi dulu," ucap Yogi.
Tak lama kemudian Ibunya Maya dan juga Maya keluar dari dalam kamar dan berjalan mendekati Rian yang sedang berada di ruang tamu saat itu.
"Rian," ucap Ibunya Maya.
"Iya Bu, apa Maya sudah siap?" tanya Rian.
"Tentu saja dia sudah siap, apa kalian tidak apa apa jika hanya pergi berdua saja? bagaimana jika ibu juga ikut juga dengan kalian ke rumah sakit?"
"Tidak perlu bu, biar Maya dan Rian saja, ibu di rumah saja bersama dengan Sinta," ucap Maya.
"Ibu hanya khawatir saja, karena kau baru saja sadar dari koma ibu tidak ingin terjadi apa apa padamu sayang, ucap Ibunya Maya.
"Biarkan saja mereka pergi berdua Bu Widia, mungkin saja mereka ingin melepaskan rasa rindu karena telah lama tidak bertemu," ucap Sinta sambil tersenyum.
"Benarkah, jadi kalian juga ingin berjalan jalan berdua saja?" tanya Ibunya Maya.
"Tentu saja bu, karena aku sangat merindukan Rian," ucap Maya sambil menggenggam tangannya Rian.
"Maafkan ibu yang tak bisa mengerti jika kalian ingin berdua saja hari ini," ucap Ibunya Maya sambil tersenyum.
"Lain kali kami pasti akan membawa ibu juga untuk berjalan jalan," ucap Rian.
"Baiklah kalian boleh pergi sekarang," ucap Ibunya Maya.
"Kami pamit dulu bu," ucap Rian.
"Hati hati di jalan," ucap Ibunya Maya.
"Iya bu," ucap Maya.
Lalu Maya dan juga Rian berjalan keluar dari rumah dengan tangan saling berpegangan dengan sangat erat, melihat itu ibunya Maya merasa sangat senang.
"Aku sangat senang bisa melihat Maya bersama dengan Rian lagi," ucap Ibunya Maya.
"Mereka benar benar pasangan yang sangat serasi," ucap Sinta.
"Benar sekali katamu," ucap Ibunya Maya sambil tersenyum.
"Kenapa kau melepaskan tanganmu dariku?" tanya Rian sambil menatap Maya.
"Karena sudah tidak ada ibu lagi, jadi kita harus melepaskannya," jawab Maya.
"Apa kau tidak rindu padaku Maya?" tanya Rian.
"Kenapa tiba tiba kau menanyakan hal itu padaku?" ucap Maya.
Mendengar ucapan Rian padanya Maya menjadi malu dan pipinya menjadi merah saat menatap Rian yang ada di sampingnya. Rian menarik tangannya Maya dan membuat wajahnya Maya berada tepat di hadapan wajahnya Rian, mata mereka saling bertatapan satu sama lain. Detak jantung Maya dan Rian saat itu menjadi berdetak dengan sangat kencang. Rian kemudian memeluk erat tubuhnya Maya dan mencium pipi dan bibirnya Maya, Maya hanya bisa terdiam saat Rian melakukan itu padanya. Di dalam hatinya Maya pun sangat ingin melakukan itu pada Rian tapi dia terlalu malu untuk melakukan itu terlebih dahulu.
"Aku benar benar sangat merindukanmu Maya," ucap Rian.
"Aku pun sangat merindukanmu Rian," ucap Maya.
"Aku sangat senang mendengar ucapanmu itu," ucap Rian sambil tersenyum.
"Kita harus pergi sekarang Rian, nanti mereka semua akan menunggu kita," ucap Maya.
"Baiklah ayo kita berangkat sekarang," ucap Rian.
Rian dan Maya kemudian masuk ke dalam mobil dan pergi menuju ke alamat rumah yang telah di berikan Yogi padanya.
"Apa kau baru membeli mobil ini?" tanya Maya.
"Iya, Yogi yang membelinya dan rumah itu juga tadi malam, kebetulan dia mengenal pemilik dari rumah itu dan mobil ini," jawab Rian.
"Apa semua harus di beli?" tanya Maya.
"Tentu saja, jika kau tidak suka setelah selesai masalah ini aku akan menjualnya lagi," jawab Rian.
"Maksudku juga bukannya begitu, walaupun kau sangat kaya raya tapi setidaknya gunakanlah uang yang di miliki dengan bijak," ucap Maya.
"Baiklah, aku akan menuruti semua yang kau inginkan," ucap Rian sambil tersenyum.
"Kenapa jantungku menjadi berdetak sangat cepat saat melihat Rian dari dekat apalagi ketika dia tersenyum, aku memang sangat mencintainya," ucap Maya di dalam hati.
"Kenapa Maya? tiba tiba kau menjadi diam," ucap Rian.
"Tidak apa apa, aku hanya memikirkan tentang rencana kita hari ini," jawab Maya.
"Kau tak perlu khawatir, rencana kita pasti akan berhasil," ucap Rian.
"Aku pun sangat mengharapkan jika kita berhasil dan tidak akan ada yang terluka, bos besar itu kita tidak boelh meremehkannya," ucap Maya.
"Aku pasti akan melindungimu Maya," ucap Rian.
"Aku sangat mengkhawatirkan Erica, karena dia kan menghadapi hantu jahat itu hari ini," ucap Maya khawatir.
"Menurutku dia gadis yang sangat kuat, dia pasti akan berhasil apalagi katanya dia akan di bantu oleh orang yang bernama Adrian," ucap Rian.
"Semoga saja Erica dan Adrian berhasil melawan hantu jahat itu nanti," ucap Maya.
"Bu Vira pasti sekarang telah selesai menyiapkan semuanya di rumah Dian, jadi kita akan langsung saja ke rumah yang satunya, Yogi telah menyiapkan semua yang ku minta di sana," ucap Rian.
"Bu Vira memang sangat bisa di andalkan, bagaimana dengan Erica dan yang lainnya apa mereka sudah tahu kau mengganti tempat untuk berkumpul?" tanya Maya.
"Kau tenang saja, aku sudah mengirimkan pesan pada Erica dan sekarang pasti dia sudah mengabari yang lainnya, mungkin saja sekarang Erica dan juga Evan sudah akan sampai ke alamat yang aku kirimkan," jawab Rian.
"Aku akan tetap melindungi Erica hari ini, aku tak ingin dia terluka menghadapi hantu jahat itu," ucap Maya di dalam hati.
Maya masih mengkhawatirkan Erica saat itu, dia tidak ingin Erica terluka karena menghadapi hantu jahat itu. Rian telah menyiapkan semua rencana itu dengan sangat baik karena dia tidak ingin jika gagal menangkap bos besar itu dan juga Irfan, karena Rian ingin membalaskan dendamnya atas kematian orang tuanya dan juga karena mereka telah berani ingin membunuh Maya.