ME And GHOST

ME And GHOST
Kenyataan Yang Terungkap 27



Jenni yang masih berada di rumah Leo untuk mencari bukti lainnya, menemukan sebuah handphone yang di sembunyikan di dalam laci meja kerjanya, karena merasa curiga Jenni mengambil hnadphone itu dan menyimpannya.


 


"Kenapa dia menyembunyikan handphone di sini? aku harus menyelidiki handphone untuk apa ini," ucap Jenni.


 


Seorang polisi berjalan mendekati Jenni yang sedang berdiri di dekat meja kerja Leo.


 


"Lapor bu, semua barang yang mencurigakan telah kami periksa dan di bawa untuk menjadi barang bukti, semua tempat sudah kami geledah dan tak menemukan apapun lagi," ucap Polisi itu.


 


"Baiklah, kita sekarang kembali ke kantor polisi sekarang untuk membawa barang bukti," ucap Jenni.


 


"Siap bu."


 


Sebelum kembali ke kantor polisi Jenni menelpon Erica untuk mengabarkan padanya jika sudah menangkap Leo, dan memintanya untuk datang ke kantor polisi untuk membuat laporan resmi sebagai pelapor.


 


"Aku harus menelpon Erica sekarang untuk mengabarinya?" ucap Jenni sambil meneluarkan handphonenya.


 


 


"Aku lupa jika tidak memiliki nomor nya Erica! Ooo iya aku akan minta pada Evan saja," ucap Jenni.


 


 


"Kring kring kring" suara handphone Evan berbunyi.


 


"Iya Kak Jenni, ada menelponku malam malam begini?" tanya Evan.


 


"Tolong kirimkan nomornya Erica pada kakak sekarang, karena kakak ada perlu dengannya," jawab Jenni.


 


"Kenapa kakak ingin meminta nomornya Erica? apa perlu kakak padanya," tanya Evan.


 


"Tak perlu banyak tanya nanti saja kakak cerita padamu, cepat kakak tunggu sekarang," ucap Jenni sambil menutup telponnya.


 


"Loh kok sudah di tutup aku juga belum selesai bicara, ehm dasar perempuan yang kasar," ucap Evan.


 


Lalu Evan mengirimkan nomor Erica pada Jenni, setelah mengetahui nomornya Jenni langsung menelpon Erica.


 


"Kring kring kring" suara handphone berdering.


 


Erica mengambil handphonenya di atas meja.


 


"Halo"


 


"Erica ini Kak Jenni."


 


"Iya Kak Jenni, dari mana kakak tahu nomor telponku?"


 


"Kakak mengetahuinya dari Evan."


 


"Ada apa kak menelponku?" tanya Erica.


 


"Kakak ingin memberitahumu jika sudah menangkap Leo, dan dia sekarang mungkin sudah sampai di kantor polisi! apa kau bisa ke kantor polisi sekarang untuk membuat laporan resmi untuk kasus ini," ucap Jenni.


 


"Baiklah kak aku akan ke kantor polisi sekarang," ucap Erica.


 


 


"Apa kakak perlu menjemput kerumahmu sekarang?" tanya Jenni.


 


"Tak perlu kak nanti Erica kesana dengan supirku saja," jawab Erica.


 


"Baiklah kalau begitu, kita bertemu di kantor polisi saja nanti," ucap Jenni.


 


"Iya kak," ucap Erica sambil menutup telponnya.


 


Setelah menelpon Erica lalu Jenni langsung pergi menuju ke kantor polisi dengan membawa bukti bukti lainnya yang di dapatkan dari rumahnya Leo. Sedangkan Erica bersiap siap uuntuk pergi k ekantor polisi, dia merasa cemas karena tak melihat Maya dan Ibunya Rey yang belum kembali.


 


 


"Kemana Maya dan tante Clara kenapa mereka belum kembali juga sampai sekarang," ucap Erica khawatir.


 


Erica keluar dari kamarnya dan berjalan menuju ke dapur untuk menemui Pak Darmin.


 


"Pak Darmin!!"


 


"Iya non," jawan Pak Darmin.


 


 


"Bisa temani saya ke kantor polisi sekarang?" tanya Erica.


 


"Kantor polisi non? kenapa kita pergi kesana?"


 


"Aku ingin menemui seseorang disana sekarang," jawab Erica.


 


"Baik non, saya akan menyiapkan mobilnya," ucap Pak Darmin.


 


 


Saat Erica membalikkan badannya dia sangat terkejut melihat ibunya ada di belakangnya.


 


"Mau pergi kemana Erica malam malam begini?" tanya Ibunya Erica.


 


"Ehm, aku ingin menemui Kak Jenni di kantor polisi bu," jawab Erica.


 


"Kenapa kau menemuinya malam malam begini?"


 


"Erica akan membuat laporan resmi untuk sebuah kasus yang Erica laporkan tadi siang."


 


"Kasus apa yang telah kau laporkan pada polisi? apa ada seseorang yang kau bantu Erica?" tanya Ibunya Erica penasaran.


 


"Erica sebenarnya membantu ibu dari teman Erica untuk melaporkan kasus ini pada polisi," jawab Erica.


 


"Kenapa dia tidak melaporkan sendiri ke kantor polisi?"


 


"Karena dia tidak bisa melakukannya karena suatu alasan bu! Erica harus pergi sekarang karena Kak Jenni telah menunggu disana," ucap Erica.


 


"Baiklah kau boleh pergi kesana, tapi setelah selesai kau ceritakan semua pada ibu," ucap Ibunya Erica.


 


"Baiklah bu, Erica akan menceritakan semuanya nanti, terimakasih telah mengizinkan Erica pergi," ucap Erica.


 


"Hati hati di jalan, jika terjadi sesuatu langsung hubungi ibu."


 


"Baik bu," ucap Erica.


 


Erica kemudian berjalan menuju ke dalam mobil, lalu Erica berangkat menuju ke kantor polisi bersama Pak Darmin.


 


"Anak itu selalu saja membantu orang lain tanpa memikirkan keselamatan dirinya sendiri," ucap Ibunya Erica khawatir.


 


Setelah sampai di kantor polisi Erica langsung turun dari mobil, saat itu Erica terkejut melihat Maya dan Ibunya Rey yang ada disana.


 


"Hai Erica," ucap Maya.


 


"Maya ternyata kau dan Ibunya Rey ada disini? aku sangat khawatir pada kalian yang tiba tiba saja menghilang," ucap Erica.


 


"Maaf Erica kami telah membuatmu menjadai khawatir," ucap Ibunya Rey.


 


"Tidak apa apa tante, yang penting tidak terjadi apapun pada tante dan juga Maya," ucap Erica.


 


"Erica, dia sudah di tangkap dan sekarang sedang di interogasi oleh polisi, melihat dia di tangkap tadi kami merasa sangat senang melilhatnya," ucap Maya.


 


"Aku juga merasa sangat penasaran dengan wajahnya setelah menyandang status tersangka di kantor polisi," ucap Erica.


 


"Ayo kita msuk ke dalam dan melihatnya," ucap Maya.


 


"Baiklah, Kak Jenni juga mungkin sudah menungguku," ucap Erica.


 


Lalu Erica, Maya, dan Ibunya Rey masuk ke dalam kantor polisi, setelah masuk ke dalam kantor polisi Erica langsung menuju ke ruangan Jenni.


 


"Tok tok tok" suara Erica mengetuk pintu.


 


"Masuk!!" teriak Jenni.


 


"Kreek" suara membuka pintu.


 


"Permisi Kak Jenni," ucap Erica sambil berjalan masuk ke dalam ruangan.


 


"Erica! aku sudah menunggumu dari tadi, silahkan duduk," ucap Jenni.


 


"Baik Kak Jenni, terimakasih," ucap Erica sambil duduk.


 


"Aku butuh tanda tangan dan biodatamu di sini untuk membuat laporan resmi sebagai pelapor untuk kasus ini," ucap Jenni sambil memberikan sebuah kertas pada Erica.


 


"Apa aku harus menulis biodata dan tanda tanganku disini?" tanya Erica.


 


"Iya Erica, bukankah kau pelapor kasus ini, aku juga sudah menghubungi keluarga dari Leo yaitu kakaknya yang bernama Pak Jony dia akan segera datang kemari," ucap Jenni.


 


"Kenapa Pak Jony juga datang kemari?" tanya Erica.


 


"Tentu saja dia juga harus datang kemari karena kasus ini juga berkaitan dengan dirinya, kita harus menanyakan semua yang dia tahu dan kasus penggelapan dana yang di lakukan adiknya itu juga adalah miliknya, jadi dia akan menjadi saksi dan juga korban dalam kasus ini! apalagi jika terbukti jika memang benar Leo juga berusaha ingin membunuh istrinya, jadi kita butuh juga keterangan darinya," ucap Jenni.


 


 


"Baiklah Kak Jenni," ucap Erica.


 


Erica merasa sedikit terkejut mendengar jika ayahnya Rey juga akan ke kantor polisi saat itu, Erica berencana setelah menyelesaikan urusannya di sana dan langsung pulang ke rumahnya. Erica merasa bingung jika harus bertemu dengan ayahnya Rey saat itu.