
Sementara itu Jenni, Evan dan juga Maya yang berada di dalam moibil itu pergi menuju kantor polisi di perbatasan kota. Akhirnya mereka sampa disana dan langsung turun dari mobil masuk ke dalam kantor polisi lalu menemui Riki dan juga Heru.
"Permisi, dimana kami bisa menemui polisi yang bernama Riki dan juga Heru?" tanya Jenni.
"Ooo iya mereka ada di ruangannya disana kau berjalan lurus dan belok ke kanan itu ruangan mereka," jawab Polisi itu.
"Baiklah terimakasih," ucap Jenni.
Lalu mereka berjalan menuju ruangan Riki dan juga Heru.
"Tok tok tok" suara Jenni mengetuk pintu.
"Iya masuk" teriak Riki dari dalam ruangan.
"Kreek" suara Jenni membuka pintu.
Riki dan Heru terkejut melihat Jenni dan Evan yang memasuki ruangan mereka.
"Ternyata kalian, kenapa tidak menelpon terlebih dahulu? dimana Erica kenapa dia tidak ikut dengan kalian kemari?" tanya Riki.
"Apa telah terjadi sesuatu?" tanya Heru sambil menatap Jenni dan juga Evan.
"Kami kemari karena ingin meminta bantuan dari kalian," jawab Jenni.
"Meminta bantuan dari kami? memangnya ada apa?" tanya Riki.
"Erica sekarang sedang berada di rumah sakit karena terkena racun dari peluru yang di tembakkan Yoga kemarin," jawab Jenni.
"Apa bagaimana bisa itu terjadi? jadi peluru yang di tembakkan Yoga itu beracun!" teriak Riki terkejut.
"Bagaimana keadaan Erica sekarang?" tanya Heru.
"Dia masih belum sadarkan diri di rumah sakit karena pengaruh racun itu, kita butuh penawar untuk menghilangkan racun itu," jawab Jenni.
"Mungkin saja Yoga memiliki penawar racun itu agar bisa menolong Erica," ucap Evan.
"Dasar berandal itu, ternyata dia memang benar benar sangat licik bisa melakukan itu," ucap Riki kesal.
"Dimana penjahat itu sekarang?" tanya Jenni.
"Dia berada di dalam sel bersama penjahat yang lainnya," jawab Heru.
"Kita harus menemuinya dan mencari penawar racun itu secepatnya," ucap Jenni.
"Lebih baik kita bawa saja Yoga kemari dan berbicara padanya disini," ucap Riki.
"Baik kalian tunggu disini saja aku akan membawa Yoga kemari," ucap Heru.
Lalu Heru keluar dari ruangannya dan berjalan menuju sel penjara untuk membawa Yoga dari sana.
"Yoga! kau ikut denganku sekarang!" teriak Heru.
"Ada apa kau mencariku? apa telah terjadi sesuatu dengan gadis muda itu," ucap Yoga sambil tersenyum.
"Ternyata kau sudah menduga ini akan terjadi?" tanya Heru.
"Kau pikir aku orang yang bodoh," ucap Yoga.
"Dasar penjahat yang licik! lebih baik kau ikut denganku sekarang! cepat buka pintu sel ini," ucap Heru.
"Baik Pak," ucap Polisi yang berjaga disana.
Lalu Heru membawa Yoga ke ruangannya dan bertemu dengan yang lainnya disana, Heru menyuruh Yoga duduk di dalam ruangan itu agar bisa berbicara dengannya.
"Kau berani sekali telah meracuni Erica!" teriak Jenni.
"Rasanya ingin kulenyapkan saja laki laki ini, karena dia telah berani melukai Erica," ucap Maya marah.
"Kenapa kalian ingin bertemu denganku? apa kalian putus asa dan tak bisa menyembuhkan gadis yang bernama Erica itu," ucap Yoga.
"Dimana kau menyimpan penawar racunnya?" tanya Riki.
"Aku tak akan mengatakannya, karena dirinya aku menjadi berada disini dan mendapatkan hukuman, jadi dia juga akan menderita, walaupun dia selamat dari racun itu jika dia tak mendapatkan penawarnya dia akan lumpuh total seumur hidupnya, hahahahaha," ucap Yoga sambil tertawa.
"Dasar kau penjahat brengsek!" teriak Jenni kesal.
"Buuuuk" suara Jenni memukul wajahnya Yoga.
"Berani sekali kau mengatakan itu, dia tidak bersalah! kenapa kau sangat jahat padanya!" teriak Jenni.
"Bagaimana ini sepertinya dia tidak akan mengatakannya," ucap Riki khawatir.
"Jika kita tak mendapatkan penawarnya Erica akan dalam bahaya," ucap Heru.
"Aku mohon padamu tolong katakan pada kami dimana kau menyimpan penawar racun itu, aku tak ingin kehilangan Erica, kau juga pasti pernah mencintai seseorang, tolong bantu kami kali ini," ucap Evan.
"Apa katamu cinta? aku tak pernah mencintai siapapun!" teriak Yoga.
"Dasar penjahat ini! aku sudah tidak tahan lagi melihatnya, aku tak ingin jika terjadi sesuatu yang buruk pada Erica," ucap Maya.
Maya kemudian memikirkan cara untuk mendapatkan penawar itu dari Yoga, saat dia sedang berpikir ada seorang polisi yang masuk ke dalam ruangan.
"Maaf aku mengganggu kalian, ada seorang gadis muda yang mencari tahanan yang bernama Yoga, dia bilang jika dia adiknya," ucap Polisi itu.
"Baiklah kami akan membawanya ke ruangan besukan sebentar lagi," ucap Riki.
"Sepertinya aku harus pergi sekarang, sampai jumpa lagi," ucap Yoga.
"Aku akan membawanya dulu, nanti kita akan menanyainya lagi," ucap Riki.
"Tak perlu kau membawanya kemari lagi," ucap Jenni.
"Tapi kak, bagaimana dengan penawar racunnya?" tanya Evan.
"Kita akan memikirkan cara lainnya Evan," ucap Jenni.
Kemudian Riki membawa Yoga untuk bertemu dengan adik perempuannya yang saat itu sudah menunggu di ruang besuk.
"Masuklah ke dalam ruangan sana!" ucap Riki.
"Ingatlah ucapanku kalian tidak akan pernah bisa menyelamatkan gadis yang bernama Erica itu," ucap Yoga.
"Kita lihat saja nanti," ucap Riki.
Lalu Yoga masuk kedalam ruangan itu untuk bertemu dengan adiknya yang telah menunggunya disana. Tanpa dia ketahui ternyata Maya mengikuti mereka dan merasuki adik perempuan dari Yoga.
"Ada apa kau kemari? kenapa ingin menemui kakak malam malam begini?" tanya Yoga tersenyum senang.
"Sepertinya kakak hari ini sangat senang sekali? apa yang membuat kakak sangat senang hari ini?"
"Tentu saja kakak sangat senang, karena telah membalaskan dendam kakak pada gadis yang telah membuat kakak berada disini, dia akhirnya tak sadarkan diri karenan racun itu telah bereaksi sekarang, mereka tak akan pernah bisa menyembuhkannya tanpa penawar dari kakak," ucap Yoga.
Maya yang merasuki gadis muda itu, menatap tajam Yoga yang ada di hadapannya dengan penuh amarah.
"Hei, ada apa denganmu? kenapa kau menatapku seperti itu? seakan akan ingin membunuhku saja," ucap Yoga sambil menatap adiknya.
"Aku bukan adikmu."
"Apa maksudmu? jangan bercanda, katakan padaku kenapa kau kemari? apa kau disuruh oleh ibu untuk meminta uang padaku?" tanya Yoga.
"Ternyata kau masih memiliki keluarga yang sangat kau cintai! bagaimana jika aku mengambil orang orang yang sangat kau cintai seperti adik dan ibumu," ucap Maya.
"Apa yang kau katakan? apa kau sedang mabuk saat ini?" tanya Yoga.
"Aku akan membalas perbuatanmu pada Erica!"
"Bagaimana kau tahu soal gadis yang bernama Erica itu?" tanya Yoga heran.
"Sudah kubilang aku bukan adikmu! aku adalah hantu yang sering bersama Erica, jika kau ingin adik dan ibumu selamat dariku lebih baik kau katakan padaku dimana kau menyimpan penawar racun itu," ucap Maya sambil menatap tajam Yoga.
"Hantu apanya! kau berniat ingin mempermainkanku mana ada hantu di dunia ini!" teriak Yoga.
"Kau ingin buktinya? baiklah akan kutunjukkan padamu," ucap Maya.
Maya berdiri dari tempat duduk dan mendekati Yoga yang ada di hadapannya.
"Kau sedang apa?" tanya Yoga.
"Bukankah kau ingin bukti jika aku memang bukan adikmu," ucap Maya.
"Apa yang ingin kau lakukan?" tanya Yoga.
Lalu Maya yang merasuki adiknya Yoga dia mencekik lehernya Yoga dan mengangkatnya ke atas dan melemparnya ke dinding. Yoga benar benar terkejut melihat adik perempuannya yang tiba tiba sangat kuat saat itu.