
Erica di periksa tim medis karena terjatuh saat bertanding. Evan menjadi khawatir melihat erica terjatuh dan kakinya yang memar. Rio yang menghampiri erica pun mengkhawatirkannya. Rio mencurigai jika cindy yang merencanakan semua itu. Tim medis menyatakan erica tak bisa bertanding kembali karena kondisi kakinya yang bengkak. Tetapi maya yang memasuki tubuh erica tak mau menyerah dan tetap ingin melanjutkan perlombaan basketnya.
"Saya ingin tetap bertanding" ucap maya.
"Tetapi kondisi kakimu tidak memungkinkan untuk bertanding saat ini erica!!" ucap pak guru.
"Iya erica, kau istirahat dulu jangan memaksakan dirimu" ucap evan khawatir.
"Aku baik baik saja dan tidak merasakan apa apa!!" ucap maya sambil memegang kakinya.
"Apa perlu kupanggilkan dokter kemari erica" ucap rio sambil memegang tangan erica.
"Tak perlu rio aku baik baik saja dan masih bisa mengikuti pertandingan ini".
"Terimakasih kau sudah mengkhawatirkan erica" ucap evan sambil menepis tangan rio yang memegang tangan erica.
"Tentu aku sangat mengkhawatirkannya" ucap rio.
"Sudahlah tak usah di bahas lagi!! pak aku masih bisa bertanding, izinkan aku masuk kembali" ucap maya.
"Tapi kau masih cedera erica, tim medis sudah melarangmu untuk mengikuti kembali pertandingan hari ini" ucap pak guru khawatir.
"Percaya saja padaku pak! aku tak akan mengecewakan pak guru dan tim".
"Baiklah bapak izinkan kau kembali bertanding".
"Terimakasih pak".
Maya kembali masuk ke lapangan dan melanjutkan pertandingan, pak guru, evan, dan rio mengkhawatirkan keadaan erica yang masih berkeras tetap ingin ikut bertanding. Cindy yang melihat erica kembali bertanding sangat terkejut melihat erica masih bisa bermain dengan baik, padahal dia telah terjatuh tetapi tetap bisa bertanding tanpa merasakan sakit sedikitpun. Silvi kapten tim mendekati erica dan memastikan jika dia masih sanggup melanjutkan pertandingan.
"Erica!! apa tidak apa apa kau masih tetap melanjutkan pertandingan dengan cedera di kakimu??" tanya silvi khawatir.
"Aku baik baik saja kak silvi".
"Baiklah berhati hatilah jangan sampai terjatuh kembali".
"Iya".
"Kenapa dia masih bisa mengikuti pertandingan ini dengan kondisi kakinya yang sudah cedera?" ucap cindy heran.
Rio mendatangi cindy yang berada di pinggir lapangan.
"Cindy!!!" teriak rio.
"Ada apa kau kemari rio??" ucap cindy.
"Kemari kau cindy!!" teriak rio sambil menarik tangan cindy.
"Aaah sakit lepaskan tanganku!!" teriak cindy.
"Apa kau yang merencanakan untuk mencelakai erica di lapangan hari ini??".
"Iya memangnya kenapa!!".
"Sudah kubilang jangan menyakiti dia".
"Untuk apa kau tetap khawatir padanya! diapun tidak menyukaimu dia hanya menyukai evan!!".
"Kita hanya sepakat untuk memisahkan mereka! bukan mencelakai mereka!!" ucap rio marah kepada cindy.
"Ehm baiklah aku tak akan mencelakai erica lagi".
"Selagi aku belum mendapatkan erica jangan pernah kau mencoba berani untuk mencelakai dia!! atau kau akan menyesal cindy!!".
"Iya baiklah".
Cindy sangat kesal dengan rio yang memarahinya karena telah mencelakai erica.
"Dia benar benar laki laki yang menakutkan! dibalik ketampanannya sepertinya dia lebih parah dariku jika mencelakai seseorang" ucap cindy.
Rio kemudian pergi meninggalkan cindy dan kembali ke tempat duduknya untuk melihat pertandingan erica. Evan yang dari kejauhan melihat cindy dan rio yang berbicara berdua membuatnya menjadi curiga.
"Kenapa mereka berdua berbicara bersama??apakah mereka saling kenal??" ucap evan curiga.
Maya yang melanjutkan pertandingan dia tetap bermain sangat baik dan banyak mencetak poin angka dan membuatnya memenangkan pertandingan basket. Semua orang yang menonton bersorak meneriakkan nama erica dan tim nya yang telah memenangkan pertandingan. Maya kemudian mendekati orang yang ingin mencelakainya dan erica.
"Hei kau!!" ucap maya.
"Ada apa kau kemari!! apa ingin membalasku karena telah membuatmu terjatuh!!".
"Aku tak akan membalasmu! tapi hanya satu yang ingin kubilang, jadilah pemain yang jujur jika kau ingin memenangkan suatu pertandingan" ucap maya sambil berjalan pergi meninggalkan orang yang telah mendorongnya.
"Kau benar benar keren erica" ucap silvi yang mendengar ucapan maya kepada orang yang telah mendorongnya.
"Terimakasih kak silvi!!"ucap maya tersenyum.
Evan berlari mendekati erica dan langsung memeluk erica di pinggir lapangan, sehingga mendapatkan sorakan dari semua orang yang melihatnya.
"Selamat erica kau akhirnya memenangkan pertandingan walaupun dalam kondisi cedera di kaki" ucap evan yang masih memeluk erica.
"Iya evan terimakasih! tapi lepaskan dulu pelukanmu kita di lihat semua orang".
"Ooo iya maaf erica" ucap evan sambil melepaskan pelukannya.
"Heem yang lagi berbunga bunga" ucap putri sambil menghampiri erica.
"Hai putri!!".
"Selamat ya erica kau telah memenangkan pertandingan ini" ucap putri sambil memeluk erica.
"Terimakasih putri!!".
"Erica, kau membuat bapak sangat bangga hari ini" ucap pak guru senang.
"Iya pak terimakasih karena telah percaya dan mengizinkanku kembali bertanding".
"Kau benar benar telah melakukan yang terbaik buat tim dan sekolah kita, bapak yang seharusnya berterimakasih".
"Sama sama pak".
"Baiklah untuk semua tim kita akan merayakan ini dengan makan malam bersama nanti di restoran bapak yang traktir!!" ucap pak guru.
"Hore!! terimakasih pak!!" ucap semua tim basket.
"Kau juga evan harus ikut karena kau juga tim sukses kita!!".
"Baiklah kalian boleh pulang dan kita bertemu kembali nanti malam di restoran".
"Baik pak!!!" ucap semua tim.
Rio pun ikut menghampiri erica dan memberikan ucapan selamat kepada erica.
"Erica, selamat kau telah memenangkan pertandingan pasti om dan tante akan sangat senang mendengarnya" ucap rio.
"Terimakasih rio atas ucapannya!!".
"Kita harus merayakan kemenanganmu erica! bagaimana jika kita makan malam nanti".
"Maaf rio malam ini kita akan merayakan dengan makan bersama dengan tim dan pak guru".
"Ehm baiklah lain kali kita akan merayakannya erica".
"Baiklah rio!!".
"Apa kau ingin kuantarkan pulang erica??" tanya rio.
"Erica akan pulang bersamaku" ucap evan menatap rio.
"Baiklah sepertinya hari ini aku tak bisa bersama denganmu, tapi lain kali aku akan memastikan kau akan bersamaku erica" ucap rio sambil mengedipkan matanya pada erica.
"Jangan coba coba kau mendekati pacarku!!" teriak evan kesal.
"Kita lihat saja nanti! baiklah sampai jumpa erica!!" ucap rio sambil berjalan pergi keluar menuju ke mobilnya.
"Awas saja dia kalau masih berani mendekatimu erica! kita akan membuat dia mengakui semua perbuatan jahatnya pada tasya!!" ucap evan marah.
"Iya evan, kita pasti akan menjebaknya dan mengakui semua perbuatannya kepada tasya! tapi sebelum itu kita harus membuat rencana terlebih dahulu".
"Kau benar erica, kita harus menyusun rencana untuk menjebaknya!!".
"Baiklah evan aku akan mengganti pakaianku dulu!!".
"Baiklah erica aku akan menunggumu di mobil".
"Iya evan".
Sementara itu cindy yang menunggu di samping mobilnya rio karena ingin berbicara dengannya.
"Ada apa kau disini??" tanya rio.
"Sudah kubilang untuk memisahkan mereka akan sulit" ucap cindy.
"Maksudmu apa??".
"Kau benar benar ingin memiliki erica bukan??" tanya cindy.
"Tentu aku sangat menyukainya dan menginginkan dia menjadi milikku sepenuhnya".
"Baiklah kalau begitu kenapa kau tidak tidur saja dengannya".
"Maksudmu dengan aku meniduri erica dia akan menjadi milikku??".
"Tentu saja, evan pun tak akan menyukai erica lagi jika kau sudah menidurinya! dan aku tak perlu menyakiti erica karena cemburu padanya".
"Tapi bagaimana caraku menjauhkan evan dari erica untuk mengajaknya pergi bersamaku?".
"Serahkan itu padaku! malam besok kita akan menjalankan rencana kita, biarkan malam ini mereka bahagia bersama untuk yang terakhir kali!!" ucap cindy tersenyum sinis.
"Baiklah kita biarkan mereka bahagia malam ini".
"Aku akan menghubungimu lagi nanti!!" ucap cindy sambil berjalan pergi.
"Aku akan menjadikanmu milikku sepenuhnya erica!!" ucap rio.
Tanpa rio dan cindy sadari hantu tasya yang mendengarkan rencana mereka untuk menjebak erica.
"Tak akan kubiarkan kau merusak gadis lain lagi rio!!!" ucap tasya marah.
Kemudian rio pergi dari sekolah erica, menuju pulang kerumahnya. Sementara itu maya yang masih berada ditubuh erica keluar dari tubuhnya erica. Erica merasakan sakit pada kakinya dan sudah berjalan karena cedera di kakinya.
"Maya apa yang terjadi sehingga kakiku menjadi sakit sekali?" tanya erica sambil memegang kakinya.
"Tadi saat bertanding kau di dorong dan terjatuh di lapangan dan membuat kakimu cedera erica" jawab maya.
"Siapa yang melakukannya??".
"Salah satu dari tim lawan! maafkan aku erica karena membuatmu menjadi terluka!!".
"Ini bukan salahmu maya, untuk apa kau minta maaf".
"Tapi ini juga karena kecerobohanku!!".
"Tak apa maya! ayo kita pulang" ucap erica sambil berusaha berjalan dengan kakinya yang sakit.
"O iya erica nanti malam akan ada acara makan malam bersama tim untuk merayakan kemenangan hari ini!!".
"Iya maya! aku akan pergi".
"Tapi kakimu masih sakit bagaimana erica!!" ucap maya khawatir.
"Nanti aku akan memanggil dokter kerumah dan mengobatinya, tak perlu khawatir maya!!" ucap erica tersenyum.
Karena erica yang lama belum datang ke mobil, evan kemudian menyusul erica ke ruang ganti karena khawatir. Belum sampai ke ruang ganti evan melihat erica yang berjalan pelan merambat di dinding karena merasakan kakinya yang sakit. Evan berlari dan menghampiri erica.
"Erica!!" teriak evan.
"Iya evan" ucap erica.
"Apa kakimu masih sakit karena cedera tadi?" tanya evan khawatir.
"Iya evan masih agak sedikit sakit, nanti aku akan memanggil dokter kerumahku untuk mengobatinya!!".
"Baiklah erica! aku akan menggendongmu sampai ke mobil" ucap evan.
"Tak perlu evan aku masih bisa berjalan sendiri ke mobil" ucap erica.
"Aku tak akan membiarkanmu berjalan dengan kondisi seperti ini" ucap evan.
Evan lalu menggendong erica dan berjalan menuju ke mobil. Erica yang terkejut di gendong oleh evan wajahnya menjadi memerah. Teman teman erica dan evan yang melihat evan menggendong erica semuanya bersorak senang. Maya yang melihatnya pun ikut senang karena evan sangat mengkhawatirkan dan menyayangi erica.