
Setelah menemui nadira evan dan erica pergi dari cafe dan evan mengantarkan erica pulang ke rumahnya.
"Apa selanjutnya yang akan kau lakukan erica?" tanya evan.
"Kita tunggu saja kabar dari nadira! untuk sementara kita fokus saja untuk menghadapi sidang yang kedua nanti! apabila nadira tidak bersedia menjadi saksi, kita sudah siap untuk menghadapinya sendiri nanti!" ucap erica.
"Ehm baiklah kalau begitu!" ucap evan.
Setelah sampai dirumahnya erica langsung turun dari mobilnya evan dan masuk ke dalam rumahnya. Saat masuk ke dalam rumah ibunya erica memanggil anaknya.
"Erica sayang! baru pulang bersama evan?" tanya ibunya erica.
"Iya bu tadi soalnya pergi dengan evan sebentar!" ucap erica.
"Kau pergi kemana sayang bersama evan?" tanya ibunya erica penasaran.
"Tadi erica menemui seseorang di kampus bima sakti bu!" jawab erica.
"Tunggu dulu! memangnya siapa yang kau temui di sana? setahu ibu kau tidak punya teman di sana!" ucap ibunya erica heran.
"Aku menemui nadira mantan pacarnya rio!" ucap erica sambil berjalan dan duduk di kursi.
"Mantan pacarnya rio!" ucap ibunya terkejut.
"Iya bu! tanpa sengaja kemarin waktu di restoran aku bertemu dengannya!" ucap erica.
"Terus apa yang kau katakan padanya? apa dia juga sama seperti wanita yang lainnya menjadi korban rio?" tanya ibunya erica penasaran.
"Iya bu dia juga menjadi korbannya rio!" ucap erica.
"Apa dia mau membantu kita menjadi saksi di pengadilan nanti? itu akan sangat membantu kita!" ucap ibunya erica.
"Dia belum memberikan persetujuan untuk menjadi saksi nanti!" ucap erica.
"Kenapa dia tidak mau membantu kita? padahal kan dia juga korbannya rio! dengan membantu kita dia bisa membalaskan dendamnya!" ucap ibunya erica.
"Mungkin karena dia takut jika menghadapi keluarganya rio!" ucap erica.
"Kenapa dia harus takut pada keluarganya rio! mereka tidak apa apanya di bandingkan keluarga kita!" ucap ibunya erica.
"Dulu dia pernah di ancam oleh ibunya rio bu sandra! apalagi dia juga pernah menggugurkan kandungannya di tempat bu serly! mungkin jika dia membantu kita aib nya pun akan terkuak ke media!" ucap erica sambil menyenderkan badannya di atas kursi.
"Ehm begitu ternyata! memang betul pasti akan terkuak semuanya di pengadilan dan media! tapi jika dia diam saja itu akan membuat rio tidak menyadari kejahatannya kepada wanita wanita yang pernah dia sakiti!" ucap ibunya erica.
"Kita tunggu saja bu! dia akan menelpon erica jika bersedia menjadi saksi nanti!" ucap ibunya erica.
"Kau memberikan nomor telponmu padanya?" tanya ibunya erica.
"Iya kita bertukar nomor handphone!" ucap erica.
"Baguslah kalau begitu! apa perlu kita beri dia uang agar mau membantu kita!" ucap ibunya erica.
"Apa bu! jangan bu nanti dia akan tersinggung jika memberi dia uang! biar saja nanti dia yang menghubungi kita!" ucap erica.
"Tapi apa dia akan mau membantu kita jika tidak di beri uang!" ucap ibunya erica.
"Menurutku dia pasti akan membantu kita bu! untuk sekarang kita bersabar saja!" ucap erica.
Tiba tiba ayahnya erica pulang ke rumah dan mendengar percakapan erica dan ibunya.
"Malam semua! sepertinya sedang berbicara serius! kalau ayah tidak salah dengar tadi ibu bilang ada saksi di kasusnya rio?" tanya ayahnya erica penasaran.
"Iya yah! erica tanpa sengaja bertemu dengan seorang wanita yang pernah menjadi korbannya rio!" ucap ibunya erica.
"Terus bagaimana apa dia bersedia menjadi saksi membantu di pengadilan nanti?" tanya ayahnya erica.
"Dia belum mengatakan mau atau tidak nya membantu kita yah!" ucap erica.
"Ibu berencana membujuk dia dengan memberikan uang agar mau membantu kita! tetapi erica melarangnya, katanya nanti dia akan tersinggung!" ucap ibunya erica.
"Betul bu kata erica! Kita tunggu saja keputusan dari dia! berdoa saja jika dia mau membantu kita nanti!" ucap ayahnya erica sambil tersenyum.
"Tapi yah!"
"Sudahlah hari sudah malam! ayo kita istirahat erica juga mungkin sudah lelah! " ucap ayahnya erica.
"Istirahatlah erica sayang! Selamat tidur!" ucap ayahnya erica.
"Selamat tidur juga yah!" ucap erica sambil berjalan kearah kamarnya.
Erica berjalan kearah kamarnya dan membuka pintu menaruh tasnya dan pergi mandi untuk membersihkan badannya.
"Erica!" ucap maya sambil muncul tiba tiba di depan erica.
"Maya kau mengagetkanku saja!" ucap erica sambil membuka lemari pakaian.
"Erica apa kau sangat percaya kepada wanita tadi?" tanya maya khawatir.
"Kenapa kau tiba tiba khawatir dengannya!" ucap erica sambil memakai pakaiannya.
"Entahlah aku hanya khawatir saja! bagaimana jika dia hanya berbohong padamu!" ucap maya sambil menatap erica.
"Sepertinya dia tidak berbohong maya!" ucap tasya.
"Tuh dengar ucapannya tasya! dia juga percaya pada nadira!" ucap erica.
"Tidak salahkan jika kita berhati hati!" ucap maya.
"Iya maya! aku akan berhati hati kau tenang saja!" ucap erica sambil merebahkan badannya di atas tempat tidur.
"Itulah dirimu erica kau terlalu baik dengan orang lain! mungkin saja bisa dia berniat menipumu! kita belum mengenal dia dengan baik!" ucap maya sambil duduk di atas tempat tidur.
"Aku yakin kali ini aku tidak akan salah menilai orang maya!" ucap erica sambil menatap maya.
"Tenang saja maya! jika dia berniat menipu erica, kita yang akan membalasnya!" ucap tasya.
"Baiklah kalau begitu!" ucap maya.
"Lebih baik sekarang kita istirahat dan lanjutkan pembicaraannya besok! aku sangat mengantuk sekali maya!" ucap erica.
"Baiklah selamat tidur erica!" ucap maya.
"Selamat tidur erica!" ucap tasya.
"Selamat tidur semuanya!" ucap erica sambil memejamkan matanya.
Maya masih merasa khawatir dan dia berniat mengajak tasya untuk menyelidiki nadira. Maya sangat takut jika erica nanti kecewa jika berharap pada nadira.
"Tasya kita harus menyelidiki nadira! kita harus mencari tahu siapa dia sebenarnya!" ucap maya.
"Apa kau tidak percaya kepada semua ucapannya nadira tadi pada erica?" tanya tasya penasaran.
"Aku bukannya tidak percaya! hanya ingin memastikan kebenaran tentang dia saja! aku tak ingin jika erica kecewa dengan berharap pada nadira!" ucap maya khawatir.
"Kau benar juga kita harus menyelidiki siapa dia sebenarnya! apa dia orang yang baik atau jahat!" ucap tasya.
"Betul sebelum sidang berlangsung kita harus mencari tahu siapa dia sebenarnya! akupun berharap jika dia orang baik dan mau membantu kita nanti!" ucap maya.
"Apa kita harus memberitahu erica jika akan pergi menyelidiki nadira?" tanya tasya.
"Kita tak perlu memberitahu erica! aku tak ingin dia khawatir!" ucap maya sambil menatap erica yang sedang tertidur.
"Baiklah jika itu mau mu maya kita akan pergi tanpa memberitahu erica!" ucap tasya.
"Ayo kita pergi sekarang tasya!" ucap maya.
"Bagaimana cara kita menemukan tempat tinggalnya?" tanya tasya.
"Aku sudah pernah melihat dan mencium bau tubuhnya! jadi mudah saja menemukannya!" ucap maya.
"Oo begitu!" ucap tasya.
"Ayo berpegangan denganku kita akan pergi kemana wanita itu berada sekarang!" ucap maya.
"Ah iya maya!" ucap tasya sambil memegang tangannya maya.
Maya dan tasya pergi ke tempat nadira untuk menyelidikinya secara diam diam tanpa sepengetahuan erica.