
Setelah sampai dirumahnya Erica langsung menuju ke kamarnya bersama Maya dan Ibunya Rey. Erica mengeluarkan handphone dan dokumen itu dari dalam tas.
"Aku harus memeriksa dulu semua bukti ini agar dapat segera menyerahkannya kepada polisi," ucap Erica.
"Cepat Erica kau buka handphone itu agar kita bisa melihat video dan rekaman suara yang tersimpan disana," ucap Maya.
"Aku memindahkan semua rekaman CCTV ke dalam handphone itu dan juga ada rekaman suara waktu aku berbicara dengan Leo mengenai penggelapan uang dan pelecehan itu," ucap Ibunya Rey.
"Apa kode sandi untuk membuka handphone ini?" tanya Erica.
"Kodenya 150603," jawab Ibunya Rey.
Erica memasukkan kode sandi untuk membuka handphone itu.
"Terbuka! akhirnya kita bisa melihat video dan rekaman itu," ucap Erica.
Erica membuka video yang ada di handphone itu dan melihat semua rekaman yang ada disana. Erica dan Maya benar benar sangat marah dan kesal setelah melihat rekaman video itu.
"Wah, benar benar laki laki ini membuatku rasanya ingin membunuhnya! dasar orang yang sangat bejat!" teriak Maya kesal.
"Apa semua rekaman yang lainnya sudah di hancurkan?" tanya Erica.
"Kurasa begitu, aku hanya punya rekaman ini saja," jawab Ibunya Rey.
"Menurutku memang dia sangat pantas untuk dihukum, lalu kenapa para gadis itu tak melaporkan semuanya ke polisi?" tanya Erica.
"Mereka takut dan diancam oleh Leo jika melaporkan ini semua mereka tak akan bisa menjadi artis lagi," jawab Ibunya Rey.
"Aku benar benar ingin membunuh orang ini," ucap Maya.
"Sungguh enak baginya jika langsung dibunuh dan tidak merasakan penderitaan dan siksaan di dunia," ucap Erica.
"Apa maksudmu Erica?" tanya Maya.
"Kita buat dia masuk penjara dan menjalani hukuman yang berat dan membuat dia merasa sangat tersiksa disana," ucap Erica.
"Ehm, betul juga katamu Erica, baiklah kita buat dia masuk ke dalam penjara," ucap Maya.
"Baiklah selanjutnya kita dengar rekaman suara yang tersimpan disini," ucap Erica.
Erica lalu membuka rekaman suara yang ada di handphone dan mendengarkan semua percakapan Ibunya Rey dan Leo.
"Dia termasuk orang yang cukup berani melawanmu Bu Clara, bukankah seharusnya dia menghormati kakak iparnya sendiri," ucap Maya.
Ibunya Rey menghela nafas dan wajahnya menjadi sedih.
"Aku sebenarnya tak ada niat ingin melakukan ini semua, tapi Leo sudah sangat keterlaluan! dia tak lagi merasa takut padaku dan mulai berani mempermainkan kakaknya sendiri, aku merahasiakan ini semua karena tak ingin melihat suamiku menjadi sedih dengan mengetahui kenyataan jika ternyata adiknya sangat jahat padanya," ucap Ibunya Rey.
"Biar saja coba langsung kau laporkan saja pada suamimu, agar dia tahu rasa!" ucap Maya.
"Aku ingin memberikan kesempatan pada Leo agar dia bisa sadar dan dapat berubah, tapi nyatanya malah dia berniat ingin membunuhku agar aku tidak bisa mengatakan kejahatannya pada suamiku," ucap Ibunya Rey.
"Menurutku tante sudah sangat baik sudah mau memberikan kesempatan padanya agar dia bisa sadar dan berubah, sekarang kita buat dia mempertanggung jawabkan semua perbuatan jahatnya, jika di biarkan saja dia akan semakin banyak berbuat jahat kepada orang lain," ucap Erica.
"Betul kata Erica, besok biar semua bukti ini kita berikan pada polisi dan Leo akan di tangkap," ucap Maya.
Erica membuka dan memeriksa dokumen yang dia ambil. Erica sangat terkejut setelah melihat isi dokumen tersebut.
"Apa dia benar benar menggelapkan uang sebanyak ini tanpa sepengetahuan Ayahnya Rey?" tanya Erica.
"Iya Erica, suamiku sempat curiga jika ada yang menggelapkan dana perusahaan, tapi dia tak tahu jika yang melakukan itu semua adalah adiknya sendiri, Leo dimata suamiku dia sangat penurut dan rajin kadang aku ragu untuk mengatakannya karena takut suamiku akan salah paham," jawab Ibunya Rey sedih.
"Seperti itulah dia, aku tak bisa jika hanya berdiam diri lagi sekarang suami dan anakku juga akan menjadi incarannya," ucap Ibunya Rey.
"Betul itu! kita jangan ragu lagi untuk melakukannya," ucap Maya.
"Besok setelah pulang sekolah aku akan langsung ke kantor polisi untuk memberikan semua bukti ini dan membuat laporan agar Leo bisa ditangkap," ucap Erica.
Maya menatap wajah Ibunya Rey yang kelihatan masih cukup sedih.
"Bu Clara bagaimana jika malam ini kita berkunjung menemui Leo," ucap Maya.
"Kau ingin menemui Leo?" tanya Ibunya Rey.
"Ya aku menjadi sangat penasaran dan ingin melihat secara langsung laki laki itu," ucap Maya.
"Maya apa kau ingin memberikan suatu pelajaran padanya?" tanya Erica.
"Mungkin sedikit saja itu perlu, memberikan sedikit pemanasan untuk besok," ucap Maya sambil tersenyum.
"Baiklah lakukan saja semaumu Maya, tapi jangan yang terlalu berbahaya," ucap Erica.
"Baiklah Erica, hanya sedikit saja kok tidak banyak," ucap Maya.
"Kau yakin ingin menemui Leo?" tanya Ibunya Rey.
"Sangat yakin 100% ayo kita pergi menemui laki laki jahat itu," ucap Maya.
"Baiklah kita akan kerumahnya untuk menemuinya," ucap Ibunya Rey.
"Erica kami pergi dulu," ucap Maya.
"Baiklah Maya," jawab Erica.
Akhirnya Maya dan Ibunya Rey pergi ke rumahnya Leo untuk menemuinya, Maya yang sangat kesal setelah melihat video dan mendengar rekaman suara itu ingin memberikan sedikit pelajaran pada Leo. Setelah sampai dirumahnya Maya dan Ibunya Rey melihat dia sedang bersama seorang gadis yang cukup muda.
"Kebetulan sekali kita sampai dirumahnya dia juga baru sampai dirumahnya juga," ucap Maya.
"Sepertinya dia pulang bersama seorang gadis muda Maya," ucap Ibunya Rey.
"Ehm, dia akan melakukan sesuatu yang jahat lagi sekarang kepada gadis itu, tidak ada jeranya laki laki ini," ucap Maya kesal.
"Apa yang akan kita lakukan Maya?"
"Kita lihat dulu apa yang akan dia lakukan pada gadis itu, jika dia berbuat sesuatu yang jahat aku akan memastikan dia tak dapat tidur malam ini," ucap Maya.
"Baiklah Maya," ucap Ibunya Rey.
Leo mengajak gadis muda itu masuk ke dalam rumahnya. Maya dan Ibunya Rey juga ikut masuk ke dalam mengikuti Leo, Maya melihat wajah gadis itu sangat polos seperti tak tahu jika Leo adalah seorang laki laki yang sangat jahat. Maya memperhatikan Leo yang memberikan gadis muda itu minuman yang beralkohol.
"Apa yang dia lakukan? kenapa dia memberikan gadis muda itu minuman yang beralkohol? apa dia ingin membuat gadis itu menjadi mabuk," ucap Maya.
"Sepertinya begitu Maya, setelah membuat gadis itu mabuk dia pasti akan melakukan yang tak seharusnya pada gadis itu," ucap Ibunya Rey.
"Ini tak bisa kita biarkan Bu Clara! kita harus menyelamatkan gadis itu dari laki laki jahat seperti Leo!"
"Apa yang akan kau lakukan untuk menyelamatkan dia? sekarang kita hantu bukan manusia tak bisa menyentuh mereka?" ucap Ibunya Rey.
"Memang kita tak bisa menyentuh mereka, tapi jika merasuki mereka kita bisa," ucap Maya.
Maya dan Ibunya Rey berencana akan menyelamatkan gadis muda yang di bawa Leo ke rumahnya. Melihat Leo yang tak pernah berubah dan selalu berbuat jahat pada orang lain membuat Maya sangat marah dan ingin membalas perbuatannya.