ME And GHOST

ME And GHOST
Kenyataan Yang Terungkap 51



 


 


Setelah membuka matanya Ibunya Yuda dapat melihat anaknya yang telah lama meninggal dunia, karena merasa sangat senang membuat Ibunya Yuda sampai menangis.


 


 


 


 


"Yuda! benarkah itu dirimu anakku?" ucap Ibunya Yuda sambil meneteskan air matanya.


 


 


 


"Iya bu, ini Yuda."


 


 


 


"Hiks hiks hiks, anakku akhirnya ibu bisa melihat dirimu walau hanya sebentar," ucap Ibunya Yuda sambil menangis.


 


 


 


"Ibu, Yuda sangat rindu pada ibu, maafkan Yuda yang tak berbakti pada ibu dan telah membuat ibu merasa sangat kecewa dengan perbuatanku, hiks hiks hiks," ucap Yuda sambil menangis.


 


 


 


"Anakku Yuda, ibu selalu menyayangi dan mencintaimu dengan sepenuh hati ibu, ibu selalu akan memaafkanmu, ini semua salah ibu yang tidak bisa menjadi sosok yang baik untukmu."


 


 


 


"Ibu adalah ibu terbaik di dunia, aku sangat senang dan bangga mempunyai ibu yang sangat baik, tolong maafkan Yuda bu, tak bisa mewujudkan impian ibu untuk menjadi orang yang sukses, aku benar benar bukan seorang anak yang baik untukmu, aku juga mengucapkan banyak terimakasih karena telah menjadi ibuku di dunia ini, Yuda sangat menyayangimu ibu sampai kapanpun," ucap Yuda.


 


 


 


 


"Ibu juga sangat menyayangimu sampai kapanpun, kau akan tetap menjadi anak yang paling ibu banggakan, semoga kau bisa pergi dengan tenang anakku, ibu akan segera menyusulmu disana," ucap Ibunya Yuda.


 


 


 


"Iya bu, Yuda akan menunggu ibu disana, kita pasti akan berkumpul lagi, selalu jaga kesehatan ibu, Yuda akan sangat sedih jika melihat ibu sering sakit jika tak menjaga kesehatan ibu," ucap Yuda.


 


 


 


"Tentu sayang ibu berjanji akan selalu sehat dan tak pernah sakit," ucap Ibunya Yuda.


 


 


 


"Yuda sangat senang bisa bertemu dan berbicara dengan ibu untuk yang terakhir kalinya sebelum Yuda pergi dari sini, sudah waktunya Yuda pergi sekarang, sampai jumpa lagi bu," ucap Yuda.


 


 


 


"Sampai jumpa lagi sayang, kita pasti akan segera berkumpul lagi," ucap Ibunya Yuda.


 


 


 


 


Lalu Yuda melepaskan tangannya dari Erica, Erica pun melepaskan tangannya dari Ibunya Yuda.


 


 


 


"Apa anakku sudah pergi dari sini?"


 


 


 


Erica menatap Yuda yang masih ada di hadapan ibunya.


 


 


 


"Bilang saja jika aku telah pergi," ucap Yuda.


 


 


 


"Iya bu, Yuda sudah pergi dengan tenang sekarang, ibu tak perlu khawatir lagi dia sudah bahagia disana," ucap Erica.


 


 


 


"Syukurlah kalau begitu, aku sangat senang bisa bertemu dan berbicara dengannya walau hanya sesaat, terimakasih atas bantuanmu," ucap Ibunya Yuda.


 


 


 


"Sama sama bu, aku juga sangat senang bisa membantu ibu dan Yuda," ucap Erica.


 


 


 


"Sekarang diriku sudah sangat lega karena telah mengetahui penyebab Yuda melakukan bunuh diri, dan juga telah bertemu dan berbicara dengannya untuk yang terakhir kali, aku dapat menjalani hidup dengan tenang sampai ajal menjemputku dan berkumpul lagi dengannya nanti," ucap Ibunya Yuda.


 


 


 


"Apa ibu tidak akan menuntut kasus pembullyan yang di alami Yuda kepada polisi?" tanya Evan.


 


 


 


 


"Ibu tak akan melakukan tuntutan apapun, kasus ini juga sudah terjadi cukup lama, apapun yang kulakukan tak akan membuat Yuda kembali lagi, aku telah memaafkan orang orang yang telah melakukan kejahatan pada anakku, biar tuhan saja yang akan membalas perbuatan mereka," ucap Ibunya Yuda.


 


 


 


 


"Aku juga yakin Yuda juga tak ingin jika ibu melakukan itu, Ibu dan Yuda benar benar orang yang sangat baik," ucap Erica.


 


 


 


"Aku sangat mengucapkan terimakasih pada kalian," ucap Ibunya Yuda.


 


 


 


"Maaf bu, karena hari sudah malam kami mohon pamit pulang, semoga ibu selalu bahagia dan sehat," ucap Erica.


 


 


 


"Sampai jumpa lagi, ibu juga berdoa semoga kalian selalu di lindungi dari sesuatu yang jahat dan selalu sehat," ucap Ibunya Yuda.


 


 


 


 


"Terimakasih atas doanya bu, kami akan pulang sekarang," ucap Erica.


 


 


 


"Berhati hatilah di jalan," ucap Ibunya Yuda.


 


 


 


Kemudian Erica dan Evan keluar dari rumahnya Yuda dan masuk ke dalam mobil kemudian pergi dari sana.


 


 


 


"Evan, kita nanti berhenti sebentar di pohon depan restoran tadi siang," ucap Erica.


 


 


 


"Kenapa kau ingin berhenti disana Erica?" tanya Evan.


 


 


 


 


 


 


"Baiklah kalau begitu," ucap Evan.


 


 


 


 


Kemudian Evan menghentikan mobilnya di pohon besar depan restoran itu, lalu Erica dan Evan turun dari mobil begitupun Maya dan Yuda.


 


 


 


"Aku sangat berterimakasih padamu Erica dan Maya, kalian telah membantuku untuk bertemu dan berbicara pada ibuku untuk yang terakhir kalinya, sekarang aku bisa pergi dengan tenang," ucap Yuda.


 


 


 


"Sama sama Yuda, aku sangat senang bisa membantumu dan bisa membuatmu pergi dengan tenang," ucap Erica.


 


 


 


"Yuda! semoga kau bisa bahagia disana, aku juga pasti akan segera menyusulmu jika urusanku telah selesai disini," ucap Maya.


 


 


 


"Maya, aku berharap jika kau dapat segera menyelesaikan urusanmu dan dapat pergi dengan tenang," ucap Yuda.


 


 


 


"Tenang saja, aku juga pasti akan membantu Maya dan membuatnya bisa pergi dengan tenang," ucap Erica tersenyum.


 


 


 


"Semoga kalian berhasil," ucap Yuda.


 


 


 


Lalu arwah Yuda menghilang dari sana.


 


 


 


"Erica aku sangat sedih dengan yang terjadi pada Yuda, dia semasa hidup benar benar sangat menyedihkan karena perbuatan orang orang yang jahat padanya, untung saja dia punya ibu yang sangat baik," ucap Maya.


 


 


 


 


"Percayalah di setiap kejahatan yang datang pada kita pasti akan datang juga kebaikan, kita hanya perlu sabar dan ikhlas dalam menghadapi suatu masalah," ucap Erica.


 


 


 


"Sepertinya sekarang kau sudah bertambah dewasa dan juga kemampuanmu sudah meningkat pesat Erica," ucap Maya.


 


 


 


"Mungkin dengan semua masalah yang berdatangan membuatku semakin menjadi lebih dewasa dalam menyikapinya," ucap Erica.


 


 


 


 


"Erica! kau sedang berbicara padaku atau Maya?" tanya Evan bingung.


 


 


 


"Aku sedang berbicara dengan Maya," jawab Erica sambil tersenyum menatap Evan.


 


 


 


"Aku pikir kau sedang berbicara denganku, ternyata dengan Maya, apa arwah yang bernama Yuda itu sudah pergi dari sini?" tanya Evan.


 


 


 


"Tentu saja dia sudah pergi dengan tenang," jawab Erica.


 


 


 


"Syukurlah jika dia sudah pergi dengan tenang, aku sangat sedih mendengar yang terjadi padanya saat dia masih hidup dulu," ucap Evan.


 


 


 


"Aku juga dulu pernah merasakan apa yang di rasakan oleh Yuda, saat Cindy yang terus membullyku di sekolah, tapi itu tak berlangsung lama karena saat hidupku merasa sangat terpuruk aku bertemu dengan Maya yang telah membantu mengubah hidupku menjadi lebih baik," ucap Erica.


 


 


 


"Maafkan aku Erica dulu aku hanya diam saja saat kau di bully oleh Cindy di sekolah, waktu itu aku merasa belum yakin dengan perasaanku sendiri," ucap Evan.


 


 


 


 


"Tidak apa apa Evan, yang penting sekarang kau telah menjadi milikku," ucap Erica tersenyum malu.


 


 


 


"Aku juga sangat senang karena telah menjadi pacarmu Erica," ucap Evan.


 


 


 


"Hei, apa kalian akan tetap berdiri disini saja atau kita pulang, sekarang sudah malam Erica!" teriak Maya.


 


 


 


"Evan kita harus pulang sekarang, jika tidak kita akan pulang larut malam," ucap Erica.


 


 


 


"Ah iya nanti ibu dan ayahmu akan khawatir jika kita pulang terlambat," ucap Evan.


 


 


 


Kemudian Evan masuk ke dalam mobil, saat Erica akan masuk ke dalam mobil ada sebuah mobil yang melintas di dekat Erica, Erica merasakan suatu kekuatan yang sangat jahat  yang berada di mobil itu.


 


 


 


"Kenapa aku merasakan sesuatu yang sangat jahat di dalam mobil itu," ucap Erica di dalam hati sambil menatap mobil yang baru saja melintas di dekatnya.


 


 


 


"Erica! ayo masuk ke dalam mobil, kita harus pergi sekarang agar tidak pulang terlambat," ucap Evan.


 


 


 


"Baiklah Evan," ucap Erica.


 


 


 


"Ada apa dengan Erica kenapa dia menjadi tiba tiba sangat gelisah," ucap Maya heran.


 


 


 


Kemudian Erica masuk ke dalam mobil begitupun Maya, lalu Evan menjalankan mobilnya dan pergi dari sana. Erica masih merasa penasaran dan gelisah dengan mobil yang baru saja melintas di dekatnya.