
Erica dan evan pergi dari klinik bu serly menuju ke restoran untuk makan malam bersama. Erica sudah merasa cukup senang karena bu serly sudah di tangkap dan bisa menambah bukti jika rio memang bersalah dan pantas untuk dihukum.
"Kita mau makan di restoran mana erica?" tanya evan sambil mengendarai mobilnya.
"Bagaimana jika kita makan di restoran ayam goreng saja!" ucap erica.
"Apa kau sedang ingin makan ayam goreng erica?" tanya evan.
"Iya aku sedang ingin saya makan itu evan!"
"Baiklah ayo kita kesana!" ucap evan.
Sementara itu maya dan tasya pergi kerumah sakit untuk melihat rio yang masih berada disana.
"Kemana orang tuanya kenapa tidak ada diruangan ini?" ucap maya heran.
"Mungkin mereka sedang berada diluar maya!" ucap tasya.
Maya mendengar suara ibu dan ayahnya rio sedang berbicara di luar ruangan rio. Lalu maya dan tasya keluar dari ruangan rio untuk melihat langsung.
"Bagaimana bisa serly di tangkap oleh polisi!" ucap ibunya rio.
"Entahlah sepertinya ada orang yang melaporkan serly pada polisi!" ucap ayahnya rio.
"Apa ini perbuatannya erica dan orang tuanya!" ucap ibunya rio.
"Kenapa ibu bisa berpikiran seperti itu?" ucap ayahnya rio.
"Hanya mereka musuh kita dalam kasus ini! pasti mereka yang melakukan semua ini! Lihat saja nanti akan kupastikan mereka kalah dalam persidangan nanti!" ucap ibunya rio marah.
"Jika tertangkapnya serly ini akan memberatkan hukuman rio! karena serly ada kaitannya dengan kematian tasya!" ucap ayahnya rio khawatir.
"Akan ku buat serly tak akan mengatakan apapun nanti di pengadilan!"
"Memangnya apa yang akan ibu lakukan? persidangan akan dilakukan sebentar lagi kita tidak punya cukup waktu untuk melakukan apapun!"
"Ayah tenang saja ibu akan melakukan sesuatu sebelum persidangan nanti!"
"Jangan melakukan hal yang gegabah bu! kita mulai sekarang harus bertindak dengan hati hati!"
"Tenang saja yah! kita ada dokter yang merawat rio dan jaksa yang akan membantu kita untuk meringankan hukuman rio!"
"Ini semua karena rio mau mengakui semuanya di persidangan! andai saja dia mengelak semua tuduhan itu! akan sangat mudah untuk menghindari kasus ini!" ucap ayahnya rio.
"Ini semua karena hantu sialan itu! kenapa juga dia muncul di saat seperti ini!" teriak ibunya rio kesal.
"Kurang ajar sekali dia mengatakan kita hantu sialan!" ucap maya kesal.
"Mungkin dia butuh kita ganggu lagi maya!" ucap tasya.
"Jangan mimpi mereka akan memenangkan kasus ini! memang anak mereka bersalah tapi tak mau disalahkan!" ucap maya marah.
"Dasar orang tua yang egois mereka hanya mementingkan anak mereka dari pada orang lain yang benar! jelas jelas rio yang telah membunuhku mereka malah menyalahkanku karena rio telah membunuhku!" ucap tasya kesal.
"Kita beri mereka pelajaran lagi malam ini!" ucap maya.
"Betul maya! kita harus memberi mereka pelajaran!" ucap tasya kesal.
Saat orang tua rio sedang berbicara maya dan tasya mendekati mereka dengan maksud untuk mengganggunya. Maya menepuk bahu ibunya rio dan meniup telinganya.
"Siapa itu!" teriak ibunya rio menoleh kebelakang dan memegangi telinganya.
"Ada apa bu?" tanya ayahnya rio heran.
"Apa ayah melihat seseorang di belakangku tadi?" tanya ibunya rio sambil melihat sekelilingnya.
"Ayah tidak melihat ada orang di belakangmu!"
"Tapi tadi ada yang menepuk bahuku dan meniup telingaku yah!" ucap ibunya rio.
"Mungkin hanya perasaan ibu saja! tidak ada orang lain disini hanya kita berdua saja!"
"Tidak mungkin itu hanya angin yang lewat! apa dia ada disini lagi yah!"
"Siapa maksud ibu?"
"Hantunya tasya di kemari lagi untuk mengganggu kita!" ucap ibunya rio.
"Hantu itu benar benar membuatku jengkel!" teriak ibunya rio.
Karena mendengar ucapan ibunya rio maya menarik rambutnya.
"Aaaaarrrgggggghhh!" teriak ibunya rio sambil memegangi rambutnya.
"Kenapa bu!" tanya ayahnya rio.
"Tadi ada yang menarik rambutku dari belakang!" teriak ibunya rio.
"Ayah tidak melihat siapapun!"
"Hantu itu benar benar ada disini yah! jangan mengatakan apapun nanti dia mendengar semua ucapan kita!"
"Apa yang bisa dilakukan hantu untuk menghalangi sidang rio! dia tidak bisa apa apa bu!" ucap ayahnya rio.
"Jangan meremehkan dia sekarang yah! lihat saja dia telah berhasil merubah pikiran rio untuk mengakui semua perbuatannya! entah apa lagi yang hantu itu rencanakan untuk menjatuhkan kita!" ucap ibunya rio khawatir.
"Apa perlu kita memanggil orang pintar besok untuk menjaga rio dan kita agar tidak di ganggu oleh hantunya tasya?" tanya ayahnya rio.
"Apa ayah memiliki kenalan orang yang bisa mengusir hantu?" tanya ibunya rio.
"Sepertinya teman ayah memiliki seorang kenalan orang pintar yang bisa mengusir hantu!"
"Kenapa ayah baru bilang sekarang! kenapa tidak dari kemarin ayah mengatakannya!"
"Maaf bu, ayah baru teringat itu sekarang! karena kemarin kita sedang fokus dengan sidangnya rio!"
"Huuuh! sudahlah yang penting besok ayah panggil orang itu kemari agar bisa membantu kita menyingkirkan hantu itu!" teriak ibunya rio kesal.
"Iya bu, besok ayah akan membawanya kemari!"
"Ayo kita masuk saja yah! keruangannya rio disini membuat ibu merinding!"
"Ayo bu!" ucap ayahnya rio sambil menggandeng tangan istrinya berjalan masuk keruangan rio.
"Lihat tasya mereka mencoba mengusir kita dengan memanggil orang pintar atau bisa disebut dukun!" ucap maya.
"Jika dukun itu kemari apa kita tidak akan bisa kesini lagi maya?" tanya tasya khawatir.
"Tak perlu khawatir tasya! aku juga ingin melihat kemampuan dukun itu mengusir kita besok disini! apakah dia benar benar sakti atau hanya membual saja!" ucap maya sambil tersenyum.
"Tapi kita juga harus tetap berhati hati maya! bagaimana jika arwah kita hancur karena ulah dukun itu!"
"Tenang saja tasya aku yang akan melawan dukun itu besok! kau tak perlu khawatir!"
"Apa perlu kita memberitahu erica?" tanya tasya.
"Besok saja nanti kita memberitahu dia sekarang mungkin dia senang bersenang senang dengan evan, jangan mengganggunya sekarang tasya!" ucap maya.
"Benar juga sekarang erica sedang bersama evan! tidak mungkin kita mengganggunya sekarang!" ucap tasya.
"Ayo kita pergi dari sini besok kita kemari lagi melihat dukun apa yang mereka panggil nanti!" ucap maya.
"Baik maya!" ucap tasya.
Maya dan tasya kemudian pergi dari rumah sakit. Sementara itu ibunya rio masih khawatir jika hantunya tasya masih berada disana.
"Apa hantu itu sudah pergi dari sini!" ucap ibunya rio.
"Sepertinya tidak ada apa apa bu!" ucap ayahnya rio.
"Dia sering muncul tiba tiba di dekat kita yah! kita harus tetap berhati hati!" ucap ibunya rio.
"Sepertinya dia sudah pergi dari sini!" ucap ayahnya rio.
"Begitukah! sepertinya betul yah, ibu sudah tidak merinding lagi!" ucap ibunya rio mulai tenang.
"Tenang saja besok ayah akan memanggil orang pintar itu kemari!"
"Sebaiknya cepat yah! hantu itu benar benar meresahkan kita!" ucap ibunya rio.
Rio masih tertidur karena telah diberi obat oleh dokter. Ibunya rio sudah merasa cukup tenang setelah mendengar ayahnya rio akan membawa orang pintar atau dukun untuk mengusir hantunya tasya.